Kapulaga

Cardamom | Elettaria cardamomum
Kapulaga
Nama
Kapulaga (Cardamom)
Nama Latin/Ilmiah
Elettaria cardamomum
Bagian Digunakan
Biji, Buah
Rasa
Manis, pedas, & aromatik

Nama Lain
Elaichi (India), Kapulaga (Indonesia), Hel (Iran), Kakule (Turkey), Cardamomo (Spain)
Asal
India, Sri Lanka
Kandungan Utama
Alfa-terpinil asetat, 1,8-sineol, linalool

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kapulaga

Kapulaga atau yang dikenal dengan nama ilmiah Elettaria cardamomum merupakan tanaman rempah asli dari hutan tropis Asia Selatan, khususnya India, Sri Lanka, dan Nepal. Tumbuhan herba tahunan ini termasuk dalam famili Zingiberaceae, berkerabat dekat dengan jahe dan kunyit. Batang semu yang menjulang setinggi 2–3 meter berasal dari rimpang bawah tanah, dengan daun lanset panjang yang tersusun berselang-seling. Bunga-bunga kecil berwarna putih atau kehijauan tumbuh dalam tandan di pangkal batang, kemudian berkembang menjadi buah polong berbentuk kapsul trikarpelar. Di dalam polong tersebut terdapat biji hitam kecil yang beraroma tajam, manis, dan sedikit pedas — inilah jantung dari nilai komersial kapulaga.

Baca Lebih Lanjut
Update: 11 Agu 2026 - 10:20:03
 

II. Ciri-ciri Kapulaga

Tumbuh subur di daerah tropis yang lembap dengan curah hujan tinggi, biasanya di bawah naungan hutan dataran tinggi atau pegunungan dengan tanah yang kaya humus dan drainase yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Kapulaga (Elettaria cardamomum):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tanaman herbal tahunan yang membentuk rumpun, bisa tumbuh tinggi hingga 2-4 meter.
Batang Batang semu yang tegak, tersusun dari pelepah daun yang saling membalut, berwarna hijau.
Daun Daun tunggal berbentuk lanset memanjang dengan ujung meruncing, permukaan atas berwarna hijau tua mengilap, sedangkan bagian bawah sedikit berbulu.
Bunga Bunga majemuk muncul dari rimpang dekat permukaan tanah, berbentuk malai dengan kelopak putih atau pucat dengan bibir bunga bergaris ungu.
Buah Buah berbentuk kapsul bulat memanjang atau agak segitiga, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi kuning atau cokelat saat kering.
Biji Di dalam buah terdapat banyak biji kecil berwarna hitam atau cokelat kemerahan yang memiliki aroma sangat kuat dan khas.
Akar Memiliki sistem perakaran rimpang (rizoma) yang merayap di bawah permukaan tanah.

III. Manfaat Kapulaga

8 Manfaat Kapulaga untuk kesehatan.

  1. Antioksidan

    Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, GPx, CAT) dan menangkal radikal bebas melalui gugus fenolik dan monoterpen.

    Senyawa Aktif: 1,8-sineol, α-terpinil asetat, Linalool
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada Prediabetes dan Sindrom Metabolik

    Menghambat jalur NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2, sehingga mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6).

    Senyawa Aktif: 1,8-sineol, limonena, α-Pinena
    Tampilkan
  3. Antidiabetes (Kontrol Glikemik)

    Menghambat α-glukosidase dan α-amilase, meningkatkan sekresi insulin, serta meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi PPAR-γ.

    Senyawa Aktif: 1,8-sineol, Asam Kafeat, Kuersetin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Kapulaga

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kapulaga.

  1. 1,8-Sineol (Eucalyptol)

    Golongan: Terpenoid Monoterpena
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antimikroba, Ekspektoran, Dan Analgesik Topical.
    Tampilkan
  2. α-Terpinil Asetat

    Golongan: Terpenoid Ester
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antimikroba (terhadap Bakteri Gram-positif), Dan Antispasmodik.
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid Monoterpena
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Anxiolytic, Sedatif Ringan, Antiinflamasi, Dan Antimikroba.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kapulaga

Interaksi & Kontraindikasi Kapulaga dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan obat antikoagulan (warfarin, aspirin, clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Pantau INR dan tanda perdarahan secara berkala. Hindari konsumsi kapulaga dalam dosis tinggi (ekstrak atau suplemen) tanpa pengawasan medis.

  2. Penggunaan bersamaan dengan obat antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Konsumsi kapulaga berlebih dapat meningkatkan efek penurunan tekanan darah. Pantau tekanan darah secara teratur dan sesuaikan dosis obat jika perlu.

  3. Penggunaan bersamaan dengan obat antidiabetes (insulin, metformin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kapulaga dapat menurunkan kadar gula darah. Risiko hipoglikemia meningkat, terutama pada pasien yang menggunakan obat penurun gula darah. Pantau gula darah secara ketat.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Kapulaga

Kapulaga (Elettaria cardamomum) umumnya aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang biasa ditemukan dalam makanan. Namun, konsumsi dalam dosis tinggi atau sebagai suplemen herbal dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal, seperti iritasi lambung, mual, dan ketidaknyamanan perut pada individu yang sensitif. Selain itu, senyawa aktif tertentu dalam minyak atsiri kapulaga dapat memicu reaksi alergi pada kulit (dermatitis kontak) atau saluran pernapasan bagi individu yang memiliki hipersensitivitas terhadap rempah-rempah dari famili Zingiberaceae.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Kapulaga

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kapulaga.

  1. Efek Suplementasi Kapulaga terhadap Kontrol Glikemik, Profil Lipid, dan Indeks Antropometrik pada Dewasa: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Suplementasi kapulaga secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, kolesterol LDL, dan trigliserida, serta meningkatkan HDL kolesterol. Temuan ini mendukung potensi kapulaga sebagai terapi adjuvan pada gangguan metabolik.
    Tampilkan
  2. Efek Suplementasi Kapulaga terhadap Enzim Hati dan Profil Metabolik pada Pasien Penyakit Perlemakan Hati Non-Alkoholik: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Suplementasi kapulaga menurunkan kadar ALT dan AST dibandingkan plasebo. Penanda resistensi insulin dan skor steatosis juga membaik tanpa efek samping signifikan.
    Tampilkan
  3. Efek Suplementasi Kapulaga terhadap Status Metabolik dan Inflamasi pada Pasien Sindrom Ovarium Polikistik: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Suplementasi kapulaga memperbaiki sensitivitas insulin, menurunkan hs-CRP dan malondialdehid, serta meningkatkan kadar antioksidan total. Tidak ada perubahan signifikan pada berat badan dibandingkan plasebo.
    Tampilkan

VIII. FAQ Kapulaga

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kapulaga.

Apa kandungan fitokimia utama dalam kapulaga (Elettaria cardamomum)?
Kapulaga mengandung senyawa fitokimia utama seperti minyak atsiri (terutama 1,8-cineole, α-terpinil asetat, dan limonene), flavonoid (misalnya quercetin dan kaempferol), serta senyawa fenolik seperti asam fenolat. Menurut penelitian dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry (2015), komponen bioaktif ini berkontribusi pada aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba kapulaga.
Bagaimana kapulaga membantu meningkatkan pencernaan?
Kapulaga merangsang sekresi enzim pencernaan dan asam lambung, serta mempercepat pengosongan lambung. Kandungan 1,8-cineole dan α-terpinil asetat memiliki efek karminatif dan antispasmodik yang mengurangi gas, kembung, dan kram perut. Sebuah studi dalam Indian Journal of Experimental Biology (2015) menunjukkan bahwa ekstrak kapulaga melindungi mukosa lambung dari kerusakan akibat NSAID.
Apakah kapulaga aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Dalam jumlah kecil sebagai bumbu masakan, kapulaga umumnya aman. Namun, dosis tinggi dalam bentuk suplemen atau ekstrak pekat belum diteliti secara memadai pada kehamilan. Berdasarkan ulasan dalam BMC Complementary and Alternative Medicine (2018), penggunaan herbal dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan risiko kontraksi uterus. Ibu menyusui sebaiknya membatasi konsumsi pada dosis kuliner dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Bagaimana dosis harian kapulaga yang dianjurkan untuk kesehatan umum?
Dosis harian kapulaga bervariasi tergantung bentuknya. Untuk bubuk kapulaga, dosis umum 1–3 gram per hari (sekitar ½–1 sendok teh). Sedangkan untuk minyak atsiri, dosis 1–2 tetes dalam makanan atau minuman. Panduan dari European Medicines Agency (2017) menyarankan penggunaan sebagai bumbu tidak lebih dari 6 gram per hari untuk menghindari iritasi lambung.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi kapulaga berlebihan?
Konsumsi kapulaga dalam dosis sangat tinggi dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mulas, mual, dan diare karena sifat karminatif yang kuat. Reaksi alergi meskipun jarang, juga dapat terjadi pada individu sensitif. Laporan dalam Journal of Traditional and Complementary Medicine (2019) menyebutkan bahwa penggunaan minyak atsiri kapulaga secara topikal dapat menyebabkan iritasi kulit pada konsentrasi tinggi.
Apakah kapulaga dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Kapulaga memiliki efek penghambatan ringan pada enzim sitokrom P450 (CYP3A4) berdasarkan studi in vitro dalam Drug Metabolism and Disposition (2010). Hal ini berpotensi meningkatkan kadar obat yang dimetabolisme oleh enzim tersebut, seperti statin, antijamur azol, dan beberapa antidepresan. Selain itu, efek antiplatelet kapulaga dapat memperkuat kerja antikoagulan (warfarin). Konsultasi dokter disarankan jika mengonsumsi obat-obatan tersebut.
Bagaimana kapulaga digunakan dalam pengobatan tradisional untuk masalah pernapasan?
Dalam pengobatan tradisional India (Ayurveda) dan Tiongkok, kapulaga digunakan untuk meredakan batuk, bronkitis, dan sesak napas. Minyak atsiri kapulaga, terutama 1,8-cineole, bekerja sebagai ekspektoran dan dekongestan dengan mengencerkan lendir dan melebarkan saluran napas. Sebuah uji klinis dalam Planta Medica (2014) menunjukkan bahwa inhalasi uap kapulaga meningkatkan fungsi paru pada pasien asma ringan.
Apakah kapulaga aman untuk bayi dan anak-anak?
Kapulaga dalam jumlah kecil sebagai bumbu makanan (misalnya dalam bubur atau kue) dianggap aman untuk anak di atas usia 1 tahun. Namun, pemberian langsung minyak atsiri atau suplemen pekat tidak dianjurkan karena risiko iritasi dan toksisitas. Pedoman dari American Academy of Pediatrics (2020) menekankan bahwa herbal kuat seperti kapulaga tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 6 bulan. Untuk anak-anak, konsultasi dokter anak tetap diperlukan.

Lada Hitam

Piper nigrum

Kapulaga Jawa

Amomum compactum

Cari: