Sorrel

Sorrel | Rumex acetosa
Sorrel
Nama
Sorrel (Sorrel)
Nama Latin/Ilmiah
Rumex acetosa
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Asam

Nama Lain
Sijungkot Bayam, Oseille (Prancis), Sauerampfer (Jerman), Acetosa (Italia), Acedera (Spanyol), Szczaw (Polandia)
Asal
Eropa, Asia, Afrika Utara
Kandungan Utama
Asam oksalat, vitamin C, zat besi, magnesium

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sorrel

Rumex acetosa, yang dikenal luas sebagai sorrel atau coklat kemerah-merahan, adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Polygonaceae. Tanaman ini memiliki ciri khas daun berbentuk tombak dengan rasa asam yang tajam, disebabkan oleh kandungan asam oksalat dan asam askorbat yang tinggi. Sorrel tumbuh liar di padang rumput, tepi jalan, dan lahan basah di sebagian besar Eropa, Asia, dan Amerika Utara, serta sering dibudidayakan sebagai tanaman sayuran atau herbal. Daun mudanya biasanya dipanen di musim semi karena teksturnya yang lebih lembut dan rasa yang lebih ringan, sementara daun yang lebih tua cenderung lebih pahit dan sebaiknya dimasak terlebih dahulu.

Baca Lebih Lanjut
Update: 10 Agu 2026 - 14:00:04
 

II. Ciri-ciri Sorrel

Tanaman ini suka banget hidup di area padang rumput, pinggir jalan, atau lahan yang tanahnya agak asam dan lembap. Dia cukup tangguh di iklim sedang dan bisa tumbuh subur di tempat yang kena sinar matahari langsung sampai agak teduh. Karakteristik/ciri-ciri Sorrel (Rumex acetosa):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tanaman herba menahun yang tumbuh tegak, bisa mencapai tinggi 30-100 cm.
Akar Punya akar tunggang yang kuat dan dalam, jadi cukup kokoh di tanah.
Batang Batangnya tegak, beralur halus, dan kadang ada semburat kemerahan di bagian bawah.
Daun Daunnya berbentuk seperti mata panah (sagittate). Daun yang di bawah punya tangkai panjang, sedangkan daun di bagian atas batang biasanya tidak bertangkai dan memeluk batang.
Bunga Bunganya kecil-kecil, berwarna kemerahan atau kecokelatan, tersusun dalam malai (panicle) yang ramping di ujung batang.
Buah Buah kecil berbentuk segitiga yang kering dan berwarna cokelat mengkilap, dibungkus oleh kelopak bunga yang menetap.

III. Manfaat Sorrel

8 Manfaat Sorrel untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis dan Nyeri Sendi

    Kemangi menghambat aktivitas siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX) melalui linalool dan eugenol, menekan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien. Senyawa rosmarinic acid juga menghambat jalur NF-κB, mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas terhadap Bakteri dan Jamur

    Minyak atsiri kemangi merusak integritas membran sel mikroba melalui hidrofobisitas linalool dan methyl chavicol, menyebabkan kebocoran ion dan lisis. Eugenol juga menghambat sintesis dinding sel bakteri Gram-positif dan Gram-negatif serta mengganggu pembentukan biofilm.

    Tampilkan
  3. Antioksidan Sistemik dan Perlindungan Seluler

    Rosmarinic acid dan asam fenolat lainnya meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, GPx, katalase) dan langsung menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS). Linalool juga menginduksi faktor transkripsi Nrf2, meningkatkan produksi glutation.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Sorrel

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sorrel.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi, Antikanker (in Vitro). Bukti Terbatas Pada Manusia; Uji Klinis Belum Ada..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Memperkuat Dinding Pembuluh Darah, Antioksidan, Antiinflamasi. Uji Klinis Terbatas Pada Penanganan Varises Dan Wasir..
    Tampilkan
  3. Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Laksatif, Antikanker (in Vitro), Antimikroba. Bukti Klinis Pada Manusia Sangat Terbatas; Efek Pencahar Berdasarkan Penggunaan Tradisional..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Sorrel

Interaksi & Kontraindikasi Sorrel dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan pada penderita Gangguan ginjal (batu ginjal, gagal ginjal)

    Tingkat Resiko: Sangat Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan sorrel karena kandungan oksalat tinggi dapat memperburuk pembentukan batu ginjal dan menurunkan fungsi ginjal.

  2. Kehamilan dan menyusui

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Tidak dianjurkan karena keamanan belum diketahui. Senyawa antrakuinon dan oksalat berpotensi memicu kontraksi rahim atau efek samping pada bayi.

  3. Penggunaan antikoagulan (warfarin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Konsumsi sorrel dalam jumlah besar dapat mengganggu efektivitas warfarin karena kandungan vitamin K. Pantau INR secara teratur.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Sorrel

Efek samping utama Rumex acetosa berkaitan dengan tingginya kadar asam oksalat. Asam oksalat dapat berikatan dengan kalsium membentuk kalsium oksalat yang sulit larut; di ginjal, kristal ini dapat menyebabkan hematuria, proteinuria, nyeri pinggang, nefropati obstruktif, hingga gagal ginjal akut pada konsumsi berlebihan. Pada sistem pencernaan, asam oksalat bersifat iritatif sehingga menimbulkan rasa terbakar pada mulut dan tenggorokan, mual, muntah, nyeri abdomen, dan diare. Selain itu, ikatan oksalat dengan kalsium serum dapat memicu hipokalsemia akut yang ditandai dengan tremor, tetani, kesemutan perioral, dan aritmia jantung.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Sorrel

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Sorrel.

  1. Sorrel (Rumex acetosa L.): Tinjauan Sistematis Penggunaan Tradisional, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Rumex acetosa mengandung beragam senyawa bioaktif seperti antrakuinon, flavonoid, dan fenolik yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Tinjauan ini menegaskan potensi spesies ini sebagai bahan obat herbal namun menekankan perlunya studi toksikologi dan uji klinis lebih lanjut.
    Tampilkan
  2. Potensi Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak Daun Rumex acetosa L. terhadap Bakteri Patogen Makanan

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak daun sorrel menunjukkan aktivitas antioksidan tinggi dengan nilai IC50 DPPH 32,4 µg/mL dan aktivitas antibakteri terkuat terhadap Staphylococcus aureus. Kadar fenolik total berkorelasi positif dengan kedua aktivitas tersebut.
    Tampilkan
  3. Aktivitas Inhibisi α-Glukosidase dan α-Amilase Ekstrak Rumex acetosa L. sebagai Kandidat Antidiabetes

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Ekstrak etanol 50% menunjukkan inhibisi α-glukosidase paling kuat dengan IC50 58,3 µg/mL, lebih rendah dibandingkan akarbosa. Aktivitas ini diduga berkaitan dengan kandungan quercetin dan kaempferol glikosida.
    Tampilkan

VIII. FAQ Sorrel

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sorrel.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam sorrel (Rumex acetosa)?
Sorrel mengandung senyawa fitokimia seperti asam oksalat, flavonoid (misalnya rutin dan quercetin), antrakuinon, vitamin C, dan karotenoid. Asam oksalat memberikan rasa asam yang khas, sementara flavonoid berkontribusi pada aktivitas antioksidan. Referensi: (Khan et al., 2015, Journal of Ethnopharmacology; Duke, 2002, Handbook of Medicinal Herbs)
Bagaimana cara konsumsi sorrel yang aman dalam penggunaan sehari-hari?
Sorrel dapat dikonsumsi segar dalam salad, sup, atau sebagai lalapan. Daun muda lebih baik karena kandungan asam oksalat lebih rendah. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan iritasi saluran cerna karena asam oksalat. Rekomendasi aman adalah tidak lebih dari 50-100 gram daun segar per hari untuk orang dewasa. Referensi: (McCutcheon & Taylor, 2015, Edible and Medicinal Plants of the World; USDA PLANTS Database)
Apa manfaat kesehatan sorrel yang didukung bukti ilmiah?
Sorrel secara tradisional digunakan sebagai diuretik, antipiretik, dan antiinflamasi. Studi in vitro menunjukkan aktivitas antioksidan dan antimikroba dari ekstraknya. Kandungan vitamin C tinggi berpotensi mendukung imunitas. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas. Referensi: (Bello et al., 2019, Phytotherapy Research; Kumar et al., 2018, Journal of Herbal Medicine)
Apa efek samping potensial dari konsumsi sorrel?
Efek samping utama terkait dengan asam oksalat, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan iritasi mulut, saluran pencernaan, dan memicu pembentukan batu ginjal pada individu rentan. Gejala ringan meliputi mual, muntah, dan diare. Pada kasus ekstrem, keracunan oksalat dapat menyebabkan hipokalsemia dan gagal ginjal. Referensi: (Barceloux, 2008, Medical Toxicology of Natural Substances; Jegede et al., 2017, Toxicology Reports)
Apakah sorrel aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan sorrel selama kehamilan dan menyusui belum diteliti secara memadai. Kandungan asam oksalat yang tinggi berpotensi mengganggu penyerapan kalsium dan mineral, serta dapat memicu kontraksi rahim jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Sebaiknya ibu hamil dan menyusui menghindari konsumsi sorrel dalam dosis tinggi atau sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis. Referensi: (Gardner & McGuffin, 2013, American Herbal Products Association's Botanical Safety Handbook; FDA, 2020, Poisonous Plants Database)
Bolehkah sorrel diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan memberikan sorrel pada bayi dan anak-anak di bawah usia 5 tahun karena kandungan asam oksalat yang tinggi dapat mengiritasi saluran pencernaan dan menyebabkan gangguan elektrolit. Untuk anak yang lebih besar, konsumsi dalam jumlah sangat kecil dan sesekali mungkin masih berisiko. Lebih baik memilih sayuran rendah oksalat. Referensi: (National Institutes of Health, 2021, MedlinePlus Herbal Medicine; Wong, 2017, Pediatric Herbal Medicine)
Apakah sorrel dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Sorrel dapat meningkatkan efek diuretik jika dikombinasikan dengan obat diuretik, sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Juga berpotensi mengganggu penyerapan obat yang bergantung pada kalsium karena pengikatan oksalat. Penggunaan bersamaan dengan antikoagulan perlu diwaspadai karena kandungan vitamin K dalam daun. Referensi: (Fugh-Berman, 2000, British Journal of Clinical Pharmacology; Izzo & Ernst, 2009, Drugs)

Winter Savory

Satureja montana

Selada Air

Nasturtium officinale

Cari: