Advertisement
Daun bawang atau Allium porrum merupakan tumbuhan herba dwimusim yang termasuk dalam famili Amaryllidaceae, berkerabat dekat dengan bawang bombai dan bawang putih. Berbeda dengan kerabatnya, leek tidak membentuk umbi yang membesar, melainkan batang semu berwarna putih hingga hijau pucat yang tersusun dari pelepah daun yang saling membungkus. Bagian inilah yang menjadi nilai ekonomi utama karena memiliki tekstur renyah serta rasa yang lebih ringan dan manis dibandingkan bawang lainnya.
Bawang prei ini paling betah tumbuh di daerah yang sejuk dengan tanah yang gembur dan kaya nutrisi. Mereka suka sinar matahari penuh, tapi tetap butuh kelembapan tanah yang terjaga biar tumbuhnya maksimal. Karakteristik/ciri-ciri Leek (Allium porrum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Sistem perakarannya serabut yang tumbuh dari dasar batang yang memadat, fungsinya buat nyari nutrisi di tanah dengan efektif. |
| Batang | Bagian batangnya sebenarnya adalah tumpukan pelepah daun yang rapat dan panjang, membentuk silinder putih yang tebal dan renyah. |
| Daun | Daunnya berbentuk pipih, memanjang, dan berwarna hijau kebiruan. Teksturnya agak tebal dan saling menumpuk rapat di bagian pangkal. |
| Bunga | Kalau dibiarkan tumbuh terus, dia bakal munculin tangkai bunga di bagian tengah yang di ujungnya ada kumpulan bunga kecil berwarna putih atau ungu muda membentuk bola (umbel). |
| Umbi | Nggak kayak bawang merah atau putih yang punya umbi besar, leek cuma punya pangkal batang yang sedikit melebar dan tidak membentuk umbi yang bulat sempurna. |
6 Manfaat Leek untuk kesehatan.
Flavonoid (kaempferol, kuersetin) dan asam fenolat dalam A. porrum mendonorkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS), mengkhelat logam pro-oksidan (Fe2+/Cu+), serta mengaktifkan jalur Nrf2 sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GPx; peroksidasi lipid (MDA) ditekan.
Saponin steroidal seperti porrigenin A/B berikatan dengan sterol/ergosterol pada membran mikroba, membentuk pori dan menyebabkan kebocoran sitoplasma. Tiosulfinat mengoksidasi gugus tiol protein/enzim mikroba sehingga menghambat metabolisme dan replikasi; flavonoid mengganggu adhesi bakteri dan pembentukan biofilm.
Kaempferol dan kuersetin menghambat fosforilasi IκBα sehingga NF-κB tidak bertranslokasi ke inti, menurunkan transkripsi COX-2, iNOS, TNF-α, dan IL-6. Saponin steroidal juga memodulasi produksi prostaglandin E2 serta menekan aktivitas lipooksigenase/COX.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Leek.
Interaksi & Kontraindikasi Leek dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Leek atau bawang prei (Allium porrum) adalah sayuran yang kaya nutrisi dan umumnya aman dikonsumsi oleh kebanyakan orang. Namun, seperti kelompok Allium lainnya (seperti bawang putih dan bawang bombay), konsumsi leek dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping pencernaan. Kandungan fruktan dan senyawa sulfur yang tinggi di dalamnya dapat memicu iritasi lambung, perut kembung, peningkatan produksi gas, dan rasa tidak nyaman pada individu yang sensitif, terutama bagi penderita sindrom iritasi usus besar (IBS).
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Leek.