Advertisement
Ophiocordyceps sinensis, yang lebih dikenal sebagai cordyceps atau jamur ulat, bukanlah tumbuhan melainkan jamur parasit entomopatogen yang termasuk dalam divisi Ascomycota. Organisme unik ini memiliki siklus hidup yang luar biasa: spora jamur menginfeksi larva serangga (terutama ngengat genus Thitarodes) yang hidup di dalam tanah. Jamur kemudian mengkolonisasi tubuh larva, mengubahnya menjadi mumi, dan pada musim semi menumbuhkan stroma (tubuh buah) berwarna gelap yang mencuat dari kepala larva. Cordyceps hanya ditemukan di dataran tinggi pegunungan Himalaya dan Tibet, pada ketinggian 3.000–5.000 meter di atas permukaan laut, dan menjadi salah satu jamur obat termahal di dunia.
Hidup di dataran tinggi pegunungan Himalaya dan Tibet (sekitar 3.000-5.000 mdpl). Jamur ini bersifat parasit pada larva ngengat jenis Thitarodes yang hidup di dalam tanah. Karakteristik/ciri-ciri Jamur Cordyceps (Ophiocordyceps sinensis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Stadium Larva | Larva ngengat yang terinfeksi akan mati dan tubuhnya akan dipenuhi oleh miselium jamur yang mengeras seperti mumi. |
| Stroma Tubuh Buah | Berbentuk seperti tangkai panjang atau batang ramping yang muncul dari kepala larva yang sudah mati. |
| Warna Stroma | Biasanya berwarna cokelat tua, kehitaman, atau kekuningan di bagian ujungnya. |
| Bagian Ujung Peritesia | Bagian atas tangkai (ujung) sedikit menebal dan berisi titik-titik kecil yang disebut peritesia, tempat jamur menghasilkan spora. |
| Tekstur | Saat dikeringkan, teksturnya menjadi agak keras dan rapuh, sementara bagian larva di bawahnya terasa kenyal dan padat seperti kayu atau kulit yang mengeras. |
8 Manfaat Jamur Cordyceps untuk kesehatan.
Cordycepin meningkatkan produksi ATP mitokondria melalui aktivasi AMPK dan SIRT1, meningkatkan aliran darah dan pemanfaatan oksigen. Polisakarida meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen, mengurangi stres oksidatif akibat olahraga.
Cordycepin dan polisakarida menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan COX-2. Juga meningkatkan aktivitas SOD dan katalase, mengurangi kerusakan oksidatif pada kartilago.
Polisakarida dan cordycepin meningkatkan ekspresi enzim antioksidan seperti SOD, GPx, dan katalase melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE. Juga secara langsung menangkap radikal bebas dan besi pengkelat.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jamur Cordyceps.
Interaksi & Kontraindikasi Jamur Cordyceps dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Cordyceps (Ophiocordyceps sinensis) secara umum dianggap aman bagi kebanyakan orang bila dikonsumsi dalam jangka pendek. Namun, beberapa individu dapat mengalami efek samping ringan pada saluran pencernaan. Gejala yang paling sering dilaporkan meliputi mual, perut kembung, dan diare ringan akibat penyesuaian sistem pencernaan terhadap komponen bioaktif di dalam jamur tersebut. Selain itu, beberapa orang mungkin mengalami mulut kering atau ketidaknyamanan di tenggorokan setelah mengonsumsinya.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Jamur Cordyceps.