Advertisement
Rosella atau yang dikenal dengan nama ilmiah Hibiscus sabdariffa adalah tanaman semak tahunan dari famili Malvaceae yang berasal dari Afrika Barat. Tanaman ini telah menyebar luas ke daerah tropis dan subtropis, termasuk Asia Tenggara, sebagai bahan pangan dan pengobatan tradisional. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah kelopak bunganya yang berwarna merah tua (kalis), yang kaya akan senyawa antioksidan seperti antosianin, asam organik, dan vitamin C. Selain itu, biji rosella juga dapat diolah menjadi minyak yang mengandung asam lemak esensial.
Rosella suka banget tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Tanaman ini tahan panas, jadi sangat cocok ditanam di area terbuka yang kena sinar matahari langsung dan punya tanah yang drainasenya bagus. Karakteristik/ciri-ciri Rosella (Hibiscus sabdariffa):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tanaman semak tahunan yang bisa tumbuh tegak sampai setinggi 1-3 meter. |
| Batang | Batangnya berkayu, berbentuk bulat, dan biasanya punya warna kemerahan atau hijau kecokelatan. |
| Daun | Daunnya berbentuk menjari (mirip telapak tangan) dengan 3 sampai 5 cuping. Tepian daunnya bergerigi dan warnanya hijau dengan urat daun yang agak kemerahan. |
| Bunga | Ini bagian paling ikonik. Bunganya muncul di ketiak daun dengan warna kuning cerah di bagian mahkota dan ada bercak merah tua di pangkalnya. |
| Kelopak Bunga | Setelah bunga layu, kelopaknya (kaliks) justru membesar, berdaging, dan berubah warna jadi merah menyala. Inilah bagian yang sering dijadikan teh atau sirup. |
| Buah | Buahnya berbentuk kapsul lonjong yang terbungkus rapat di dalam kelopak yang sudah menebal tadi. Di dalamnya berisi biji-biji kecil berwarna cokelat. |
| Akar | Punya sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang batang utamanya. |
8 Manfaat Rosella untuk kesehatan.
Penghambatan enzim pengonversi angiotensin (ACE) oleh antosianin dan asam hibiskus, meningkatkan produksi oksida nitrat (NO) endotel, serta efek diuretik ringan yang menurunkan volume plasma.
Penurunan absorpsi kolesterol intestinal melalui penghambatan lipase pankreas; peningkatan ekspresi reseptor LDL di hati; aktivasi AMPK yang menghambat sintesis asam lemak.
Donor elektron langsung oleh antosianin dan asam fenolat; aktivasi faktor transkripsi Nrf2 yang meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx); penangkapan spesies oksigen reaktif (ROS).
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Rosella.
Interaksi & Kontraindikasi Rosella dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Rosella (Hibiscus sabdariffa) dikenal luas karena kandungan antioksidan, vitamin C, dan manfaat kesehatannya, namun konsumsi tanaman ini juga dapat menimbulkan berbagai efek samping, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Salah satu efek samping yang paling sering dilaporkan adalah penurunan tekanan darah (hipotensi). Karena sifat diuretik dan vasodilatasinya, konsumsi teh rosella secara berlebihan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis, yang memicu gejala seperti pusing, lemas, hingga pingsan, terutama pada individu yang memang sudah memiliki tekanan darah rendah atau sedang mengonsumsi obat antihipertensi.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Rosella.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Rosella.