Black Cohosh

Black Snakeroot | Actaea racemosa
Nama
Black Cohosh (Black Snakeroot)
Nama Latin/Ilmiah
Actaea racemosa
Bagian Digunakan
Akar dan Rimpang
Rasa
Pahit, pedas
Nama Lain
Bugbane (Kanada), Traubensilberkerze (Jerman), Actée à grappes (Prancis), Cohosh negro (Spanyol)
Asal
Amerika Serikat bagian timur, Kanada
Kandungan Utama
Glikosida triterpen, asam fenolat, dan flavonoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Black Cohosh

Actaea racemosa, yang lebih dikenal sebagai Black Cohosh, adalah tanaman herbal menahun asli Amerika Utara bagian timur, termasuk dalam keluarga Ranunculaceae. Tanaman ini tumbuh liar di hutan-hutan teduh dan memiliki bunga putih yang harum serta rimpang (akar) berwarna gelap yang menjadi bagian utama yang digunakan secara medis. Secara tradisional, rimpang Black Cohosh telah lama digunakan oleh penduduk asli Amerika untuk mengatasi ketidaknyamanan menstruasi, nyeri sendi, dan sebagai tonik umum. Nama ilmiahnya terkadang masih merujuk pada sinonim Cimicifuga racemosa, terutama dalam literatur farmasi lama.

Baca Lebih Lanjut
Update: 01 Sep 2026 - 18:42:15
 

II. Ciri-ciri Black Cohosh

Tumbuh subur di area hutan yang teduh, lembap, dan memiliki tanah yang kaya nutrisi. Biasanya ditemukan di wilayah Amerika Utara bagian timur, sering bersembunyi di bawah kanopi pepohonan besar. Karakteristik/ciri-ciri Black Cohosh (Actaea racemosa):

Bagian Ciri-Ciri
Tinggi Tanaman Bisa tumbuh tinggi banget, antara 1 sampai 2,5 meter pas lagi musim berbunga.
Daun Daunnya lebar, berbentuk menyirip ganda (pinnate) dengan tepian yang bergerigi tajam, kelihatan mirip sama daun peterseli tapi versi raksasa.
Bunga Bentuknya kayak lilin panjang yang menjulang ke atas (raceme), warnanya putih krem, dan aromanya agak menyengat atau kurang sedap.
Batang Batangnya tegak, kokoh, dan tidak bercabang, biasanya muncul dari rimpang (batang bawah tanah) yang menebal.
Akar Punya rimpang yang tebal dan berwarna gelap (makanya disebut Black Cohosh), ini bagian yang paling sering dimanfaatin buat ramuan herbal.
Buah Setelah bunganya gugur, bakal muncul kapsul kering kecil berisi biji-biji yang bakal tersebar kalau kena angin.

III. Manfaat Black Cohosh

6 Manfaat Black Cohosh untuk kesehatan.

  1. Meredakan Hot Flashes pada Menopause

    Mengikat dan mengaktifkan reseptor serotonin 5-HT1A dan 5-HT7 di hipotalamus, memodulasi termoregulasi. Juga berinteraksi dengan reseptor opioid μ dan κ, memengaruhi pelepasan neuropeptida termoregulatori.

    Senyawa Aktif: Actein, 23-Epi-26-deoxyactein, Cimifugin
    Tampilkan
  2. Perbaikan Kualitas Tidur pada Wanita Menopause

    Aktivasi reseptor GABA-A dan modulasi sistem orexin di hipotalamus, mengurangi arousal nokturnal. Peningkatan metabolisme melatonin mungkin terjadi melalui efek antioksidan.

    Senyawa Aktif: 23-Epi-26-deoxyactein, Asam fukinoat, N-Methylcytisine
    Tampilkan
  3. Efek Anti-inflamasi pada Nyeri Sendi

    Inhibisi jalur NF-κB dan COX-2, mengurangi produksi prostaglandin E2 dan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6). Juga menghambat aktivasi MAPK p38.

    Senyawa Aktif: Asam fukinoat, Cimiside A, Actein
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Black Cohosh

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Black Cohosh.

  1. Actein

    Golongan: Triterpenoid glikosida
    Bagian Tanaman: Rimpang (Rhizoma)
    Aktivitas Farmakologis:
    Modulasi Reseptor Estrogen (efek Selektif), Aktivitas Antiinflamasi, Antioksidan, Dan Antiproliferatif Terhadap Sel Kanker Payudara In Vitro..
    Tampilkan
  2. 23-epi-26-deoxyactein

    Golongan: Triterpenoid glikosida
    Bagian Tanaman: Rimpang (Rhizoma)
    Aktivitas Farmakologis:
    Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker Payudara (MCF-7), Aktivitas Antiinflamasi Melalui Penghambatan NF-κB, Dan Efek Neuroprotektif In Vitro..
    Tampilkan
  3. Cimigenol

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Rimpang (Rhizoma)
    Aktivitas Farmakologis:
    Menghambat Differensiasi Osteoklas Dan Resorpsi Tulang, Berpotensi Untuk Osteoporosis. Juga Menunjukkan Aktivitas Antioksidan..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Black Cohosh

Interaksi & Kontraindikasi Black Cohosh dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACEI/ARB)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Interaksi signifikan belum banyak dilaporkan. Black cohosh dapat menyebabkan penurunan tekanan darah ringan; pantau tekanan darah secara berkala.

  2. Kontrasepsi oral atau terapi hormonal

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Meskipun black cohosh tidak memiliki efek estrogenik langsung, kombinasi dengan hormon sintetis belum cukup diteliti. Gunakan dengan hati-hati dan konsultasikan dengan dokter.

  3. Warfarin atau antikoagulan lain

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Black cohosh dapat mempengaruhi hemostasis. Jika digunakan bersamaan, lakukan pemantauan INR secara teratur dan waspadai tanda perdarahan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Black Cohosh

Black Cohosh (Actaea racemosa) umumnya digunakan untuk meredakan gejala menopause, namun penggunaannya dapat menimbulkan berbagai efek samping, mulai dari keluhan ringan pada saluran pencernaan hingga potensi masalah kesehatan yang lebih serius. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi gangguan lambung, mual, muntah, sakit kepala, pusing, serta berat badan meningkat. Pada beberapa individu, konsumsi suplemen ini juga dapat memicu kram perut, diare, dan munculnya rasa tidak nyaman pada bagian dada atau nyeri otot. Reaksi alergi seperti ruam kulit dan gatal-gatal juga pernah dicatat dalam beberapa kasus penggunaan.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Black Cohosh

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Black Cohosh.

  1. Efektivitas dan keamanan black cohosh (Actaea racemosa) untuk gejala menopause: meta-analisis uji klinis acak

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Black cohosh secara signifikan mengurangi frekuensi hot flushes dan memperbaiki skor skala menopause dibandingkan plasebo. Efek samping umumnya ringan, seperti gangguan gastrointestinal, dan tidak berbeda bermakna dari plasebo.
    Tampilkan
  2. Pengaruh black cohosh terhadap gejala menopause dan kualitas hidup pada wanita pascamenopause: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian black cohosh selama 16 minggu menurunkan skor Kupperman dan meningkatkan kualitas tidur tanpa memengaruhi kadar estradiol. Perbaikan sudah tampak pada minggu ke-8 dan bertahan hingga akhir penelitian.
    Tampilkan
  3. Efek black cohosh pada hot flushes dan gangguan tidur pada wanita menopause: uji klinis acak

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Suplementasi black cohosh 40 mg/hari selama 12 minggu mengurangi frekuensi hot flushes sekitar 40% dan memperbaiki indeks kualitas tidur Pittsburgh (PSQI) dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan perubahan signifikan pada fungsi hati.
    Tampilkan

VIII. FAQ Black Cohosh

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Black Cohosh.

