Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Jahe (Zingiber officinale) terhadap Nyeri Haid Primer: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi RCT dengan total 640 wanita berusia 18–35 tahun dengan dismenore primer
    Dosis/Durasi:
    500–1000 mg bubuk jahe per hari, diberikan mulai 2–3 hari sebelum menstruasi hingga 3–5 hari setelahnya selama 2–3 siklus
    Temuan:
    Jahe secara signifikan menurunkan skor nyeri haid dibandingkan plasebo. Efeknya setara atau lebih baik daripada obat antiinflamasi nonsteroid pada beberapa studi.
  2. Pengaruh Jahe terhadap Mual dan Muntah Akibat Kemoterapi: Meta-Analisis Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 studi RCT dengan total 612 pasien kanker yang menjalani kemoterapi
    Dosis/Durasi:
    500–1000 mg jahe per hari, mulai 3 hari sebelum hingga 3 hari setelah kemoterapi
    Temuan:
    Suplementasi jahe menurunkan kejadian mual akut dan muntah, terutama pada mual dalam 24 jam pertama pasca kemoterapi. Tidak ada peningkatan efek samping yang bermakna dibandingkan plasebo.
  3. Suplementasi Jahe dan Kontrol Glikemik pada Diabetes Tipe 2: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis
    Sampel:
    9 studi RCT dengan total 520 pasien diabetes tipe 2 berusia 30–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    1000–3000 mg bubuk jahe per hari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Jahe menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan resistensi insulin secara signifikan. Hasil ini juga didukung oleh perbaikan profil lipid tanpa menyebabkan hipoglikemia.
  4. Efek Jahe terhadap Penanda Inflamasi pada Orang Dewasa: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    11 studi RCT dengan total 752 subjek dewasa sehat atau dengan penyakit metabolik
    Dosis/Durasi:
    1000–3000 mg bubuk atau ekstrak jahe per hari selama 6–12 minggu
    Temuan:
    Jahe secara signifikan mengurangi kadar CRP dan TNF-α, namun tidak menurunkan IL-6 secara bermakna. Efek ini terutama terlihat pada dosis di atas 1500 mg/hari dan durasi 8 minggu atau lebih.
  5. Efektivitas Ekstrak Jahe pada Nyeri dan Kekakuan Pasien Osteoartritis Lutut: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    72 pasien osteoartritis lutut usia 45–70 tahun (36 kelompok jahe, 36 kelompok plasebo)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak jahe dua kali sehari (total 1000 mg/hari) selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak jahe selama 12 minggu menurunkan nyeri dan kekakuan sendi serta memperbaiki fungsi fisik. Penurunan skor WOMAC pada kelompok jahe lebih besar dibandingkan plasebo.
  6. Efektivitas dan Keamanan Jahe untuk Mual Muntah pada Kehamilan: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Tinjauan Sistematis
    Sampel:
    6 studi RCT dengan total 450 wanita hamil trimester pertama usia kehamilan 8–16 minggu
    Dosis/Durasi:
    250–750 mg jahe per hari selama 4 hari sampai 4 minggu
    Temuan:
    Jahe lebih efektif daripada plasebo dalam mengurangi frekuensi mual dan episode muntah. Tidak ada perbedaan risiko efek samping maternal atau perinatal yang signifikan.
  7. Efek Suplementasi Jahe terhadap Profil Lipid pada Pasien Diabetes dan Sindrom Metabolik: Meta-Analisis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi RCT dengan total 843 subjek dengan dislipidemia atau diabetes melitus tipe 2
    Dosis/Durasi:
    1000–3000 mg bubuk jahe per hari selama 8–16 minggu
    Temuan:
    Suplementasi jahe menurunkan kolesterol total, trigliserida, dan LDL, serta meninggalkan HDL. Efek ini konsisten pada dosis 1000–3000 mg/hari.
  8. Efektivitas Jahe terhadap Nyeri Migrain: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Tinjauan Sistematis
    Sampel:
    5 studi (3 RCT dan 2 kuasi-eksperimen) dengan total 310 pasien migrain
    Dosis/Durasi:
    250 mg bubuk jahe oral saat onset serangan, dapat diulang setelah 4 jam
    Temuan:
    Jahe dapat mengurangi intensitas nyeri dan frekuensi serangan migrain bila digunakan sebagai adjuvan. Efeknya ringan dan tidak menyebabkan efek samping gastrointestinal yang berat.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Jahe dan Asma

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Asma:
    • Efektivitas Suplementasi Jahe (Zingiber officinale) terhadap Kontrol Asma: Sebuah Meta-Analisis
    • Pengaruh Ekstrak Jahe terhadap Fungsi Paru dan Kualitas Hidup pada Pasien Asma Ringan-Sedang: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda
    • Mekanisme Antiinflamasi dan Bronkodilator Jahe pada Asma: Sebuah Tinjauan Sistematis
  2. Jahe dan Diabetes

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Diabetes:
    • Efek Suplementasi Jahe terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa dan HbA1c pada Pasien Diabetes Tipe 2: Sebuah Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol
    • Pengaruh Jahe terhadap Profil Lipid dan Penanda Inflamasi pada Pasien Diabetes Tipe 2: Uji Klinis Acak Terkontrol
    • Tinjauan Sistematis Efek Jahe pada Kontrol Glikemik dan Resistensi Insulin pada Diabetes Tipe 2
  3. Jahe dan Pneumonia

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Pneumonia:
    • Efek Ekstrak Etanol Jahe (Zingiber officinale) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus pneumoniae secara In Vitro
    • Suplementasi Jahe sebagai Terapi Tambahan pada Pneumonia Komunitas: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo
    • Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis: Efek Jahe terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Bawah
  4. Jahe dan Gagal Ginjal

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Gagal Ginjal:
    • Efek Suplementasi Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) terhadap Kadar Kreatinin Serum pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Stadium 3-4
    • Meta-Analisis Pengaruh Konsumsi Jahe terhadap Fungsi Ginjal pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Nefropati
    • Aktivitas Nefroprotektif Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) terhadap Kerusakan Ginjal Akibat Cisplatin pada Tikus Wistar
  5. Jahe dan Osteoporosis

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Osteoporosis:
    • Efek Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) terhadap Kepadatan Tulang pada Tikus Ovariektomi
    • Pengaruh Suplementasi Jahe terhadap Penanda Pergantian Tulang pada Wanita Pascamenopause: Uji Coba Acak Terkontrol
    • Tinjauan Sistematis Efek Jahe (Zingiber officinale) pada Kesehatan Tulang
  6. Jahe dan Sinusitis

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Sinusitis:
    • Efek Anti-Inflamasi Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) pada Tikus Model Sinusitis Bakterial
    • Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo Efek Suplemen Jahe terhadap Gejala Sinusitis Kronis
    • Meta-Analisis Efek Jahe pada Gejala Infeksi Saluran Napas Atas termasuk Sinusitis
  7. Jahe dan Insomnia

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Insomnia:
    • Pengaruh Konsumsi Jahe terhadap Kualitas Tidur pada Wanita Menopause: Sebuah Uji Acak Terkontrol
    • Efek Sedatif dan Hipnotik Jahe (Zingiber officinale) pada Tikus: Studi Eksperimental
    • Suplementasi Jahe Memperbaiki Gangguan Tidur pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi: Uji Acak Terkontrol Plasebo
  8. Jahe dan Maag

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Maag:
    • Efikasi Jahe (Zingiber officinale) pada Pasien Dispepsia Fungsional: Uji Klinis Acak, Double-Blind, Terkontrol Plasebo
    • Efek Jahe terhadap Motilitas Lambung pada Pasien Dispepsia Fungsional: Uji Klinis Acak
    • Jahe (Zingiber officinale) untuk Dispepsia Fungsional: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis
  9. Jahe dan Migrain

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Migrain:
    • Perbandingan Efek Jahe dengan Sumatriptan pada Pengobatan Serangan Migrain Akut
    • Efektivitas Kombinasi Jahe dan Feverfew Sublingual dalam Pengobatan Migrain Akut
    • Efek Jahe pada Profilaksis Migrain: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo
  10. Jahe dan Hipertensi

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Hipertensi:
    • Efek suplementasi jahe terhadap tekanan darah: sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis uji coba acak terkontrol
    • Efek jahe (Zingiber officinale) terhadap tekanan darah: sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis uji coba acak terkontrol
    • Suplementasi jahe menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi: uji coba acak tersamar ganda terkontrol plasebo
  11. Jahe dan Bronkitis

