Pegagan untuk Stroke

Pegagan (Centella asiatica) untuk Stroke, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Pemberian Ekstrak Centella asiatica terhadap Perbaikan Fungsi Kognitif pada Pasien Stroke Iskemik Akut

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien stroke iskemik akut (30 kelompok perlakuan, 30 kontrol) berusia 45–75 tahun
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak terstandar 500 mg/hari (setara 40 mg asiaticoside) selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Centella asiatica selama 12 minggu meningkatkan skor Mini-Mental State Examination (MMSE) secara signifikan dibandingkan plasebo. Efek neuroprotektif diduga melalui mekanisme antioksidan dan anti-inflamasi.
  2. Systematic Review tentang Efektivitas Centella asiatica dalam Pemulihan Stroke

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    10 studi (RCT dan kuasi-eksperimental) dengan total 412 pasien stroke iskemik dan hemoragik
    Dosis/Durasi:
    Variasi dosis 250–1000 mg/hari selama 4–24 minggu
    Temuan:
    Centella asiatica menunjukkan efek positif terhadap pemulihan fungsi motorik dan kognitif, namun kualitas studi bervariasi. Diperlukan uji klinis lebih lanjut dengan desain yang ketat.
  3. Meta-Analisis Pengaruh Centella asiatica terhadap Skor NIHSS pada Pasien Stroke Iskemik

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 RCT dengan total 380 pasien stroke iskemik
    Dosis/Durasi:
    Dosis 300–600 mg/hari ekstrak terstandar selama 8–16 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Centella asiatica secara signifikan menurunkan skor NIHSS (National Institutes of Health Stroke Scale) dibandingkan kontrol (MD = -2.1, 95% CI -3.0 hingga -1.2). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Pengaruh Kombinasi Centella asiatica dan Terapi Standar terhadap Fungsi Motorik Pasien Stroke

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    48 pasien stroke iskemik subakut (24 perlakuan, 24 kontrol) usia 50–70 tahun
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak Centella asiatica 500 mg/hari (dibagi 2 dosis) selama 8 minggu
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak Centella asiatica 500 mg/hari dengan fisioterapi standar selama 8 minggu memperbaiki skor Fugl-Meyer Assessment (FMA) lebih baik daripada fisioterapi saja. Perbaikan signifikan pada fungsi ekstremitas atas.
  5. Neuroproteksi Centella asiatica pada Model Stroke Hemoragik Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental (Hewan)
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang diinduksi perdarahan intraserebral
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 70% Centella asiatica 200 mg/kgBB/hari per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Centella asiatica (200 mg/kgBB) selama 14 hari mengurangi volume hematom dan edema serebral, serta menurunkan kadar TNF-α dan IL-6. Efek neuroprotektif dimediasi oleh inhibisi jalur NF-κB.
  6. Peran Asiaticoside dalam Mengurangi Edema Serebral pada Stroke Iskemik

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Klinis Eksperimental
    Sampel:
    20 pasien stroke iskemik akut dengan edema serebral (10 perlakuan, 10 kontrol)
    Dosis/Durasi:
    Asiaticoside murni 60 mg/hari intravena selama 5 hari
    Temuan:
    Asiaticoside 60 mg/hari intravena selama 5 hari menurunkan volume edema serebral berdasarkan MRI difusi, dan memperbaiki outcome klinis pada hari ke-30. Mekanisme terkait stabilisasi sawar darah otak.


Cari: