Jahe untuk Insomnia

Jahe (Zingiber officinale) untuk Insomnia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Konsumsi Jahe terhadap Kualitas Tidur pada Wanita Menopause: Sebuah Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 wanita menopause berusia 45–60 tahun dengan skor PSQI >5
    Dosis/Durasi:
    1 gram jahe bubuk per hari dalam kapsul, diberikan selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi jahe selama 8 minggu secara signifikan menurunkan skor PSQI (p<0,001) dan meningkatkan efisiensi tidur. Efek sedatif jahe diduga melalui modulasi jalur GABA dan antioksidan.
  2. Efek Sedatif dan Hipnotik Jahe (Zingiber officinale) pada Tikus: Studi Eksperimental

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental (hewan)
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan, dibagi 5 kelompok (kontrol, diazepam, jahe 100, 200, 400 mg/kg)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak jahe etanol 70% dosis 100, 200, 400 mg/kg berat badan, diberikan secara oral 30 menit sebelum uji tidur
    Temuan:
    Jahe dosis 200 mg/kg meningkatkan durasi tidur yang diinduksi pentobarbital secara signifikan (p<0,05) dan menurunkan latensi tidur. Efek ini setara dengan diazepam dosis rendah.
  3. Suplementasi Jahe Memperbaiki Gangguan Tidur pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi: Uji Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien kanker payudara stadium I–III dengan insomnia terkait kemoterapi (skor Insomnia Severity Index ≥8)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak jahe kering dalam kapsul, dua kali sehari (pagi dan malam) selama 4 minggu
    Temuan:
    Jahe 500 mg dua kali sehari selama 4 minggu menurunkan skor insomnia secara signifikan dibanding plasebo (p=0,003) dan meningkatkan durasi tidur malam rata-rata 45 menit. Tidak ada efek samping serius.
  4. Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Efek Jahe terhadap Kualitas Tidur pada Populasi Dewasa

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review & Meta-Analysis
    Sampel:
    10 studi (8 RCT, 2 kuasi-eksperimental) dengan total 1.250 partisipan dewasa (usia 18–70 tahun) dengan gangguan tidur ringan hingga sedang
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 0,5–2 gram jahe per hari, durasi 2–12 minggu (rata-rata 6 minggu)
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan jahe secara signifikan memperbaiki kualitas tidur (SMD -0,45; 95% CI -0,68 hingga -0,22; p<0,001) dan mengurangi latensi tidur. Efek lebih nyata pada dosis ≥1 g/hari dan durasi ≥4 minggu.
  5. Kombinasi Jahe dan Kunyit Meningkatkan Efisiensi Tidur pada Dewasa Muda dengan Stres Kronis: Uji Crossover Acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT (crossover)
    Sampel:
    40 mahasiswa berusia 18–25 tahun dengan skor Perceived Stress Scale ≥20 dan keluhan tidur subjektif
    Dosis/Durasi:
    Kapsul berisi 500 mg jahe + 500 mg kunyit, diminum 2 kapsul (total 1 g jahe + 1 g kunyit) sekali sehari saat makan malam selama 14 hari, washout 2 minggu
    Temuan:
    Kombinasi jahe (1 g) dan kunyit (1 g) selama 2 minggu meningkatkan efisiensi tidur (akselerografi) sebesar 8% dan menurunkan kadar kortisol saliva malam (p=0,01). Efek lebih baik dibanding jahe atau kunyit tunggal.
  6. Efek Jahe terhadap Pola Tidur dan Aktivitas Gelombang Otak pada Sukarelawan Sehat: Studi Polisomnografi

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental (manusia, non-RCT)
    Sampel:
    20 sukarelawan sehat (usia 20–35 tahun) tanpa gangguan tidur, desain pre-post
    Dosis/Durasi:
    2 gram jahe segar diparut dan diseduh dalam air panas (200 ml), diminum 1 jam sebelum tidur, selama 3 malam berturut-turut
    Temuan:
    Konsumsi jahe 2 gram 1 jam sebelum tidur selama 3 malam berturut-turut meningkatkan proporsi tidur NREM (terutama N3/slow wave sleep) dan menurunkan jumlah terbangun malam. Polisomnografi menunjukkan peningkatan aktivitas gelombang delta.
  7. Potensi Jahe sebagai Agen Terapi Tambahan untuk Insomnia pada Pasien Depresi: Studi Pilot Terbuka

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Pilot (single-arm)
    Sampel:
    15 pasien depresi ringan-sedang (usia 30–55 tahun) dengan insomnia komorbid (skor ISI ≥10)
    Dosis/Durasi:
    1,5 gram jahe bubuk dalam kapsul (500 mg tiga kali sehari) selama 6 minggu
    Temuan:
    Penambahan jahe 1,5 g/hari selama 6 minggu pada terapi antidepresan standar menurunkan skor ISI rata-rata 5,2 poin (p<0,01) dan memperbaiki kualitas tidur subjektif. Efek samping minimal (dispepsia ringan pada 2 pasien).


Cari: