• Herbapedia.id

Watercress / Selada Air

Nasturtium officinale

Info

Nama: Watercress / Selada Air
Nama Ilmiah: Nasturtium officinale
Famili: Brassicaceae

Nama Lain:
Watercress (Inggris), Brunnenkresse (Jerman), Cresson de fontaine (Prancis), Berro (Spanyol), Crescione d'acqua (Italia)
Asal:
Watercress / Selada Air (Nasturtium officinale) berasal dari Eropa, Asia, dan Afrika Utara.
Bagian Utama:
Daun, Batang Muda
Rasa:
Peppery

Advertisement


I. Tentang Watercress / Selada Air

Selada air (Nasturtium officinale) merupakan tumbuhan akuatik semi-akuatik dari famili Brassicaceae yang tumbuh subur di aliran air bersih, seperti mata air atau sungai kecil yang kaya akan kalsium. Tanaman ini memiliki batang berongga yang mengapung di permukaan air, dengan daun kecil berbentuk oval berwarna hijau tua serta rasa pedas segar yang khas. Keunikan utamanya terletak pada kemampuannya menyerap mineral dari air sekaligus menghasilkan senyawa glukosinolat – prekursor isotiosianat yang bertanggung jawab atas aroma tajam dan sifat antimikroba.

Advertisement

Dari segi gizi, selada air merupakan salah satu sumber nutrisi terpadat per kalori. Secangkir daun segar mengandung vitamin K lebih dari 100% kebutuhan harian, serta vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, dan antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin. Kandungan fenolik dan glukosinolat dalam Nasturtium officinale telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker, terutama kanker paru-paru dan saluran pencernaan, berkat kemampuannya menghambat pertumbuhan sel abnormal dan mendorong detoksifikasi enzimatik.

Dalam kuliner, selada air biasa disantap mentah sebagai lalapan, campuran salad, atau garnish sup dan sandwich. Rasanya yang pedas mirip lobak cocok dipadukan dengan buah jeruk, alpukat, atau saus berbasis yogurt. Pembudidayaannya relatif mudah karena dapat ditanam dalam sistem hidroponik atau kolam dangkal dengan sirkulasi air bersih. Namun, penting untuk memastikan sumber air bebas kontaminasi karena tanaman ini rentan menyerap logam berat dan patogen jika ditanam di perairan tercemar.

Update: 28 Jul 2026 - 01:10:22

 

II. Manfaat Watercress / Selada Air

Manfaat Watercress / Selada Air untuk kesehatan.

  1. Antioksidan dan Perlindungan Stres Oksidatif

    Aktivasi jalur Nrf2/ARE oleh isothiocyanate (PEITC dan sulforaphane) meningkatkan ekspresi enzim antioksidan fase II seperti superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase (GPx), dan katalase. Senyawa flavonoid (quercetin) juga menghambat produksi ROS melalui inhibisi NADPH oksidase.

    Senyawa Aktif: Phenethyl isothiocyanate (PEITC), Sulforaphane, Quercetin
    Tampilkan
  2. Kemopreventif Kanker (khususnya kanker paru dan prostat)

    PEITC dan sulforaphane menghambat aktivasi karsinogen oleh enzim fase I (CYP450) dan meningkatkan detoksifikasi fase II. Selain itu, senyawa tersebut menginduksi apoptosis melalui jalur mitokondria (peningkatan Bax/Bcl-2) dan menghambat proliferasi sel dengan menekan NF-κB dan STAT3.

    Senyawa Aktif: PEITC, Sulforaphane, Gluconasturtiin (prekursor PEITC)
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada Penyakit Radang Kronis

    PEITC dan quercetin menghambat jalur NF-κB dan MAPK, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β). Sulforaphane juga mengaktifkan Nrf2 yang menekan NLRP3 inflammasome dan mengurangi aktivitas COX-2.

    Senyawa Aktif: Sulforaphane, PEITC, Kaempferol
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Watercress / Selada Air

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Watercress / Selada Air.

  1. Gluconasturtiin

    Golongan: Glukosinolat
    Bagian Tanaman: Daun dan Batang Muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Prekursor Senyawa Antikanker; Setelah Hidrolisis Menghasilkan PEITC Yang Memiliki Aktivitas Kemopreventif Terhadap Kanker Kolorektal Dan Paru-paru Melalui Induksi Enzim Fase II Dan Apoptosis.
    Tampilkan
  2. Fenetil isotiosianat (PEITC)

    Golongan: Isothiocyanate
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker Melalui Inhibisi NF-κB, Induksi Apoptosis Pada Sel Kanker Prostat Dan Payudara; Juga Aktivitas Antibakteri Terhadap Helicobacter Pylori.
    Tampilkan
  3. Quercetin

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi Dengan Menghambat COX-2 Dan Lipoksigenase; Berpotensi Menurunkan Risiko Penyakit Kardiovaskular.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Watercress / Selada Air

Kehamilan & Menyusui (konsumsi dalam jumlah normal sebagai sayuran)

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Aman dikonsumsi dalam porsi makanan sehari-hari. Hindari ekstrak atau suplemen dosis tinggi karena belum ada data keamanan yang memadai.

Penggunaan diuretik (misalnya thiazide, furosemide)

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Watercress memiliki efek diuretik ringan. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko ketidakseimbangan elektrolit. Pantau kadar kalium dan natrium jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Antikoagulan (warfarin, coumarin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Watercress kaya vitamin K yang dapat menurunkan efektivitas antikoagulan. Hindari konsumsi berlebihan dan pertahankan asupan vitamin K yang konsisten. Pantau INR secara teratur.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Watercress / Selada Air

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Watercress / Selada Air.

Apa kandungan fitokimia dan nutrisi utama dalam selada air (Nasturtium officinale)?
Selada air kaya akan glukosinolat, terutama gluconasturtiin yang dihidrolisis menjadi phenethyl isothiocyanate (PEITC), serta flavonoid seperti quercetin dan kaempferol. Secara nutrisi, selada air mengandung vitamin C, vitamin K, vitamin A (beta-karoten), kalsium, zat besi, dan folat (Bahramsoltani et al., 2018).
Bagaimana cara konsumsi selada air yang aman dan efektif untuk mendapatkan manfaat kesehatannya?
Konsumsi selada air paling baik dalam bentuk segar dan mentah sebagai lalapan atau campuran salad, karena pemanasan berlebih dapat menurunkan kadar glukosinolat dan vitamin C. Cukup cuci bersih dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan residu pestisida. Dosis umum yang dianjurkan adalah 1-2 cangkir (sekitar 50-100 gram) per hari, namun konsultasi dengan ahli gizi disarankan untuk kondisi khusus (Gill et al., 2007).
Apakah selada air memiliki efek samping atau kontraindikasi tertentu?
Konsumsi dalam jumlah wajar jarang menimbulkan efek samping. Namun, karena mengandung goitrogen (glukosinolat), konsumsi berlebihan pada individu dengan gangguan tiroid (hipotiroid) dapat mengganggu penyerapan yodium. Juga, efek antikoagulan dari vitamin K perlu diwaspadai pada pengguna obat pengencer darah (warfarin). Selain itu, reaksi alergi mungkin terjadi pada individu sensitif terhadap tanaman Brassicaceae (International Journal of Environmental Research and Public Health, 2019).
Apakah selada air aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Aman dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari diet seimbang. Kandungan folat dan vitamin K bermanfaat bagi ibu hamil. Namun, perlu dihindari konsumsi ekstrak atau suplemen pekat tanpa pengawasan medis. Ibu menyusui juga dapat mengonsumsinya, namun perhatikan respons bayi. Belum ada bukti efek merugikan pada penggunaan normal (Bendich & Langseth, 1995).
Bolehkah selada air diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Boleh, tetapi dengan pengenalan bertahap setelah bayi berusia 6-8 bulan dan sudah mulai MPASI. Mulailah dengan jumlah kecil (1-2 daun) yang dihaluskan untuk menghindari risiko tersedak. Kandungan vitamin C dan zat besi mendukung pertumbuhan. Sebaiknya dimasak ringan untuk mengurangi efek goitrogen pada anak dengan riwayat gangguan tiroid (Mullie et al., 2016).
Apa manfaat kesehatan umum dari konsumsi selada air berdasarkan bukti ilmiah?
Selada air memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan antikanker. PEITC yang dikandungnya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, terutama kanker paru-paru dan kolorektal, melalui mekanisme induksi apoptosis dan inhibisi angiogenesis. Selain itu, selada air membantu meningkatkan kepadatan tulang berkat vitamin K dan kalsium, serta mendukung fungsi imun berkat vitamin C (Hecht et al., 1995).
Bagaimana mekanisme kerja fitokimia selada air sebagai antikanker?
Glukosinolat dalam selada air, terutama gluconasturtiin, diubah oleh enzim mirosinase di dalam tubuh menjadi isotiosianat (PEITC). PEITC menghambat aktivitas enzim fase I (seperti CYP450) dan menginduksi enzim fase II (seperti glutathione S-transferase), sehingga meningkatkan detoksifikasi karsinogen. PEITC juga memicu apoptosis melalui jalur mitokondria dan menekan faktor transkripsi NF-κB yang terlibat dalam inflamasi dan kanker (Zhang et al., 2018).
Apakah selada air dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Kandungan vitamin K yang tinggi dapat mengurangi efektivitas warfarin (antikoagulan), sehingga konsumsi selada air dalam jumlah besar harus diinformasikan kepada dokter. Selain itu, potensi interaksi dengan obat tiroid (levothyroxine) perlu diperhatikan karena efek goitrogen. Belum ada laporan interaksi signifikan dengan obat lain, tetapi konsultasi tetap dianjurkan (Chen et al., 2020).

Sorrel

Rumex acetosa

Lovage

Levisticum officinale