• Herbapedia.id

Roselle / Rosella

Hibiscus sabdariffa
Nama: Roselle / Rosella
Nama Ilmiah: Hibiscus sabdariffa
Famili: Malvaceae

Kandungan:
Antosianin, polifenol, asam organik, vitamin C
Nama Lain:
Sorrel (Jamaica), bissap (Senegal), flor de Jamaica (Mexico), krajeab (Thailand), karkade (Egypt)
Asal:
Afrika Barat
Bagian Utama:
Kelopak Bunga, Daun Muda
Rasa:
Asam

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Roselle / Rosella

Rosella atau yang dikenal dengan nama ilmiah Hibiscus sabdariffa adalah tanaman semak tahunan dari famili Malvaceae yang berasal dari Afrika Barat. Tanaman ini telah menyebar luas ke daerah tropis dan subtropis, termasuk Asia Tenggara, sebagai bahan pangan dan pengobatan tradisional. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah kelopak bunganya yang berwarna merah tua (kalis), yang kaya akan senyawa antioksidan seperti antosianin, asam organik, dan vitamin C. Selain itu, biji rosella juga dapat diolah menjadi minyak yang mengandung asam lemak esensial.

Advertisement

Secara morfologi, Hibiscus sabdariffa memiliki batang tegak berwarna keunguan, daun berbentuk palmatifid dengan tepi bergerigi, serta bunga yang muncul di ketiak daun. Bunga rosella bersifat hermafrodit dengan mahkota berwarna kuning pucat hingga merah muda, tetapi yang paling mencolok adalah kelopak bunganya yang menebal dan berubah menjadi merah pekat setelah penyerbukan. Tumbuhan ini tumbuh optimal di dataran rendah hingga ketinggian 900 mdpl dengan curah hujan sedang, dan lebih menyukai tanah yang gembur serta drainase baik. Musim kemarau justru memicu produksi kelopak yang lebih padat dan berkualitas tinggi.

Dalam penggunaannya, rosella tidak hanya dijadikan teh herbal yang menyegarkan dan berwarna merah alami, tetapi juga diekstrak sebagai pewarna makanan, bahan campuran selai, sirup, atau bahkan produk farmasi. Kandungan asam askorbat dan flavonoid dalam Hibiscus sabdariffa diketahui memiliki efek hipotensif (menurunkan tekanan darah), diuretik ringan, serta antimikroba. Berbagai penelitian modern juga mendukung klaim tradisional bahwa konsumsi rosella dapat membantu mengontrol kolesterol dan meningkatkan sistem imun. Dengan potensi ekonomi dan kesehatan yang besar, rosella kini dibudidayakan secara komersial di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia.

Update: 29 Jul 2026 - 15:56:14

 

II. Manfaat Roselle / Rosella

Manfaat Roselle / Rosella untuk kesehatan.

  1. Antihipertensi

    Penghambatan enzim pengonversi angiotensin (ACE) oleh antosianin dan asam hibiskus, meningkatkan produksi oksida nitrat (NO) endotel, serta efek diuretik ringan yang menurunkan volume plasma.

    Senyawa Aktif: Delfinidin-3-sambubiosida, Sianidin-3-sambubiosida, Asam hibiskus (asam hydroxycitric)
    Tampilkan
  2. Antihiperlipidemia

    Penurunan absorpsi kolesterol intestinal melalui penghambatan lipase pankreas; peningkatan ekspresi reseptor LDL di hati; aktivasi AMPK yang menghambat sintesis asam lemak.

    Senyawa Aktif: Antosianin total, Asam hibiskus, Polisakarida pektin
    Tampilkan
  3. Antioksidan Sistemik

    Donor elektron langsung oleh antosianin dan asam fenolat; aktivasi faktor transkripsi Nrf2 yang meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx); penangkapan spesies oksigen reaktif (ROS).

    Senyawa Aktif: Sianidin-3-sambubiosida, Delfinidin-3-glukosida, Asam Klorogenat
    Tampilkan
  4. Anti-inflamasi

    Penghambatan jalur NF-κB sehingga menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β); penghambatan enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX) oleh flavonoid dan antosianin.

    Senyawa Aktif: Asam hibiskus, Kuersetin, Antosianin total
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Roselle / Rosella

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Roselle / Rosella.

  1. Delphinidin-3-sambubioside

    Golongan: Antosianin
    Bagian Tanaman: Kelopak bunga (calyx)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Penghambat Angiotensin-converting Enzyme (ACE), Efek Antihipertensi Pada Model Hewan Dan Uji Klinis Awal Pada Manusia.
    Tampilkan
  2. Cyanidin-3-sambubioside

    Golongan: Antosianin
    Bagian Tanaman: Kelopak bunga (calyx)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi Melalui Inhibisi NF-κB, Perlindungan Endotel Pembuluh Darah.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Kelopak bunga, daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Penghambat Proliferasi Sel Kanker In Vitro, Efek Nefroprotektif Pada Model Tikus Diabetes.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Roselle / Rosella

Penggunaan bersamaan dengan obat antihipertensi (misalnya ACE inhibitor, beta-blocker, calcium channel blocker, atau diuretik)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Rosella memiliki efek penurun tekanan darah. Kombinasi dapat meningkatkan risiko hipotensi. Pantau tekanan darah secara teratur dan konsultasikan dengan dokter sebelum digunakan.

