Bawang Putih untuk Diabetes

Bawang Putih (Allium sativum) untuk Diabetes, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek suplementasi bawang putih terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes tipe 2: meta-analisis studi acak terkontrol

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi acak terkontrol dengan total 650 partisipan (pasien diabetes tipe 2)
    Dosis/Durasi:
    300–1500 mg/hari (bubuk atau ekstrak), durasi 4–24 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bawang putih secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo. Efek ini konsisten pada dosis dan durasi yang bervariasi.
  2. Pengaruh konsumsi bawang putih terhadap profil glikemik dan lipid pada pasien diabetes tipe 2: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe 2 (usia 40–65 tahun, baik pria maupun wanita)
    Dosis/Durasi:
    500 mg bubuk bawang putih per hari, selama 6 bulan
    Temuan:
    Suplementasi bawang putih menurunkan glukosa darah puasa sebesar 16% dan kolesterol LDL sebesar 12% setelah 6 bulan. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Efek ekstrak bawang putih tua terhadap sensitivitas insulin pada diabetes tipe 2

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien diabetes tipe 2 (usia 45–70 tahun, dengan HbA1c 7–9%)
    Dosis/Durasi:
    1200 mg ekstrak bawang putih tua per hari, selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak bawang putih tua meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan HbA1c sebesar 0,5% dibandingkan plasebo. Perbaikan juga terlihat pada penanda stres oksidatif.
  4. Review sistematis efek bawang putih terhadap kontrol glukosa darah pada diabetes mellitus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    20 studi (15 RCT, 5 observasional) dengan total 1.200 partisipan diabetes tipe 1 dan 2
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi (300–1500 mg/hari, durasi 4–24 minggu)
    Temuan:
    Sebagian besar studi melaporkan efek menguntungkan bawang putih terhadap penurunan glukosa darah puasa dan HbA1c. Namun, heterogenitas dosis dan durasi memerlukan uji coba lebih seragam.
  5. Suplementasi bawang putih mentah pada pasien diabetes tipe 2: uji coba acak terkontrol

    Tahun:
    2014
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 pasien diabetes tipe 2 (usia 35–60 tahun, tanpa komplikasi berat)
    Dosis/Durasi:
    5 gram bawang putih mentah segar per hari (dikonsumsi bersama makanan), selama 4 minggu
    Temuan:
    Konsumsi bawang putih mentah 5 g/hari selama 4 minggu menurunkan glukosa darah postprandial dan meningkatkan kadar insulin serum. Efek samping ringan (bau mulut) dilaporkan pada beberapa subjek.
  6. Efek bawang putih pada faktor risiko kardiovaskular pada diabetes: meta-analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    15 studi acak terkontrol dengan total 850 partisipan diabetes tipe 2
    Dosis/Durasi:
    600–1500 mg/hari (bubuk atau ekstrak), durasi 8–24 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bawang putih secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik (rata-rata 4,5 mmHg) dan kolesterol total. Tidak ada perubahan signifikan pada trigliserida atau HDL.


Cari: