Advertisement
Selada air (Nasturtium officinale) merupakan tumbuhan akuatik semi-akuatik dari famili Brassicaceae yang tumbuh subur di aliran air bersih, seperti mata air atau sungai kecil yang kaya akan kalsium. Tanaman ini memiliki batang berongga yang mengapung di permukaan air, dengan daun kecil berbentuk oval berwarna hijau tua serta rasa pedas segar yang khas. Keunikan utamanya terletak pada kemampuannya menyerap mineral dari air sekaligus menghasilkan senyawa glukosinolat – prekursor isotiosianat yang bertanggung jawab atas aroma tajam dan sifat antimikroba.
Advertisement
Dari segi gizi, selada air merupakan salah satu sumber nutrisi terpadat per kalori. Secangkir daun segar mengandung vitamin K lebih dari 100% kebutuhan harian, serta vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, dan antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin. Kandungan fenolik dan glukosinolat dalam Nasturtium officinale telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker, terutama kanker paru-paru dan saluran pencernaan, berkat kemampuannya menghambat pertumbuhan sel abnormal dan mendorong detoksifikasi enzimatik.
Dalam kuliner, selada air biasa disantap mentah sebagai lalapan, campuran salad, atau garnish sup dan sandwich. Rasanya yang pedas mirip lobak cocok dipadukan dengan buah jeruk, alpukat, atau saus berbasis yogurt. Pembudidayaannya relatif mudah karena dapat ditanam dalam sistem hidroponik atau kolam dangkal dengan sirkulasi air bersih. Namun, penting untuk memastikan sumber air bebas kontaminasi karena tanaman ini rentan menyerap logam berat dan patogen jika ditanam di perairan tercemar.
Manfaat Watercress / Selada Air untuk kesehatan.
Aktivasi jalur Nrf2/ARE oleh isothiocyanate (PEITC dan sulforaphane) meningkatkan ekspresi enzim antioksidan fase II seperti superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase (GPx), dan katalase. Senyawa flavonoid (quercetin) juga menghambat produksi ROS melalui inhibisi NADPH oksidase.
PEITC dan sulforaphane menghambat aktivasi karsinogen oleh enzim fase I (CYP450) dan meningkatkan detoksifikasi fase II. Selain itu, senyawa tersebut menginduksi apoptosis melalui jalur mitokondria (peningkatan Bax/Bcl-2) dan menghambat proliferasi sel dengan menekan NF-κB dan STAT3.
PEITC dan quercetin menghambat jalur NF-κB dan MAPK, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β). Sulforaphane juga mengaktifkan Nrf2 yang menekan NLRP3 inflammasome dan mengurangi aktivitas COX-2.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Watercress / Selada Air.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Watercress / Selada Air.