Kardiovaskular
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis di mana tekanan darah terhadap dinding arteri meningkat secara persisten.
Tekanan darah normal umumnya berada di sekitar 120/80 mmHg, sedangkan hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg.
Hipertensi sering disebut sebagai 'pembunuh diam-diam' karena jarang menimbulkan gejala, namun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan kerusakan pembuluh darah.
Faktor risiko meliputi genetik, pola makan tinggi garam, obesitas, kurang aktivitas fisik, stres, dan konsumsi alkohol.
Bahan-bahan herbal berikut memiliki potensi sebagai terapi komplementer untuk membantu menurunkan tekanan darah melalui mekanisme vasodilatasi, diuretik, anti-inflamasi, serta penghambatan enzim pengubah angiotensin.
Suplementasi bawang putih secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 5-8 mmHg dan diastolik 2-5 mmHg dibandingkan plasebo. Efek antihipertensi paling nyata pada pasien hipertensi.
Konsumsi seledri secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik dibandingkan plasebo. Efek penurunan tekanan darah lebih besar pada pasien dengan hipertensi yang tidak terkontrol.
Konsumsi teh rosella selama 6 minggu secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik dibandingkan plasebo. Efek ini terlihat tanpa perubahan signifikan pada denyut jantung atau berat badan.
Advertisement
Suplementasi jahe secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Efek penurunan lebih besar pada individu dengan tekanan darah tinggi.
Suplementasi kayu manis secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Efek ini lebih terlihat pada dosis >2 gram per hari.
Suplementasi kurkumin secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik (SBP) rata-rata 4,5 mmHg dan tekanan darah diastolik (DBP) rata-rata 2,8 mmHg dibandingkan plasebo. Efek lebih besar terlihat pada pasien dengan dosis ≥500 mg/hari dan durasi ≥12 minggu.
Ekstrak temulawak dosis 200 mg/kg BB menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan (p<0.05) dibandingkan kontrol. Efek ini terkait dengan peningkatan aktivitas antioksidan dan penurunan stres oksidatif.
Pemberian ekstrak etanol Pegagan dosis 200 mg/kgBB selama 28 hari menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan dibandingkan kelompok hipertensi. Efek antihipertensi diduga melalui peningkatan aktivitas antioksidan dan penghambatan ACE.
Konsumsi peppermint (oral maupun inhalasi) secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 4,2 mmHg dan diastolik 2,8 mmHg dibandingkan plasebo. Efek lebih nyata pada dosis tinggi dan durasi lebih dari 4 minggu.
Pemberian ekstrak biji ketumbar selama 8 minggu secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik dibandingkan plasebo, dengan penurunan rata-rata 8,2 mmHg sistolik dan 4,5 mmHg diastolik. Efek ini diduga terkait aktivitas diuretik dan vasodilatasi.