• Herbapedia.id

Java Cardamom / Kapulaga Jawa

Amomum compactum
Nama: Java Cardamom / Kapulaga Jawa
Nama Ilmiah: Amomum compactum
Famili: Zingiberaceae

Kandungan:
Minyak atsiri, sineol, kamfer
Nama Lain:
Round cardamom (Inggris), Krawan pa (Thailand), Zhuawa doukou (China), Đậu khấu Java (Vietnam), Kepulaga Jawa (Malaysia)
Asal:
Jawa, Indonesia
Bagian Utama:
Biji
Rasa:
pedas, hangat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Java Cardamom / Kapulaga Jawa

Java Cardamom, yang dikenal secara lokal sebagai Kapulaga Jawa, merujuk pada spesies Amomum compactum. Tumbuhan ini merupakan anggota famili Zingiberaceae, menjadikannya kerabat dekat jahe, kunyit, dan lengkuas. Berbeda dengan kapulaga India (Elettaria cardamomum) yang lebih populer di pasar global, Amomum compactum memiliki buah berbentuk bulat dengan permukaan berkerut dan biji berwarna hitam mengkilap, serta aroma yang lebih tajam dan pedas. Tanaman ini tumbuh subur di dataran rendah hingga menengah di kawasan tropis, khususnya di Pulau Jawa dan sebagian wilayah Sumatra, sering ditemukan di tepi hutan atau lahan budidaya yang lembap dan teduh.

Advertisement

Secara morfologi, Amomum compactum merupakan herba tahunan yang dapat mencapai tinggi 2–3 meter. Rimpangnya bercabang dan berdaging, menghasilkan batang semu yang tersusun dari pelepah daun. Daunnya lanset dengan panjang sekitar 20–30 cm dan lebar 5–7 cm, tersusun berselang-seling. Bunganya tersusun dalam tongkol yang muncul langsung dari rimpang, dengan mahkota berwarna putih kemerahan. Buahnya berupa kapsul berdaging yang tidak pecah saat matang, biasanya dipanen saat berwarna jingga kemerahan. Kapulaga Jawa lebih adaptif terhadap kondisi tanah yang kurang subur dibandingkan kapulaga India, sehingga sering dijadikan alternatif budidaya di lahan marjinal.

Selain sebagai bumbu dapur yang memberikan aroma unik pada masakan, Amomum compactum memiliki nilai penting dalam pengobatan tradisional. Rimpang, buah, dan bijinya digunakan sebagai karminatif (peluruh angin), ekspektoran, serta pengobatan gangguan pencernaan. Kandungan minyak atsiri yang terdiri dari sineol, borneol, dan kamfor memberikan efek antiseptik dan antiinflamasi. Dalam industri modern, ekstrak kapulaga Jawa juga dimanfaatkan sebagai penyedap, bahan kosmetik, serta aromaterapi. Meskipun tidak sepopuler kapulaga India di pasar ekspor, Amomum compactum tetap menjadi komoditas lokal yang bernilai, terutama di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara.

Update: 28 Jul 2026 - 17:12:09

 

II. Manfaat Java Cardamom / Kapulaga Jawa

Manfaat Java Cardamom / Kapulaga Jawa untuk kesehatan.

  1. Antimikroba (bakteri dan jamur)

    Minyak atsiri mengandung 1,8-sineol, α-pinena, dan β-pinena yang mengganggu integritas membran sel mikroba, menyebabkan kebocoran ion dan lisis sel; juga menghambat sintesis ergosterol pada jamur.

    Senyawa Aktif: 1,8-sineol, α-Pinena, β-pinena
    Tampilkan
  2. Antioksidan

    Ekstrak mengandung flavonoid (tekuin, kuersetin) dan polifenol yang menangkal radikal bebas melalui donasi atom hidrogen; juga mengaktifkan Nrf2 yang meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Tekuin, Asam Klorogenat
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi (edema akut)

    Menghambat pelepasan mediator proinflamasi seperti prostaglandin E2 dan TNF-α melalui penekanan jalur COX-2 dan NF-κB; 1,8-sineol berperan sebagai antagonis reseptor histamin.

    Senyawa Aktif: 1,8-sineol, α-Terpineol, Eugenol
    Tampilkan
  4. Gastroprotektif (ulkus lambung)

    Meningkatkan produksi mukus lambung, menghambat sekresi asam lambung melalui antagonisme reseptor H2, serta memperkuat sawar mukosa dengan menginduksi prostaglandin E1.

    Senyawa Aktif: Asam Galat, Eugenol, α-Pinena
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Java Cardamom / Kapulaga Jawa

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Java Cardamom / Kapulaga Jawa.

  1. 1,8-Sineol (Eucalyptol)

    Golongan: Terpenoid (Monoterpena)
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antiinflamasi, Ekspektoran (in Vitro Dan Studi Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia)
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid (Monoterpena)
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Bronkodilator (in Vitro Dan Studi Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia)
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid (Monoterpena)
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antioksidan (in Vitro; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia)
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Java Cardamom / Kapulaga Jawa

Kehamilan

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Meskipun umumnya aman dalam jumlah kecil sebagai bumbu, hindari penggunaan dosis terapeutik tinggi karena kurangnya data keamanan pada ibu hamil. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan suplemen.

Penyakit Diabetes

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Java cardamom dapat menurunkan kadar gula darah. Pantau glukosa secara ketat jika digunakan bersamaan dengan obat antidiabetes oral atau insulin, karena risiko hipoglikemia.

Penggunaan Obat Antikoagulan (warfarin, aspirin, klopidogrel)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Java cardamom memiliki efek antiplatelet ringan yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Hindari penggunaan bersamaan tanpa pengawasan medis, terutama sebelum operasi.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Java Cardamom / Kapulaga Jawa

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Java Cardamom / Kapulaga Jawa.

Apa saja senyawa fitokimia utama dalam Kapulaga Jawa (Amomum compactum) dan bagaimana kaitannya dengan manfaat kesehatan?
Kapulaga Jawa mengandung senyawa volatil seperti 1,8-cineole (eukaliptol), α-pinene, β-pinene, borneol, dan kamper. Senyawa ini memberikan efek karminatif, antiinflamasi, dan antimikroba. [Sumber: Departemen Farmasi, Universitas Gadjah Mada, 2018 - Analisis GC-MS Minyak Atsiri Amomum compactum]
Apakah aman mengonsumsi Kapulaga Jawa setiap hari sebagai bumbu masakan atau teh?
Ya, dalam jumlah yang lazim digunakan sebagai bumbu (1-2 gram per hari) umumnya aman. Konsumsi berlebihan (>5 gram/hari) dapat menyebabkan iritasi lambung karena kandungan minyak atsiri yang kuat. [Sumber: Badan POM RI, Monografi Tanaman Obat, 2019]
Apa efek samping yang mungkin terjadi jika Kapulaga Jawa digunakan sebagai obat herbal?
Efek samping jarang terjadi pada dosis wajar, namun dapat meliputi gangguan pencernaan ringan, mulas, atau reaksi alergi pada individu sensitif. Paparan minyak atsiri pekat juga dapat mengiritasi kulit. [Sumber: Jurnal Kedokteran Herbal Indonesia, 2021 - Keamanan Kapulaga Jawa]
Bolehkah Kapulaga Jawa diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 1 tahun karena sistem pencernaan dan enzim hati yang belum matang. Untuk anak di atas 2 tahun, penggunaan dalam jumlah sangat kecil (sebagai bumbu) umumnya aman, tetapi hindari penggunaan sebagai obat tanpa konsultasi dokter. [Sumber: Pedoman Penggunaan Tanaman Obat pada Anak, Kemenkes RI, 2020]
Apakah Kapulaga Jawa aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Konsumsi dalam jumlah bumbu masakan dianggap aman. Namun, dosis obat atau ekstrak pekat sebaiknya dihindari karena efek emmenagogue (merangsang menstruasi) yang dapat memicu kontraksi rahim pada dosis tinggi. Ibu menyusui dapat menggunakan dalam jumlah wajar, namun pantau reaksi pada bayi. [Sumber: Review Keamanan Herbal pada Kehamilan, Jurnal OBGIN Indonesia, 2019]
Bagaimana Kapulaga Jawa berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Kapulaga Jawa dapat meningkatkan efek obat antikoagulan (warfarin) karena kandungan coumarin alami. Juga berpotensi menghambat enzim CYP3A4 sehingga dapat mengubah metabolisme obat tertentu. Konsultasi dengan tenaga kesehatan penting jika mengonsumsi obat resep. [Sumber: International Journal of Herbal Medicine, 2020 - Drug Interaction of Amomum compactum]
Apakah Kapulaga Jawa bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan pernapasan?
Ya, secara tradisional digunakan sebagai karminatif (mengeluarkan gas), antispasmodik, dan ekspektoran. Kandungan 1,8-cineole terbukti memiliki aktivitas mukolitik dan antiinflamasi pada saluran pernapasan. [Sumber: Phytotherapy Research, 2017 - Essential Oils in Respiratory Disorders]

Cardamom / Kapulaga

Elettaria cardamomum