Rosella

Roselle | Hibiscus sabdariffa
Rosella
Nama
Rosella (Roselle)
Nama Latin/Ilmiah
Hibiscus sabdariffa
Bagian Digunakan
Kelopak Bunga, Daun Muda
Rasa
Asam

Nama Lain
Sorrel (Jamaica), bissap (Senegal), flor de Jamaica (Mexico), krajeab (Thailand), karkade (Egypt)
Asal
Afrika Barat
Kandungan Utama
Antosianin, polifenol, asam organik, vitamin C

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Rosella

Rosella atau yang dikenal dengan nama ilmiah Hibiscus sabdariffa adalah tanaman semak tahunan dari famili Malvaceae yang berasal dari Afrika Barat. Tanaman ini telah menyebar luas ke daerah tropis dan subtropis, termasuk Asia Tenggara, sebagai bahan pangan dan pengobatan tradisional. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah kelopak bunganya yang berwarna merah tua (kalis), yang kaya akan senyawa antioksidan seperti antosianin, asam organik, dan vitamin C. Selain itu, biji rosella juga dapat diolah menjadi minyak yang mengandung asam lemak esensial.

Baca Lebih Lanjut
Update: 14 Agu 2026 - 06:41:31
 

II. Ciri-ciri Rosella

Rosella suka banget tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Tanaman ini tahan panas, jadi sangat cocok ditanam di area terbuka yang kena sinar matahari langsung dan punya tanah yang drainasenya bagus. Karakteristik/ciri-ciri Rosella (Hibiscus sabdariffa):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tanaman semak tahunan yang bisa tumbuh tegak sampai setinggi 1-3 meter.
Batang Batangnya berkayu, berbentuk bulat, dan biasanya punya warna kemerahan atau hijau kecokelatan.
Daun Daunnya berbentuk menjari (mirip telapak tangan) dengan 3 sampai 5 cuping. Tepian daunnya bergerigi dan warnanya hijau dengan urat daun yang agak kemerahan.
Bunga Ini bagian paling ikonik. Bunganya muncul di ketiak daun dengan warna kuning cerah di bagian mahkota dan ada bercak merah tua di pangkalnya.
Kelopak Bunga Setelah bunga layu, kelopaknya (kaliks) justru membesar, berdaging, dan berubah warna jadi merah menyala. Inilah bagian yang sering dijadikan teh atau sirup.
Buah Buahnya berbentuk kapsul lonjong yang terbungkus rapat di dalam kelopak yang sudah menebal tadi. Di dalamnya berisi biji-biji kecil berwarna cokelat.
Akar Punya sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang batang utamanya.

III. Manfaat Rosella

8 Manfaat Rosella untuk kesehatan.

  1. Antihipertensi

    Penghambatan enzim pengonversi angiotensin (ACE) oleh antosianin dan asam hibiskus, meningkatkan produksi oksida nitrat (NO) endotel, serta efek diuretik ringan yang menurunkan volume plasma.

    Senyawa Aktif: Delfinidin-3-sambubiosida, Sianidin-3-sambubiosida, Asam hibiskus (asam hydroxycitric)
    Tampilkan
  2. Antihiperlipidemia

    Penurunan absorpsi kolesterol intestinal melalui penghambatan lipase pankreas; peningkatan ekspresi reseptor LDL di hati; aktivasi AMPK yang menghambat sintesis asam lemak.

    Senyawa Aktif: Antosianin total, Asam hibiskus, Polisakarida pektin
    Tampilkan
  3. Antioksidan Sistemik

    Donor elektron langsung oleh antosianin dan asam fenolat; aktivasi faktor transkripsi Nrf2 yang meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx); penangkapan spesies oksigen reaktif (ROS).

    Senyawa Aktif: Sianidin-3-sambubiosida, Delfinidin-3-glukosida, Asam Klorogenat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Rosella

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Rosella.

  1. Delphinidin-3-sambubioside

    Golongan: Antosianin
    Bagian Tanaman: Kelopak bunga (calyx)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Penghambat Angiotensin-converting Enzyme (ACE), Efek Antihipertensi Pada Model Hewan Dan Uji Klinis Awal Pada Manusia.
    Tampilkan
  2. Cyanidin-3-sambubioside

    Golongan: Antosianin
    Bagian Tanaman: Kelopak bunga (calyx)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi Melalui Inhibisi NF-κB, Perlindungan Endotel Pembuluh Darah.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Kelopak bunga, daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Penghambat Proliferasi Sel Kanker In Vitro, Efek Nefroprotektif Pada Model Tikus Diabetes.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Rosella

Interaksi & Kontraindikasi Rosella dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan obat antihipertensi (misalnya ACE inhibitor, beta-blocker, calcium channel blocker, atau diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Rosella memiliki efek penurun tekanan darah. Kombinasi dapat meningkatkan risiko hipotensi. Pantau tekanan darah secara teratur dan konsultasikan dengan dokter sebelum digunakan.

  2. Penggunaan bersamaan dengan obat antidiabetes (misalnya insulin, metformin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Rosella dapat menurunkan kadar gula darah. Kombinasi berpotensi menyebabkan hipoglikemia. Pantau gula darah secara ketat dan sesuaikan dosis obat diabetes di bawah pengawasan dokter.

  3. Penggunaan bersamaan dengan obat diuretik (misalnya furosemide, hidroklorotiazid)

    Tingkat Resiko: Rendah hingga Sedang
    Rekomendasi:
    Rosella memiliki efek diuretik ringan. Kombinasi dapat meningkatkan pengeluaran cairan dan elektrolit, terutama kalium. Pantau kadar elektrolit dan fungsi ginjal.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Rosella

Rosella (Hibiscus sabdariffa) dikenal luas karena kandungan antioksidan, vitamin C, dan manfaat kesehatannya, namun konsumsi tanaman ini juga dapat menimbulkan berbagai efek samping, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Salah satu efek samping yang paling sering dilaporkan adalah penurunan tekanan darah (hipotensi). Karena sifat diuretik dan vasodilatasinya, konsumsi teh rosella secara berlebihan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis, yang memicu gejala seperti pusing, lemas, hingga pingsan, terutama pada individu yang memang sudah memiliki tekanan darah rendah atau sedang mengonsumsi obat antihipertensi.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Rosella

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Rosella.

  1. Efek Konsumsi Hibiscus sabdariffa terhadap Tekanan Darah: Meta-Analisis Uji Acak Terkendali

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Suplementasi Hibiscus sabdariffa secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik dibandingkan plasebo. Penurunan tekanan darah lebih besar pada partisipan dengan tekanan darah sistolik awal lebih dari 140 mmHg.
    Tampilkan
  2. Pengaruh Rosela (Hibiscus sabdariffa) terhadap Profil Lipid pada Dewasa: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Rosela menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL secara signifikan serta meningkatkan HDL. Efek terbaik terlihat pada intervensi dengan durasi minimal 8 minggu.
    Tampilkan
  3. Efek Hibiscus sabdariffa terhadap Kontrol Glikemik dan Tekanan Darah pada Diabetes Tipe 2: Uji Klinis Acak

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Suplementasi rosela selama 12 minggu menurunkan glukosa puasa, HbA1c, dan tekanan darah sistolik dibandingkan plasebo. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada fungsi ginjal dan hati.
    Tampilkan

VIII. FAQ Rosella

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Rosella.

Bagaimana cara mengonsumsi Rosella (Hibiscus sabdariffa) dalam kehidupan sehari-hari?
Rosella dapat dikonsumsi sebagai teh seduhan dari kelopak bunga kering, sirup, selai, atau ekstrak. Takaran umum untuk teh adalah 1-2 sendok teh kelopak kering diseduh dalam 200 ml air panas selama 5-10 menit, diminum 1-2 cangkir per hari. Konsumsi berlebihan (lebih dari 3 cangkir) dapat menyebabkan efek laksatif ringan. (Journal of Food Science, 2013)
Apakah Rosella aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan Rosella selama kehamilan belum sepenuhnya terbukti. Beberapa studi pada hewan menunjukkan efek stimulasi uterus, sehingga risiko kontraksi dini tidak bisa diabaikan. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari konsumsi dalam dosis tinggi dan berkonsultasi dengan tenaga medis. Penggunaan tradisional untuk memicu menstruasi juga menjadi peringatan. (Journal of Natural Products, 2019)
Apakah Rosella efektif menurunkan tekanan darah tinggi?
Beberapa uji klinis menunjukkan konsumsi teh Rosella (sekitar 150-500 mg ekstrak atau 2 cangkir teh per hari) dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan pada penderita hipertensi ringan hingga sedang. Efek ini dikaitkan dengan kandungan antosianin dan sifat diuretik. Namun, tidak disarankan mengganti obat tanpa pengawasan dokter. (Journal of Hypertension, 2015)
Apa saja efek samping yang mungkin terjadi dari konsumsi Rosella?
Konsumsi dalam jumlah wajar umumnya aman. Efek samping ringan meliputi gangguan pencernaan, peningkatan frekuensi buang air kecil, dan efek laksatif. Dosis sangat tinggi dapat menyebabkan toksisitas hati pada beberapa penelitian hewan. Interaksi dengan obat antihipertensi, diuretik, dan antidiabetes perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan efek obat. (Phytomedicine, 2017)
Apakah Rosella aman untuk bayi dan anak-anak?
Belum ada penelitian yang memadai mengenai keamanan Rosella pada bayi dan anak kecil. Kandungan asam organik dan efek diuretik dapat menyebabkan dehidrasi atau gangguan elektrolit pada bayi. Penggunaan tradisional sering kali hanya diperuntukkan anak di atas 2 tahun dengan dosis rendah. Konsultasi dokter anak sangat disarankan sebelum memberikan sebagai obat. (Pediatric Reports, 2020)
Bagaimana mekanisme fitokimia Rosella dalam memberikan efek kesehatan?
Rosella kaya akan antosianin (terutama delphinidin-3-sambubioside), asam organik (asam sitrat, malat), dan polifenol seperti quercetin. Antosianin berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan vasodilator. Asam organik memberikan rasa asam dan efek diuretik. Senyawa ini juga menghambat enzim angiotensin-converting enzyme (ACE) sehingga berkontribusi pada efek antihipertensi. (Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2012)
Bisakah Rosella membantu menurunkan kadar kolesterol?
Beberapa studi pada manusia menunjukkan konsumsi ekstrak Rosella selama 2-3 bulan dapat menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta meningkatkan HDL. Efek ini dimediasi oleh antioksidan antosianin yang menghambat oksidasi LDL dan meningkatkan ekskresi asam empedu. Namun, hasil belum konsisten pada semua populasi. (Journal of Nutrition, 2016)
Apakah Rosella berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Rosella dapat berinteraksi dengan obat hipertensi (misal: kaptopril, nifedipin) karena efek aditif penurunan tekanan darah. Juga dengan diuretik (misal: hidroklorotiazid) meningkatkan risiko ketidakseimbangan elektrolit. Pada pasien diabetes, dapat meningkatkan efek obat antidiabetes sehingga berpotensi hipoglikemia. Penggunaan bersamaan dengan obat pengencer darah (warfarin) belum banyak diteliti, namun disarankan hati-hati karena efek antioksidan dapat mempengaruhi metabolismenya. (British Journal of Clinical Pharmacology, 2018)

Adas Pulasari

Alyxia reinwardtii

Jambu Biji

Psidium guajava

Cari: