Advertisement
Daun bawang, yang dikenal dengan nama ilmiah Allium fistulosum, merupakan tumbuhan herba tahunan dari famili Amaryllidaceae yang banyak digunakan sebagai bumbu dapur di Asia. Berbeda dengan bawang merah (Allium cepa), spesies ini tidak membentuk umbi lapis yang besar melainkan batang semu berwarna putih kehijauan yang menjulang dari pangkal. Struktur daunnya silindris, berongga, dan berujung runcing, dengan tinggi tanaman mencapai 30–50 cm. Tanaman ini berasal dari Asia Timur dan telah dibudidayakan selama berabad-abad karena kemudahan pertumbuhannya serta ketahanannya terhadap cuaca dingin.
Advertisement
Secara morfologi, Allium fistulosum memiliki sistem perakaran serabut yang dangkal, sehingga cocok ditanam di lahan dengan drainase baik. Batang semu yang kita konsumsi sebenarnya adalah bagian pangkal daun yang saling membungkus, sementara daun hijaunya yang panjang dan berlubang di dalam memberikan tekstur renyah. Bunga tanaman ini muncul dalam bentuk umbel bulat berwarna putih atau kehijauan, meskipun dalam budidaya komersial biasanya dipanen sebelum fase generatif. Kandungan senyawa sulfur seperti alliin memberikan aroma khas yang menjadi ciri khas daun bawang, selain juga memiliki sifat antioksidan dan antimikroba.
Dalam kuliner Indonesia, daun bawang digunakan sebagai penyedap tumisan, sup, bakso, atau taburan di atas mi dan soto. Budidayanya relatif mudah— bisa diperbanyak melalui biji atau pemisahan anakan, dengan masa panen sekitar 60–80 hari setelah tanam. Tanaman ini juga sering dijadikan tumpangsari karena tidak membutuhkan lahan luas dan dapat dipanen bertahap dengan memotong daun bagian luar. Allium fistulosum juga dikenal sebagai "bawang prei" atau "spring onion" dalam istilah global, memperkuat perannya dalam memperkaya cita rasa masakan Asia.
Manfaat Scallion / Daun Bawang untuk kesehatan.
Penghambatan jalur NF-κB dan aktivitas COX-2 serta iNOS, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Senyawa flavonoid dan organosulfur memodulasi sinyal MAPK dan PI3K/Akt.
Gangguan integritas membran sel mikroba melalui interaksi dengan lipid bilayer, inhibisi enzim esensial, dan induksi stres oksidatif. Senyawa thiosulfinate bereaksi dengan gugus tiol protein.
Donor elektron langsung (scavenger radikal bebas), peningkatan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, GSH-Px, katalase), dan inhibisi peroksidasi lipid melalui jalur Nrf2/ARE.
Penghambatan enzim α-glukosidase dan α-amilase, peningkatan sekresi insulin dari sel β pankreas, serta peningkatan sensitivitas insulin melalui aktivasi AMPK dan PPAR-γ.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Scallion / Daun Bawang.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Scallion / Daun Bawang.