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Bronkitis:
    • Efektivitas Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) terhadap Penurunan Gejala Bronkitis Akut pada Dewasa: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo
    • Tinjauan Sistematis Efek Anti-Inflamasi Jahe (Zingiber officinale) pada Penyakit Saluran Pernapasan Termasuk Bronkitis
    • Meta-Analisis Efektivitas Tanaman Obat Termasuk Jahe (Zingiber officinale) pada Bronkitis Kronis
  12. Jahe dan Vertigo

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Vertigo:
    • Efektivitas Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) dalam Mengurangi Gejala Vertigo pada Pasien Vestibular Neuritis: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo
    • Meta-Analisis: Pengaruh Jahe terhadap Mual dan Muntah pada Motion Sickness yang Berkaitan dengan Vertigo
    • Perbandingan Efektivitas Jahe dan Betahistine pada Pasien Vertigo Perifer Akut: Sebuah Uji Klinis Acak
  13. Jahe dan Tuberkulosis (TBC)

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Tuberkulosis (TBC):
    • Aktivitas Antimikobakteri Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) terhadap Mycobacterium tuberculosis secara In Vitro
    • Efektivitas Suplementasi Ekstrak Jahe sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Tuberkulosis Paru: Uji Klinis Acak Terkontrol
    • Meta-Analisis Tanaman Obat sebagai Agen Antituberkulosis: Fokus pada Zingiber officinale dan Curcuma longa
  14. Jahe dan Epilepsi

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Epilepsi:
    • Efek Antikonvulsan Ekstrak Etanol Jahe (Zingiber officinale) pada Model Epilepsi Tikus yang Diinduksi Pentylenetetrazol
    • Mekanisme Neuroprotektif 6-Gingerol pada Epilepsi: Modulasi Saluran Kalsium dan Stres Oksidatif
    • Uji Klinis Awal Efek Suplementasi Jahe terhadap Frekuensi Kejang pada Pasien Epilepsi Refrakter
  15. Jahe dan Asam Urat

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Asam Urat:
    • Efek Suplementasi Jahe terhadap Kadar Asam Urat Serum pada Pasien Hiperurisemia: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo
    • Pengaruh Jahe terhadap Kadar Asam Urat Serum: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis
    • Efek Ekstrak Jahe terhadap Aktivitas Xantin Oksidase secara In Vitro
  16. Jahe dan Hepatitis B

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Hepatitis B:
    • Efek hepatoprotektif ekstrak jahe (Zingiber officinale) pada pasien hepatitis B kronis: uji klinis acak terkontrol plasebo
    • Meta-analisis pengaruh jahe terhadap penanda virologi dan fungsi hati pada infeksi hepatitis B
    • Aktivitas antivirus 6-gingerol terhadap hepatitis B virus pada kultur sel HepG2.2.15
  17. Jahe dan Melanoma

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Melanoma:
    • Efek Antiproliferatif Ekstrak Etanol Jahe (Zingiber officinale) pada Sel Melanoma Manusia SK-MEL-2
    • Penghambatan Metastasis Melanoma oleh 6-Shogaol pada Model Mencit C57BL/6
    • Systematic Review Peran Jahe (Zingiber officinale) dan Senyawa Aktifnya dalam Pengobatan Melanoma
  18. Jahe dan Stroke

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Stroke:
    • Efek Suplementasi Jahe terhadap Tekanan Darah: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Acak Terkendali
    • Pengaruh Suplementasi Jahe terhadap Profil Lipid dan Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
    • Efek Neuroprotektif Ekstrak Jahe pada Model Iskemia Serebral Global pada Tikus
  19. Jahe dan Batu Empedu

    Penilitian Jahe (Zingiber officinale) untuk Batu Empedu:
    • Efek Suplemen Jahe terhadap Profil Lipid pada Pasien dengan Hiperlipidemia: Sebuah Meta-Analisis
    • Pengaruh Pemberian Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) terhadap Kadar Kolesterol Empedu pada Pasien Batu Empedu Kolesterol
    • Efek Hepatoprotektif dan Antilitogenik Ekstrak Jahe pada Tikus yang Diinduksi Diet Tinggi Kolesterol

Cari: