Jamu asam-kunyit dengan tambahan kapulaga Jawa yang segar, sedikit pedas, dan tidak bikin enek. Rujukannya adalah jamu Nusantara serta studi aktivitas antioksidan dan antiinflamasi kunyit serta kapulaga.
| 250 ml Air |
| 25 g Kunyit segar, kupas dan iris tipis |
| 5-6 butir Kapulaga Jawa (Amomum compactum), geprek |
| 1 sdm Asam Jawa tanpa biji, rendam dalam 50 ml air hangat |
| 1 sdm Gula aren serut |
| 1 lembar Daun pandan |
| 1/4 sdt Garam |
Kurkumin pada kunyit dan minyak atsiri kapulaga Jawa berperan sebagai antiradang dan antioksidan. Kombinasi ini secara tradisional membantu tubuh terasa lebih segar setelah aktivitas berat.
Advertisement
Dosis bahan aktifnya setara satu gelas jamu tradisional, bukan ekstrak pekat. Minum 1 gelas (200 ml) sehari, tidak lebih dari 5 hari berturut-turut, lalu beri jeda 2 hari.
Kunyit dapat memperkuat efek warfarin, aspirin, dan obat diabetes, sehingga risiko perdarahan atau hipoglikemia meningkat. Beri jeda minimal 2 jam dengan obat lain dan konsultasikan bila Anda rutin minum obat-obatan tersebut.
Tidak dianjurkan untuk ibu hamil trimester pertama, penderita batu empedu bergejala, atau tukak lambung aktif. Orang dengan kelainan perdarahan sebaiknya berkonsultasi dulu karena kunyit bisa menghambat agregasi trombosit.
Resep Herbal: #0381