Bawang Putih untuk Stroke

Bawang Putih (Allium sativum) untuk Stroke, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek bawang putih pada tekanan darah: sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2008
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    9 uji acak terkontrol dengan total 482 partisipan (kebanyakan hipertensi)
    Dosis/Durasi:
    600–900 mg/hari bubuk bawang putih (setara 3,6–5,4 mg allicin) selama 8–24 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bawang putih secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 8,4 mmHg dan diastolik 7,3 mmHg dibandingkan plasebo. Efek ini paling nyata pada individu dengan tekanan darah tinggi.
  2. Bawang putih untuk hipertensi: sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 uji acak terkontrol dengan 553 partisipan hipertensi
    Dosis/Durasi:
    600–2400 mg/hari bubuk bawang putih atau ekstrak bawang putih tua selama 8–24 minggu
    Temuan:
    Bawang putih menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 8,8 mmHg dan diastolik 6,7 mmHg. Efeknya lebih besar pada pasien dengan hipertensi yang tidak terkontrol.
  3. Sayuran allium dan risiko stroke: sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi kohort prospektif dengan total 543.238 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Konsumsi tertinggi vs terendah (berdasarkan asupan makanan, tanpa dosis spesifik)
    Temuan:
    Konsumsi sayuran allium (termasuk bawang putih) secara signifikan dikaitkan dengan penurunan risiko stroke sebesar 15% (RR 0,85). Hubungan ini bersifat dosis-respons.
  4. Efek ekstrak bawang putih tua pada tekanan darah dan faktor risiko kardiovaskular lainnya pada hipertensi tidak terkontrol: uji acak terkontrol

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    79 partisipan dengan hipertensi tidak terkontrol (usia 40–75 tahun)
    Dosis/Durasi:
    960 mg/hari ekstrak bawang putih tua (setara 2,4 mg S-alilsistein) selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak bawang putih tua (960 mg/hari) selama 12 minggu menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 11,8 mmHg dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping signifikan yang dilaporkan.
  5. Efek antiplatelet bawang putih: sebuah tinjauan sistematis

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (8 RCT, 4 studi eksperimental) dengan total lebih dari 500 subjek
    Dosis/Durasi:
    Beragam, dari 100 mg/kg BB hingga 7,2 g/hari bubuk bawang putih, durasi 4–24 minggu
    Temuan:
    Bawang putih dan senyawanya (allicin, ajoene) menghambat agregasi platelet secara in vitro dan in vivo. Efek ini dapat berkontribusi pada pencegahan stroke trombotik.


Cari: