Daun Bawang

Scallion | Allium fistulosum
Daun Bawang
Nama
Daun Bawang (Scallion)
Nama Latin/Ilmiah
Allium fistulosum
Bagian Digunakan
Daun dan Umbi Putih
Rasa
Mildly pungent, onion-like

Nama Lain
Green onion (United States), Spring onion (United Kingdom), Welsh onion (Germany), Negi (Japan), Daun bawang (Indonesia)
Asal
China, Siberia
Kandungan Utama
Allicin, quercetin, kaempferol, vitamin C, vitamin K

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Daun Bawang

Daun bawang, yang dikenal dengan nama ilmiah Allium fistulosum, merupakan tumbuhan herba tahunan dari famili Amaryllidaceae yang banyak digunakan sebagai bumbu dapur di Asia. Berbeda dengan bawang merah (Allium cepa), spesies ini tidak membentuk umbi lapis yang besar melainkan batang semu berwarna putih kehijauan yang menjulang dari pangkal. Struktur daunnya silindris, berongga, dan berujung runcing, dengan tinggi tanaman mencapai 30–50 cm. Tanaman ini berasal dari Asia Timur dan telah dibudidayakan selama berabad-abad karena kemudahan pertumbuhannya serta ketahanannya terhadap cuaca dingin.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 00:42:21
 

II. Ciri-ciri Daun Bawang

Tumbuh paling oke di dataran tinggi dengan hawa sejuk, tapi tetap bisa hidup di dataran rendah asalkan tanahnya gembur, kaya bahan organik, dan punya drainase yang lancar supaya akarnya nggak gampang busuk. Karakteristik/ciri-ciri Daun Bawang (Allium fistulosum):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Sistem perakaran serabut yang tumbuh dangkal, warnanya putih dan gampang menyerap nutrisi dari tanah.
Batang Batangnya sebenarnya nggak nyata (batang semu) yang terbentuk dari pelepah daun yang saling membungkus, teksturnya lunak dan berwarna putih kehijauan.
Daun Bentuknya memanjang seperti pipa atau silinder berongga di tengah, ujungnya runcing, teksturnya lunak, dan warnanya hijau segar.
Bunga Muncul di ujung tangkai bunga yang panjang, berbentuk bongkol atau payung dengan kumpulan bunga kecil berwarna putih atau kekuningan.
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk kapsul kecil, di dalamnya terdapat biji berwarna hitam yang bentuknya agak pipih dan berkerut.

III. Manfaat Daun Bawang

8 Manfaat Daun Bawang untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada edema dan nyeri sendi

    Penghambatan jalur NF-κB dan aktivitas COX-2 serta iNOS, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Senyawa flavonoid dan organosulfur memodulasi sinyal MAPK dan PI3K/Akt.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Alisin
    Tampilkan
  2. Antimikroba spektrum luas

    Gangguan integritas membran sel mikroba melalui interaksi dengan lipid bilayer, inhibisi enzim esensial, dan induksi stres oksidatif. Senyawa thiosulfinate bereaksi dengan gugus tiol protein.

    Senyawa Aktif: Thiosulfinat (dipropil disulfida), Alisin, S-metil L-sistein sulfoksida
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan perlindungan terhadap stres oksidatif

    Donor elektron langsung (scavenger radikal bebas), peningkatan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, GSH-Px, katalase), dan inhibisi peroksidasi lipid melalui jalur Nrf2/ARE.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Daun Bawang

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Daun Bawang.

  1. Golongan: Organosulfur (Thiosulfinate)
    Bagian Tanaman: Daun dan umbi segar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba (bakteri Gram-positif/negatif, Jamur), Antihipertensi (vasodilatasi), Antiplatelet (inhibisi Agregasi Trombosit), Antikanker (induksi Apoptosis, Studi In Vitro Dan In Vivo Pada Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
  2. Golongan: Organosulfur (Sulfoksida)
    Bagian Tanaman: Daun dan umbi segar
    Aktivitas Farmakologis:
    Prekursor Allicin; Antioksidan (scavenger Radikal Bebas), Antiinflamasi (modulasi NF-κB), Hepatoprotektif (studi Pada Tikus; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
  3. Golongan: Organosulfur (Disulfida)
    Bagian Tanaman: Daun dan umbi (minyak atsiri)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (menghambat Proliferasi Sel Tumor, Induksi Apoptosis, Studi In Vitro Dan In Vivo), Antioksidan, Hepatoprotektif, Antimikroba (terhadap Helicobacter Pylori); Sebagian Besar Bukti Dari Studi Preklinis.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Daun Bawang

Interaksi & Kontraindikasi Daun Bawang dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan antikoagulan (warfarin, heparin) atau antiplatelet (aspirin, clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari konsumsi daun bawang dalam jumlah besar. Pantau tanda perdarahan dan lakukan pemeriksaan INR secara rutin. Konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta blocker, diuretik)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsumsi normal umumnya aman. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, pantau tekanan darah untuk mencegah hipotensi.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, sulfonilurea, metformin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun bawang dapat menurunkan gula darah. Pantau kadar gula darah secara teratur dan waspadai gejala hipoglikemia. Sesuaikan dosis obat jika perlu.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Daun Bawang

Daun bawang (Allium fistulosum) umumnya aman dikonsumsi dalam jumlah normal sebagai makanan, namun konsumsi secara berlebihan atau pada individu dengan kondisi sensitif tertentu dapat memicu beberapa efek samping. Salah satu efek samping yang paling sering dilaporkan adalah gangguan pencernaan, seperti perut kembung, peningkatan produksi gas, dan rasa tidak nyaman pada lambung. Hal ini disebabkan oleh kandungan senyawa fruktan dan senyawa organosulfur yang tinggi di dalamnya, yang dapat memicu iritasi pada saluran pencernaan bagi penderita sindrom iritasi usus besar (IBS).

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Daun Bawang

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Daun Bawang.

  1. Konsumsi sayuran Allium dan risiko karsinoma lambung: Tinjauan sistematis dan meta-analisis studi observasional

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Asupan sayuran Allium yang lebih tinggi, termasuk daun bawang (Allium fistulosum), dikaitkan dengan penurunan risiko karsinoma lambung yang signifikan. Analisis dosis-respons menunjukkan setiap tambahan 50 g/hari menurunkan risiko sekitar 8%.
    Tampilkan
  2. Ekstrak Allium fistulosum L. menekan peradangan dan stres oksidatif pada sel makrofag RAW264.7 yang diinduksi lipopolisakarida

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak daun bawang menghambat produksi nitrit oksida, TNF-α, dan IL-6 akibat stimulasi LPS. Efek antiinflamasi tersebut dimediasi oleh modulasi jalur NF-κB dan aktivasi Nrf2/HO-1.
    Tampilkan
  3. Efek antiobesitas ekstrak Allium fistulosum L. pada tikus dengan diet tinggi lemak

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian ekstrak menurunkan berat badan, massa jaringan lemak, dan kadar trigliserida serum pada tikus HFD. Ekstrak juga menghambat ekspresi gen lipogenik dan meningkatkan toleransi glukosa.
    Tampilkan

VIII. FAQ Daun Bawang

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Daun Bawang.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam daun bawang (Allium fistulosum) dan manfaatnya?
Daun bawang kaya akan senyawa sulfur organik seperti allicin, ajoene, dan tiosulfinat, serta flavonoid seperti quercetin dan kaempferol. Senyawa ini memberikan efek antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan kardioprotektif. Allicin terbukti menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur, sementara quercetin membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi peradangan. (Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2018, 66(43), 11345-11355)
Apakah aman mengonsumsi daun bawang mentah setiap hari?
Mengonsumsi daun bawang mentah dalam jumlah wajar (sekitar 1-2 batang per hari) umumnya aman bagi kebanyakan orang. Namun, kandungan serat dan senyawa sulfur yang tinggi dapat menyebabkan iritasi lambung, perut kembung, atau gangguan pencernaan pada individu sensitif. Konsumsi berlebihan (>50 g/hari) pada perut kosong berisiko menimbulkan rasa terbakar. (Food and Chemical Toxicology, 2019, 133, 110786)
Bagaimana efek samping yang mungkin terjadi jika mengonsumsi daun bawang secara berlebihan?
Efek samping utama meliputi gangguan gastrointestinal seperti mulas, mual, diare, dan perut kembung. Senyawa allicin dan tiosulfinat dapat mengiritasi mukosa lambung, terutama pada penderita gastritis atau tukak lambung. Dalam kasus jarang, konsumsi sangat berlebihan (>100 g) dapat menyebabkan dermatitis kontak atau reaksi alergi. (Phytotherapy Research, 2012, 26(12), 1789-1795)
Apakah daun bawang aman bagi ibu hamil dan menyusui?
Daun bawang dalam jumlah makanan normal (sebagai bumbu atau lalapan) dianggap aman untuk ibu hamil dan menyusui. Kandungan folat dan vitamin K dalam daun bawang bahkan bermanfaat untuk perkembangan janin dan produksi ASI. Namun, konsumsi suplemen konsentrat daun bawang atau ekstrak dalam dosis tinggi tidak dianjurkan karena kurangnya data keamanan. Hindari konsumsi berlebihan karena dapat memicu iritasi lambung. (Journal of Ethnopharmacology, 2015, 171, 99-105)
Bisakah daun bawang diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Daun bawang dapat diperkenalkan kepada bayi di atas usia 6 bulan sebagai bumbu masakan (dalam jumlah sangat kecil, setengah sendok teh) setelah dimasak untuk mengurangi risiko tersedak dan iritasi. Namun, tidak dianjurkan memberikan daun bawang mentah karena bentuknya yang panjang dan berserat dapat menyumbat saluran napas. Pada anak-anak, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan. (Pediatrics in Review, 2019, 40(9), 468-470)
Apakah daun bawang memiliki efek interaksi dengan obat-obatan tertentu?
Daun bawang mengandung vitamin K yang dapat memengaruhi efektivitas antikoagulan seperti warfarin. Konsumsi berlebihan (lebih dari 1 mangkuk per hari) dapat menurunkan efek obat. Selain itu, senyawa sulfur dalam daun bawang dapat meningkatkan risiko perdarahan jika dikombinasikan dengan antikoagulan lain atau obat antiplatelet. Pasien yang menjalani terapi ini disarankan untuk menjaga asupan daun bawang tetap konsisten. (British Journal of Nutrition, 2010, 103(11), 1620-1627)
Bagaimana cara terbaik mengonsumsi daun bawang untuk mendapatkan manfaat kesehatan maksimal?
Untuk mempertahankan senyawa allicin yang sensitif terhadap panas, konsumsi daun bawang mentah atau sedikit diungkep saja. Pemotongan daun bawang membiarkannya terpapar udara selama 10-15 menit sebelum dimasak dapat meningkatkan pembentukan allicin. Rebusan daun bawang (teh) juga umum digunakan untuk mengatasi pilek dan meningkatkan kekebalan tubuh, meskipun sebagian senyawa volatil akan hilang. (Journal of Medicinal Food, 2017, 20(7), 685-692)
Apakah daun bawang dapat membantu menurunkan tekanan darah?
Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi rutin daun bawang dapat membantu menurunkan tekanan darah berkat kandungan kalium dan senyawa sulfur seperti aliin. Kalium membantu merelaksasi pembuluh darah, sedangkan senyawa sulfur meningkatkan produksi oksida nitrat yang bersifat vasodilator. Efek ini teramati pada dosis sekitar 30-60 g per hari sebagai bagian dari diet seimbang. (Phytomedicine, 2019, 55, 80-89)

Bawang Merah

Allium cepa var. aggregatum

Ginseng

Panax ginseng

Cari: