Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Terminalia chebula terhadap Kadar Glukosa Darah dan Profil Lipid pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Meta-Analisis Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 uji acak terkendali dengan total 523 partisipan; durasi 8–16 minggu
    Dosis/Durasi:
    500–1000 mg/hari ekstrak buah selama 8–16 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Terminalia chebula secara bermakna menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c, serta memperbaiki profil lipid kolesterol total dan LDL. Tidak ditemukan efek serius yang merugikan pada dosis yang digunakan.
  2. Efek Ekstrak Buah Terminalia chebula terhadap Skor Plak dan Gingivitis: Uji Klinis Acak Buta Ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 orang berusia 18–25 tahun dengan gingivitis ringan-sedang
    Dosis/Durasi:
    10 ml larutan kumur 2%, dua kali sehari, selama 21 hari
    Temuan:
    Berkumur dengan ekstrak Terminalia chebula 2% selama 21 hari menurunkan indeks plak dan indeks perdarahan gingiva secara bermakna dibandingkan plasebo. Efeknya mendekati klorheksidin 0,2% tanpa menyebabkan pewarnaan gigi.
  3. Ekstrak Terminalia chebula Mencegah Obesitas dan Resistensi Insulin pada Tikus yang Diberi Diet Tinggi Lemak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    30 tikus jantan C57BL/6 yang diberi diet tinggi lemak selama 12 minggu
    Dosis/Durasi:
    100 dan 300 mg/kgBB/hari per oral selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Terminalia chebula menurunkan berat badan, berat lemak epididimis, dan kadar leptin serum secara dosis-dependent. Ekstrak juga menghambat akumulasi lipid hepatik dan memperbaiki toleransi glukosa.
  4. Pengaruh Ekstrak Hidroalkoholik Terminalia chebula terhadap Nefropati Diabetik pada Tikus yang Diinduksi Streptozotosin

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley; diabetes diinduksi dengan streptozotosin 55 mg/kg dan diamati selama 8 minggu
    Dosis/Durasi:
    250 dan 500 mg/kgBB/hari per oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Terminalia chebula mengurangi albuminuria, kreatinin serum, dan penanda stres oksidatif ginjal. Pemeriksaan histologi menunjukkan berkurangnya sklerosis glomerulus dan fibrosis tubulointerstitial.
  5. Chebulagic Acid dari Buah Terminalia chebula Meringankan Kolitis Eksperimental dengan Menghambat Jalur NF-κB pada Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    24 tikus C57BL/6; kolitis diinduksi dengan dekstran sulfat natrium 2,5% selama 7 hari
    Dosis/Durasi:
    25 dan 50 mg/kgBB intraperitoneal selama 7 hari
    Temuan:
    Pemberian chebulagic acid menurunkan skor aktivitas penyakit, pemendekan kolon, serta kadar TNF-α, IL-1β, dan mieloperoksidase. Efek anti-inflamasi ini disertai penurunan fosforilasi NF-κB p65 dan peningkatan aktivitas Nrf2.
  6. Tinjauan Komprehensif tentang Fitokimia, Farmakologi, dan Potensi Klinis Terminalia chebula (Haritaki)

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    112 artikel yang mencakup penelitian in vitro, in vivo, dan uji klinis
    Dosis/Durasi:
    Variasi dosis pada uji klinis 250–1500 mg/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Terminalia chebula mengandung asam chebulat, chebulinic acid, corilagin, dan asam galat yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, serta antihiperglikemik. Bukti uji klinis masih terbatas dan membutuhkan standardisasi dosis serta uji jangka panjang.
  7. Aktivitas Antibakteri dan Antibiofilm Ekstrak Terminalia chebula terhadap Bakteri Multiresisten Asal Klinis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi laboratorium/in vitro
    Sampel:
    40 isolat klinis bakteri multiresisten (MRSA, Escherichia coli penghasil ESBL, dan Pseudomonas aeruginosa)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 0,125–4 mg/mL; pemaparan selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak etanol Terminalia chebula menunjukkan aktivitas bakterisidal dengan MIC 0,25–2 mg/mL dan menghambat pembentukan biofilm hingga 70% pada konsentrasi sub-MIC. Analisis fitokimia menunjukkan korelasi antara kandungan tanin dan aktivitas antibakteri.

Advertisement


Cari: