Leek

Allium porrum
Nama
Leek
Nama Latin/Ilmiah
Allium porrum
Bagian Digunakan
Batang Semu (bulb) dan Daun Muda.
Rasa
manis, rasa bawang yang lembut
Nama Lain
poireau (Prancis), porro (Italia), puerro (Spanyol), prei (Belanda), pırasa (Turki)
Asal
Asal usul leek (Allium porrum) adalah kawasan Mediterania dan Timur Tengah.
Kandungan Utama
Vitamin K, vitamin A, vitamin C, folat, mangan, serat, dan antioksidan kaempferol.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Leek

Daun bawang atau Allium porrum merupakan tumbuhan herba dwimusim yang termasuk dalam famili Amaryllidaceae, berkerabat dekat dengan bawang bombai dan bawang putih. Berbeda dengan kerabatnya, leek tidak membentuk umbi yang membesar, melainkan batang semu berwarna putih hingga hijau pucat yang tersusun dari pelepah daun yang saling membungkus. Bagian inilah yang menjadi nilai ekonomi utama karena memiliki tekstur renyah serta rasa yang lebih ringan dan manis dibandingkan bawang lainnya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 17 Agu 2026 - 14:20:04
 

II. Ciri-ciri Leek

Bawang prei ini paling betah tumbuh di daerah yang sejuk dengan tanah yang gembur dan kaya nutrisi. Mereka suka sinar matahari penuh, tapi tetap butuh kelembapan tanah yang terjaga biar tumbuhnya maksimal. Karakteristik/ciri-ciri Leek (Allium porrum):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Sistem perakarannya serabut yang tumbuh dari dasar batang yang memadat, fungsinya buat nyari nutrisi di tanah dengan efektif.
Batang Bagian batangnya sebenarnya adalah tumpukan pelepah daun yang rapat dan panjang, membentuk silinder putih yang tebal dan renyah.
Daun Daunnya berbentuk pipih, memanjang, dan berwarna hijau kebiruan. Teksturnya agak tebal dan saling menumpuk rapat di bagian pangkal.
Bunga Kalau dibiarkan tumbuh terus, dia bakal munculin tangkai bunga di bagian tengah yang di ujungnya ada kumpulan bunga kecil berwarna putih atau ungu muda membentuk bola (umbel).
Umbi Nggak kayak bawang merah atau putih yang punya umbi besar, leek cuma punya pangkal batang yang sedikit melebar dan tidak membentuk umbi yang bulat sempurna.

III. Manfaat Leek

6 Manfaat Leek untuk kesehatan.

  1. Antioksidan dan Perlindungan terhadap Stres Oksidatif

    Flavonoid (kaempferol, kuersetin) dan asam fenolat dalam A. porrum mendonorkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS), mengkhelat logam pro-oksidan (Fe2+/Cu+), serta mengaktifkan jalur Nrf2 sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GPx; peroksidasi lipid (MDA) ditekan.

    Senyawa Aktif: Kaempferol, Kuersetin, isoalliin
    Tampilkan
  2. Antimikroba (Antibakteri dan Antifungal)

    Saponin steroidal seperti porrigenin A/B berikatan dengan sterol/ergosterol pada membran mikroba, membentuk pori dan menyebabkan kebocoran sitoplasma. Tiosulfinat mengoksidasi gugus tiol protein/enzim mikroba sehingga menghambat metabolisme dan replikasi; flavonoid mengganggu adhesi bakteri dan pembentukan biofilm.

    Senyawa Aktif: porrigenin A, porrigenin B, tiosulfinat, Kaempferol
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi (Penunjang Kondisi Inflamasi Kronis)

    Kaempferol dan kuersetin menghambat fosforilasi IκBα sehingga NF-κB tidak bertranslokasi ke inti, menurunkan transkripsi COX-2, iNOS, TNF-α, dan IL-6. Saponin steroidal juga memodulasi produksi prostaglandin E2 serta menekan aktivitas lipooksigenase/COX.

    Senyawa Aktif: Kaempferol, Kuersetin, saponin steroidal
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Leek

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Leek.

  1. Isoalliin (S-1-propenil-L-sistein sulfoksida)

    Golongan: Senyawa organosulfur (S-alk(en)il-L-sistein sulfoksida)
    Bagian Tanaman: Daun dan pseudostem/batang semu
    Aktivitas Farmakologis:
    Prekursor Tiosulfinat; Antiagregasi Platelet, Antioksidan, Dan Antimikroba Pada Uji In Vitro; Konsumsi Allium Secara Epidemiologis Dikaitkan Dengan Penurunan Risiko Kardiometabolik..
    Tampilkan
  2. Methiin (S-metil-L-sistein sulfoksida)

    Golongan: Senyawa organosulfur (S-alk(en)il-L-sistein sulfoksida)
    Bagian Tanaman: Daun dan pseudostem/batang semu
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Dan Hipolipidemik Pada Studi Hewan; Prekursor Metanetiosulfinat Yang Memiliki Aktivitas Antibakteri; Modulator Stres Oksidatif..
    Tampilkan
  3. Propiin (S-propil-L-sistein sulfoksida)

    Golongan: Senyawa organosulfur (S-alk(en)il-L-sistein sulfoksida)
    Bagian Tanaman: Daun dan pseudostem/batang semu
    Aktivitas Farmakologis:
    Prekursor Propil Tiosulfinat; Antiagregasi Platelet Dan Antibakteri Pada Uji Pendahuluan In Vitro..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Leek

Interaksi & Kontraindikasi Leek dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Konsumsi sayur normal pada orang sehat

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Aman dikonsumsi sebagai makanan dalam porsi wajar.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, diuretik)

    Tingkat Resiko: Rendah-Sedang
    Rekomendasi:
    Leek dapat membantu menurunkan tekanan darah; bila dikombinasikan dengan obat antihipertensi dalam jumlah besar, pantau tekanan darah untuk mencegah hipotensi.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetik (insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Leek memiliki efek hipoglikemik ringan. Pasien DM yang minum obat antidiabetik perlu memantau kadar gula darah agar tidak terjadi hipoglikemia.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Leek

Leek atau bawang prei (Allium porrum) adalah sayuran yang kaya nutrisi dan umumnya aman dikonsumsi oleh kebanyakan orang. Namun, seperti kelompok Allium lainnya (seperti bawang putih dan bawang bombay), konsumsi leek dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping pencernaan. Kandungan fruktan dan senyawa sulfur yang tinggi di dalamnya dapat memicu iritasi lambung, perut kembung, peningkatan produksi gas, dan rasa tidak nyaman pada individu yang sensitif, terutama bagi penderita sindrom iritasi usus besar (IBS).

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Leek

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Leek.

Apa saja kandungan fitokimia utama leek (Allium porrum) dan manfaatnya?
Leek mengandung senyawa organosulfur (isoalliin, metiin, propiin), flavonoid (kaempferol dan kuersetin), polifenol, saponin, serta fruktan/inulin. Secara keseluruhan, komponen ini berperan sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan prebiotik. Uji in vitro melaporkan bahwa kapasitas antioksidan leek berkorelasi dengan kandungan fenolik dan flavonoidnya. Sumber: Lanzotti (2006), Journal of Chromatography A; Bernaert et al. (2012).
Apakah leek aman dikonsumsi setiap hari? Berapa banyak sebaiknya?
Aman dikonsumsi setiap hari sebagai bagian dari sayuran. Porsi wajar sekitar 50–100 gram leek matang per hari mendukung rekomendasi WHO untuk makan 400 gram sayur dan buah per hari. Leek per 100 gram mentah mengandung sekitar 61 kkal, 1,5 g protein, 47,5 mcg vitamin K, dan 12 mg vitamin C. Sumber: USDA FoodData Central (2019); WHO/FAO (2003).
Apakah leek dapat digunakan sebagai obat herbal?
Leek bukan obat herbal yang disetujui untuk mengobati penyakit tertentu. Dalam pengobatan tradisional, sayuran Allium digunakan sebagai diuretik dan pelancar pencernaan, tetapi bukti klinis modern untuk leek masih terbatas. Leek sebaiknya diposisikan sebagai makanan fungsional yang mendukung kesehatan, bukan pengganti obat. Sumber: Rahman & Lowe (2006), The Journal of Nutrition.
Bagaimana leek memengaruhi kesehatan jantung dan kolesterol?
Kandungan senyawa organosulfur dan flavonoid pada leek berpotensi menurunkan oksidasi LDL, menghambat agregasi trombosit, dan memperbaiki fungsi pembuluh darah. Studi pada sayuran Allium menunjukkan konsumsi rutin dikaitkan dengan profil lipid yang lebih baik, meskipun bukti langsung pada leek tidak sekuat pada bawang putih. Sumber: Rahman & Lowe (2006), The Journal of Nutrition.
Apakah leek membantu kesehatan pencernaan?
Ya, leek mengandung inulin dan fruktan lain yang merupakan prebiotik. Serat larut ini difermentasi bakteri usus menjadi asam lemak rantai pendek (SCFA) yang memberi energi pada sel usus besar dan meningkatkan mikroba baik seperti Bifidobacterium. Oleh karena itu, leek dapat membantu melancarkan buang air besar. Sumber: Gibson et al. (2017), Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology.
Apa efek samping yang mungkin terjadi serta interaksi obatnya?
Pada jumlah normal, efek samping jarang. Orang dengan irritable bowel syndrome (IBS) atau sensitif fruktan dapat mengalami kembung dan gas karena bagian putih leek mengandung fruktan tinggi; bagian hijau daunnya lebih rendah fruktan. Leek juga mengandung vitamin K yang dapat berinteraksi dengan warfarin, sehingga pasien harus menjaga konsistensi asupan dan berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi. Sumber: USDA FoodData Central (2019); Monash University (2021).
Bolehkah leek diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Boleh. Leek yang sudah dimasak hingga lunak dan dicincang atau dihaluskan dapat diperkenalkan sebagai makanan pendamping ASI setelah bayi berusia sekitar 6 bulan. Mulailah dengan 1–2 sendok makan untuk melihat toleransi pencernaan. Leek menyumbang vitamin K, vitamin C, dan folat, tetapi tidak boleh menggantikan ASI atau susu formula. Sumber: WHO (2023), Infant and Young Child Feeding.
Apakah leek aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Aman sebagai sayuran yang dimasak dalam menu harian. Kandungan folat pada leek bermanfaat untuk ibu hamil, dan seratnya membantu mencegah konstipasi. Pastikan leek dicuci bersih dan dimasak untuk menurunkan risiko infeksi makanan. Konsumsi ekstrak leek pekat dalam dosis tinggi sebaiknya dihindari karena keamanannya belum diketahui. Sumber: USDA FoodData Central (2019); WHO (2023).
Bagaimana cara mengolah leek agar nutrisinya optimal?
Cuci leek sampai bersih, potong, dan diamkan sekitar 10 menit sebelum dimasak agar enzim alliinase dapat membentuk senyawa sulfur yang bermanfaat. Pilih metode dengan sedikit air seperti menumis atau mengukus, karena merebus lama dapat menghilangkan vitamin dan polifenol yang larut air. Jangan membuang bagian hijau leek karena bagian ini juga menyimpan flavonoid dan serat. Sumber: Bernaert et al. (2012); Rahman & Lowe (2006).

Elephant Garlic

Allium ampeloprasum

Cari: