Neurologi
Stroke adalah kondisi medis darurat yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena sumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Kekurangan oksigen dan nutrisi ini menyebabkan kematian sel-sel otak dalam hitungan menit, sehingga penanganan segera sangat kritis.
Fase pemulihan pasca-stroke merupakan proses panjang yang melibatkan rehabilitasi fisik, terapi wicara, dan dukungan nutrisi.
Bahan-bahan herbal berikut memiliki potensi sebagai terapi komplementer untuk mendukung pemulihan pasca-stroke melalui mekanisme neuroprotektif, anti-inflamasi, antioksidan, serta peningkatan sirkulasi darah dan plastisitas otak.
Ekstrak Ginkgo biloba secara signifikan meningkatkan skor fungsi neurologis (NIHSS) dan mengurangi volume infark pada pasien stroke iskemik akut. Tidak ditemukan peningkatan risiko perdarahan yang signifikan.
Kurkumin secara signifikan mengurangi volume infark pada model hewan dan memperbaiki skor NIHSS pada pasien stroke iskemik. Efek neuroprotektif ini terkait dengan penurunan stres oksidatif dan respons inflamasi.
Suplementasi jahe secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik (rata-rata -5,1 mmHg) dan diastolik (rata-rata -3,4 mmHg) dibandingkan plasebo. Efek ini lebih nyata pada dosis ≥2 g/hari dan durasi ≥8 minggu.
Advertisement
Ashwagandha menunjukkan efek neuroprotektif signifikan dengan mengurangi volume infark dan meningkatkan fungsi neurologis pada model stroke. Meta-analisis mengonfirmasi penurunan stres oksidatif dan inflamasi.
Pemberian ekstrak Centella asiatica selama 12 minggu meningkatkan skor Mini-Mental State Examination (MMSE) secara signifikan dibandingkan plasebo. Efek neuroprotektif diduga melalui mekanisme antioksidan dan anti-inflamasi.
Suplementasi bawang putih secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 8,4 mmHg dan diastolik 7,3 mmHg dibandingkan plasebo. Efek ini paling nyata pada individu dengan tekanan darah tinggi.
Suplementasi kayu manis secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 4,2 mmHg dan diastolik 2,8 mmHg. Efek ini lebih nyata pada subjek dengan tekanan darah awal tinggi.
Pemberian xanthorrhizol secara signifikan mengurangi volume infark serebral dan memperbaiki skor neurologis. Efek ini dimediasi oleh penekanan stres oksidatif dan inflamasi melalui aktivasi jalur Nrf2.
Aromaterapi lavender secara signifikan menurunkan skor kecemasan (HADS-A) dan meningkatkan kualitas tidur (PSQI) dibandingkan kelompok kontrol. Tidak ada efek samping yang dilaporkan.
Konsumsi chamomile secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik (rata-rata -5.2 mmHg) dan diastolik (-3.1 mmHg). Efek ini diduga melalui aktivitas antioksidan dan vasodilatasi.