Advertisement
Temulawak, yang dikenal juga sebagai Javanese Turmeric, adalah tumbuhan herbal rimpang yang berasal dari Pulau Jawa, Indonesia, dan secara ilmiah diklasifikasikan sebagai Curcuma xanthorrhiza. Tanaman ini termasuk dalam famili Zingiberaceae, sama seperti jahe dan kunyit, sehingga memiliki morfologi rimpang yang mirip namun dengan ciri khas daging rimpang berwarna kuning pucat hingga jingga kecoklatan serta aroma yang khas. Tumbuh subur di daerah tropis dengan ketinggian sedang, temulawak biasanya dibudidayakan di pekarangan atau lahan kering karena tidak memerlukan perawatan intensif. Keunikan lainnya, temulawak memiliki bunga yang muncul sebelum daun, dengan mahkota berwarna putih kekuningan dan bercak ungu pada bibir bunganya.
Temulawak biasanya tumbuh subur di daerah tropis, terutama di hutan jati atau lahan terbuka dengan ketinggian 5-1500 mdpl. Tanaman ini suka tanah yang gembur dan cukup sinar matahari, tapi bisa juga tumbuh di tempat agak teduh. Karakteristik/ciri-ciri Temulawak (Curcuma xanthorrhiza):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Rimpang | Bentuknya besar dan bercabang, warnanya kuning oranye atau cokelat kemerahan. Baunya tajam dan aromatik. |
| Batang | Tipe batang semu yang terbentuk dari pelepah daun yang saling menumpuk, tingginya bisa mencapai 1-2 meter. |
| Daun | Helaian daunnya lebar dan panjang, berwarna hijau dengan garis cokelat keunguan di bagian tengah (sepanjang tulang daun). |
| Bunga | Muncul dari rimpang, bentuknya silinder atau elips dengan kelopak bunga berwarna kuning muda atau putih, sedangkan mahkotanya berwarna kuning. |
| Akar | Akar serabut yang tumbuh dari bagian bawah rimpang, berfungsi untuk menyerap nutrisi dari tanah. |
8 Manfaat Temulawak untuk kesehatan.
Kurkuminoid (terutama kurkumin) dan xantorizol menghambat aktivasi jalur NF-κB, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6, serta menekan aktivitas enzim COX-2 dan LOX. Xantorizol juga memodulasi sinyal MAPK dan mengurangi ekspresi MMP-13 yang merusak kartilago.
Xantorizol dan kurkumin menginduksi enzim antioksidan fase II (Nrf2/ARE pathway), meningkatkan glutathione, dan menurunkan stres oksidatif. Mereka juga menghambat aktivasi sel stellate hati dan mengurangi fibrosis dengan menekan TGF-β1 dan Smad3.
Xantorizol meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas melalui aktivasi AMPK dan jalur GLP-1. Kurkumin sensitizer reseptor insulin pada jaringan perifer, menurunkan resistensi insulin dengan menghambat inflamasi (NF-κB) dan stres oksidatif.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Temulawak.
Interaksi & Kontraindikasi Temulawak dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai makanan atau suplemen herbal tradisional. Namun, penggunaan jangka panjang atau konsumsi dalam dosis tinggi dapat memicu beberapa efek samping pada sistem pencernaan. Keluhan gastrointestinal yang sering dilaporkan meliputi mual, rasa tidak nyaman pada lambung, dan peningkatan asam lambung. Hal ini disebabkan oleh kandungan kurkuminoid dan minyak atsiri yang dapat merangsang sekresi asam lambung, sehingga bagi individu dengan riwayat tukak lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), konsumsi temulawak perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Temulawak.