Vitex / Chasteberry

Vitex agnus-castus
Nama
Vitex / Chasteberry
Nama Latin/Ilmiah
Vitex agnus-castus
Bagian Digunakan
Buah
Rasa
Pahit, pedas, sepat

Nama Lain
Chasteberry (United States), Monk's pepper (United Kingdom), Mönchspfeffer (Germany), Gattilier (France), Agnocasto (Italy)
Asal
Eropa Selatan, Asia Barat, dan Afrika Utara (kawasan Mediterania)
Kandungan Utama
Iridoid glikosida (agnusida, aucubin), flavonoid (kastisin, luteolin, kuersetin), dan minyak atsiri

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Vitex / Chasteberry

Vitex / Chasteberry (Vitex agnus-castus) adalah tanaman perdu asli kawasan Mediterania dan Asia Barat yang telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional, khususnya untuk kesehatan reproduksi wanita. Buahnya yang kecil dan berwarna hitam mengandung senyawa aktif seperti iridoid glikosida (aukubin, agnosid) dan flavonoid yang bekerja pada sistem hipotalamus-hipofisis-ovarium. Mekanisme utamanya adalah meningkatkan produksi progesteron dengan merangsang sekresi luteinizing hormone (LH) dan menghambat prolaktin, sehingga membantu menyeimbangkan estrogen dan progesteron dalam siklus menstruasi.

Baca Lebih Lanjut
Update: 01 Agu 2026 - 04:41:19

 

II. Manfaat Vitex / Chasteberry

7 Manfaat Vitex / Chasteberry untuk kesehatan.

  1. Sindrom Pramenstruasi (PMS)

    Ekstrak Vitex agnus-castus bekerja melalui aktivitas dopaminergik dengan mengikat reseptor D2 di hipofisis anterior, menekan sekresi prolaktin. Penurunan prolaktin meningkatkan sensitivitas reseptor LH dan FSH, memperbaiki rasio estrogen/progesteron, dan mengurangi gejala PMS. Senyawa agnuside dan casticin juga memodulasi jalur GABAergik dan opioid endogen.

    Senyawa Aktif: Agnuside, Casticin, Rotundifuran
    Tampilkan
  2. Hiperprolaktinemia Ringan dan Infertilitas Terkait

    Aktivasi reseptor dopamin D2 di laktotrof hipofisis menurunkan sekresi prolaktin. Penurunan prolaktin memulihkan sekresi GnRH pulsatile, meningkatkan LH dan FSH, serta memperbaiki ovulasi dan fungsi korpus luteum.

    Senyawa Aktif: Agnuside, Casticin, Vitexin
    Tampilkan
  3. Gangguan Fase Luteal

    Peningkatan aktivitas dopaminergik menurunkan prolaktin, yang menginduksi sensitivitas reseptor LH dan meningkatkan sekresi progesteron dari korpus luteum. Casticin juga menghambat enzim 3β-hidroksisteroid dehidrogenase secara selektif, memodulasi steroidogenesis.

    Senyawa Aktif: Agnuside, Casticin, Rotundifuran
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Vitex / Chasteberry

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Vitex / Chasteberry.

  1. Agnuside

    Golongan: Iridoid glikosida
    Bagian Tanaman: Buah (berry)
    Aktivitas Farmakologis:
    Dopaminergik Agonis Pada Reseptor D2; Menurunkan Kadar Prolaktin; Digunakan Untuk Sindrom Pramenstruasi Dan Hiperprolaktinemia.
    Tampilkan
  2. Casticin

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Buah (berry)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiproliferatif, Antiinflamasi, Dan Antioksidan; Mengikat Reseptor Opioid Dan Serotonin; Mendukung Regulasi Siklus Menstruasi.
    Tampilkan
  3. Vitexilactone

    Golongan: Diterpenoid
    Bagian Tanaman: Buah (berry) dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antijamur (terhadap Candida Albicans), Antibakteri (Gram-positif), Dan Imunomodulator.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. FAQ Vitex / Chasteberry

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Vitex / Chasteberry.

Apa yang dimaksud dengan Vitex atau chasteberry dan senyawa apa yang terkandung di dalamnya?
Vitex (Vitex agnus-castus) adalah tanaman semak Mediterania dan bagian buahnya yang dikenal sebagai chasteberry dipakai dalam pengobatan herbal. Kandungan fitokimianya meliputi iridoid glikosida (agnuside dan aucubin), flavonoid (casticin, apigenin), diterpenoid labdan, serta minyak atsiri. Komponen-komponen ini berkontribusi pada aktivitas biologis Vitex, terutama interaksinya dengan jalur dopaminergik. European Medicines Agency, 2018; Wuttke et al., 2003.
Bagaimana dosis dan aturan konsumsi Vitex yang dianjurkan sehari-hari?
Dosis ekstrak kering Vitex yang umum digunakan dalam penelitian adalah 20–40 mg sekali sehari pada waktu yang sama, sebaiknya pada pagi hari sebelum atau saat makan. Produk harus diminum secara teratur dan disarankan menggunakan sediaan terstandardisasi, misalnya berdasarkan kadar agnuside. Tingtur etanol juga tersedia tetapi dosisnya bervariasi tergantung konsentrasi produk. European Medicines Agency, 2018.
Berapa lama Vitex harus dikonsumsi sebelum terlihat efeknya?
Vitex bekerja secara perlahan dan tidak memberikan efek instan. Perbaikan gejala biasanya mulai terlihat setelah tiga siklus menstruasi, sehingga pengobatan dianjurkan minimal tiga bulan dan evaluasi dilakukan setelah tiga sampai enam bulan penggunaan. Jika tidak ada perbaikan setelah periode tersebut, pemakaian perlu ditinjau kembali oleh tenaga kesehatan. European Medicines Agency, 2018.
Apa bukti ilmiah manfaat Vitex untuk kesehatan reproduksi wanita?
Beberapa uji acak terkontrol placebo menunjukkan bahwa Vitex efektif mengurangi gejala sindrom pramenstruasi, terutama iritabilitas, perubahan suasana hati, dan nyeri payudara. Vitex juga digunakan untuk mastalgia siklik dan gangguan menstruasi ringan seperti siklus tidak teratur atau insufisiensi luteal. Efeknya bergantung pada kualitas dan standarisasi ekstrak yang digunakan. Schellenberg, BMJ 2001; Halaska et al., Breast 1999.
Bagaimana mekanisme kerja Vitex di dalam tubuh?
Ekstrak Vitex meningkatkan aktivitas dopaminergik di kelenjar hipofisis anterior dengan berikatan pada reseptor dopamin D2. Hal ini menurunkan kadar prolaktin yang berlebihan, sehingga sekresi GnRH dan keseimbangan FSH/LH dapat membaik dan membantu memperbaiki gejala PMS serta gangguan siklus. Beberapa komponen, seperti apigenin, juga menunjukkan interaksi dengan reseptor estrogen secara in vitro, tetapi relevansi klinisnya masih diteliti lebih lanjut. Wuttke et al., 2003.
Apakah Vitex aman untuk ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak?
Vitex tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena aktivitas hormonalnya berpotensi memengaruhi jalannya kehamilan dan data keamanannya tidak memadai. Pada ibu menyusui, Vitex juga tidak dianjurkan karena efek dopaminergiknya dapat menurunkan prolaktin dan berisiko mengganggu produksi ASI. Untuk bayi, anak-anak, dan remaja di bawah 18 tahun, Vitex tidak direkomendasikan karena belum ada data keamanan yang cukup. European Medicines Agency, 2018; Daniele et al., 2005.
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Vitex?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, antara lain mual, gangguan lambung, sakit kepala, ruam kulit, jerawat, pusing, dan perubahan pola menstruasi seperti haid lebih cepat, terlambat, atau nyeri haid. Reaksi alergi yang berat jarang terjadi. Jika muncul gejala yang mengganggu atau memberat, penggunaan harus dihentikan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Daniele et al., Drug Safety 2005; European Medicines Agency, 2018.
Interaksi obat apa yang perlu diwaspadai saat menggunakan Vitex?
Vitex memengaruhi jalur dopamin, sehingga tidak boleh dikombinasikan dengan antagonis dopamin seperti metoklopramid atau antipsikotik, maupun agonis dopamin seperti bromokriptin dan kabergolin. Karena efeknya terhadap hormon reproduksi, Vitex juga berpotensi berinteraksi dengan pil KB, terapi hormon, dan antiestrogen seperti tamoksifen, sehingga penggunaan bersamaan harus dalam pengawasan tenaga kesehatan. Daniele et al., 2005; European Medicines Agency, 2018.
Apakah Vitex dapat membantu meningkatkan kesuburan?
Vitex tidak terbukti secara langsung meningkatkan kesuburan. Namun, pada wanita yang mengalami siklus tidak teratur atau defek fase luteal akibat hiperprolaktinemia ringan, normalisasi prolaktin oleh Vitex dapat membantu memulihkan keseimbangan siklus menstruasi. Penggunaan Vitex untuk masalah kesuburan masih memerlukan penelitian lebih lanjut dan harus dilakukan bersama dokter spesialis. Wuttke et al., 2003.

Ubi Kuning

Dioscorea villosa

Saw Palmetto

Serenoa repens