Apa itu black cohosh (Actaea racemosa) dan senyawa fitokimia utama apa saja yang dikandungnya?
Black cohosh (Actaea racemosa) adalah tanaman herbal dari famili Ranunculaceae. Bagian akar dan rimpangnya mengandung triterpen glikosida (misalnya actein dan cimicifugoside), asam fenolik, flavonoid, dan alkaloid. Kandungan ini dianggap bertanggung jawab atas aktivitas biologis ekstraknya. European Medicines Agency (EMA). (2018). European Union herbal monograph on Actaea racemosa L., rhizoma. EMA/HMPC/377395/2017.
Bagaimana dosis dan cara konsumsi black cohosh yang dianjurkan?
Ekstrak kering akar/rimpang umumnya dikonsumsi sebagai tablet 20 mg dua kali sehari, sehingga total 40 mg per hari. Sebaiknya diminum bersama makanan untuk mengurangi gangguan lambung. Penggunaan harus mengikuti petunjuk produk dan tidak dianjurkan tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Leach, M. J., & Moore, V. (2012). Black cohosh (Cimicifuga spp.) for menopausal symptoms. Cochrane Database of Systematic Reviews, (9), CD007244.
Apa manfaat black cohosh bagi kesehatan umum dan gejala menopause?
Manfaat utama yang paling banyak diteliti adalah peredaan gejala menopause seperti hot flashes dan keringat malam. Tinjauan Cochrane menunjukkan bahwa beberapa uji klinis memperlihatkan perbaikan gejala menopause, namun efeknya bervariasi dan bukti tidak konsisten untuk merekomendasikannya secara luas. Leach, M. J., & Moore, V. (2012). Black cohosh (Cimicifuga spp.) for menopausal symptoms. Cochrane Database of Systematic Reviews, (9), CD007244.
Apakah black cohosh aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan. Black cohosh dapat merangsang kontraksi rahim sehingga berisiko menimbulkan keguguran. Keamanan pada ibu menyusui tidak diketahui dan belum ada bukti ekskresinya ke dalam ASI; oleh karena itu ibu hamil dan menyusui harus menghindari herbal ini. European Medicines Agency (EMA). (2018). European Union herbal monograph on Actaea racemosa L., rhizoma. EMA/HMPC/377395/2017.
Bolehkah black cohosh digunakan pada bayi atau anak-anak?
Tidak boleh. Black cohosh tidak memiliki indikasi pediatrik dan belum ada studi keamanan atau dosis pada bayi serta anak-anak. Penggunaan pada kelompok usia ini tidak dianjurkan karena berisiko efek hormonal dan toksisitas. World Health Organization (WHO). (2004). WHO monographs on selected medicinal plants (Vol. 2). Geneva: WHO Press.
Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh black cohosh?
Efek samping umum meliputi gangguan pencernaan, diare, ruam kulit, nyeri sendi, atau rasa tidak nyaman di perut. Kasus jarang tetapi serius, seperti kerusakan hati, telah dilaporkan; segera hentikan penggunaan bila muncul kulit atau mata kuning, urine gelap, atau nyeri perut kanan atas. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH). (2020). Black cohosh. U.S. Department of Health & Human Services.
Apakah black cohosh dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Beberapa studi in vitro menunjukkan ekstrak black cohosh dapat mengubah efek tamoxifen dan cisplatin pada sel tumor. Karena itu, penggunaan bersamaan dengan terapi hormonal atau kemoterapi memerlukan konsultasi dokter. Rockwell, S., Liu, Y., & Higgins, S. (2005). Alteration of the effects of cancer chemotherapy agents on human breast cancer cells by the herbal remedy black cohosh. Breast Cancer Research and Treatment, 90(3), 233-239.
Apakah black cohosh aman digunakan dalam jangka panjang?
Keamanan jangka panjang hingga lebih dari 12 bulan belum diketahui secara memadai. Beberapa penelitian memakai black cohosh sampai 12 bulan tanpa efek samping serius, tetapi karena laporan kerusakan hati yang jarang, sebaiknya digunakan dalam waktu sesingkat mungkin dan di bawah pemantauan tenaga kesehatan. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH). (2020). Black cohosh. U.S. Department of Health & Human Services.

Cranberry

Vaccinium macrocarpon

Blue Cohosh

Caulophyllum thalictroides

Cari: