• Herbapedia.id

Scallion / Daun Bawang

Allium fistulosum
Nama: Scallion / Daun Bawang
Nama Ilmiah: Allium fistulosum
Famili: Amaryllidaceae

Kandungan:
Allicin, quercetin, kaempferol, vitamin C, vitamin K
Nama Lain:
Green onion (United States), Spring onion (United Kingdom), Welsh onion (Germany), Negi (Japan), Daun bawang (Indonesia)
Asal:
China, Siberia
Bagian Utama:
Daun dan Umbi Putih
Rasa:
Mildly pungent, onion-like

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Scallion / Daun Bawang

Daun bawang, yang dikenal dengan nama ilmiah Allium fistulosum, merupakan tumbuhan herba tahunan dari famili Amaryllidaceae yang banyak digunakan sebagai bumbu dapur di Asia. Berbeda dengan bawang merah (Allium cepa), spesies ini tidak membentuk umbi lapis yang besar melainkan batang semu berwarna putih kehijauan yang menjulang dari pangkal. Struktur daunnya silindris, berongga, dan berujung runcing, dengan tinggi tanaman mencapai 30–50 cm. Tanaman ini berasal dari Asia Timur dan telah dibudidayakan selama berabad-abad karena kemudahan pertumbuhannya serta ketahanannya terhadap cuaca dingin.

Advertisement

Secara morfologi, Allium fistulosum memiliki sistem perakaran serabut yang dangkal, sehingga cocok ditanam di lahan dengan drainase baik. Batang semu yang kita konsumsi sebenarnya adalah bagian pangkal daun yang saling membungkus, sementara daun hijaunya yang panjang dan berlubang di dalam memberikan tekstur renyah. Bunga tanaman ini muncul dalam bentuk umbel bulat berwarna putih atau kehijauan, meskipun dalam budidaya komersial biasanya dipanen sebelum fase generatif. Kandungan senyawa sulfur seperti alliin memberikan aroma khas yang menjadi ciri khas daun bawang, selain juga memiliki sifat antioksidan dan antimikroba.

Dalam kuliner Indonesia, daun bawang digunakan sebagai penyedap tumisan, sup, bakso, atau taburan di atas mi dan soto. Budidayanya relatif mudah— bisa diperbanyak melalui biji atau pemisahan anakan, dengan masa panen sekitar 60–80 hari setelah tanam. Tanaman ini juga sering dijadikan tumpangsari karena tidak membutuhkan lahan luas dan dapat dipanen bertahap dengan memotong daun bagian luar. Allium fistulosum juga dikenal sebagai "bawang prei" atau "spring onion" dalam istilah global, memperkuat perannya dalam memperkaya cita rasa masakan Asia.

Update: 30 Jul 2026 - 08:26:17

 

II. Manfaat Scallion / Daun Bawang

Manfaat Scallion / Daun Bawang untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada edema dan nyeri sendi

    Penghambatan jalur NF-κB dan aktivitas COX-2 serta iNOS, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Senyawa flavonoid dan organosulfur memodulasi sinyal MAPK dan PI3K/Akt.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Allicin
    Tampilkan
  2. Antimikroba spektrum luas

    Gangguan integritas membran sel mikroba melalui interaksi dengan lipid bilayer, inhibisi enzim esensial, dan induksi stres oksidatif. Senyawa thiosulfinate bereaksi dengan gugus tiol protein.

    Senyawa Aktif: Thiosulfinat (dipropil disulfida), Allicin, S-metil L-sistein sulfoksida
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan perlindungan terhadap stres oksidatif

    Donor elektron langsung (scavenger radikal bebas), peningkatan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, GSH-Px, katalase), dan inhibisi peroksidasi lipid melalui jalur Nrf2/ARE.

    Tampilkan
  4. Antidiabetes (penurunan glukosa darah)

    Penghambatan enzim α-glukosidase dan α-amilase, peningkatan sekresi insulin dari sel β pankreas, serta peningkatan sensitivitas insulin melalui aktivasi AMPK dan PPAR-γ.

    Senyawa Aktif: Allicin, Kuersetin, S-metil L-sistein sulfoksida
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Scallion / Daun Bawang

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Scallion / Daun Bawang.

  1. Golongan: Organosulfur (Thiosulfinate)
    Bagian Tanaman: Daun dan umbi segar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba (bakteri Gram-positif/negatif, Jamur), Antihipertensi (vasodilatasi), Antiplatelet (inhibisi Agregasi Trombosit), Antikanker (induksi Apoptosis, Studi In Vitro Dan In Vivo Pada Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
  2. Golongan: Organosulfur (Sulfoksida)
    Bagian Tanaman: Daun dan umbi segar
    Aktivitas Farmakologis:
    Prekursor Allicin; Antioksidan (scavenger Radikal Bebas), Antiinflamasi (modulasi NF-κB), Hepatoprotektif (studi Pada Tikus; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
  3. Golongan: Organosulfur (Disulfida)
    Bagian Tanaman: Daun dan umbi (minyak atsiri)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (menghambat Proliferasi Sel Tumor, Induksi Apoptosis, Studi In Vitro Dan In Vivo), Antioksidan, Hepatoprotektif, Antimikroba (terhadap Helicobacter Pylori); Sebagian Besar Bukti Dari Studi Preklinis.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Scallion / Daun Bawang

Penggunaan antikoagulan (warfarin, heparin) atau antiplatelet (aspirin, clopidogrel)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Hindari konsumsi daun bawang dalam jumlah besar. Pantau tanda perdarahan dan lakukan pemeriksaan INR secara rutin. Konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen.

Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta blocker, diuretik)

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Konsumsi normal umumnya aman. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, pantau tekanan darah untuk mencegah hipotensi.

Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, sulfonilurea, metformin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Daun bawang dapat menurunkan gula darah. Pantau kadar gula darah secara teratur dan waspadai gejala hipoglikemia. Sesuaikan dosis obat jika perlu.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Scallion / Daun Bawang

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Scallion / Daun Bawang.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam daun bawang (Allium fistulosum) dan manfaatnya?
Daun bawang kaya akan senyawa sulfur organik seperti allicin, ajoene, dan tiosulfinat, serta flavonoid seperti quercetin dan kaempferol. Senyawa ini memberikan efek antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan kardioprotektif. Allicin terbukti menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur, sementara quercetin membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi peradangan. (Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2018, 66(43), 11345-11355)
Apakah aman mengonsumsi daun bawang mentah setiap hari?
Mengonsumsi daun bawang mentah dalam jumlah wajar (sekitar 1-2 batang per hari) umumnya aman bagi kebanyakan orang. Namun, kandungan serat dan senyawa sulfur yang tinggi dapat menyebabkan iritasi lambung, perut kembung, atau gangguan pencernaan pada individu sensitif. Konsumsi berlebihan (>50 g/hari) pada perut kosong berisiko menimbulkan rasa terbakar. (Food and Chemical Toxicology, 2019, 133, 110786)
Bagaimana efek samping yang mungkin terjadi jika mengonsumsi daun bawang secara berlebihan?
Efek samping utama meliputi gangguan gastrointestinal seperti mulas, mual, diare, dan perut kembung. Senyawa allicin dan tiosulfinat dapat mengiritasi mukosa lambung, terutama pada penderita gastritis atau tukak lambung. Dalam kasus jarang, konsumsi sangat berlebihan (>100 g) dapat menyebabkan dermatitis kontak atau reaksi alergi. (Phytotherapy Research, 2012, 26(12), 1789-1795)
Apakah daun bawang aman bagi ibu hamil dan menyusui?
Daun bawang dalam jumlah makanan normal (sebagai bumbu atau lalapan) dianggap aman untuk ibu hamil dan menyusui. Kandungan folat dan vitamin K dalam daun bawang bahkan bermanfaat untuk perkembangan janin dan produksi ASI. Namun, konsumsi suplemen konsentrat daun bawang atau ekstrak dalam dosis tinggi tidak dianjurkan karena kurangnya data keamanan. Hindari konsumsi berlebihan karena dapat memicu iritasi lambung. (Journal of Ethnopharmacology, 2015, 171, 99-105)
Bisakah daun bawang diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Daun bawang dapat diperkenalkan kepada bayi di atas usia 6 bulan sebagai bumbu masakan (dalam jumlah sangat kecil, setengah sendok teh) setelah dimasak untuk mengurangi risiko tersedak dan iritasi. Namun, tidak dianjurkan memberikan daun bawang mentah karena bentuknya yang panjang dan berserat dapat menyumbat saluran napas. Pada anak-anak, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan. (Pediatrics in Review, 2019, 40(9), 468-470)
Apakah daun bawang memiliki efek interaksi dengan obat-obatan tertentu?
Daun bawang mengandung vitamin K yang dapat memengaruhi efektivitas antikoagulan seperti warfarin. Konsumsi berlebihan (lebih dari 1 mangkuk per hari) dapat menurunkan efek obat. Selain itu, senyawa sulfur dalam daun bawang dapat meningkatkan risiko perdarahan jika dikombinasikan dengan antikoagulan lain atau obat antiplatelet. Pasien yang menjalani terapi ini disarankan untuk menjaga asupan daun bawang tetap konsisten. (British Journal of Nutrition, 2010, 103(11), 1620-1627)
Bagaimana cara terbaik mengonsumsi daun bawang untuk mendapatkan manfaat kesehatan maksimal?
Untuk mempertahankan senyawa allicin yang sensitif terhadap panas, konsumsi daun bawang mentah atau sedikit diungkep saja. Pemotongan daun bawang membiarkannya terpapar udara selama 10-15 menit sebelum dimasak dapat meningkatkan pembentukan allicin. Rebusan daun bawang (teh) juga umum digunakan untuk mengatasi pilek dan meningkatkan kekebalan tubuh, meskipun sebagian senyawa volatil akan hilang. (Journal of Medicinal Food, 2017, 20(7), 685-692)
Apakah daun bawang dapat membantu menurunkan tekanan darah?
Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi rutin daun bawang dapat membantu menurunkan tekanan darah berkat kandungan kalium dan senyawa sulfur seperti aliin. Kalium membantu merelaksasi pembuluh darah, sedangkan senyawa sulfur meningkatkan produksi oksida nitrat yang bersifat vasodilator. Efek ini teramati pada dosis sekitar 30-60 g per hari sebagai bagian dari diet seimbang. (Phytomedicine, 2019, 55, 80-89)

Shallot / Bawang Merah

Allium cepa var. aggregatum

Asian Ginseng

Panax ginseng