Daun Gedi

Gedi Leaf | Abelmoschus manihot
Daun Gedi
Nama
Daun Gedi (Gedi Leaf)
Nama Latin/Ilmiah
Abelmoschus manihot
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit

Nama Lain
Bele (Fiji), Aibika (Papua New Guinea), Lagikway (Philippines), Slippery cabbage (Solomon Islands), Daun Gedi (Indonesia)
Asal
Indonesia, Papua Nugini, Filipina, dan Kepulauan Pasifik
Kandungan Utama
Vitamin C, vitamin A, kalsium, zat besi, dan serat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Daun Gedi

Daun Gedi (Abelmoschus manihot) adalah tumbuhan herbal tahunan yang berasal dari wilayah tropis Pasifik dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini masih satu famili dengan okra dan kapas (Malvaceae), sehingga memiliki bunga berwarna kuning cerah dengan pusat keunguan yang khas. Ciri paling menonjol dari daunnya adalah bentuknya yang besar, lebar, dan menjari dengan 3–7 lobus, serta teksturnya yang agak berlendir saat dimasak. Tumbuhan ini tumbuh subur di dataran rendah hingga ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, sering ditemukan di pekarangan rumah sebagai tanaman pangan sekaligus obat tradisional.

Baca Lebih Lanjut
Update: 21 Agu 2026 - 13:56:47
 

II. Ciri-ciri Daun Gedi

Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis, biasanya ditemukan di kebun atau pekarangan rumah. Suka tempat yang cukup sinar matahari dan tanah yang subur dengan drainase yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Daun Gedi (Abelmoschus manihot):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Daun Daun tunggal dengan bentuk menjari yang cukup dalam, mirip seperti telapak tangan manusia.
Tepi Daun Bergerigi atau berlekuk tidak beraturan, memberikan kesan tampilan yang tajam dan khas.
Warna Daun Hijau cerah sampai hijau tua, permukaannya terkadang sedikit berbulu halus.
Tekstur Saat diolah atau diremas, daun ini mengeluarkan lendir (mucilago) yang cukup banyak, ini ciri khas paling menonjol.
Tulang Daun Pola tulang daun menyirip menjari dengan bagian tengah yang menonjol dan jelas.
Tangkai Daun Tangkainya cukup panjang dan kuat, warnanya hijau kadang ada semburat kemerahan atau kecokelatan.

III. Manfaat Daun Gedi

8 Manfaat Daun Gedi untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis dan Nyeri Sendi

    Ekstrak daun gedi menghambat jalur NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2 serta iNOS, mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-1β. Flavonoid seperti quercetin menghambat aktivitas fosfolipase A2 dan lipoksigenase.

    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas

    Senyawa fenolik dan flavonoid mengganggu membran sel bakteri dengan meningkatkan permeabilitas, menghambat sintesis protein dan asam nukleat. Quercetin dan kaempferol berikatan dengan DNA girase bakteri.

    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, CAT, GPx) dan menangkal radikal bebas melalui donor hidrogen dari gugus hidroksil flavonoid. Menghambat peroksidasi lipid dan menurunkan kadar MDA.

    Senyawa Aktif: Rutin, Asam Kafeat, Kuersetin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Daun Gedi

6 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Daun Gedi.

  1. Quercetin-3-O-β-D-glukosida (Isoquercitrin)

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan (penangkal Radikal Bebas), Antiinflamasi (penghambatan COX-2 Dan NF-κB), Dan Antidiabetes (aktivitas Inhibitor α-glukosidase Secara In Vitro).
    Tampilkan
  2. Kaempferol-3-O-β-D-glukosida (Astragalin)

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antikanker (induksi Apoptosis Pada Sel Kanker Payudara MCF-7 In Vitro), Dan Kardioprotektif (menurunkan Stres Oksidatif Pada Sel Endotel).
    Tampilkan
  3. Hiperosida (Quercetin-3-O-β-D-galaktosida)

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (menekan Sitokin Proinflamasi IL-6 Dan TNF-α), Hepatoprotektif (pada Model Tikus Kerusakan Hati), Dan Neuroprotektif (menghambat Agregasi β-amiloid In Vitro).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+3)

V. Interaksi & Kontraindikasi Daun Gedi

Interaksi & Kontraindikasi Daun Gedi dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsumsi dalam jumlah makanan biasa umumnya aman, namun hindari ekstrak atau dosis tinggi karena kurangnya data keamanan pada ibu hamil.

  2. Menyusui

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsumsi dalam jumlah makanan biasa aman bagi ibu menyusui, hindari suplemen pekat.

  3. Alergi terhadap famili Malvaceae

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hentikan konsumsi jika muncul reaksi alergi seperti gatal, ruam, atau sesak napas.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Daun Gedi

Daun gedi (Abelmoschus manihot) secara tradisional sering dikonsumsi sebagai sayuran maupun obat herbal untuk berbagai kondisi seperti menurunkan kadar gula darah dan meredakan nyeri. Meskipun relatif aman bila dikonsumsi dalam jumlah makanan biasa, penggunaan ekstrak atau dosis tinggi dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal, termasuk mual, muntah, dan ketidaknyamanan lambung pada sebagian individu. Kandungan lendir (mucilage) yang tinggi dalam daun gedi dapat mempengaruhi pencernaan jika dikonsumsi secara berlebihan, serta berpotensi menyebabkan reaksi alergi ringan pada kulit bagi orang yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Daun Gedi

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Daun Gedi.

Apa kandungan fitokimia utama dalam daun gedi (Abelmoschus manihot)?
Daun gedi mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid (kuersetin, mirisetin), polifenol, saponin, tanin, dan musilago. Selain itu, daun ini kaya akan vitamin A, vitamin C, kalsium, fosfor, dan zat besi. Kandungan antioksidan seperti flavonoid dan polifenol berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan antiinflamasi (Adebo et al., 2017; Nurhayati et al., 2018).
Bagaimana cara konsumsi daun gedi dalam penggunaan sehari-hari?
Daun gedi dapat dikonsumsi sebagai sayuran setelah dimasak, misalnya direbus, ditumis, atau dijadikan lalapan. Di beberapa daerah, daun gedi juga diolah menjadi bubur atau campuran sup. Konsumsi dalam jumlah wajar (sekitar 50–100 gram per porsi) aman dan memberikan nutrisi tambahan. Namun, pastikan daun dimasak hingga matang untuk mengurangi kandungan senyawa antinutrisi seperti asam oksalat (Wijaya et al., 2020).
Apakah daun gedi aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Hingga saat ini belum ada penelitian klinis yang memadai mengenai keamanan konsumsi daun gedi pada ibu hamil dan menyusui. Secara tradisional, daun gedi sering digunakan sebagai sayuran dalam jumlah makanan biasa, yang dianggap aman. Namun, karena kandungan senyawa bioaktif tertentu, ibu hamil dan menyusui disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya dalam jumlah besar atau sebagai obat herbal (Sari & Lestari, 2017).
Apakah daun gedi memiliki efek samping yang perlu diwaspadai?
Konsumsi daun gedi dalam jumlah wajar umumnya aman. Efek samping yang mungkin timbul jika dikonsumsi berlebihan antara lain gangguan pencernaan seperti perut kembung atau diare karena kandungan serat dan musilago yang tinggi. Beberapa laporan menyebutkan bahwa daun mentah mengandung asam oksalat yang dapat mengganggu penyerapan kalsium jika dikonsumsi sangat banyak secara terus-menerus. Oleh karena itu, disarankan untuk memasaknya terlebih dahulu (Pratama et al., 2019).
Bagaimana penggunaan daun gedi dalam pengobatan tradisional?
Dalam pengobatan tradisional, daun gedi digunakan untuk membantu mengatasi demam, diare, radang tenggorokan, dan mempercepat penyembuhan luka. Rebusan daun sering diminum sebagai tonik atau dioleskan pada kulit. Aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dari flavonoid diyakini mendukung efek tersebut. Namun, bukti ilmiah masih terbatas pada studi in vitro dan hewan, sehingga belum dapat menggantikan pengobatan medis konvensional (Kumar et al., 2015; Rahman et al., 2020).
Apa manfaat daun gedi bagi kesehatan umum?
Daun gedi bermanfaat bagi kesehatan karena kandungan antioksidan tinggi yang membantu melawan radikal bebas dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular. Serat dan musilago dalam daun juga mendukung kesehatan pencernaan dan membantu mengontrol kadar gula darah. Selain itu, vitamin A dan C berperan dalam meningkatkan sistem imun dan kesehatan mata. Meski demikian, manfaat ini perlu ditunjang dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat (Adebo et al., 2017; Nurhayati et al., 2018).
Apakah daun gedi aman untuk bayi dan anak-anak?
Daun gedi dapat diberikan kepada bayi dan anak-anak sebagai bagian dari Makanan Pendamping ASI (MPASI) setelah dimasak hingga lunak dan dihaluskan. Kandungan nutrisinya mendukung pertumbuhan, namun pastikan dalam porsi kecil dan tidak berlebihan karena tekstur berlendir dapat menyebabkan tersedak. Untuk anak di atas usia 1 tahun, daun gedi yang dimasak sebagai sayuran umumnya aman. Tidak ada laporan efek samping serius bila dikonsumsi dalam jumlah wajar (Wijaya et al., 2020).

Buah Merah

Pandanus conoideus

Pecut Kuda

Stachytarpheta jamaicensis

Cari: