Advertisement
Kamboja (Plumeria rubra) adalah tumbuhan berbunga dari famili Apocynaceae yang berasal dari kawasan tropis Amerika, khususnya Meksiko, Amerika Tengah, dan Venezuela. Meskipun kerap diasosiasikan dengan suasana pemakaman di Asia Tenggara, spesies ini sejatinya merupakan tanaman hias yang adaptif terhadap iklim kering maupun lembap. Batangnya yang berkayu lunak mengeluarkan getah putih beracun ketika dilukai, sedangkan daunnya yang tebal dan tersusun spiral membantu mengurangi penguapan. Bunganya yang khas memiliki lima mahkota tumpang tindih dengan corak beragam—putih, kuning, merah muda, hingga merah—serta aroma manis yang paling kuat pada malam hari untuk menarik ngengat penyerbuk.
Kamboja jenis ini aslinya dari Amerika tropis, tapi sekarang gampang banget ditemui di Indonesia. Dia suka banget sama tempat yang kena sinar matahari langsung, tahan kekeringan, dan biasanya tumbuh subur di tanah yang drainasenya bagus atau nggak gampang becek. Karakteristik/ciri-ciri Kamboja (Plumeria rubra):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Pohonnya tergolong perdu atau pohon kecil dengan batang yang agak empuk, bergetah putih seperti susu, dan kulit kayunya cenderung kasar serta berwarna abu-abu kehijauan. |
| Daun | Bentuknya lonjong memanjang dengan ujung yang agak runcing, teksturnya tebal dan kaku, serta tumbuhnya mengelompok di ujung-ujung ranting. |
| Bunga | Ini nih daya tariknya; bunganya punya 5 kelopak yang bentuknya kayak baling-baling, aromanya sangat wangi, dan warnanya variatif mulai dari putih, kuning, merah muda, sampai merah menyala. |
| Buah Dan Biji | Buahnya berbentuk polong panjang yang kalau sudah tua akan pecah sendiri, di dalamnya ada banyak biji yang punya sayap tipis supaya gampang terbang terbawa angin. |
8 Manfaat Kamboja untuk kesehatan.
Menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX), menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-6, serta menghambat translokasi faktor transkripsi NF-κB sehingga menekan kaskade inflamasi.
Merusak integritas membran sel mikroorganisme, meningkatkan permeabilitas membran, dan menyebabkan kebocoran elektrolit. Senyawa iridoid dan triterpenoid juga menghambat pembentukan biofilm dan mengganggu metabolisme respirasi sel bakteri/jamur.
Menyumbangkan elektron dan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas seperti DPPH, ABTS, dan anion superoksida; mengkelat ion logam transisi Fe2+/Cu2+; meningkatkan regulasi jalur Nrf2/ARE untuk ekspresi enzim antioksidan endogen.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kamboja.
Interaksi & Kontraindikasi Kamboja dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Tanaman Kamboja (Plumeria rubra) dikenal memiliki berbagai potensi farmakologis, namun bagian dari tanaman ini—khususnya getah, kulit batang, dan akar—mengandung senyawa toksik seperti glikosida, alkaloid, dan plumericin yang dapat menimbulkan efek samping signifikan jika tidak diolah dengan benar. Kontak langsung dengan getah segar tanaman ini sering kali menyebabkan dermatitis kontak iritan atau alergi pada kulit yang sensitif, ditandai dengan gejala kemerahan, rasa terbakar, gatal-gatal, dan pembentukan lepuh lokal akibat sifat korosif dari getah tersebut.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kamboja.