Temulawak

Javanese Turmeric | Curcuma xanthorrhiza
Temulawak
Nama
Temulawak (Javanese Turmeric)
Nama Latin/Ilmiah
Curcuma xanthorrhiza
Bagian Digunakan
Rimpang
Rasa
Pahit, pedas

Nama Lain
Javanese turmeric (Inggris), kunyit jawa (Malaysia), temulawak (Indonesia), khamin khao (Thailand), Java turmeric (Amerika Serikat)
Asal
Indonesia, Jawa
Kandungan Utama
Kurkumin, demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin, dan xanthorrhizol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Temulawak

Temulawak, yang dikenal juga sebagai Javanese Turmeric, adalah tumbuhan herbal rimpang yang berasal dari Pulau Jawa, Indonesia, dan secara ilmiah diklasifikasikan sebagai Curcuma xanthorrhiza. Tanaman ini termasuk dalam famili Zingiberaceae, sama seperti jahe dan kunyit, sehingga memiliki morfologi rimpang yang mirip namun dengan ciri khas daging rimpang berwarna kuning pucat hingga jingga kecoklatan serta aroma yang khas. Tumbuh subur di daerah tropis dengan ketinggian sedang, temulawak biasanya dibudidayakan di pekarangan atau lahan kering karena tidak memerlukan perawatan intensif. Keunikan lainnya, temulawak memiliki bunga yang muncul sebelum daun, dengan mahkota berwarna putih kekuningan dan bercak ungu pada bibir bunganya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 11 Agu 2026 - 18:41:21
 

II. Ciri-ciri Temulawak

Temulawak biasanya tumbuh subur di daerah tropis, terutama di hutan jati atau lahan terbuka dengan ketinggian 5-1500 mdpl. Tanaman ini suka tanah yang gembur dan cukup sinar matahari, tapi bisa juga tumbuh di tempat agak teduh. Karakteristik/ciri-ciri Temulawak (Curcuma xanthorrhiza):

Bagian Ciri-Ciri
Rimpang Bentuknya besar dan bercabang, warnanya kuning oranye atau cokelat kemerahan. Baunya tajam dan aromatik.
Batang Tipe batang semu yang terbentuk dari pelepah daun yang saling menumpuk, tingginya bisa mencapai 1-2 meter.
Daun Helaian daunnya lebar dan panjang, berwarna hijau dengan garis cokelat keunguan di bagian tengah (sepanjang tulang daun).
Bunga Muncul dari rimpang, bentuknya silinder atau elips dengan kelopak bunga berwarna kuning muda atau putih, sedangkan mahkotanya berwarna kuning.
Akar Akar serabut yang tumbuh dari bagian bawah rimpang, berfungsi untuk menyerap nutrisi dari tanah.

III. Manfaat Temulawak

8 Manfaat Temulawak untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis (OA) Lutut

    Kurkuminoid (terutama kurkumin) dan xantorizol menghambat aktivasi jalur NF-κB, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6, serta menekan aktivitas enzim COX-2 dan LOX. Xantorizol juga memodulasi sinyal MAPK dan mengurangi ekspresi MMP-13 yang merusak kartilago.

    Senyawa Aktif: Kurkumin, Xantorizol, Demetoksikurkumin
    Tampilkan
  2. Hepatoprotektif (Perlindungan Hati)

    Xantorizol dan kurkumin menginduksi enzim antioksidan fase II (Nrf2/ARE pathway), meningkatkan glutathione, dan menurunkan stres oksidatif. Mereka juga menghambat aktivasi sel stellate hati dan mengurangi fibrosis dengan menekan TGF-β1 dan Smad3.

    Senyawa Aktif: Xantorizol, Kurkumin, Bisdemetoksikurkumin
    Tampilkan
  3. Antidiabetes Tipe 2

    Xantorizol meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas melalui aktivasi AMPK dan jalur GLP-1. Kurkumin sensitizer reseptor insulin pada jaringan perifer, menurunkan resistensi insulin dengan menghambat inflamasi (NF-κB) dan stres oksidatif.

    Senyawa Aktif: Xantorizol, Kurkumin, Ar-turmeron
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Temulawak

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Temulawak.

  1. Golongan: Curcuminoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Hepatoprotektif, Antikanker (melalui Inhibisi NF-κB Dan COX-2).
    Tampilkan
  2. Golongan: Curcuminoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Antiproliferatif Pada Sel Kanker (studi In Vitro).
    Tampilkan
  3. Golongan: Curcuminoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiamyloid (potensi Neuroprotektif Pada Penyakit Alzheimer).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Temulawak

Interaksi & Kontraindikasi Temulawak dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Warfarin dan antikoagulan oral lainnya

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari konsumsi bersamaan tanpa pengawasan medis. Pantau INR secara teratur karena temulawak dapat meningkatkan efek antikoagulan dan risiko perdarahan.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (insulin, sulfonilurea, metformin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Gunakan dengan hati-hati. Pantau kadar gula darah secara ketat karena temulawak dapat menurunkan glukosa darah dan berpotensi menyebabkan hipoglikemia.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat imunosupresan (misalnya siklosporin, takrolimus)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan. Temulawak dapat menghambat enzim CYP450 dan meningkatkan kadar obat dalam darah, meningkatkan risiko toksisitas.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Temulawak

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai makanan atau suplemen herbal tradisional. Namun, penggunaan jangka panjang atau konsumsi dalam dosis tinggi dapat memicu beberapa efek samping pada sistem pencernaan. Keluhan gastrointestinal yang sering dilaporkan meliputi mual, rasa tidak nyaman pada lambung, dan peningkatan asam lambung. Hal ini disebabkan oleh kandungan kurkuminoid dan minyak atsiri yang dapat merangsang sekresi asam lambung, sehingga bagi individu dengan riwayat tukak lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), konsumsi temulawak perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Temulawak

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Temulawak.

Apa manfaat utama temulawak bagi kesehatan pencernaan?
Kurkuminoid dan minyak atsiri dalam temulawak merangsang produksi empedu dan enzim pencernaan, membantu mengatasi dispepsia. Studi klinis menunjukkan ekstrak temulawak efektif meningkatkan fungsi lambung (Rafatullah et al., 1990).
Apakah temulawak aman dikonsumsi setiap hari? Berapa dosis yang dianjurkan?
Konsumsi harian temulawak dalam bentuk jamu umumnya aman dengan dosis 1-2 gram rimpang segar atau 200-600 mg ekstrak. Monografi WHO menyebutkan penggunaan hingga 6 gram rimpang kering per hari masih dalam batas aman (WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Vol. 1).
Apakah temulawak dapat digunakan untuk ibu hamil dan menyusui?
Penggunaan temulawak dalam dosis kuliner umumnya aman, namun dosis tinggi sebagai suplemen tidak dianjurkan karena efek stimulasi uterus. Penelitian pada hewan menunjukkan kurkumin dalam dosis tinggi dapat mempengaruhi kontraksi rahim (Pithayanukul et al., 2007). Ibu menyusui sebaiknya konsultasi dokter karena kurangnya data keamanan.
Bisakah temulawak diberikan pada bayi dan anak-anak?
Untuk bayi di bawah 2 tahun tidak dianjurkan. Anak-anak di atas 2 tahun dapat diberikan dalam dosis rendah sebagai jamu, misalnya 1/4 dosis dewasa. Studi fitoterapi anak menunjukkan temulawak aman untuk anak dengan gangguan pencernaan ringan (Gardiner et al., 2008).
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi temulawak?
Efek samping jarang, namun dosis tinggi dapat menyebabkan mual, diare, atau gangguan lambung. Laporan kasus mengidentifikasi reaksi alergi kulit pada individu sensitif (Koch, 2005). Penggunaan jangka panjang dosis tinggi perlu diawasi.
Apakah temulawak berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Temulawak dapat meningkatkan efek obat antikoagulan (warfarin) dan antidiabetes karena efek antiplatelet dan penurun gula darah. Studi farmakokinetik menunjukkan kurkumin mempengaruhi metabolisme obat melalui enzim CYP450 (Bamba et al., 2018).
Bagaimana cara mengonsumsi temulawak untuk manfaat kesehatan maksimal?
Cara terbaik adalah dengan merebus rimpang segar dan meminum air rebusannya, atau sebagai suplemen standar dengan piperin untuk meningkatkan bioavailabilitas. Penambahan lada hitam meningkatkan penyerapan kurkumin hingga 2000% (Shoba et al., 1998).
Apakah temulawak memiliki efek hepatoprotektif (melindungi hati)?
Ya, kurkumin pada temulawak menunjukkan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang melindungi sel hati. Uji klinis pada pasien hepatitis menunjukkan perbaikan enzim hati setelah pemberian ekstrak temulawak (Kimura et al., 1990).

Kapulaga Ireng

Amomum subulatum

Kunyit Putih

Curcuma zedoaria

Cari: