Advertisement
Terminalia chebula, atau Mojokeling yang dikenal luas sebagai Haritaki dalam pengobatan Ayurveda, merupakan tanaman asli Asia Selatan dan Tenggara, termasuk India, Nepal, dan Thailand. Buahnya yang berbentuk seperti kacang sering disebut "Raja dari segala obat" karena kemampuannya menyeimbangkan ketiga dosha (Vata, Pitta, dan Kapha) dalam sistem Ayurveda. Tanaman ini termasuk dalam famili Combretaceae dan telah digunakan selama ribuan tahun tidak hanya sebagai obat tradisional tetapi juga sebagai bahan dalam formulasi Triphala yang terkenal. Secara ekologis, Terminalia chebula tumbuh liar di hutan-hutan tropis pada ketinggian rendah hingga sedang, dengan pohon yang dapat mencapai ketinggian 20-30 meter dan menghasilkan buah yang matang berwarna kuning kehijauan.
Tanaman ini suka tumbuh di daerah hutan gugur tropis atau subtropis. Biasanya ditemukan di lereng perbukitan yang punya drainase baik dan mendapat cukup sinar matahari. Pohon ini cukup tangguh dan bisa beradaptasi di berbagai jenis tanah, asal tidak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Mojokeling (Terminalia chebula):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Pohonnya bisa tumbuh cukup tinggi, sekitar 15-25 meter. Kulit batangnya berwarna cokelat keabu-abuan, kadang terlihat agak pecah-pecah atau bersisik seiring bertambahnya usia. |
| Daun | Daunnya berbentuk lonjong atau oval dengan ujung yang agak runcing. Susunannya berselang-seling, warnanya hijau segar, dan teksturnya agak kaku. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil berwarna putih kekuningan, muncul dalam kelompok (seperti bulir) di ujung ranting. Wanginya cukup khas, meski tidak terlalu mencolok. |
| Buah | Ini bagian paling ikonik. Buahnya berbentuk lonjong agak bulat (seperti buah zaitun atau kacang), berwarna hijau saat muda dan berubah jadi cokelat tua atau kehitaman saat sudah kering. Permukaan buahnya punya alur memanjang yang khas. |
| Akar | Memiliki sistem perakaran tunggang yang cukup dalam dan kuat, bikin pohon ini kokoh berdiri meski di lahan yang agak miring. |
8 Manfaat Mojokeling untuk kesehatan.
Ekstrak Terminalia chebula meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutathione peroksidase. Senyawa polifenol seperti chebulagic acid dan chebulinic acid mengkhelat ion logam transisi dan menangkap radikal bebas (ROS, RNS) melalui donor elektron dari gugus hidroksil fenolik.
Penghambatan aktivasi NF-κB dan penurunan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β) melalui modulasi jalur MAPK dan PI3K/Akt. Asam chebulinat menghambat enzim 5-lipoksigenase dan siklooksigenase.
Merusak integritas membran sel bakteri melalui interaksi dengan fosfolipid dan lipopolisakarida, menghambat pembentukan biofilm, dan menginduksi kebocoran ion K+ dan ATP. Senyawa chebulinic acid dan asam galat juga menghambat enzim DNA girase bakteri.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Mojokeling.
Interaksi & Kontraindikasi Mojokeling dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Mojokeling (Terminalia chebula) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah sedang sebagai bagian dari pengobatan tradisional. Namun, penggunaan dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat menimbulkan berbagai efek samping pada saluran pencernaan. Beberapa keluhan yang sering dilaporkan meliputi rasa tidak nyaman pada perut, kembung, mual, dan diare ringan karena sifat laksatif alami yang terkandung di dalamnya. Pada individu dengan sistem pencernaan yang sensitif, konsumsi ekstrak buah ini berisiko memperparah kondisi seperti sindrom usus besar (IBS) atau ulkus lambung akibat stimulasi sekresi asam lambung.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Mojokeling.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Mojokeling.