Kamboja

Frangipani | Plumeria rubra
Kamboja
Nama
Kamboja (Frangipani)
Nama Latin/Ilmiah
Plumeria rubra
Bagian Digunakan
Bunga, Daun, dan Kulit Batang
Rasa
Manis

Nama Lain
Temple tree (India), champa (India), cacaloxochitl (Meksiko)
Asal
Meksiko, Amerika Tengah, Kolombia, Venezuela
Kandungan Utama
Plumerid, plumericin, isoplumericin, lupeol, kuersetin, dan tanin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kamboja

Kamboja (Plumeria rubra) adalah tumbuhan berbunga dari famili Apocynaceae yang berasal dari kawasan tropis Amerika, khususnya Meksiko, Amerika Tengah, dan Venezuela. Meskipun kerap diasosiasikan dengan suasana pemakaman di Asia Tenggara, spesies ini sejatinya merupakan tanaman hias yang adaptif terhadap iklim kering maupun lembap. Batangnya yang berkayu lunak mengeluarkan getah putih beracun ketika dilukai, sedangkan daunnya yang tebal dan tersusun spiral membantu mengurangi penguapan. Bunganya yang khas memiliki lima mahkota tumpang tindih dengan corak beragam—putih, kuning, merah muda, hingga merah—serta aroma manis yang paling kuat pada malam hari untuk menarik ngengat penyerbuk.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Sep 2026 - 00:40:22
 

II. Ciri-ciri Kamboja

Kamboja jenis ini aslinya dari Amerika tropis, tapi sekarang gampang banget ditemui di Indonesia. Dia suka banget sama tempat yang kena sinar matahari langsung, tahan kekeringan, dan biasanya tumbuh subur di tanah yang drainasenya bagus atau nggak gampang becek. Karakteristik/ciri-ciri Kamboja (Plumeria rubra):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohonnya tergolong perdu atau pohon kecil dengan batang yang agak empuk, bergetah putih seperti susu, dan kulit kayunya cenderung kasar serta berwarna abu-abu kehijauan.
Daun Bentuknya lonjong memanjang dengan ujung yang agak runcing, teksturnya tebal dan kaku, serta tumbuhnya mengelompok di ujung-ujung ranting.
Bunga Ini nih daya tariknya; bunganya punya 5 kelopak yang bentuknya kayak baling-baling, aromanya sangat wangi, dan warnanya variatif mulai dari putih, kuning, merah muda, sampai merah menyala.
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk polong panjang yang kalau sudah tua akan pecah sendiri, di dalamnya ada banyak biji yang punya sayap tipis supaya gampang terbang terbawa angin.

III. Manfaat Kamboja

8 Manfaat Kamboja untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi

    Menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX), menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-6, serta menghambat translokasi faktor transkripsi NF-κB sehingga menekan kaskade inflamasi.

    Senyawa Aktif: Plumericin, Asam Ursolat, Lupeol
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas

    Merusak integritas membran sel mikroorganisme, meningkatkan permeabilitas membran, dan menyebabkan kebocoran elektrolit. Senyawa iridoid dan triterpenoid juga menghambat pembentukan biofilm dan mengganggu metabolisme respirasi sel bakteri/jamur.

    Senyawa Aktif: Plumericin, Fulvoplumierin, Asam Ursolat
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Menyumbangkan elektron dan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas seperti DPPH, ABTS, dan anion superoksida; mengkelat ion logam transisi Fe2+/Cu2+; meningkatkan regulasi jalur Nrf2/ARE untuk ekspresi enzim antioksidan endogen.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Kamboja

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kamboja.

  1. Plumericin

    Golongan: Iridoid (monoterpenoid lakton)
    Bagian Tanaman: Kulit batang, akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri (terutama Gram-positif) Secara In Vitro. Detail Studi: In Vitro; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  2. Plumieride

    Golongan: Iridoid glikosida (monoterpenoid)
    Bagian Tanaman: Daun, kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikobakteri In Vitro, Termasuk Terhadap Mycobacterium Tuberculosis Pada Beberapa Studi. Detail Studi: In Vitro; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Golongan: Triterpenoid (pentasiklik)
    Bagian Tanaman: Kulit batang, daun, getah
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Pada Model Hewan/in Vitro. Detail Studi: In Vitro/animal; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kamboja

Interaksi & Kontraindikasi Kamboja dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kontak kulit langsung dengan getah

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hindari sentuhan langsung; gunakan sarung tangan saat menangani getah. Bila terkena, segera cuci dengan sabun dan air mengalir.

  2. Konsumsi bunga atau daun dalam jumlah sedikit

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tidak disarankan untuk dikonsumsi tanpa pengawasan profesional. Perhatikan gejala mual atau muntah.

  3. Penggunaan bersamaan dengan obat antidiabetes

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau kadar gula darah secara berkala karena kamboja berpotensi memengaruhi glukosa darah. Konsultasikan dengan dokter sebelum digunakan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Kamboja

Tanaman Kamboja (Plumeria rubra) dikenal memiliki berbagai potensi farmakologis, namun bagian dari tanaman ini—khususnya getah, kulit batang, dan akar—mengandung senyawa toksik seperti glikosida, alkaloid, dan plumericin yang dapat menimbulkan efek samping signifikan jika tidak diolah dengan benar. Kontak langsung dengan getah segar tanaman ini sering kali menyebabkan dermatitis kontak iritan atau alergi pada kulit yang sensitif, ditandai dengan gejala kemerahan, rasa terbakar, gatal-gatal, dan pembentukan lepuh lokal akibat sifat korosif dari getah tersebut.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Kamboja

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kamboja.

Apa kandungan fitokimia utama dari Kamboja (Plumeria rubra)?
Kandungan utamanya adalah senyawa iridoid, terutama plumieride dan turunannya seperti 13-O-kafeoilplumieride, serta asam plumerat, triterpenoid, flavonoid, alkaloid, dan tanin. Menurut Hamburger et al. (1991) dalam jurnal Phytochemistry, iridoid dari kulit batang P. rubra telah diisolasi dan diidentifikasi sebagai plumieride dan turunannya.
Apakah kamboja aman dikonsumsi sehari-hari sebagai jamu atau teh?
Tidak disarankan. Belum ada uji klinis yang menegaskan dosis aman dan efikasi oral. Natural Medicines Comprehensive Database mengklasifikasikan keamanan oral P. rubra sebagai data yang tidak mencukupi. Karena bagian getah dan beberapa jaringan tanaman dapat bersifat toksik, konsumsi rutin tanpa pengawasan tenaga kesehatan berisiko.
Bagaimana penggunaan tradisional Plumeria rubra dalam pengobatan?
Secara tradisional, kulit batang, daun, dan bunga digunakan untuk pengobatan bisul, demam, peradangan kulit, dan gangguan pencernaan, umumnya sebagai tapal atau rebusan topikal. Chopra et al. (1956) dalam Glossary of Indian Medicinal Plants mencatat bahwa kulit batang P. rubra digunakan untuk mengobati borok dan demam.
Apa efek samping atau risiko toksisitas dari Plumeria rubra?
Risiko utama berasal dari getah putih (lateks) yang dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata. Jika tertelan, getah dapat memicu mual, muntah, dan diare. Burrows dan Tyrl (2013) dalam Toxic Plants of North America mengelompokkan P. rubra sebagai tumbuhan yang bagian getahnya bersifat iritatif dan dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
Bolehkah Plumeria rubra digunakan untuk bayi, anak-anak, atau ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan. Populasi tersebut sangat rentan terhadap efek toksik, dan belum ada data keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan. Natural Medicines Comprehensive Database menyatakan bahwa data keamanan P. rubra pada kehamilan, menyusui, dan anak-anak tidak tersedia, sehingga penggunaan harus dihindari.
Apakah Plumeria rubra dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Belum terdapat kajian interaksi obat yang lengkap. Tetapi karena kandungan iridoid dan flavonoidnya dapat memengaruhi enzim hati serta berpotensi menurunkan gula darah, penggunaan bersama obat antidiabetes atau antiinflamasi perlu diwaspadai. Natural Medicines Comprehensive Database mengingatkan bahwa data interaksi P. rubra belum cukup; konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan sebelum penggunaan.
Apakah ada manfaat kesehatan umum yang telah terbukti secara ilmiah?
Belum ada bukti klinis yang cukup. Kajian laboratorium menunjukkan aktivitas antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi, tetapi hasilnya masih bersifat preklinis. Menurut Natural Medicines Comprehensive Database, data uji klinis tentang khasiat P. rubra pada manusia tidak memadai, sehingga tidak dapat digunakan sebagai dasar klaim pengobatan penyakit tertentu.

Kenanga

Cananga odorata

Bunga Matahari

Helianthus annuus

Cari: