Jahe untuk Diabetes

Jahe (Zingiber officinale) untuk Diabetes, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Jahe terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa dan HbA1c pada Pasien Diabetes Tipe 2: Sebuah Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    10 studi dengan total 580 partisipan (pasien diabetes tipe 2, usia 30–70 tahun)
    Dosis/Durasi:
    Dosis jahe bubuk 1–3 gram/hari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi jahe secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa (rata-rata -18 mg/dL) dan HbA1c (rata-rata -0,6%) dibandingkan plasebo. Efek ini lebih nyata pada dosis ≥2 gram per hari dan durasi ≥8 minggu.
  2. Pengaruh Jahe terhadap Profil Lipid dan Penanda Inflamasi pada Pasien Diabetes Tipe 2: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe 2 (30 intervensi, 30 plasebo), usia 40–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    2 gram jahe bubuk/hari dalam bentuk kapsul, selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian jahe 2 gram/hari selama 12 minggu menurunkan trigliserida (-20 mg/dL) dan hs-CRP (-1,5 mg/L) secara signifikan. Kadar glukosa darah puasa juga menurun namun tidak signifikan.
  3. Tinjauan Sistematis Efek Jahe pada Kontrol Glikemik dan Resistensi Insulin pada Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (RCT dan quasi-eksperimental) dengan total 750 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Dosis 1,5–3 gram/hari, durasi 8–12 minggu
    Temuan:
    Jahe secara konsisten meningkatkan sensitivitas insulin (HOMA-IR menurun) dan menurunkan glukosa darah puasa. Efek terlihat pada dosis ≥1,5 gram/hari dengan durasi minimal 8 minggu.
  4. Jahe sebagai Terapi Tambahan pada Diabetes Tipe 2: Uji Klinis Acak Terkontrol dengan Metformin

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien diabetes tipe 2 (40 jahe+metformin, 40 plasebo+metformin), usia 35–70 tahun
    Dosis/Durasi:
    1,5 gram jahe bubuk/hari, selama 12 minggu
    Temuan:
    Kombinasi jahe 1,5 gram/hari dengan metformin lebih efektif menurunkan HbA1c (penurunan 0,8%) dan glukosa darah puasa (penurunan 25 mg/dL) dibandingkan metformin saja setelah 12 minggu.
  5. Efek Jahe terhadap Parameter Glikemik pada Diabetes: Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi dengan total 420 partisipan (pasien diabetes tipe 2 dan prediabetes)
    Dosis/Durasi:
    Dosis rata-rata 2 gram/hari, durasi 4–12 minggu
    Temuan:
    Jahe menurunkan glukosa darah puasa secara signifikan (efek size -0,42) dan meningkatkan sensitivitas insulin. Tidak ada efek signifikan pada HbA1c pada studi dengan durasi kurang dari 8 minggu.
  6. Suplementasi Jahe dan Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes Tipe 2 yang Tidak Terkontrol: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    70 pasien diabetes tipe 2 dengan HbA1c >8% (35 intervensi, 35 plasebo), usia 45–75 tahun
    Dosis/Durasi:
    3 gram jahe bubuk/hari dalam bentuk kapsul, selama 8 minggu
    Temuan:
    Jahe 3 gram/hari selama 8 minggu menurunkan HbA1c sebesar 0,5% dan glukosa darah puasa sebesar 22 mg/dL dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.


Cari: