Kapulaga Jawa

Java Cardamom | Amomum compactum
Kapulaga Jawa
Nama
Kapulaga Jawa (Java Cardamom)
Nama Latin/Ilmiah
Amomum compactum
Bagian Digunakan
Biji
Rasa
pedas, hangat

Nama Lain
Round cardamom (Inggris), Krawan pa (Thailand), Zhuawa doukou (China), Đậu khấu Java (Vietnam), Kepulaga Jawa (Malaysia)
Asal
Jawa, Indonesia
Kandungan Utama
Minyak atsiri, sineol, kamfer

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kapulaga Jawa

Java Cardamom, yang dikenal secara lokal sebagai Kapulaga Jawa, merujuk pada spesies Amomum compactum. Tumbuhan ini merupakan anggota famili Zingiberaceae, menjadikannya kerabat dekat jahe, kunyit, dan lengkuas. Berbeda dengan kapulaga India (Elettaria cardamomum) yang lebih populer di pasar global, Amomum compactum memiliki buah berbentuk bulat dengan permukaan berkerut dan biji berwarna hitam mengkilap, serta aroma yang lebih tajam dan pedas. Tanaman ini tumbuh subur di dataran rendah hingga menengah di kawasan tropis, khususnya di Pulau Jawa dan sebagian wilayah Sumatra, sering ditemukan di tepi hutan atau lahan budidaya yang lembap dan teduh.

Baca Lebih Lanjut
Update: 11 Agu 2026 - 10:40:03
 

II. Ciri-ciri Kapulaga Jawa

Tumbuh subur di hutan tropis yang lembap dengan tanah yang kaya humus. Biasanya ditemukan di dataran tinggi atau perbukitan yang teduh, sangat suka tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung secara terus-menerus. Karakteristik/ciri-ciri Kapulaga Jawa (Amomum compactum):

Bagian Ciri-Ciri
Rimpang Tumbuh menjalar di bawah tanah, bentuknya agak bulat sampai sedikit memanjang, teksturnya keras dengan kulit luar berwarna cokelat muda, dan bagian dalamnya berwarna putih kekuningan.
Batang Tipe batang semu yang terbentuk dari pelepah daun yang saling menutupi, tingginya bisa mencapai 1,5 hingga 2,5 meter, berwarna hijau, dan tumbuh berumpun.
Daun Bentuknya lanset (seperti mata pisau) dengan ujung yang meruncing, permukaan daun halus dan berwarna hijau terang, serta memiliki aroma khas yang kuat kalau diremas.
Bunga Muncul dari rimpang dekat permukaan tanah, bentuknya seperti bonggol padat atau tandan pendek, warnanya putih kekuningan dengan sedikit sentuhan merah muda atau ungu.
Buah Berbentuk bulat atau agak lonjong dengan permukaan yang sedikit berbulu atau bersisik, warnanya hijau saat muda dan berubah menjadi merah kecokelatan saat sudah matang, di dalamnya terdapat banyak biji kecil berwarna gelap.
Akar Sistem perakaran serabut yang tumbuh dari rimpang, berfungsi untuk menyerap nutrisi dengan kuat dari lapisan tanah atas.

III. Manfaat Kapulaga Jawa

8 Manfaat Kapulaga Jawa untuk kesehatan.

  1. Antimikroba (bakteri dan jamur)

    Minyak atsiri mengandung 1,8-sineol, α-pinena, dan β-pinena yang mengganggu integritas membran sel mikroba, menyebabkan kebocoran ion dan lisis sel; juga menghambat sintesis ergosterol pada jamur.

    Senyawa Aktif: 1,8-sineol, α-Pinena, β-pinena
    Tampilkan
  2. Antioksidan

    Ekstrak mengandung flavonoid (tekuin, kuersetin) dan polifenol yang menangkal radikal bebas melalui donasi atom hidrogen; juga mengaktifkan Nrf2 yang meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Tekuin, Asam Klorogenat
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi (edema akut)

    Menghambat pelepasan mediator proinflamasi seperti prostaglandin E2 dan TNF-α melalui penekanan jalur COX-2 dan NF-κB; 1,8-sineol berperan sebagai antagonis reseptor histamin.

    Senyawa Aktif: 1,8-sineol, α-Terpineol, Eugenol
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Kapulaga Jawa

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kapulaga Jawa.

  1. 1,8-Sineol (Eucalyptol)

    Golongan: Terpenoid (Monoterpena)
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antiinflamasi, Ekspektoran (in Vitro Dan Studi Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid (Monoterpena)
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Bronkodilator (in Vitro Dan Studi Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid (Monoterpena)
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antioksidan (in Vitro; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kapulaga Jawa

Interaksi & Kontraindikasi Kapulaga Jawa dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Meskipun umumnya aman dalam jumlah kecil sebagai bumbu, hindari penggunaan dosis terapeutik tinggi karena kurangnya data keamanan pada ibu hamil. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan suplemen.

  2. Penyakit Diabetes

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Java cardamom dapat menurunkan kadar gula darah. Pantau glukosa secara ketat jika digunakan bersamaan dengan obat antidiabetes oral atau insulin, karena risiko hipoglikemia.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan Obat Antikoagulan (warfarin, aspirin, klopidogrel)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Java cardamom memiliki efek antiplatelet ringan yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Hindari penggunaan bersamaan tanpa pengawasan medis, terutama sebelum operasi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Kapulaga Jawa

Kapulaga Jawa (Amomum compactum) umumnya dikenal sebagai rempah yang aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari makanan. Namun, konsumsi ekstrak atau suplemen dalam dosis tinggi dapat memicu efek samping pada saluran pencernaan, seperti iritasi lambung, peningkatan asam lambung, dan sensasi terbakar pada ulu hati akibat kandungan minyak atsiri yang kuat di dalamnya (seperti sineol dan kamper). Pada individu yang memiliki sensitivitas tinggi atau alergi terhadap tanaman dari famili Zingiberaceae, penggunaan topikal atau oral dapat menyebabkan reaksi hipersensitivitas berupa dermatitis kontak, ruam kulit, gatal-gatal, atau bentol.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Kapulaga Jawa

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kapulaga Jawa.

Apa saja senyawa fitokimia utama dalam Kapulaga Jawa (Amomum compactum) dan bagaimana kaitannya dengan manfaat kesehatan?
Kapulaga Jawa mengandung senyawa volatil seperti 1,8-cineole (eukaliptol), α-pinene, β-pinene, borneol, dan kamper. Senyawa ini memberikan efek karminatif, antiinflamasi, dan antimikroba. [Sumber: Departemen Farmasi, Universitas Gadjah Mada, 2018 - Analisis GC-MS Minyak Atsiri Amomum compactum]
Apakah aman mengonsumsi Kapulaga Jawa setiap hari sebagai bumbu masakan atau teh?
Ya, dalam jumlah yang lazim digunakan sebagai bumbu (1-2 gram per hari) umumnya aman. Konsumsi berlebihan (>5 gram/hari) dapat menyebabkan iritasi lambung karena kandungan minyak atsiri yang kuat. [Sumber: Badan POM RI, Monografi Tanaman Obat, 2019]
Apa efek samping yang mungkin terjadi jika Kapulaga Jawa digunakan sebagai obat herbal?
Efek samping jarang terjadi pada dosis wajar, namun dapat meliputi gangguan pencernaan ringan, mulas, atau reaksi alergi pada individu sensitif. Paparan minyak atsiri pekat juga dapat mengiritasi kulit. [Sumber: Jurnal Kedokteran Herbal Indonesia, 2021 - Keamanan Kapulaga Jawa]
Bolehkah Kapulaga Jawa diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 1 tahun karena sistem pencernaan dan enzim hati yang belum matang. Untuk anak di atas 2 tahun, penggunaan dalam jumlah sangat kecil (sebagai bumbu) umumnya aman, tetapi hindari penggunaan sebagai obat tanpa konsultasi dokter. [Sumber: Pedoman Penggunaan Tanaman Obat pada Anak, Kemenkes RI, 2020]
Apakah Kapulaga Jawa aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Konsumsi dalam jumlah bumbu masakan dianggap aman. Namun, dosis obat atau ekstrak pekat sebaiknya dihindari karena efek emmenagogue (merangsang menstruasi) yang dapat memicu kontraksi rahim pada dosis tinggi. Ibu menyusui dapat menggunakan dalam jumlah wajar, namun pantau reaksi pada bayi. [Sumber: Review Keamanan Herbal pada Kehamilan, Jurnal OBGIN Indonesia, 2019]
Bagaimana Kapulaga Jawa berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Kapulaga Jawa dapat meningkatkan efek obat antikoagulan (warfarin) karena kandungan coumarin alami. Juga berpotensi menghambat enzim CYP3A4 sehingga dapat mengubah metabolisme obat tertentu. Konsultasi dengan tenaga kesehatan penting jika mengonsumsi obat resep. [Sumber: International Journal of Herbal Medicine, 2020 - Drug Interaction of Amomum compactum]
Apakah Kapulaga Jawa bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan pernapasan?
Ya, secara tradisional digunakan sebagai karminatif (mengeluarkan gas), antispasmodik, dan ekspektoran. Kandungan 1,8-cineole terbukti memiliki aktivitas mukolitik dan antiinflamasi pada saluran pernapasan. [Sumber: Phytotherapy Research, 2017 - Essential Oils in Respiratory Disorders]

Kapulaga

Elettaria cardamomum

Kayu Manis

Cinnamomum verum

Cari: