Advertisement
Rumex acetosa, yang dikenal luas sebagai sorrel atau coklat kemerah-merahan, adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Polygonaceae. Tanaman ini memiliki ciri khas daun berbentuk tombak dengan rasa asam yang tajam, disebabkan oleh kandungan asam oksalat dan asam askorbat yang tinggi. Sorrel tumbuh liar di padang rumput, tepi jalan, dan lahan basah di sebagian besar Eropa, Asia, dan Amerika Utara, serta sering dibudidayakan sebagai tanaman sayuran atau herbal. Daun mudanya biasanya dipanen di musim semi karena teksturnya yang lebih lembut dan rasa yang lebih ringan, sementara daun yang lebih tua cenderung lebih pahit dan sebaiknya dimasak terlebih dahulu.
Advertisement
Secara tradisional, sorrel telah digunakan dalam pengobatan herbal sebagai diuretik ringan, antipiretik, dan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Kandungan antioksidannya, seperti flavonoid dan polifenol, diyakini dapat membantu mengurangi peradangan dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Namun, konsumsi berlebihan harus dihindari karena asam oksalat dapat mengikat kalsium dan membentuk kristal yang berpotensi menyebabkan batu ginjal, terutama pada individu yang rentan. Karena itu, sorrel sering dimasak atau dicampur dengan bahan kaya kalsium seperti susu atau keju untuk menetralkan efek negatifnya.
Dalam dunia kuliner, sorrel adalah bahan yang serbaguna dan populer di berbagai masakan Eropa, seperti sup sorrel khas Prancis, saus untuk ikan, atau sebagai isian pai dan telur dadar. Rasa asamnya yang unik memberikan kontras yang segar pada hidangan berlemak seperti daging panggang atau krim. Di Indonesia, meskipun belum sepopuler di Barat, sorrel mulai dikenal melalui sayuran impor dan sering diolah menjadi lalapan atau infus air. Dengan meningkatnya minat pada tanaman herbal dan gizi alami, Rumex acetosa menawarkan potensi besar sebagai sumber vitamin C dan mineral, sekaligus sebagai tanaman hias yang menarik di pekarangan rumah.
Manfaat Sorrel untuk kesehatan.
Kemangi menghambat aktivitas siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX) melalui linalool dan eugenol, menekan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien. Senyawa rosmarinic acid juga menghambat jalur NF-κB, mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.
Minyak atsiri kemangi merusak integritas membran sel mikroba melalui hidrofobisitas linalool dan methyl chavicol, menyebabkan kebocoran ion dan lisis. Eugenol juga menghambat sintesis dinding sel bakteri Gram-positif dan Gram-negatif serta mengganggu pembentukan biofilm.
Rosmarinic acid dan asam fenolat lainnya meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, GPx, katalase) dan langsung menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS). Linalool juga menginduksi faktor transkripsi Nrf2, meningkatkan produksi glutation.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sorrel.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sorrel.