Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Sorrel (Rumex acetosa L.): Tinjauan Sistematis Penggunaan Tradisional, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Sebanyak 87 artikel relevan dari PubMed dan Scopus (2010–2021) mengenai etnofarmakologi dan bioaktivitas Rumex acetosa.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi pustaka).
    Temuan:
    Rumex acetosa mengandung beragam senyawa bioaktif seperti antrakuinon, flavonoid, dan fenolik yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Tinjauan ini menegaskan potensi spesies ini sebagai bahan obat herbal namun menekankan perlunya studi toksikologi dan uji klinis lebih lanjut.
  2. Potensi Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak Daun Rumex acetosa L. terhadap Bakteri Patogen Makanan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    Ekstrak etanol 70% daun segar dan kering; uji DPPH, ABTS, dan metode difusi sumuran terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Bacillus subtilis.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 50–400 µg/mL; inkubasi antibakteri selama 24 jam pada 37°C.
    Temuan:
    Ekstrak daun sorrel menunjukkan aktivitas antioksidan tinggi dengan nilai IC50 DPPH 32,4 µg/mL dan aktivitas antibakteri terkuat terhadap Staphylococcus aureus. Kadar fenolik total berkorelasi positif dengan kedua aktivitas tersebut.
  3. Aktivitas Inhibisi α-Glukosidase dan α-Amilase Ekstrak Rumex acetosa L. sebagai Kandidat Antidiabetes

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Ekstrak air, etanol 50%, dan etanol 96% dari daun Rumex acetosa; uji enzimatik in vitro dengan akarbosa sebagai kontrol positif.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 25–200 µg/mL; pre-inkubasi dengan enzim selama 15 menit, lalu inkubasi substrat selama 30 menit.
    Temuan:
    Ekstrak etanol 50% menunjukkan inhibisi α-glukosidase paling kuat dengan IC50 58,3 µg/mL, lebih rendah dibandingkan akarbosa. Aktivitas ini diduga berkaitan dengan kandungan quercetin dan kaempferol glikosida.
  4. Efek Antiinflamasi Ekstrak Rumex acetosa L. pada Sel Makrofag RAW264.7 yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel RAW264.7 (murine macrophage) dengan induksi LPS 1 µg/mL; perlakuan ekstrak etanol pada konsentrasi 1, 5, 10, 25, dan 50 µg/mL.
    Dosis/Durasi:
    Sel diperlakukan ekstrak selama 2 jam sebelum LPS; analisis dilakukan 24 jam setelah induksi LPS.
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan produksi nitrit oksida, TNF-α, dan IL-6 secara signifikan. Mekanisme antiinflamasi terjadi melalui penghambatan jalur NF-κB dan fosforilasi MAPK.
  5. Aktivitas Sitotoksik dan Apoptosis Fraksi Antrakuinon dari Akar Rumex acetosa L. pada Sel Kanker Payudara MCF-7

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel MCF-7 dan sel epitel payudara normal MCF-10A; fraksi kloroform dan etil asetat dari akar Rumex acetosa.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 5–100 µg/mL selama 24, 48, dan 72 jam.
    Temuan:
    Fraksi kloroform yang kaya antrakuinon (emodin dan krisofanol) menunjukkan IC50 24,7 µg/mL pada sel MCF-7 dan kurang toksik terhadap sel normal. Efek apoptosis ditandai dengan aktivasi kaspase-3 dan gangguan siklus sel pada fase G1.
  6. Studi Molecular Docking dan Simulasi Dinamika Molekuler Senyawa Bioaktif Rumex acetosa L. terhadap Protease Utama SARS-CoV-2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi In Silico
    Sampel:
    31 senyawa fitokimia Rumex acetosa (emodin, krisofanol, nepodin, viteksin, orientin, dan turunannya) dengan protein target 3CLpro (PDB ID: 6LU7).
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (simulasi komputer).
    Temuan:
    Nepodin dan emodin menunjukkan afinitas ikatan tinggi terhadap protease utama SARS-CoV-2 dengan skor docking sekitar -8,4 dan -8,1 kcal/mol. Profil ADMET kedua senyawa mendukung potensi sebagai kandidat antivirus oral.
  7. Efek Ulkus-Kolitik dan Antioksidan Ekstrak Etanol Rumex acetosa L. pada Tikus Model Kolitis Ulseratif

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    32 tikus Wistar jantan dibagi menjadi 4 kelompok: kontrol, indometasin, ekstrak 200 mg/kg, dan ekstrak 400 mg/kg.
    Dosis/Durasi:
    Pemberian oral sekali sehari selama 7 hari; kolitis diinduksi dengan indometasin pada hari ke-4.
    Temuan:
    Ekstrak Rumex acetosa pada dosis 400 mg/kg mampu mengurangi skor kerusakan mukosa kolon dan menurunkan kadar MDA dibandingkan kelompok kontrol. Aktivitas ini diduga berkaitan dengan kandungan flavonoid dan antrakuinon yang menekan stres oksidatif.

Advertisement


Cari: