Jahe untuk Stroke

Jahe (Zingiber officinale) untuk Stroke, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Jahe terhadap Tekanan Darah: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi RCT dengan total 1.004 partisipan (dewasa, hipertensi dan normotensi)
    Dosis/Durasi:
    Dosis 1–3 g/hari, durasi 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi jahe secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik (rata-rata -5,1 mmHg) dan diastolik (rata-rata -3,4 mmHg) dibandingkan plasebo. Efek ini lebih nyata pada dosis ≥2 g/hari dan durasi ≥8 minggu.
  2. Pengaruh Suplementasi Jahe terhadap Profil Lipid dan Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    70 pasien diabetes tipe 2 (usia 30–65 tahun, tidak menggunakan insulin)
    Dosis/Durasi:
    3 g/hari serbuk jahe dalam kapsul, 8 minggu
    Temuan:
    Konsumsi jahe selama 8 minggu menurunkan kolesterol total, trigliserida, dan glukosa darah puasa secara signifikan. Kadar HDL meningkat, namun LDL tidak berubah bermakna.
  3. Efek Neuroprotektif Ekstrak Jahe pada Model Iskemia Serebral Global pada Tikus

    Tahun:
    2014
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan (berat 200–250 g), dibagi 3 kelompok (kontrol, sham, perlakuan)
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kg/hari ekstrak jahe, diberikan 7 hari sebelum induksi iskemia dan dilanjutkan 7 hari setelahnya
    Temuan:
    Pemberian ekstrak jahe (100 mg/kg) selama 7 hari sebelum dan setelah iskemia mengurangi volume infark serebral hingga 40% dan memperbaiki skor neurologis. Efek neuroprotektif terkait dengan penurunan stres oksidatif dan inflamasi.
  4. Pengaruh Jahe terhadap Agregasi Platelet pada Sukarelawan Sehat

    Tahun:
    2005
    Tipe:
    RCT (crossover)
    Sampel:
    18 sukarelawan sehat (usia 20–40 tahun, tanpa riwayat penyakit kardiovaskular)
    Dosis/Durasi:
    2 g/hari jahe segar (bubuk), 7 hari
    Temuan:
    Konsumsi jahe (2 g/hari) selama 7 hari menghambat agregasi platelet yang diinduksi oleh ADP dan kolagen secara signifikan (20–30% inhibisi). Efek ini sebanding dengan aspirin dosis rendah.
  5. Suplementasi Jahe Menurunkan Penanda Inflamasi pada Pasien Stroke Iskemik: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    64 pasien stroke iskemik akut (usia 45–75 tahun, dalam 72 jam onset, NIHSS 5–15)
    Dosis/Durasi:
    500 mg/hari ekstrak jahe (standar 5% gingerol), 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak jahe (500 mg/hari) selama 4 minggu menurunkan kadar CRP dan IL-6 secara signifikan dibandingkan plasebo. Skor fungsional (NIHSS) cenderung lebih baik meskipun tidak signifikan secara statistik.
  6. Tinjauan Sistematis: Konsumsi Jahe dan Risiko Stroke

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    11 studi observasional dan intervensi (total 45.000 partisipan)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi, umumnya 1–3 g/hari jahe segar atau ekstrak, durasi minimal 4 minggu dalam studi intervensi
    Temuan:
    Konsumsi jahe secara teratur (≥1 porsi/hari) dikaitkan dengan penurunan risiko stroke iskemik sebesar 15–25% dalam studi kohort. Temuan ini didukung oleh efek antiplatelet, antihipertensi, dan antiinflamasi jahe.


Cari: