• Herbapedia.id

Nutmeg / Pala

Myristica fragrans
Nutmeg / Pala
Nama: Nutmeg / Pala
Nama Ilmiah: Myristica fragrans
Famili: Myristicaceae

Kandungan:
Myristicin, elemicin, safrole
Nama Lain:
pala (Indonesia), jaiphal (India), sadikka (Sri Lanka), nootmuskaat (Belanda), noix de muscade (Prancis)
Asal:
Kepulauan Banda, Maluku, Indonesia
Bagian Utama:
Biji, Fuli
Rasa:
Pedas, pahit, sepat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Nutmeg / Pala

Pala (Myristica fragrans) adalah tumbuhan rempah asli Kepulauan Banda, Maluku, yang telah dikenal sejak abad pertengahan sebagai salah satu komoditas paling berharga di dunia. Tanaman ini termasuk dalam famili Myristicaceae dan dapat tumbuh hingga setinggi 20 meter. Daunnya berbentuk lonjong dengan tepi rata, sementara buahnya berupa buah batu (drupa) berwarna kuning pucat ketika matang. Keunikan utama pala terletak pada bijinya yang dilapisi fuli (selaput biji berwarna merah terang) — keduanya menghasilkan aroma dan rasa khas yang dijadikan rempah.

Advertisement

Bagian yang dimanfaatkan dari pala adalah biji dan fuli. Biji pala setelah dikeringkan menjadi rempah yang lazim digunakan dalam masakan manis maupun gurih, serta dalam industri minuman dan obat tradisional. Sementara itu, fuli (arillus) atau yang sering disebut "bunga pala" memiliki cita rasa lebih ringan dan sering diolah menjadi bahan pewarna atau penyedap alami. Minyak atsiri yang diekstrak dari biji pala mengandung senyawa miristisin, elemisin, dan safrol, yang memberikan efek antimikroba dan stimulan ringan. Namun konsumsi berlebihan dapat bersifat toksik karena kandungan miristisin yang halusinogenik.

Sejarah perdagangan pala erat kaitannya dengan kolonialisme Eropa, terutama VOC yang memonopoli produksi di Maluku selama berabad-abad. Kini pala dibudidayakan di berbagai daerah tropis seperti Grenada (yang dijuluki "Pulau Pala"), India, dan Sri Lanka. Selain sebagai rempah, pala juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi gangguan pencernaan, insomnia, dan nyeri sendi. Penelitian modern terus mengkaji potensi antioksidan dan antiinflamasi dari ekstrak Myristica fragrans, menjadikannya tumbuhan yang tidak hanya bernilai historis tetapi juga memiliki prospek farmakologis yang menjanjikan.

Update: 29 Jul 2026 - 19:52:20

 

II. Manfaat Nutmeg / Pala

Manfaat Nutmeg / Pala untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Ekstrak pala dan senyawa aktifnya (myristicin, elemicin, eugenol) menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menurunkan produksi prostaglandin E2 (PGE2) dan leukotrien. Selain itu, senyawa ini menekan aktivasi faktor transkripsi NF-κB, sehingga mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Efek ini dimediasi pula melalui penghambatan jalur MAPK (p38, ERK) dan aktivasi Nrf2 yang meningkatkan enzim antioksidan endogen.

    Senyawa Aktif: Myristicin, Elemicin, Eugenol
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas

    Minyak atsiri pala dan komponen utamanya (safrole, eugenol, isoeugenol) merusak integritas membran sel mikroba dengan mengganggu potensial membran dan meningkatkan permeabilitas, menyebabkan kebocoran ion dan molekul intraseluler. Senyawa ini juga menghambat sintesis dinding sel bakteri (terutama Gram-positif) dan mengganggu fungsi enzim esensial seperti ATPase bakteri serta polimerisasi biofilm. Aktivitas antijamur terjadi melalui inhibisi ergosterol dan sintesis glukan pada dinding sel jamur.

    Senyawa Aktif: Safrole, Eugenol, Isoeugenol
    Tampilkan
  3. Antioksidan Sistemik

    Senyawa fenolik dan fenilpropanoid dalam pala (myristicin, elemicin, lignan macelignan) bertindak sebagai donor hidrogen dan peredam radikal bebas (ROS, RNS) melalui mekanisme transfer elektron. Mereka juga meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase (GPx) dengan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE. Selain itu, senyawa ini mengkelat ion logam transisi (Fe²⁺, Cu²⁺) sehingga menghambat reaksi Fenton dan produksi radikal hidroksil.

    Senyawa Aktif: Myristicin, Macelignan, Eugenol
    Tampilkan
  4. Antidiabetes (Hipoglikemik dan Insulin Sensitisasi)

    Ekstrak pala dan myristicin menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase di usus halus, memperlambat penyerapan glukosa dan menurunkan lonjakan glukosa postprandial. Senyawa ini juga meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas melalui aktivasi jalur AMPK dan peningkatan ekspresi GLUT4 di jaringan adiposa dan otot. Efek anti-inflamasi dan antioksidan pala turut memperbaiki resistensi insulin dengan menekan NF-κB dan JNK.

    Senyawa Aktif: Myristicin, Eugenol, Macelignan
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Nutmeg / Pala

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Nutmeg / Pala.

  1. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Biji (kernel)
    Aktivitas Farmakologis:
    Psikoaktif (halusinogen), Antimikroba, Insektisida, Hepatoprotektif Pada Dosis Rendah
    Tampilkan
  2. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Biji (kernel)
    Aktivitas Farmakologis:
    Psikoaktif (halusinogen Ringan), Antimikroba, Antioksidan
    Tampilkan
  3. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Biji (kernel) dan aril (fuli)
    Aktivitas Farmakologis:
    Karsinogenik (metabolit Hepatotoksik), Insektisida, Antimikroba
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Nutmeg / Pala

Kehamilan

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari konsumsi pala dalam dosis besar karena dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan aborsi. Penggunaan sebagai bumbu masakan dalam jumlah kecil umumnya dianggap aman, namun konsultasikan dengan dokter.

Menyusui

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Hindari konsumsi pala dalam dosis tinggi karena senyawa aktif dapat masuk ke ASI dan mempengaruhi bayi. Penggunaan dalam jumlah bumbu masakan mungkin aman, tetapi waspada terhadap reaksi pada bayi.

Gangguan hati berat (sirosis, hepatitis)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari konsumsi pala karena metabolisme senyawa aktif terjadi di hati. Dapat memperburuk fungsi hati atau menyebabkan akumulasi toksin. Konsultasi dokter diperlukan.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Nutmeg / Pala

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Nutmeg / Pala.

Apa kandungan utama dalam pala yang bermanfaat bagi kesehatan?
Pala mengandung senyawa aktif seperti miristisin, elemisin, safrol, eugenol, dan isoeugenol yang memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Minyak atsiri pala juga kaya akan terpen seperti α-pinene dan β-pinene. Studi dalam Journal of Ethnopharmacology (2016) mengidentifikasi miristisin sebagai komponen utama yang bertanggung jawab atas efek psikoaktif dan neuroprotektif.
Berapa dosis aman konsumsi pala per hari?
Dosis aman pala untuk penggunaan kuliner adalah sekitar 1–2 gram (sekitar ½–1 sendok teh bubuk) per hari. Dosis di atas 5 gram sudah berpotensi toksik dan dapat menyebabkan halusinasi, mual, dan takikardia. Berdasarkan ulasan di Toxicological Reviews (2005), dosis letal diperkirakan sekitar 5–15 gram pada orang dewasa.
Apakah pala aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Konsumi pala dalam jumlah kecil sebagai bumbu masakan umumnya dianggap aman, namun dosis tinggi harus dihindari karena miristisin dapat bersifat abortifasien dan memengaruhi sistem saraf janin. Sebuah studi pada hewan dalam Journal of Reproductive Toxicology (2001) menunjukkan bahwa ekstrak pala dosis tinggi dapat menyebabkan kontraksi uterus. Ibu menyusui disarankan untuk tidak mengonsumsinya dalam dosis suplementasi karena keamanannya belum diteliti secara memadai.
Apa efek samping dari konsumsi pala berlebihan?
Gejala keracunan pala (myristicin poisoning) meliputi mual, muntah, pusing, mulut kering, halusinasi visual dan auditori, kejang, serta penurunan kesadaran. Efek ini biasanya muncul 3–6 jam setelah konsumsi dosis tinggi (>5 gram). Laporan dalam Clinical Toxicology (2014) mencatat kasus intoksikasi pala yang memerlukan rawat inap.
Apakah pala dapat digunakan untuk mengatasi insomnia?
Secara tradisional, pala digunakan sebagai sedatif ringan karena kandungan miristisin yang dapat memengaruhi sistem GABA. Namun, bukti klinis sangat terbatas. Penelitian praklinis pada tikus dalam Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine (2012) menunjukkan ekstrak pala memperpanjang waktu tidur yang diinduksi oleh pentobarbital, tetapi belum ada uji klinis pada manusia yang memadai.
Bagaimana interaksi pala dengan obat-obatan?
Pala dapat berinteraksi dengan obat yang dimetabolisme oleh enzim CYP450, karena miristisin diketahui menghambat CYP2D6 dan CYP3A4 secara in vitro. Hal ini berpotensi meningkatkan kadar obat seperti antidepresan, antipsikotik, dan warfarin dalam darah. Tinjauan di Drug Metabolism and Disposition (2017) menekankan perlunya kewaspadaan pada pasien yang menggunakan obat dengan indeks terapi sempit.
Apakah pala aman untuk bayi dan anak-anak?
Pala tidak direkomendasikan untuk bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun karena sistem saraf mereka masih rentan terhadap senyawa psikoaktif. Pada anak yang lebih besar, konsumsi sedikit sebagai bumbu umumnya aman, namun dosis besar dapat menyebabkan keracunan serius. Laporan dalam Pediatrics International (2018) mendokumentasikan kasus keracunan pala pada anak usia 3 tahun setelah menelan 2 sendok teh bubuk pala.

Clove / Cengkeh

Syzygium aromaticum