Rosella untuk Hipertensi

Rosella (Hibiscus sabdariffa) untuk Hipertensi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Teh Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) menurunkan tekanan darah pada dewasa prehipertensi dan hipertensi ringan

    Tahun:
    2010
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    65 orang dewasa (30-70 tahun) dengan prehipertensi atau hipertensi ringan
    Dosis/Durasi:
    3 cangkir (240 ml) teh rosella per hari (setara 1,5 g bunga kering) selama 6 minggu
    Temuan:
    Konsumsi teh rosella selama 6 minggu secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik dibandingkan plasebo. Efek ini terlihat tanpa perubahan signifikan pada denyut jantung atau berat badan.
  2. Efek teh asam (Hibiscus sabdariffa) pada hipertensi pada pasien diabetes tipe II

    Tahun:
    2009
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe II dengan hipertensi ringan (tekanan darah sistolik 130–160 mmHg)
    Dosis/Durasi:
    2 cangkir teh rosella per hari (setara 2 g bunga kering) selama 4 minggu
    Temuan:
    Minum teh rosella selama 4 minggu menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan dibandingkan plasebo, namun tidak ada perbedaan signifikan pada tekanan darah diastolik. Kadar glukosa darah juga tidak terpengaruh.
  3. Pengaruh teh asam (Hibiscus sabdariffa L.) pada hipertensi arteri: tinjauan sistematis dan meta-analisis uji coba terkontrol secara acak

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analysis
    Sampel:
    5 RCT dengan total 390 partisipan (berbagai tingkat hipertensi)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, umumnya 2–3 cangkir teh/hari atau ekstrak setara 1–10 g/hari selama 2–6 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa konsumsi rosella secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik (rata-rata -7,6 mmHg) dan diastolik (rata-rata -3,5 mmHg) dibandingkan plasebo. Efek ini konsisten pada berbagai dosis dan durasi.
  4. Efektivitas dan tolerabilitas ekstrak terstandarisasi dari Hibiscus sabdariffa pada pasien hipertensi ringan hingga sedang: uji klinis terkontrol dan acak

    Tahun:
    2004
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    57 pasien hipertensi esensial ringan hingga sedang (tekanan darah sistolik 140–180 mmHg, diastolik 90–110 mmHg)
    Dosis/Durasi:
    10 g ekstrak kering per hari (setara 250 mg polifenol) selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak rosella menunjukkan efektivitas yang setara dengan kaptopril dalam menurunkan tekanan darah, dengan efek samping minimal dan tolerabilitas yang baik. Penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik signifikan pada kedua kelompok.
  5. Pengaruh Hibiscus sabdariffa pada tekanan darah: sebuah tinjauan sistematis

    Tahun:
    2007
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    4 studi (RCT dan non-RCT) dengan total 219 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi, umumnya 2–3 cangkir teh/hari atau 1–10 g ekstrak/hari selama 2–6 minggu
    Temuan:
    Tinjauan sistematis ini menyimpulkan bahwa rosella dapat menurunkan tekanan darah, terutama tekanan darah sistolik, namun bukti masih terbatas karena variasi metodologi studi. Diperlukan lebih banyak RCT berkualitas tinggi untuk konfirmasi.
  6. Hibiscus sabdariffa L. dalam pengobatan hipertensi: tinjauan sistematis dan meta-analisis uji coba terkontrol secara acak

    Tahun:
    2013
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analysis
    Sampel:
    6 RCT dengan total 325 partisipan (dewasa dengan hipertensi atau prehipertensi)
    Dosis/Durasi:
    Rata-rata dosis 2–3 cangkir teh/hari (setara 1–2 g bunga kering) selama 2–6 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis mengonfirmasi efek antihipertensi rosella dengan penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik (rata-rata -5,4 mmHg) dan diastolik (rata-rata -3,0 mmHg). Efek ini tidak tergantung pada dosis atau durasi.


Cari: