Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Konsumsi sayuran Allium dan risiko karsinoma lambung: Tinjauan sistematis dan meta-analisis studi observasional

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    22 studi observasional (kohort dan kasus-kontrol) dengan total 248.713 partisipan dan 12.845 kasus karsinoma lambung
    Dosis/Durasi:
    Meta-analisis membandingkan kategori asupan tertinggi versus terendah; durasi tidak dilaporkan seragam lintas studi.
    Temuan:
    Asupan sayuran Allium yang lebih tinggi, termasuk daun bawang (Allium fistulosum), dikaitkan dengan penurunan risiko karsinoma lambung yang signifikan. Analisis dosis-respons menunjukkan setiap tambahan 50 g/hari menurunkan risiko sekitar 8%.
  2. Ekstrak Allium fistulosum L. menekan peradangan dan stres oksidatif pada sel makrofag RAW264.7 yang diinduksi lipopolisakarida

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7; kelompok kontrol, LPS, dan LPS + ekstrak etanol daun bawang (10–200 µg/mL) dengan tiga ulangan
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 10, 25, 50, 100, dan 200 µg/mL diberikan 1 jam sebelum stimulasi LPS selama 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak daun bawang menghambat produksi nitrit oksida, TNF-α, dan IL-6 akibat stimulasi LPS. Efek antiinflamasi tersebut dimediasi oleh modulasi jalur NF-κB dan aktivasi Nrf2/HO-1.
  3. Efek antiobesitas ekstrak Allium fistulosum L. pada tikus dengan diet tinggi lemak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 tikus C57BL/6J jantan berumur 6 minggu, dibagi menjadi 5 kelompok (n=8): normal, kontrol HFD, HFD + ekstrak 100, 200, dan 400 mg/kg BB
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 100, 200, atau 400 mg/kg BB per oral sekali sehari selama 12 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak menurunkan berat badan, massa jaringan lemak, dan kadar trigliserida serum pada tikus HFD. Ekstrak juga menghambat ekspresi gen lipogenik dan meningkatkan toleransi glukosa.
  4. Efek protektif ekstrak etanol Allium fistulosum L. terhadap tukak lambung yang diinduksi etanol pada tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    36 tikus Sprague-Dawley jantan; kelompok kontrol, ulkus etanol, dan ulkus + ekstrak 250 atau 500 mg/kg BB
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diberikan per oral 60 menit sebelum induksi etanol 96%; pemberian harian selama 7 hari.
    Temuan:
    Ekstrak daun bawang mengurangi indeks ulkus dan edema mukosa secara signifikan serta meningkatkan kadar prostaglandin E2. Efek gastroprotektif ini kemungkinan berkaitan dengan aktivitas antioksidan dan penghambatan peroksidasi lipid.
  5. Studi in silico senyawa bioaktif daun bawang (Allium fistulosum L.) sebagai inhibitor protease utama SARS-CoV-2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi komputasi/in silico
    Sampel:
    20 senyawa bioaktif dari Allium fistulosum (quercetin, kaempferol, alliin, dan lain-lain) serta protein target 3CLpro SARS-CoV-2 (PDB: 6LU7)
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; simulasi penambatan molekuler dengan grid box 20 Å dan validasi RMSD <2 Å.
    Temuan:
    Senyawa quercetin dan kaempferol memiliki nilai afinitas ikatan yang lebih rendah dibandingkan ligan kontrol, sehingga berpotensi menjadi inhibitor protease utama SARS-CoV-2. Prediksi ADMET menunjukkan profil keamanan yang dapat diterima.
  6. Pengaruh metode pengolahan terhadap kadar fenolik dan aktivitas antioksidan daun bawang (Allium fistulosum L.)

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Sampel daun bawang segar, dikukus, direbus, dan ditumis; setiap kelompok dianalisis tiga kali ulangan
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada intervensi subjek; analisis fitokimia dilakukan pada sampel segar dan setelah perlakuan panas selama 5–10 menit.
    Temuan:
    Pengolahan termal menurunkan total fenol, flavonoid, dan aktivitas peredaman radikal DPPH/ABTS dibandingkan sampel segar. Daun bawang segar memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan IC50 DPPH sebesar 42,5 µg/mL.
  7. Aktivitas antimikroba minyak atsiri daun bawang (Allium fistulosum L.) terhadap patogen bawaan makanan

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Minyak atsiri hasil hidrodistilasi; kultur Staphylococcus aureus ATCC 25923, Escherichia coli ATCC 25922, dan Candida albicans ATCC 10231
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi minyak atsiri 6,25–100 mg/mL; uji difusi cakram dan mikrodilusi dengan masa inkubasi 24 jam.
    Temuan:
    Minyak atsiri menunjukkan zona hambat terkuat terhadap S. aureus dan C. albicans dibandingkan E. coli. Aktivitas antimikroba berkaitan dengan kandungan dimetil trisulfida dan senyawa organosulfur lain.

Advertisement


Cari: