Selada Air

Watercress | Nasturtium officinale
Selada Air
Nama
Selada Air (Watercress)
Nama Latin/Ilmiah
Nasturtium officinale
Bagian Digunakan
Daun, Batang Muda
Rasa
Peppery

Nama Lain
Watercress (Inggris), Brunnenkresse (Jerman), Cresson de fontaine (Prancis), Berro (Spanyol), Crescione d'acqua (Italia)
Asal
Watercress / Selada Air (Nasturtium officinale) berasal dari Eropa, Asia, dan Afrika Utara.
Kandungan Utama
Vitamin C, vitamin K, vitamin A, kalsium, zat besi, antioksidan

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Selada Air

Selada air (Nasturtium officinale) merupakan tumbuhan akuatik semi-akuatik dari famili Brassicaceae yang tumbuh subur di aliran air bersih, seperti mata air atau sungai kecil yang kaya akan kalsium. Tanaman ini memiliki batang berongga yang mengapung di permukaan air, dengan daun kecil berbentuk oval berwarna hijau tua serta rasa pedas segar yang khas. Keunikan utamanya terletak pada kemampuannya menyerap mineral dari air sekaligus menghasilkan senyawa glukosinolat – prekursor isotiosianat yang bertanggung jawab atas aroma tajam dan sifat antimikroba.

Baca Lebih Lanjut
Update: 10 Agu 2026 - 06:00:04
 

II. Ciri-ciri Selada Air

Selada air ini tipe tanaman yang suka banget hidup di air yang mengalir jernih, kaya mineral, dan suhunya dingin. Biasanya bisa ditemukan di pinggiran sungai, mata air, atau selokan yang airnya nggak tergenang diam. Karakteristik/ciri-ciri Selada Air (Nasturtium officinale):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Akarnya tipe serabut yang sering muncul dari ruas-ruas batang yang kena air atau tanah lembap.
Batang Batangnya lunak, berongga di bagian dalam, dan sifatnya menjalar (bisa merambat) di permukaan air atau tanah.
Daun Daunnya majemuk menyirip ganjil, bentuknya oval sampai bulat telur dengan tekstur yang agak tebal dan rasa yang khas (sedikit pedas).
Bunga Bunganya kecil-kecil berwarna putih, tumbuh bergerombol di ujung batang atau ketiak daun, dan punya empat kelopak khas bunga kubis-kubisan (Brassicaceae).
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk memanjang seperti polong kecil (siliqua) yang di dalamnya berisi biji-biji berukuran sangat kecil.

III. Manfaat Selada Air

6 Manfaat Selada Air untuk kesehatan.

  1. Antioksidan dan Perlindungan Stres Oksidatif

    Aktivasi jalur Nrf2/ARE oleh isothiocyanate (PEITC dan sulforaphane) meningkatkan ekspresi enzim antioksidan fase II seperti superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase (GPx), dan katalase. Senyawa flavonoid (quercetin) juga menghambat produksi ROS melalui inhibisi NADPH oksidase.

    Senyawa Aktif: Phenethyl isothiocyanate (PEITC), Sulforafan, Kuersetin
    Tampilkan
  2. Kemopreventif Kanker (khususnya kanker paru dan prostat)

    PEITC dan sulforaphane menghambat aktivasi karsinogen oleh enzim fase I (CYP450) dan meningkatkan detoksifikasi fase II. Selain itu, senyawa tersebut menginduksi apoptosis melalui jalur mitokondria (peningkatan Bax/Bcl-2) dan menghambat proliferasi sel dengan menekan NF-κB dan STAT3.

    Senyawa Aktif: PEITC, Sulforafan, Gluconasturtiin (prekursor PEITC)
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada Penyakit Radang Kronis

    PEITC dan quercetin menghambat jalur NF-κB dan MAPK, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β). Sulforaphane juga mengaktifkan Nrf2 yang menekan NLRP3 inflammasome dan mengurangi aktivitas COX-2.

    Senyawa Aktif: Sulforafan, PEITC, Kaempferol
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Selada Air

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Selada Air.

  1. Gluconasturtiin

    Golongan: Glukosinolat
    Bagian Tanaman: Daun dan batang muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Prekursor Senyawa Antikanker; Setelah Hidrolisis Menghasilkan PEITC Yang Memiliki Aktivitas Kemopreventif Terhadap Kanker Kolorektal Dan Paru-paru Melalui Induksi Enzim Fase II Dan Apoptosis..
    Tampilkan
  2. Fenetil isotiosianat (PEITC)

    Golongan: Isothiocyanate
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker Melalui Inhibisi NF-κB, Induksi Apoptosis Pada Sel Kanker Prostat Dan Payudara; Juga Aktivitas Antibakteri Terhadap Helicobacter Pylori..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi Dengan Menghambat COX-2 Dan Lipoksigenase; Berpotensi Menurunkan Risiko Penyakit Kardiovaskular..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Selada Air

Interaksi & Kontraindikasi Selada Air dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan & Menyusui (konsumsi dalam jumlah normal sebagai sayuran)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Aman dikonsumsi dalam porsi makanan sehari-hari. Hindari ekstrak atau suplemen dosis tinggi karena belum ada data keamanan yang memadai.

  2. Penggunaan diuretik (misalnya thiazide, furosemide)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Watercress memiliki efek diuretik ringan. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko ketidakseimbangan elektrolit. Pantau kadar kalium dan natrium jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

  3. Antikoagulan (warfarin, coumarin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Watercress kaya vitamin K yang dapat menurunkan efektivitas antikoagulan. Hindari konsumsi berlebihan dan pertahankan asupan vitamin K yang konsisten. Pantau INR secara teratur.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Selada Air

Selada air (Nasturtium officinale) umumnya aman dikonsumsi dalam jumlah normal sebagai makanan, namun konsumsi berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping. Kandungan minyak mustard glukosinolat di dalamnya dapat mengiritasi lambung dan saluran pencernaan, yang berpotensi menyebabkan sakit perut, mual, serta diare pada individu dengan lambung sensitif. Selain itu, karena sifatnya yang diuretik ringan, konsumsi dalam jumlah sangat besar dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Selada Air

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Selada Air.

  1. Efek Suplementasi Selada Air terhadap Profil Lipid: Meta-Analisis Uji Klinik Acak

    Tahun: 2024
    Temuan:
    Suplementasi selada air secara signifikan menurunkan kolesterol total, trigliserida, dan LDL, serta meningkatkan HDL. Efek paling nyata teramati pada dosis setara ≥500 mg ekstrak per hari selama minimal 8 minggu.
    Tampilkan
  2. Suplementasi Selada Air dan Tekanan Darah pada Dewasa dengan Prehipertensi

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Konsumsi selada air menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan dan memperbaiki dilatasi arteri brakialis. Efek ini berkaitan dengan kandungan nitrat dan senyawa isothiocyanate dari selada air.
    Tampilkan
  3. Pengaruh Ekstrak Selada Air terhadap Kadar Glukosa Darah dan HbA1c pada Pasien Diabetes Tipe 2

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak selada air dengan dosis 500 mg dua kali sehari selama 12 minggu menurunkan glukosa puasa dan HbA1c secara signifikan. Efek ini diduga melalui aktivitas antioksidan dan penghambatan enzim alfa-glukosidase.
    Tampilkan

VIII. FAQ Selada Air

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Selada Air.

Apa kandungan fitokimia dan nutrisi utama dalam selada air (Nasturtium officinale)?
Selada air kaya akan glukosinolat, terutama gluconasturtiin yang dihidrolisis menjadi phenethyl isothiocyanate (PEITC), serta flavonoid seperti quercetin dan kaempferol. Secara nutrisi, selada air mengandung vitamin C, vitamin K, vitamin A (beta-karoten), kalsium, zat besi, dan folat (Bahramsoltani et al., 2018).
Bagaimana cara konsumsi selada air yang aman dan efektif untuk mendapatkan manfaat kesehatannya?
Konsumsi selada air paling baik dalam bentuk segar dan mentah sebagai lalapan atau campuran salad, karena pemanasan berlebih dapat menurunkan kadar glukosinolat dan vitamin C. Cukup cuci bersih dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan residu pestisida. Dosis umum yang dianjurkan adalah 1-2 cangkir (sekitar 50-100 gram) per hari, namun konsultasi dengan ahli gizi disarankan untuk kondisi khusus (Gill et al., 2007).
Apakah selada air memiliki efek samping atau kontraindikasi tertentu?
Konsumsi dalam jumlah wajar jarang menimbulkan efek samping. Namun, karena mengandung goitrogen (glukosinolat), konsumsi berlebihan pada individu dengan gangguan tiroid (hipotiroid) dapat mengganggu penyerapan yodium. Juga, efek antikoagulan dari vitamin K perlu diwaspadai pada pengguna obat pengencer darah (warfarin). Selain itu, reaksi alergi mungkin terjadi pada individu sensitif terhadap tanaman Brassicaceae (International Journal of Environmental Research and Public Health, 2019).
Apakah selada air aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Aman dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari diet seimbang. Kandungan folat dan vitamin K bermanfaat bagi ibu hamil. Namun, perlu dihindari konsumsi ekstrak atau suplemen pekat tanpa pengawasan medis. Ibu menyusui juga dapat mengonsumsinya, namun perhatikan respons bayi. Belum ada bukti efek merugikan pada penggunaan normal (Bendich & Langseth, 1995).
Bolehkah selada air diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Boleh, tetapi dengan pengenalan bertahap setelah bayi berusia 6-8 bulan dan sudah mulai MPASI. Mulailah dengan jumlah kecil (1-2 daun) yang dihaluskan untuk menghindari risiko tersedak. Kandungan vitamin C dan zat besi mendukung pertumbuhan. Sebaiknya dimasak ringan untuk mengurangi efek goitrogen pada anak dengan riwayat gangguan tiroid (Mullie et al., 2016).
Apa manfaat kesehatan umum dari konsumsi selada air berdasarkan bukti ilmiah?
Selada air memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan antikanker. PEITC yang dikandungnya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, terutama kanker paru-paru dan kolorektal, melalui mekanisme induksi apoptosis dan inhibisi angiogenesis. Selain itu, selada air membantu meningkatkan kepadatan tulang berkat vitamin K dan kalsium, serta mendukung fungsi imun berkat vitamin C (Hecht et al., 1995).
Bagaimana mekanisme kerja fitokimia selada air sebagai antikanker?
Glukosinolat dalam selada air, terutama gluconasturtiin, diubah oleh enzim mirosinase di dalam tubuh menjadi isotiosianat (PEITC). PEITC menghambat aktivitas enzim fase I (seperti CYP450) dan menginduksi enzim fase II (seperti glutathione S-transferase), sehingga meningkatkan detoksifikasi karsinogen. PEITC juga memicu apoptosis melalui jalur mitokondria dan menekan faktor transkripsi NF-κB yang terlibat dalam inflamasi dan kanker (Zhang et al., 2018).
Apakah selada air dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Kandungan vitamin K yang tinggi dapat mengurangi efektivitas warfarin (antikoagulan), sehingga konsumsi selada air dalam jumlah besar harus diinformasikan kepada dokter. Selain itu, potensi interaksi dengan obat tiroid (levothyroxine) perlu diperhatikan karena efek goitrogen. Belum ada laporan interaksi signifikan dengan obat lain, tetapi konsultasi tetap dianjurkan (Chen et al., 2020).

Sorrel

Rumex acetosa

Angdan

Levisticum officinale

Cari: