Endokrinologi & Metabolik
Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi akibat gangguan pada produksi atau kerja insulin.
Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas untuk membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa sebagai sumber energi.
Diabetes dibagi menjadi dua tipe utama: Tipe 1 (autoimun, kekurangan insulin absolut) dan Tipe 2 (resistensi insulin, lebih umum terjadi).
Komplikasi jangka panjang diabetes meliputi kerusakan pembuluh darah, ginjal, saraf, mata, dan peningkatan risiko penyakit jantung.
Bahan-bahan herbal berikut memiliki potensi sebagai terapi komplementer untuk membantu mengontrol kadar gula darah melalui mekanisme meningkatkan sensitivitas insulin, menghambat penyerapan glukosa, meningkatkan produksi insulin, serta efek anti-inflamasi dan antioksidan.
Suplementasi Cinnamomum verum 1 g/hari selama 4 bulan secara signifikan menurunkan HbA1c dan glukosa darah puasa. Terjadi peningkatan sensitivitas insulin pada kelompok intervensi.
Suplementasi jahe secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa (rata-rata -18 mg/dL) dan HbA1c (rata-rata -0,6%) dibandingkan plasebo. Efek ini lebih nyata pada dosis ≥2 gram per hari dan durasi ≥8 minggu.
Suplementasi kurkumin secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa, HbA1c, dan resistensi insulin. Efek positif juga terlihat pada profil lipid, terutama penurunan trigliserida dan LDL.
Advertisement
Pare secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa (rata-rata -18 mg/dL) dan HbA1c (-0,45%) dibandingkan plasebo. Efek samping ringan seperti gangguan gastrointestinal dilaporkan pada 12% partisipan.
Fenugreek secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo. Efeknya lebih terlihat pada dosis tinggi dan durasi intervensi yang lebih panjang.
Konsumsi ginseng secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo. Efek ini lebih terlihat pada dosis tinggi dan durasi panjang.
Suplementasi bawang putih secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo. Efek ini konsisten pada dosis dan durasi yang bervariasi.
Suplementasi Aloe vera secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo. Efek ini konsisten pada berbagai dosis dan durasi pemberian.
Daun salam secara konsisten menunjukkan efek penurun glukosa darah melalui penghambatan α-glukosidase dan peningkatan sensitivitas insulin. Mekanisme utama melibatkan senyawa flavonoid dan tanin yang terkandung dalam ekstrak.
Pemberian ekstrak biji ketumbar secara signifikan menurunkan kadar gula darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo setelah 12 minggu. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.