Pala

Nutmeg | Myristica fragrans
Pala
Nama
Pala (Nutmeg)
Nama Latin/Ilmiah
Myristica fragrans
Bagian Digunakan
Biji, Fuli
Rasa
Pedas, pahit, sepat

Nama Lain
pala (Indonesia), jaiphal (India), sadikka (Sri Lanka), nootmuskaat (Belanda), noix de muscade (Prancis)
Asal
Kepulauan Banda, Maluku, Indonesia
Kandungan Utama
Myristicin, elemicin, safrole

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Pala

Pala (Myristica fragrans) adalah tumbuhan rempah asli Kepulauan Banda, Maluku, yang telah dikenal sejak abad pertengahan sebagai salah satu komoditas paling berharga di dunia. Tanaman ini termasuk dalam famili Myristicaceae dan dapat tumbuh hingga setinggi 20 meter. Daunnya berbentuk lonjong dengan tepi rata, sementara buahnya berupa buah batu (drupa) berwarna kuning pucat ketika matang. Keunikan utama pala terletak pada bijinya yang dilapisi fuli (selaput biji berwarna merah terang) — keduanya menghasilkan aroma dan rasa khas yang dijadikan rempah.

Baca Lebih Lanjut
Update: 10 Agu 2026 - 02:20:03
 

II. Ciri-ciri Pala

Pala asli dari Kepulauan Banda, Maluku. Tanaman ini suka banget tumbuh di daerah tropis yang lembap, tanah yang gembur dan kaya bahan organik, serta butuh curah hujan yang stabil. Biasanya tumbuh optimal di dataran rendah sampai ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Karakteristik/ciri-ciri Pala (Myristica fragrans):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Pohon tinggi yang selalu hijau (evergreen) dengan tajuk berbentuk kerucut atau piramid.
Batang Batang berkayu, tegak, berwarna keabu-abuan, dan punya getah berwarna kemerahan kalau dilukai.
Daun Daunnya tunggal, bentuknya lonjong sampai lanset, teksturnya agak kaku seperti kulit, permukaannya licin mengkilap, dan kalau diremas aromanya wangi khas.
Bunga Bunga pala itu unik, ada bunga jantan dan betina di pohon yang berbeda (dioecious), warnanya kuning pucat dan bentuknya seperti lonceng kecil.
Buah Buah berbentuk bulat atau lonjong mirip buah persik, warnanya kuning saat matang dan akan terbelah dua kalau sudah masak.
Biji Dan Fuli Di dalam buah ada biji keras berwarna cokelat (pala) yang dibungkus oleh selaput merah yang bercabang-cabang (fuli atau mace).

III. Manfaat Pala

8 Manfaat Pala untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Ekstrak pala dan senyawa aktifnya (myristicin, elemicin, eugenol) menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menurunkan produksi prostaglandin E2 (PGE2) dan leukotrien. Selain itu, senyawa ini menekan aktivasi faktor transkripsi NF-κB, sehingga mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Efek ini dimediasi pula melalui penghambatan jalur MAPK (p38, ERK) dan aktivasi Nrf2 yang meningkatkan enzim antioksidan endogen.

    Senyawa Aktif: Myristicin, Elemicin, Eugenol
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas

    Minyak atsiri pala dan komponen utamanya (safrole, eugenol, isoeugenol) merusak integritas membran sel mikroba dengan mengganggu potensial membran dan meningkatkan permeabilitas, menyebabkan kebocoran ion dan molekul intraseluler. Senyawa ini juga menghambat sintesis dinding sel bakteri (terutama Gram-positif) dan mengganggu fungsi enzim esensial seperti ATPase bakteri serta polimerisasi biofilm. Aktivitas antijamur terjadi melalui inhibisi ergosterol dan sintesis glukan pada dinding sel jamur.

    Senyawa Aktif: Safrole, Eugenol, Isoeugenol
    Tampilkan
  3. Antioksidan Sistemik

    Senyawa fenolik dan fenilpropanoid dalam pala (myristicin, elemicin, lignan macelignan) bertindak sebagai donor hidrogen dan peredam radikal bebas (ROS, RNS) melalui mekanisme transfer elektron. Mereka juga meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase (GPx) dengan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE. Selain itu, senyawa ini mengkelat ion logam transisi (Fe²⁺, Cu²⁺) sehingga menghambat reaksi Fenton dan produksi radikal hidroksil.

    Senyawa Aktif: Myristicin, Macelignan, Eugenol
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Pala

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Pala.

  1. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Biji (kernel)
    Aktivitas Farmakologis:
    Psikoaktif (halusinogen), Antimikroba, Insektisida, Hepatoprotektif Pada Dosis Rendah.
    Tampilkan
  2. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Biji (kernel)
    Aktivitas Farmakologis:
    Psikoaktif (halusinogen Ringan), Antimikroba, Antioksidan.
    Tampilkan
  3. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Biji (kernel) dan aril (fuli)
    Aktivitas Farmakologis:
    Karsinogenik (metabolit Hepatotoksik), Insektisida, Antimikroba.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Pala

Interaksi & Kontraindikasi Pala dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari konsumsi pala dalam dosis besar karena dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan aborsi. Penggunaan sebagai bumbu masakan dalam jumlah kecil umumnya dianggap aman, namun konsultasikan dengan dokter.

  2. Menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari konsumsi pala dalam dosis tinggi karena senyawa aktif dapat masuk ke ASI dan mempengaruhi bayi. Penggunaan dalam jumlah bumbu masakan mungkin aman, tetapi waspada terhadap reaksi pada bayi.

  3. Penggunaan pada penderita Gangguan hati berat (sirosis, hepatitis)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari konsumsi pala karena metabolisme senyawa aktif terjadi di hati. Dapat memperburuk fungsi hati atau menyebabkan akumulasi toksin. Konsultasi dokter diperlukan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Pala

Pala (Myristica fragrans) sering digunakan sebagai rempah kuliner dan obat tradisional, namun konsumsi dalam dosis berlebih dapat menimbulkan efek samping toksik yang serius. Toksisitas pala terutama disebabkan oleh kandungan senyawa fenilpropana seperti miristisin (myristicin), elemisin, dan safrol. Ketika dikonsumsi dalam jumlah besar (biasanya melebihi 5 gram atau sekitar satu sendok teh bubuk pala), senyawa-senyawa ini dimetabolisme di dalam hati menjadi zat halusinogenik yang mirip dengan amfetamin. Hal ini dapat menyebabkan berbagai gejala neurologis akut termasuk halusinasi visual dan auditori, pusing parah, kecemasan ekstrim, kebingungan, disorientasi, serta rasa takut akan kematian yang akan datang (impending doom).

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Pala

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Pala.

  1. Aktivitas Farmakologi Ekstrak Biji Pala (Myristica fragrans Houtt.): Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Tinjauan sistematis menunjukkan bahwa Myristica fragrans memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan neuroprotektif. Senyawa utama yang berperan antara lain myristicin, elemicin, dan macelignan.
    Tampilkan
  2. Ekstrak Etanol Biji Pala Meningkatkan Memori Spasial pada Tikus Model Gangguan Memori yang Diinduksi Skopolamin

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian ekstrak biji pala selama 14 hari memperbaiki memori spasial pada uji Morris water maze. Ekstrak juga menurunkan aktivitas asetilkolinesterase di jaringan hipokampus.
    Tampilkan
  3. Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Pala terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli sebagai Bahan Pengawet Alami

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Minyak atsiri pala menunjukkan zona hambat sebesar 18,5–25,2 mm terhadap kedua bakteri uji. Konsentrasi hambat minimum (MIC) berada pada rentang 0,5–1,0 mg/mL.
    Tampilkan

VIII. FAQ Pala

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Pala.

Apa kandungan utama dalam pala yang bermanfaat bagi kesehatan?
Pala mengandung senyawa aktif seperti miristisin, elemisin, safrol, eugenol, dan isoeugenol yang memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Minyak atsiri pala juga kaya akan terpen seperti α-pinene dan β-pinene. Studi dalam Journal of Ethnopharmacology (2016) mengidentifikasi miristisin sebagai komponen utama yang bertanggung jawab atas efek psikoaktif dan neuroprotektif.
Berapa dosis aman konsumsi pala per hari?
Dosis aman pala untuk penggunaan kuliner adalah sekitar 1–2 gram (sekitar ½–1 sendok teh bubuk) per hari. Dosis di atas 5 gram sudah berpotensi toksik dan dapat menyebabkan halusinasi, mual, dan takikardia. Berdasarkan ulasan di Toxicological Reviews (2005), dosis letal diperkirakan sekitar 5–15 gram pada orang dewasa.
Apakah pala aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Konsumi pala dalam jumlah kecil sebagai bumbu masakan umumnya dianggap aman, namun dosis tinggi harus dihindari karena miristisin dapat bersifat abortifasien dan memengaruhi sistem saraf janin. Sebuah studi pada hewan dalam Journal of Reproductive Toxicology (2001) menunjukkan bahwa ekstrak pala dosis tinggi dapat menyebabkan kontraksi uterus. Ibu menyusui disarankan untuk tidak mengonsumsinya dalam dosis suplementasi karena keamanannya belum diteliti secara memadai.
Apa efek samping dari konsumsi pala berlebihan?
Gejala keracunan pala (myristicin poisoning) meliputi mual, muntah, pusing, mulut kering, halusinasi visual dan auditori, kejang, serta penurunan kesadaran. Efek ini biasanya muncul 3–6 jam setelah konsumsi dosis tinggi (>5 gram). Laporan dalam Clinical Toxicology (2014) mencatat kasus intoksikasi pala yang memerlukan rawat inap.
Apakah pala dapat digunakan untuk mengatasi insomnia?
Secara tradisional, pala digunakan sebagai sedatif ringan karena kandungan miristisin yang dapat memengaruhi sistem GABA. Namun, bukti klinis sangat terbatas. Penelitian praklinis pada tikus dalam Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine (2012) menunjukkan ekstrak pala memperpanjang waktu tidur yang diinduksi oleh pentobarbital, tetapi belum ada uji klinis pada manusia yang memadai.
Bagaimana interaksi pala dengan obat-obatan?
Pala dapat berinteraksi dengan obat yang dimetabolisme oleh enzim CYP450, karena miristisin diketahui menghambat CYP2D6 dan CYP3A4 secara in vitro. Hal ini berpotensi meningkatkan kadar obat seperti antidepresan, antipsikotik, dan warfarin dalam darah. Tinjauan di Drug Metabolism and Disposition (2017) menekankan perlunya kewaspadaan pada pasien yang menggunakan obat dengan indeks terapi sempit.
Apakah pala aman untuk bayi dan anak-anak?
Pala tidak direkomendasikan untuk bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun karena sistem saraf mereka masih rentan terhadap senyawa psikoaktif. Pada anak yang lebih besar, konsumsi sedikit sebagai bumbu umumnya aman, namun dosis besar dapat menyebabkan keracunan serius. Laporan dalam Pediatrics International (2018) mendokumentasikan kasus keracunan pala pada anak usia 3 tahun setelah menelan 2 sendok teh bubuk pala.

Cengkeh

Syzygium aromaticum

Bunga Lawang

Illicium verum

Cari: