• Herbapedia.id

Sorrel

Rumex acetosa

Info

Nama: Sorrel
Nama Ilmiah: Rumex acetosa
Famili: Polygonaceae

Nama Lain:
Oseille (Prancis), Sauerampfer (Jerman), Acetosa (Italia), Acedera (Spanyol), Szczaw (Polandia)
Asal:
Eropa, Asia, Afrika Utara
Bagian Utama:
Daun
Rasa:
Asam

Advertisement


I. Tentang Sorrel

Rumex acetosa, yang dikenal luas sebagai sorrel atau coklat kemerah-merahan, adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Polygonaceae. Tanaman ini memiliki ciri khas daun berbentuk tombak dengan rasa asam yang tajam, disebabkan oleh kandungan asam oksalat dan asam askorbat yang tinggi. Sorrel tumbuh liar di padang rumput, tepi jalan, dan lahan basah di sebagian besar Eropa, Asia, dan Amerika Utara, serta sering dibudidayakan sebagai tanaman sayuran atau herbal. Daun mudanya biasanya dipanen di musim semi karena teksturnya yang lebih lembut dan rasa yang lebih ringan, sementara daun yang lebih tua cenderung lebih pahit dan sebaiknya dimasak terlebih dahulu.

Advertisement

Secara tradisional, sorrel telah digunakan dalam pengobatan herbal sebagai diuretik ringan, antipiretik, dan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Kandungan antioksidannya, seperti flavonoid dan polifenol, diyakini dapat membantu mengurangi peradangan dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Namun, konsumsi berlebihan harus dihindari karena asam oksalat dapat mengikat kalsium dan membentuk kristal yang berpotensi menyebabkan batu ginjal, terutama pada individu yang rentan. Karena itu, sorrel sering dimasak atau dicampur dengan bahan kaya kalsium seperti susu atau keju untuk menetralkan efek negatifnya.

Dalam dunia kuliner, sorrel adalah bahan yang serbaguna dan populer di berbagai masakan Eropa, seperti sup sorrel khas Prancis, saus untuk ikan, atau sebagai isian pai dan telur dadar. Rasa asamnya yang unik memberikan kontras yang segar pada hidangan berlemak seperti daging panggang atau krim. Di Indonesia, meskipun belum sepopuler di Barat, sorrel mulai dikenal melalui sayuran impor dan sering diolah menjadi lalapan atau infus air. Dengan meningkatnya minat pada tanaman herbal dan gizi alami, Rumex acetosa menawarkan potensi besar sebagai sumber vitamin C dan mineral, sekaligus sebagai tanaman hias yang menarik di pekarangan rumah.

Update: 28 Jul 2026 - 00:48:10

 

II. Manfaat Sorrel

Manfaat Sorrel untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis dan Nyeri Sendi

    Kemangi menghambat aktivitas siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX) melalui linalool dan eugenol, menekan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien. Senyawa rosmarinic acid juga menghambat jalur NF-κB, mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Senyawa Aktif: Linalool, Eugenol, Rosmarinic acid
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas terhadap Bakteri dan Jamur

    Minyak atsiri kemangi merusak integritas membran sel mikroba melalui hidrofobisitas linalool dan methyl chavicol, menyebabkan kebocoran ion dan lisis. Eugenol juga menghambat sintesis dinding sel bakteri Gram-positif dan Gram-negatif serta mengganggu pembentukan biofilm.

    Senyawa Aktif: Linalool, Eugenol, Methyl chavicol
    Tampilkan
  3. Antioksidan Sistemik dan Perlindungan Seluler

    Rosmarinic acid dan asam fenolat lainnya meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, GPx, katalase) dan langsung menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS). Linalool juga menginduksi faktor transkripsi Nrf2, meningkatkan produksi glutation.

    Senyawa Aktif: Rosmarinic acid, Caffeic acid, Ursolic acid
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Sorrel

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sorrel.

  1. Quercetin

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi, Antikanker (in Vitro). Bukti Terbatas Pada Manusia; Uji Klinis Belum Ada.
    Tampilkan
  2. Rutin

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Memperkuat Dinding Pembuluh Darah, Antioksidan, Antiinflamasi. Uji Klinis Terbatas Pada Penanganan Varises Dan Wasir.
    Tampilkan
  3. Emodin

    Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Laksatif, Antikanker (in Vitro), Antimikroba. Bukti Klinis Pada Manusia Sangat Terbatas; Efek Pencahar Berdasarkan Penggunaan Tradisional.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Sorrel

Gangguan ginjal (batu ginjal, gagal ginjal)

Tingkat Resiko: Sangat Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan sorrel karena kandungan oksalat tinggi dapat memperburuk pembentukan batu ginjal dan menurunkan fungsi ginjal.

Kehamilan dan menyusui

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Tidak dianjurkan karena keamanan belum diketahui. Senyawa antrakuinon dan oksalat berpotensi memicu kontraksi rahim atau efek samping pada bayi.

Penggunaan antikoagulan (warfarin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Konsumsi sorrel dalam jumlah besar dapat mengganggu efektivitas warfarin karena kandungan vitamin K. Pantau INR secara teratur.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Sorrel

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sorrel.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam sorrel (Rumex acetosa)?
Sorrel mengandung senyawa fitokimia seperti asam oksalat, flavonoid (misalnya rutin dan quercetin), antrakuinon, vitamin C, dan karotenoid. Asam oksalat memberikan rasa asam yang khas, sementara flavonoid berkontribusi pada aktivitas antioksidan. Referensi: (Khan et al., 2015, Journal of Ethnopharmacology; Duke, 2002, Handbook of Medicinal Herbs)
Bagaimana cara konsumsi sorrel yang aman dalam penggunaan sehari-hari?
Sorrel dapat dikonsumsi segar dalam salad, sup, atau sebagai lalapan. Daun muda lebih baik karena kandungan asam oksalat lebih rendah. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan iritasi saluran cerna karena asam oksalat. Rekomendasi aman adalah tidak lebih dari 50-100 gram daun segar per hari untuk orang dewasa. Referensi: (McCutcheon & Taylor, 2015, Edible and Medicinal Plants of the World; USDA PLANTS Database)
Apa manfaat kesehatan sorrel yang didukung bukti ilmiah?
Sorrel secara tradisional digunakan sebagai diuretik, antipiretik, dan antiinflamasi. Studi in vitro menunjukkan aktivitas antioksidan dan antimikroba dari ekstraknya. Kandungan vitamin C tinggi berpotensi mendukung imunitas. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas. Referensi: (Bello et al., 2019, Phytotherapy Research; Kumar et al., 2018, Journal of Herbal Medicine)
Apa efek samping potensial dari konsumsi sorrel?
Efek samping utama terkait dengan asam oksalat, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan iritasi mulut, saluran pencernaan, dan memicu pembentukan batu ginjal pada individu rentan. Gejala ringan meliputi mual, muntah, dan diare. Pada kasus ekstrem, keracunan oksalat dapat menyebabkan hipokalsemia dan gagal ginjal. Referensi: (Barceloux, 2008, Medical Toxicology of Natural Substances; Jegede et al., 2017, Toxicology Reports)
Apakah sorrel aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan sorrel selama kehamilan dan menyusui belum diteliti secara memadai. Kandungan asam oksalat yang tinggi berpotensi mengganggu penyerapan kalsium dan mineral, serta dapat memicu kontraksi rahim jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Sebaiknya ibu hamil dan menyusui menghindari konsumsi sorrel dalam dosis tinggi atau sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis. Referensi: (Gardner & McGuffin, 2013, American Herbal Products Association's Botanical Safety Handbook; FDA, 2020, Poisonous Plants Database)
Bolehkah sorrel diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan memberikan sorrel pada bayi dan anak-anak di bawah usia 5 tahun karena kandungan asam oksalat yang tinggi dapat mengiritasi saluran pencernaan dan menyebabkan gangguan elektrolit. Untuk anak yang lebih besar, konsumsi dalam jumlah sangat kecil dan sesekali mungkin masih berisiko. Lebih baik memilih sayuran rendah oksalat. Referensi: (National Institutes of Health, 2021, MedlinePlus Herbal Medicine; Wong, 2017, Pediatric Herbal Medicine)
Apakah sorrel dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Sorrel dapat meningkatkan efek diuretik jika dikombinasikan dengan obat diuretik, sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Juga berpotensi mengganggu penyerapan obat yang bergantung pada kalsium karena pengikatan oksalat. Penggunaan bersamaan dengan antikoagulan perlu diwaspadai karena kandungan vitamin K dalam daun. Referensi: (Fugh-Berman, 2000, British Journal of Clinical Pharmacology; Izzo & Ernst, 2009, Drugs)

Winter Savory

Satureja montana

Watercress / Selada Air

Nasturtium officinale