Penggunaan bersamaan dengan obat antidiabetes (misalnya insulin, metformin, sulfonilurea)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Rosella dapat menurunkan kadar gula darah. Kombinasi berpotensi menyebabkan hipoglikemia. Pantau gula darah secara ketat dan sesuaikan dosis obat diabetes di bawah pengawasan dokter.

Penggunaan bersamaan dengan obat diuretik (misalnya furosemide, hidroklorotiazid)

Tingkat Resiko: Rendah hingga Sedang
Rekomendasi:
Rosella memiliki efek diuretik ringan. Kombinasi dapat meningkatkan pengeluaran cairan dan elektrolit, terutama kalium. Pantau kadar elektrolit dan fungsi ginjal.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Roselle / Rosella

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Roselle / Rosella.

Bagaimana cara mengonsumsi Rosella (Hibiscus sabdariffa) dalam kehidupan sehari-hari?
Rosella dapat dikonsumsi sebagai teh seduhan dari kelopak bunga kering, sirup, selai, atau ekstrak. Takaran umum untuk teh adalah 1-2 sendok teh kelopak kering diseduh dalam 200 ml air panas selama 5-10 menit, diminum 1-2 cangkir per hari. Konsumsi berlebihan (lebih dari 3 cangkir) dapat menyebabkan efek laksatif ringan. (Journal of Food Science, 2013)
Apakah Rosella aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan Rosella selama kehamilan belum sepenuhnya terbukti. Beberapa studi pada hewan menunjukkan efek stimulasi uterus, sehingga risiko kontraksi dini tidak bisa diabaikan. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari konsumsi dalam dosis tinggi dan berkonsultasi dengan tenaga medis. Penggunaan tradisional untuk memicu menstruasi juga menjadi peringatan. (Journal of Natural Products, 2019)
Apakah Rosella efektif menurunkan tekanan darah tinggi?
Beberapa uji klinis menunjukkan konsumsi teh Rosella (sekitar 150-500 mg ekstrak atau 2 cangkir teh per hari) dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan pada penderita hipertensi ringan hingga sedang. Efek ini dikaitkan dengan kandungan antosianin dan sifat diuretik. Namun, tidak disarankan mengganti obat tanpa pengawasan dokter. (Journal of Hypertension, 2015)
Apa saja efek samping yang mungkin terjadi dari konsumsi Rosella?
Konsumsi dalam jumlah wajar umumnya aman. Efek samping ringan meliputi gangguan pencernaan, peningkatan frekuensi buang air kecil, dan efek laksatif. Dosis sangat tinggi dapat menyebabkan toksisitas hati pada beberapa penelitian hewan. Interaksi dengan obat antihipertensi, diuretik, dan antidiabetes perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan efek obat. (Phytomedicine, 2017)
Apakah Rosella aman untuk bayi dan anak-anak?
Belum ada penelitian yang memadai mengenai keamanan Rosella pada bayi dan anak kecil. Kandungan asam organik dan efek diuretik dapat menyebabkan dehidrasi atau gangguan elektrolit pada bayi. Penggunaan tradisional sering kali hanya diperuntukkan anak di atas 2 tahun dengan dosis rendah. Konsultasi dokter anak sangat disarankan sebelum memberikan sebagai obat. (Pediatric Reports, 2020)
Bagaimana mekanisme fitokimia Rosella dalam memberikan efek kesehatan?
Rosella kaya akan antosianin (terutama delphinidin-3-sambubioside), asam organik (asam sitrat, malat), dan polifenol seperti quercetin. Antosianin berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan vasodilator. Asam organik memberikan rasa asam dan efek diuretik. Senyawa ini juga menghambat enzim angiotensin-converting enzyme (ACE) sehingga berkontribusi pada efek antihipertensi. (Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2012)
Bisakah Rosella membantu menurunkan kadar kolesterol?
Beberapa studi pada manusia menunjukkan konsumsi ekstrak Rosella selama 2-3 bulan dapat menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta meningkatkan HDL. Efek ini dimediasi oleh antioksidan antosianin yang menghambat oksidasi LDL dan meningkatkan ekskresi asam empedu. Namun, hasil belum konsisten pada semua populasi. (Journal of Nutrition, 2016)
Apakah Rosella berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Rosella dapat berinteraksi dengan obat hipertensi (misal: kaptopril, nifedipin) karena efek aditif penurunan tekanan darah. Juga dengan diuretik (misal: hidroklorotiazid) meningkatkan risiko ketidakseimbangan elektrolit. Pada pasien diabetes, dapat meningkatkan efek obat antidiabetes sehingga berpotensi hipoglikemia. Penggunaan bersamaan dengan obat pengencer darah (warfarin) belum banyak diteliti, namun disarankan hati-hati karena efek antioksidan dapat mempengaruhi metabolismenya. (British Journal of Clinical Pharmacology, 2018)

Adas Pulasari

Alyxia reinwardtii