Kunyit untuk Diabetes

Kunyit (Curcuma longa) untuk Diabetes, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Kurkumin terhadap Kontrol Glikemik dan Profil Lipid pada Pasien Diabetes Tipe 2: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    15 studi RCT dengan total 1.205 pasien diabetes tipe 2
    Dosis/Durasi:
    Dosis kurkumin/kurkuminoid bervariasi antara 200–1500 mg per hari selama 4–36 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kurkumin secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa, HbA1c, dan resistensi insulin. Efek positif juga terlihat pada profil lipid, terutama penurunan trigliserida dan LDL.
  2. Kurkumin dan Diabetes Tipe 2: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    14 studi RCT dengan total 947 pasien diabetes tipe 2 atau pradiabetes
    Dosis/Durasi:
    Dosis kurkuminoid 500–1500 mg per hari selama 4–36 minggu
    Temuan:
    Kurkumin secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa, HbA1c, dan insulin serum. Tidak ada efek serius yang dilaporkan, menunjukkan keamanan yang baik.
  3. Ekstrak Kurkumin untuk Pencegahan Diabetes Tipe 2: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    240 pasien pradiabetes (usia 18–70 tahun) yang dibagi menjadi kelompok kurkumin dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    1.500 mg kurkumin per hari (dibagi 3 kapsul) selama 9 bulan
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kurkumin selama 9 bulan menurunkan risiko konversi dari pradiabetes menjadi diabetes tipe 2. Kurkumin juga memperbaiki fungsi sel beta pankreas dan sensitivitas insulin.
  4. Suplementasi Kurkuminoid Memperbaiki Kontrol Glikemik dan Stres Oksidatif pada Pasien Diabetes Tipe 2: Uji Klinis Acak, Double-Blind, Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    80 pasien diabetes tipe 2 (usia 40–70 tahun) dengan kontrol glikemik buruk
    Dosis/Durasi:
    500 mg kurkuminoid (dalam bentuk C3 Complex®) per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kurkuminoid selama 12 minggu secara signifikan menurunkan HbA1c, glukosa darah puasa, dan penanda stres oksidatif (MDA). Kadar SOD dan GSH juga meningkat.
  5. Efek Suplementasi Kurkumin terhadap Kontrol Glikemik, Stres Oksidatif, dan Inflamasi pada Pasien Diabetes Tipe 2: Sebuah Uji Klinis Acak, Double-Blind, Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    70 pasien diabetes tipe 2 (usia 30–65 tahun) dengan HbA1c 7–10%
    Dosis/Durasi:
    1.500 mg kurkumin (sebagai kurkuminoid) per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Kurkumin dosis tinggi selama 12 minggu menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, hs-CRP, dan MDA secara signifikan. Tidak ada perubahan signifikan pada profil lipid.
  6. Kurkumin sebagai Pengobatan Potensial untuk Diabetes Melitus: Sebuah Tinjauan Sistematis Uji Klinis

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Tinjauan Sistematis
    Sampel:
    10 studi klinis (termasuk RCT dan non-RCT) dengan total 540 subjek diabetes atau pradiabetes
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi 200–1500 mg per hari selama 4–36 minggu
    Temuan:
    Kurkumin menunjukkan efek antidiabetes melalui peningkatan sensitivitas insulin, penurunan glukoneogenesis, dan aktivasi AMPK. Sebagian besar studi melaporkan perbaikan kadar glukosa dan HbA1c tanpa efek samping serius.


Cari: