• Herbapedia.id

Gedi Leaf / Daun Gedi

Abelmoschus manihot
Nama: Gedi Leaf / Daun Gedi
Nama Latin/Ilmiah: Abelmoschus manihot
Famili: Malvaceae

Kandungan:
Vitamin C, vitamin A, kalsium, zat besi, dan serat
Nama Lain:
Bele (Fiji), Aibika (Papua New Guinea), Lagikway (Philippines), Slippery cabbage (Solomon Islands), Daun Gedi (Indonesia)
Asal:
Indonesia, Papua Nugini, Filipina, dan Kepulauan Pasifik
Bagian Utama:
Daun
Rasa:
Pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Gedi Leaf / Daun Gedi

Daun Gedi (Abelmoschus manihot) adalah tumbuhan herbal tahunan yang berasal dari wilayah tropis Pasifik dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini masih satu famili dengan okra dan kapas (Malvaceae), sehingga memiliki bunga berwarna kuning cerah dengan pusat keunguan yang khas. Ciri paling menonjol dari daunnya adalah bentuknya yang besar, lebar, dan menjari dengan 3–7 lobus, serta teksturnya yang agak berlendir saat dimasak. Tumbuhan ini tumbuh subur di dataran rendah hingga ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, sering ditemukan di pekarangan rumah sebagai tanaman pangan sekaligus obat tradisional.

Advertisement

Dalam kuliner khas Indonesia, terutama di Sulawesi Utara dan Maluku, daun Gedi menjadi bahan utama sayur yang disebut sayur gedi atau sayur lepa. Daunnya dimasak dengan santan, bawang, dan rempah lokal hingga menghasilkan kuah kental yang gurih. Kandungan lendir alami pada daun berfungsi sebagai pengental alami, sekaligus memberikan tekstur unik yang mirip dengan sayur oyong. Selain rasanya yang lezat, daun Gedi kaya akan serat, vitamin A, vitamin C, kalsium, dan zat besi. Masyarakat setempat juga percaya bahwa konsumsi rutin daun ini dapat melancarkan pencernaan, menjaga kesehatan tulang, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Secara etnomedisin, Abelmoschus manihot dimanfaatkan untuk mengobati berbagai gangguan kesehatan seperti hipertensi, diabetes, dan radang lambung. Daunnya mengandung senyawa flavonoid, polifenol, dan mucilage yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian modern menunjukkan bahwa ekstrak daun gedi memiliki aktivitas antidiabetes dengan menghambat enzim alfa-glukosidase, serta berpotensi menurunkan kadar kolesterol. Di beberapa daerah, daun ini juga digunakan secara topikal untuk mempercepat penyembuhan luka dan mengatasi iritasi kulit. Dengan potensi nutrisi dan farmakologis yang melimpah, daun Gedi layak didorong sebagai tanaman pangan fungsional lokal yang bernilai tinggi.

Update: 30 Jul 2026 - 03:40:22

 

II. Manfaat Gedi Leaf / Daun Gedi

Manfaat Gedi Leaf / Daun Gedi untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis dan Nyeri Sendi

    Ekstrak daun gedi menghambat jalur NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2 serta iNOS, mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-1β. Flavonoid seperti quercetin menghambat aktivitas fosfolipase A2 dan lipoksigenase.

    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas

    Senyawa fenolik dan flavonoid mengganggu membran sel bakteri dengan meningkatkan permeabilitas, menghambat sintesis protein dan asam nukleat. Quercetin dan kaempferol berikatan dengan DNA girase bakteri.

    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, CAT, GPx) dan menangkal radikal bebas melalui donor hidrogen dari gugus hidroksil flavonoid. Menghambat peroksidasi lipid dan menurunkan kadar MDA.

    Senyawa Aktif: Rutin, Asam Kafeat, Kuersetin
    Tampilkan
  4. Antidiabetes (Penurun Kadar Glukosa Darah)

    Menghambat α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat penyerapan karbohidrat; meningkatkan sekresi insulin dari sel beta pankreas melalui aktivasi reseptor GLP-1; meningkatkan uptake glukosa perifer via jalur AMPK dan GLUT4.

    Senyawa Aktif: Polisakarida larut air, Kuersetin, Asam Klorogenat
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Gedi Leaf / Daun Gedi

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Gedi Leaf / Daun Gedi.

  1. Quercetin-3-O-β-D-glukosida (Isoquercitrin)

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan (penangkal Radikal Bebas), Antiinflamasi (penghambatan COX-2 Dan NF-κB), Dan Antidiabetes (aktivitas Inhibitor α-glukosidase Secara In Vitro).
    Tampilkan
  2. Kaempferol-3-O-β-D-glukosida (Astragalin)

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antikanker (induksi Apoptosis Pada Sel Kanker Payudara MCF-7 In Vitro), Dan Kardioprotektif (menurunkan Stres Oksidatif Pada Sel Endotel).
    Tampilkan
  3. Hiperosida (Quercetin-3-O-β-D-galaktosida)

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (menekan Sitokin Proinflamasi IL-6 Dan TNF-α), Hepatoprotektif (pada Model Tikus Kerusakan Hati), Dan Neuroprotektif (menghambat Agregasi β-amiloid In Vitro).
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Gedi Leaf / Daun Gedi

Kehamilan

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Konsumsi dalam jumlah makanan biasa umumnya aman, namun hindari ekstrak atau dosis tinggi karena kurangnya data keamanan pada ibu hamil.

Menyusui

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Konsumsi dalam jumlah makanan biasa aman bagi ibu menyusui, hindari suplemen pekat.

Alergi terhadap famili Malvaceae

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Hentikan konsumsi jika muncul reaksi alergi seperti gatal, ruam, atau sesak napas.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Gedi Leaf / Daun Gedi

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Gedi Leaf / Daun Gedi.

Apa kandungan fitokimia utama dalam daun gedi (Abelmoschus manihot)?
Daun gedi mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid (kuersetin, mirisetin), polifenol, saponin, tanin, dan musilago. Selain itu, daun ini kaya akan vitamin A, vitamin C, kalsium, fosfor, dan zat besi. Kandungan antioksidan seperti flavonoid dan polifenol berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan antiinflamasi (Adebo et al., 2017; Nurhayati et al., 2018).
Bagaimana cara konsumsi daun gedi dalam penggunaan sehari-hari?
Daun gedi dapat dikonsumsi sebagai sayuran setelah dimasak, misalnya direbus, ditumis, atau dijadikan lalapan. Di beberapa daerah, daun gedi juga diolah menjadi bubur atau campuran sup. Konsumsi dalam jumlah wajar (sekitar 50–100 gram per porsi) aman dan memberikan nutrisi tambahan. Namun, pastikan daun dimasak hingga matang untuk mengurangi kandungan senyawa antinutrisi seperti asam oksalat (Wijaya et al., 2020).
Apakah daun gedi aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Hingga saat ini belum ada penelitian klinis yang memadai mengenai keamanan konsumsi daun gedi pada ibu hamil dan menyusui. Secara tradisional, daun gedi sering digunakan sebagai sayuran dalam jumlah makanan biasa, yang dianggap aman. Namun, karena kandungan senyawa bioaktif tertentu, ibu hamil dan menyusui disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya dalam jumlah besar atau sebagai obat herbal (Sari & Lestari, 2017).
Apakah daun gedi memiliki efek samping yang perlu diwaspadai?
Konsumsi daun gedi dalam jumlah wajar umumnya aman. Efek samping yang mungkin timbul jika dikonsumsi berlebihan antara lain gangguan pencernaan seperti perut kembung atau diare karena kandungan serat dan musilago yang tinggi. Beberapa laporan menyebutkan bahwa daun mentah mengandung asam oksalat yang dapat mengganggu penyerapan kalsium jika dikonsumsi sangat banyak secara terus-menerus. Oleh karena itu, disarankan untuk memasaknya terlebih dahulu (Pratama et al., 2019).
Bagaimana penggunaan daun gedi dalam pengobatan tradisional?
Dalam pengobatan tradisional, daun gedi digunakan untuk membantu mengatasi demam, diare, radang tenggorokan, dan mempercepat penyembuhan luka. Rebusan daun sering diminum sebagai tonik atau dioleskan pada kulit. Aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dari flavonoid diyakini mendukung efek tersebut. Namun, bukti ilmiah masih terbatas pada studi in vitro dan hewan, sehingga belum dapat menggantikan pengobatan medis konvensional (Kumar et al., 2015; Rahman et al., 2020).
Apa manfaat daun gedi bagi kesehatan umum?
Daun gedi bermanfaat bagi kesehatan karena kandungan antioksidan tinggi yang membantu melawan radikal bebas dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular. Serat dan musilago dalam daun juga mendukung kesehatan pencernaan dan membantu mengontrol kadar gula darah. Selain itu, vitamin A dan C berperan dalam meningkatkan sistem imun dan kesehatan mata. Meski demikian, manfaat ini perlu ditunjang dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat (Adebo et al., 2017; Nurhayati et al., 2018).
Apakah daun gedi aman untuk bayi dan anak-anak?
Daun gedi dapat diberikan kepada bayi dan anak-anak sebagai bagian dari Makanan Pendamping ASI (MPASI) setelah dimasak hingga lunak dan dihaluskan. Kandungan nutrisinya mendukung pertumbuhan, namun pastikan dalam porsi kecil dan tidak berlebihan karena tekstur berlendir dapat menyebabkan tersedak. Untuk anak di atas usia 1 tahun, daun gedi yang dimasak sebagai sayuran umumnya aman. Tidak ada laporan efek samping serius bila dikonsumsi dalam jumlah wajar (Wijaya et al., 2020).

Buah Merah / Red Fruit

Pandanus conoideus

Pecut Kuda / Snake Weed

Stachytarpheta jamaicensis