Mojokeling

Myrobalan | Terminalia chebula
Mojokeling
Nama
Mojokeling (Myrobalan)
Nama Latin/Ilmiah
Terminalia chebula
Bagian Digunakan
Buah
Rasa
Manis, asam, pedas, pahit, sepat

Nama Lain
Haritaki di India, He zi di China, Aralu di Sri Lanka, Samor Thai di Thailand, Arura di Tibet
Asal
India, Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, China (Yunnan)
Kandungan Utama
Kandungan utama Haritaki (Terminalia chebula) adalah tanin, asam chebulat, asam chebulinat, asam ellagat, dan asam galat.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Mojokeling

Terminalia chebula, atau Mojokeling yang dikenal luas sebagai Haritaki dalam pengobatan Ayurveda, merupakan tanaman asli Asia Selatan dan Tenggara, termasuk India, Nepal, dan Thailand. Buahnya yang berbentuk seperti kacang sering disebut "Raja dari segala obat" karena kemampuannya menyeimbangkan ketiga dosha (Vata, Pitta, dan Kapha) dalam sistem Ayurveda. Tanaman ini termasuk dalam famili Combretaceae dan telah digunakan selama ribuan tahun tidak hanya sebagai obat tradisional tetapi juga sebagai bahan dalam formulasi Triphala yang terkenal. Secara ekologis, Terminalia chebula tumbuh liar di hutan-hutan tropis pada ketinggian rendah hingga sedang, dengan pohon yang dapat mencapai ketinggian 20-30 meter dan menghasilkan buah yang matang berwarna kuning kehijauan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 22 Agu 2026 - 02:41:42
 

II. Ciri-ciri Mojokeling

Tanaman ini suka tumbuh di daerah hutan gugur tropis atau subtropis. Biasanya ditemukan di lereng perbukitan yang punya drainase baik dan mendapat cukup sinar matahari. Pohon ini cukup tangguh dan bisa beradaptasi di berbagai jenis tanah, asal tidak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Mojokeling (Terminalia chebula):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohonnya bisa tumbuh cukup tinggi, sekitar 15-25 meter. Kulit batangnya berwarna cokelat keabu-abuan, kadang terlihat agak pecah-pecah atau bersisik seiring bertambahnya usia.
Daun Daunnya berbentuk lonjong atau oval dengan ujung yang agak runcing. Susunannya berselang-seling, warnanya hijau segar, dan teksturnya agak kaku.
Bunga Bunganya kecil-kecil berwarna putih kekuningan, muncul dalam kelompok (seperti bulir) di ujung ranting. Wanginya cukup khas, meski tidak terlalu mencolok.
Buah Ini bagian paling ikonik. Buahnya berbentuk lonjong agak bulat (seperti buah zaitun atau kacang), berwarna hijau saat muda dan berubah jadi cokelat tua atau kehitaman saat sudah kering. Permukaan buahnya punya alur memanjang yang khas.
Akar Memiliki sistem perakaran tunggang yang cukup dalam dan kuat, bikin pohon ini kokoh berdiri meski di lahan yang agak miring.

III. Manfaat Mojokeling

8 Manfaat Mojokeling untuk kesehatan.

  1. Antioksidan

    Ekstrak Terminalia chebula meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutathione peroksidase. Senyawa polifenol seperti chebulagic acid dan chebulinic acid mengkhelat ion logam transisi dan menangkap radikal bebas (ROS, RNS) melalui donor elektron dari gugus hidroksil fenolik.

    Senyawa Aktif: Asam chebulat, Asam chebulinat, Asam Galat
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Penghambatan aktivasi NF-κB dan penurunan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β) melalui modulasi jalur MAPK dan PI3K/Akt. Asam chebulinat menghambat enzim 5-lipoksigenase dan siklooksigenase.

    Senyawa Aktif: Asam chebulinat, Asam chebulat, Punicalagin
    Tampilkan
  3. Antimikroba (Multidrug-Resistant Bacteria)

    Merusak integritas membran sel bakteri melalui interaksi dengan fosfolipid dan lipopolisakarida, menghambat pembentukan biofilm, dan menginduksi kebocoran ion K+ dan ATP. Senyawa chebulinic acid dan asam galat juga menghambat enzim DNA girase bakteri.

    Senyawa Aktif: Asam chebulinat, Asam Galat, Asam Ellagat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Mojokeling

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Mojokeling.

  1. Chebulagic Acid

    Golongan: Tanin
    Bagian Tanaman: Buah (pericarp)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antimikroba, Hepatoprotektif.
    Tampilkan
  2. Chebulinic Acid

    Golongan: Tanin
    Bagian Tanaman: Buah (pericarp)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antidiabetes, Antikanker, Antimikroba.
    Tampilkan
  3. Golongan: Asam Fenolik
    Bagian Tanaman: Buah (pericarp)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiproliferatif, Antimutagenik, Antiinflamasi.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Mojokeling

Interaksi & Kontraindikasi Mojokeling dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan keguguran. Tidak ada data keamanan yang memadai pada ibu hamil.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (misal insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Haritaki dapat menurunkan kadar gula darah. Kombinasi dengan obat antidiabetes meningkatkan risiko hipoglikemia. Pantau gula darah secara ketat dan konsultasi dengan dokter.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan/antiplatelet (misal warfarin, aspirin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Haritaki memiliki efek antiplatelet dan dapat memperpanjang waktu perdarahan. Kombinasi meningkatkan risiko perdarahan. Hindari atau pantau INR/tes pembekuan darah.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Mojokeling

Mojokeling (Terminalia chebula) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah sedang sebagai bagian dari pengobatan tradisional. Namun, penggunaan dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat menimbulkan berbagai efek samping pada saluran pencernaan. Beberapa keluhan yang sering dilaporkan meliputi rasa tidak nyaman pada perut, kembung, mual, dan diare ringan karena sifat laksatif alami yang terkandung di dalamnya. Pada individu dengan sistem pencernaan yang sensitif, konsumsi ekstrak buah ini berisiko memperparah kondisi seperti sindrom usus besar (IBS) atau ulkus lambung akibat stimulasi sekresi asam lambung.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Mojokeling

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Mojokeling.

  1. Efek Suplementasi Terminalia chebula terhadap Kadar Glukosa Darah dan Profil Lipid pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Meta-Analisis Uji Acak Terkendali

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Suplementasi Terminalia chebula secara bermakna menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c, serta memperbaiki profil lipid kolesterol total dan LDL. Tidak ditemukan efek serius yang merugikan pada dosis yang digunakan.
    Tampilkan
  2. Efek Ekstrak Buah Terminalia chebula terhadap Skor Plak dan Gingivitis: Uji Klinis Acak Buta Ganda

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Berkumur dengan ekstrak Terminalia chebula 2% selama 21 hari menurunkan indeks plak dan indeks perdarahan gingiva secara bermakna dibandingkan plasebo. Efeknya mendekati klorheksidin 0,2% tanpa menyebabkan pewarnaan gigi.
    Tampilkan
  3. Ekstrak Terminalia chebula Mencegah Obesitas dan Resistensi Insulin pada Tikus yang Diberi Diet Tinggi Lemak

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Terminalia chebula menurunkan berat badan, berat lemak epididimis, dan kadar leptin serum secara dosis-dependent. Ekstrak juga menghambat akumulasi lipid hepatik dan memperbaiki toleransi glukosa.
    Tampilkan

VIII. FAQ Mojokeling

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Mojokeling.

Apa itu Haritaki (Terminalia chebula) dan senyawa aktif apa yang terkandung di dalamnya?
Haritaki adalah buah kering dari pohon Terminalia chebula, yang dikenal dalam pengobatan Ayurveda sebagai 'Rasayana' untuk memperpanjang umur dan meningkatkan kesehatan. Senyawa aktif utamanya meliputi polifenol seperti chebulagic acid, chebulinic acid, ellagic acid, dan asam galat, serta tanin terhidrolisis. Sumber: Journal of Ethnopharmacology, 2014, 155(1), 1-15.
Bagaimana cara konsumsi Haritaki yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Dosis umum untuk dewasa adalah 1-3 gram bubuk buah kering per hari, dicampur dengan air hangat atau madu. Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong di pagi hari atau sebelum tidur. Penggunaan jangka panjang sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan, karena efek laksatifnya dapat menyebabkan dehidrasi jika berlebihan. Sumber: Phytotherapy Research, 2017, 31(3), 393-403.
Apa manfaat Haritaki untuk kesehatan pencernaan?
Haritaki memiliki efek laksatif ringan, anti-inflamasi, dan prebiotik. Senyawa chebulagic acid dan tanin membantu merangsang gerakan usus dan meningkatkan pertumbuhan bakteri baik (Lactobacillus dan Bifidobacterium). Studi klinis menunjukkan efektivitasnya dalam mengatasi konstipasi fungsional. Sumber: Journal of Ayurveda and Integrative Medicine, 2018, 9(2), 83-89.
Apakah Haritaki aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan Haritaki pada ibu hamil dan menyusui belum diteliti secara memadai. Karena efek stimulasi usus yang kuat dan potensi kontraksi rahim (berdasarkan kandungan tanin yang dapat mempengaruhi otot polos), penggunaannya tidak dianjurkan selama kehamilan dan menyusui kecuali di bawah pengawasan ketat ahli herbal berpengalaman. Sumber: Drugs and Lactation Database (LactMed), 2021.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Haritaki?
Efek samping yang umum termasuk kram perut, diare, dan dehidrasi akibat efek laksatif. Konsumsi dosis tinggi dapat menyebabkan mual, muntah, dan gangguan elektrolit. Reaksi alergi jarang terjadi. Pada individu dengan kondisi irritable bowel syndrome (IBS), penggunaan haritaki dapat memperburuk gejala. Sumber: BMC Complementary and Alternative Medicine, 2019, 19, 123.
Bisakah Haritaki digunakan untuk anak-anak?
Penggunaan Haritaki pada anak-anak di bawah 12 tahun tidak direkomendasikan tanpa pengawasan medis karena data keamanan yang terbatas. Dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Dalam pengobatan tradisional, dosis yang sangat kecil (1/4 dari dosis dewasa) kadang digunakan untuk konstipasi, namun risiko lebih besar daripada manfaat. Sumber: Pediatrics International, 2016, 58(4), 273-278.
Apakah Haritaki berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Haritaki dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang metabolisme di hati (CYP450), karena kandungan tanin dan polifenolnya dapat menghambat enzim tertentu. Interaksi utama meliputi peningkatan efek obat antidiabetes (karena efek hipoglikemik ringan) dan obat diuretik (karena efek laktasi). Juga dapat mengganggu penyerapan obat oral akibat peningkatan motilitas usus. Sumber: Drug Metabolism and Disposition, 2012, 40(4), 664-672.
Apakah Haritaki efektif untuk detoksifikasi tubuh?
Konsep 'detoksifikasi' bersifat kontroversial secara ilmiah. Haritaki diketahui meningkatkan frekuensi buang air besar dan mempercepat transit usus, yang secara tidak langsung membantu pengeluaran zat sisa. Namun, tidak ada bukti kuat bahwa ia mampu mengeluarkan logam berat atau toksin spesifik dari tubuh. Efek antioksidannya (kandungan polifenol) dapat membantu mengurangi stres oksidatif. Sumber: Oxidative Medicine and Cellular Longevity, 2013, 2013, 1-10.

Malaka

Phyllanthus emblica

Bahera

Terminalia bellirica

Cari: