
Advertisement
Zingiber officinale, yang lebih dikenal sebagai jahe, adalah tumbuhan herba tahunan dari famili Zingiberaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah rimpangnya, yang memiliki bentuk gemuk, bercabang, dan berserat dengan aroma khas yang tajam. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah tropis dengan curah hujan tinggi dan suhu hangat, biasanya mencapai ketinggian 30–100 cm dengan daun sempit memanjang. Secara botani, jahe berkembang biak secara vegetatif melalui rimpang, bukan biji, sehingga setiap segmen rimpang yang ditanam dapat tumbuh menjadi individu baru. Rimpang jahe mengandung senyawa aktif utama seperti gingerol, shogaol, dan zingeron yang bertanggung jawab atas rasa pedas dan manfaat kesehatannya.
Tumbuh subur di daerah tropis dengan tanah yang subur dan drainase yang baik. Suka dengan sinar matahari yang cukup tapi nggak terlalu ekstrem, dan biasanya banyak ditemukan di perkebunan atau lahan terbuka dengan kelembapan tinggi. Karakteristik/ciri-ciri Jahe (Zingiber officinale):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Rimpang | Bentuknya jemari yang menggembung, kulitnya berwarna cokelat muda, dan dagingnya berwarna kuning hingga jingga dengan aroma yang sangat khas. |
| Batang | Batang semu yang tegak, tersusun dari pelepah daun yang saling membalut, tingginya bisa mencapai 30-100 cm. |
| Daun | Bentuknya mirip pita atau lanset, warnanya hijau cerah, permukaannya halus, dan ujungnya meruncing. |
| Bunga | Muncul dari tanah dengan bentuk seperti tongkat atau kerucut, warnanya hijau kekuningan dengan mahkota bunga berwarna ungu kemerahan. |
| Akar | Akar serabut yang tumbuh dari bagian bawah rimpang. |
8 Manfaat Jahe untuk kesehatan.
Gingerol dan shogaol menghambat reseptor serotonin 5-HT3 di saluran cerna dan area postrema, serta mempercepat pengosongan lambung. Penurunan sinyal emetik sentral dan perifer ini meredakan mual yang dipicu oleh perubahan hormonal kehamilan.
Jahe mengganggu sinyal 5-HT3 dan memperbaiki motilitas lambung, sehingga mengurangi rasa mual yang dipicu oleh anestesi opioid dan respons inflamasi pasca operasi.
Gingerol dan shogaol bekerja sebagai antagonis 5-HT3 dan memodulasi transmisi serotonin di gastrointestinal; selain itu aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi mengurangi stimulus emetogenik dari mukositis intestinal akibat kemoterapi.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jahe.
Interaksi & Kontraindikasi Jahe dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Jahe (Zingiber officinale) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai makanan atau suplemen. Namun, konsumsi jahe dalam dosis tinggi (biasanya melebihi 4 hingga 6 gram per hari) dapat menimbulkan berbagai efek samping pada saluran pencernaan. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi rasa panas atau perih di dada (heartburn), iritasi mulut, kening, gangguan pencernaan ringan (dyspepsia), dan diare. Hal ini disebabkan oleh senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol yang dapat merangsang sekresi asam lambung dan meningkatkan motilitas saluran cerna.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Jahe.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Jahe.