Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Dioscorea villosa (ubi liar): tinjauan fitokimia, aktivitas farmakologi, dan aplikasi klinis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    n/a (analisis sintesis naratif dari 118 artikel PubMed/Scopus)
    Dosis/Durasi:
    n/a
    Temuan:
    Tinjauan ini mengidentifikasi diosgenin dan saponin steroid sebagai senyawa bioaktif utama dengan aktivitas anti-inflamasi, estrogenik, dan antioksidan. Bukti klinis masih terbatas, terutama pada pengelolaan gejala menopause dan gangguan inflamasi.
  2. Ekstrak Dioscorea villosa menghambat inflamasi melalui regulasi NF-κB dan MAPK pada makrofag RAW264.7

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel RAW264.7; stimulasi lipopolisakarida (LPS) 1 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    10–200 µg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak etanolik D. villosa menurunkan produksi TNF-α, IL-6, dan NO secara tergantung dosis. Efek anti-inflamasi ini terjadi melalui penekanan fosforilasi p65 NF-κB dan p38 MAPK.
  3. Ekstrak rimpang Dioscorea villosa mencegah osteoporosis pada tikus ovarektomi

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    36 tikus Sprague-Dawley betina; 24 tikus ovarektomi dan 12 tikus sham
    Dosis/Durasi:
    150–300 mg/kg/hari per oral selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak D. villosa mempertahankan densitas tulang femur dan tibia serta menurunkan penanda resorpsi tulang TRAP. Efek perlindungan tulang setara dengan estrogen dosis rendah tanpa menyebabkan hipertrofi uterus.
  4. Polisakarida ubi liar (Dioscorea villosa) memperbaiki resistensi insulin dan steatosis hati pada tikus dengan diet tinggi lemak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    40 tikus C57BL/6J; diet normal, diet tinggi lemak, kelompok kontrol positif, dan kelompok polisakarida D. villosa
    Dosis/Durasi:
    200–400 mg/kg/hari per oral selama 10 minggu
    Temuan:
    Polisakarida D. villosa menurunkan berat badan, kadar glukosa puasa, dan trigliserida hati, serta meningkatkan kadar GLP-1. Efek metabolik tersebut berkaitan dengan modulasi mikrobiota usus, yaitu peningkatan Bacteroidetes dan penurunan Firmicutes.
  5. Diosgenin dari Dioscorea villosa menginduksi apoptosis sel kanker payudara MCF-7 melalui jalur mitokondria

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel MCF-7 dan sel epitel mammae normal MCF-10A
    Dosis/Durasi:
    0–25 µM selama 48 jam
    Temuan:
    Diosgenin menghambat proliferasi sel MCF-7 dengan meningkatkan rasio Bax/Bcl-2 dan aktivasi kaspase-9. Sel MCF-10A menunjukkan sitotoksisitas yang lebih rendah, mengindikasikan efek selektif terhadap sel kanker.
  6. Aktivitas anti-artritis ekstrak etanol Dioscorea villosa pada model tikus adjuvan Complete Freund's Adjuvant

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan; artritis diinduksi CFA pada telapak kaki kiri
    Dosis/Durasi:
    100–200 mg/kg/hari per oral selama 21 hari
    Temuan:
    Ekstrak etanol D. villosa dosis 200 mg/kg menurunkan edema kaki, skor artritis, dan kadar TNF-α/IL-1β serum. Pemeriksaan histologi menunjukkan pengurangan infiltrasi sel radang pada sendi lutut.
  7. Penapisan fitokimia dan standardisasi ekstrak akar Dioscorea villosa menggunakan UPLC-QTOF-MS/MS

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Sampel akar Dioscorea villosa dari lima lokasi panen; tiga ulangan analitis
    Dosis/Durasi:
    n/a
    Temuan:
    Sebanyak 42 senyawa berhasil diidentifikasi, termasuk diosgenin, dioscin, protodioscin, dan turunan flavonoid. Kandungan diosgenin bervariasi antara 0,6–2,1% tergantung lokasi panen sehingga dapat digunakan sebagai penanda kualitas.
  8. Krim ubi liar (Dioscorea villosa) untuk menurunkan gejala hot flashes: uji acak terkontrol plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 wanita pascamenopause berusia 48–61 tahun; 40 kelompok krim aktif dan 40 kelompok plasebo
    Dosis/Durasi:
    Krim ekstrak akar (40 mg diosgenin) dioleskan dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Krim D. villosa dengan 40 mg diosgenin per aplikasi menurunkan frekuensi hot flashes 23% lebih besar dibandingkan plasebo setelah 12 minggu. Kadar estradiol, FSH, dan LH tidak mengalami perubahan signifikan.

Advertisement


Cari: