Labu Siam

Chayote Greens | Sechium edule
Labu Siam
Nama
Labu Siam (Chayote Greens)
Nama Latin/Ilmiah
Sechium edule
Bagian Digunakan
Daun Muda (pucuk)
Rasa
Hijau, sedikit manis

Nama Lain
Choko tips (Australia), christophene leaves (Karibia Perancis), pipinola leaves (Hawaii)
Asal
Meksiko selatan dan Guatemala
Kandungan Utama
Flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, polifenol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Labu Siam

Daun labu siam (Sechium edule) merupakan bagian vegetatif dari tanaman merambat yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Meskipun buahnya lebih dikenal sebagai bahan konsumsi, daunnya juga memiliki nilai gizi dan manfaat kesehatan yang signifikan. Secara morfologi, daun ini berbentuk menjari dengan 3–5 lobus, bertekstur agak kasar, dan tumbuh berselang-seling di sepanjang sulur. Dalam pengolahan pangan, daun muda sering dijadikan sayuran rebus, lalapan, atau campuran pecel, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 18:20:03
 

II. Ciri-ciri Labu Siam

Labu siam tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis dengan suhu sejuk sampai hangat. Tanaman ini adalah tipe tanaman merambat yang sangat suka tempat lembap, drainase tanah yang baik, dan biasanya butuh media rambat (ajir) untuk berkembang maksimal. Karakteristik/ciri-ciri Labu Siam (Sechium edule):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Memiliki sistem perakaran serabut yang kuat, terkadang membentuk umbi pada tanaman yang sudah cukup umur.
Batang Batang berbentuk memanjang, lunak, beruas-ruas, dan memiliki alat pembelit (sulur) berbentuk spiral untuk memanjat.
Daun Daun berbentuk jantung atau segitiga dengan tepian yang agak bergerigi. Tekstur permukaannya sedikit kasar atau berbulu halus.
Bunga Bunga jantan dan betina tumbuh di pohon yang sama (monoecious). Bunga jantan biasanya berkelompok dalam tandan, sedangkan bunga betina muncul sendiri-sendiri.
Buah Bentuknya menyerupai buah pir atau jantung dengan kulit yang bisa halus atau agak berduri (tergantung varietas). Warna kulit bervariasi dari hijau muda sampai hijau tua.
Biji Hanya memiliki satu biji tunggal di bagian tengah yang berukuran besar, datar, dan menyatu dengan daging buah.

III. Manfaat Labu Siam

8 Manfaat Labu Siam untuk kesehatan.

  1. Antioksidan

    Senyawa polifenol dan flavonoid dalam daun Sechium edule bekerja sebagai donor elektron dan penangkal radikal bebas. Aktivitas antioksidan melibatkan peningkatan aktivitas enzim superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutathione peroksidase, serta aktivasi jalur Nrf2/ARE yang mengatur ekspresi gen antioksidan endogen. Polifenol juga menghambat peroksidasi lipid pada membran sel.

    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi dan nyeri sendi

    Flavonoid seperti luteolin dan apigenin menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX), menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Senyawa ini juga menekan ekspresi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β) melalui inhibisi jalur NF-κB dan MAPK pada makrofag.

    Tampilkan
  3. Antidiabetes / penurun kadar glukosa darah

    Ekstrak daun Sechium edule menghambat enzim alfa-glukosidase dan alfa-amilase di usus, sehingga memperlambat penyerapan glukosa. Selain itu, kandungan kuersetin dan kaempferol meningkatkan sekresi insulin dari sel beta pankreas dan meningkatkan translokasi GLUT-4 melalui jalur AMPK/PI3K, sehingga meningkatkan sensitivitas insulin.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Labu Siam

7 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Labu Siam.

  1. Saponarin (apigenin-6-C-glukosida-7-O-glukosida)

    Golongan: Flavonoid C-glikosida
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Penghambat Enzim Pengonversi Angiotensin (ACE) Secara In Vitro; Berpotensi Sebagai Antihipertensi; Juga Memiliki Aktivitas Antioksidan Dan Hepatoprotektif..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid C-glikosida
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Neuroprotektif, Dan Kemungkinan Turut Berkontribusi Pada Efek Kardiovaskular Ekstrak Daun..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid C-glikosida
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Kardioprotektif, Dan Antiproliferatif Terhadap Beberapa Lini Sel Kanker..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+4)

V. Interaksi & Kontraindikasi Labu Siam

Interaksi & Kontraindikasi Labu Siam dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Tidak ada kondisi/obat khusus — konsumsi normal sebagai sayur

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Umumnya aman setelah dimasak. Hindari ekstrak daun pekat tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (mis. kaptopril, losartan, amlodipin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun labu siam berpotensi menambah efek penurunan tekanan darah. Pantau tekanan darah secara teratur untuk mencegah hipotensi.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetik (mis. metformin, glibenklamid, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Penggunaan bersamaan dapat meningkatkan risiko hipoglikemia. Pantau gula darah dan lakukan penyesuaian dosis hanya atas saran dokter.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Labu Siam

Daun labu siam (Sechium edule) umumnya aman dikonsumsi dan kaya akan nutrisi, namun beberapa efek samping dan potensi risiko tetap dapat terjadi terutama pada individu tertentu. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah iritasi kulit kontak atau dermatitis saat penanganan daun dan getahnya mentah. Hal ini disebabkan oleh getah tanaman yang mengandung senyawa iritatif yang dapat memicu reaksi alergi lokal, gatal-gatal, atau kemerahan pada kulit sensitif. Selain itu, konsumsi daun labu siam secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan ringan seperti kembung atau peningkatan gas perut, terutama bagi individu yang tidak terbiasa mengonsumsi serat dalam jumlah tinggi.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Labu Siam

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Labu Siam.

Apa saja kandungan fitokimia dan zat gizi utama dari daun labu siam (Sechium edule)?
Daun labu siam mengandung senyawa flavonoid seperti vitexin dan isovitexin, serta saponin, tanin, alkaloid, dan steroid/triterpenoid. Secara gizi, daun ini mengandung serat, vitamin C, dan mineral seperti kalium dan kalsium. Kandungan fenolik tersebut berperan dalam aktivitas antioksidan. Studi oleh Siciliano dkk. (2004) mengidentifikasi profil flavonoid pada organ daun, sementara ulasan oleh Díaz-de-Cerio dkk. (2019) merangkum komposisi nutrisi dan senyawa bioaktifnya. Siciliano et al. (2004), Journal of Agricultural and Food Chemistry, 52(21), 6510–6515; Díaz-de-Cerio et al. (2019), Food Research International, 125, 108614.
Bagaimana cara mengonsumsi daun labu siam dalam kehidupan sehari-hari agar tetap aman?
Cara paling umum adalah mengolahnya sebagai sayuran: ditumis, direbus, dikukus, atau dijadikan lalap. Pastikan daun dicuci bersih dan dimasak hingga matang untuk mengurangi risiko infeksi serta menurunkan senyawa antinutrisi seperti saponin dan oksalat. Untuk penggunaan tradisional, rebusan daun dapat dibuat dengan merebus 10–15 gram daun segar dalam 200 ml air selama 10 menit, lalu disaring; namun dosis ini belum memiliki standar ilmiah. Konsumsi sebagai bagian dari menu makanan sehari-hari lebih dianjurkan daripada mengonsumsi ekstrak pekat. Díaz-de-Cerio et al. (2019), Food Research International, 125, 108614.
Apakah daun labu siam dapat membantu mengatasi hipertensi?
Beberapa studi eksperimental menunjukkan bahwa ekstrak daun Sechium edule memiliki efek vasodilatasi dan penghambatan enzim pengubah angiotensin (ACE), yang berpotensi menurunkan tekanan darah. Namun, bukti tersebut masih terbatas pada model hewan dan in vitro; belum ada rekomendasi klinis untuk menggantikan obat antihipertensi. Jika ingin memanfaatkannya, tetap konsultasikan dengan dokter, terutama bila sedang menjalani pengobatan. Díaz-de-Cerio et al. (2019), Food Research International, 125, 108614.
Apakah daun labu siam bermanfaat untuk penderita diabetes?
Ekstrak daun labu siam dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes, antara lain melalui penghambatan α-glukosidase dan α-amilase sehingga dapat memperlambat penyerapan glukosa. Studi pada hewan diabetes menunjukkan penurunan kadar gula darah setelah pemberian ekstrak. Meski demikian, data uji klinis pada manusia masih kurang, sehingga tidak boleh digunakan sebagai pengganti obat diabetes. Díaz-de-Cerio et al. (2019), Food Research International, 125, 108614.
Apakah daun labu siam aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Konsumsi daun labu siam sebagai sayuran yang dimasak pada ibu hamil dan menyusui umumnya dianggap aman karena termasuk bahan pangan. Namun, belum ada penelitian yang memadai untuk menjamin keamanan ekstrak pekat atau suplemen herbal pada kondisi ini. Sesuai prinsip kehati-hatian, ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi sediaan herbal daun labu siam dalam dosis tinggi tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Ernst, E. (2002). Herbal medicinal products during pregnancy: are they safe? BJOG, 109(3), 227–235.
Apakah daun labu siam aman untuk bayi dan anak-anak?
Daun labu siam yang dimasak dapat diberikan sebagai bagian dari MPASI setelah bayi berusia 6 bulan, misalnya dalam bentuk pure atau dicampur dengan bubur. Pastikan tekstur disesuaikan dengan usia anak dan tidak ditambahi garam atau gula berlebihan. Sediaan herbal atau ekstrak daun tidak dianjurkan untuk anak tanpa indikasi dan anjuran dokter karena keamanan serta dosisnya belum diteliti pada populasi anak. WHO. (2003). Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. Geneva: World Health Organization.
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi daun labu siam?
Konsumsi daun labu siam dalam jumlah wajar umumnya aman. Namun, karena mengandung saponin dan oksalat, daun yang dikonsumsi mentah atau berlebihan dapat menyebabkan iritasi lambung, mual, atau rasa gatal di mulut. Memasak daun hingga matang dapat mengurangi senyawa tersebut. Reaksi alergi lintas-reaksi dengan tanaman Cucurbitaceae lain mungkin terjadi pada individu yang sensitif. Díaz-de-Cerio et al. (2019), Food Research International, 125, 108614.
Apakah daun labu siam dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Kandungan flavonoid dan senyawa bioaktif lainnya dalam daun labu siam berpotensi memengaruhi metabolisme obat melalui enzim CYP450 serta dapat memperkuat efek obat antihipertensi atau antidiabetes, sehingga meningkatkan risiko tekanan darah terlalu rendah atau hipoglikemia. Oleh karena itu, jika Anda rutin mengonsumsi obat tertentu, konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan daun labu siam sebagai pengobatan herbal. Izzo, A.A., & Ernst, E. (2009). Interactions between herbal medicines and prescribed drugs. Drugs, 69(13), 1777–1799.

Pakis

Diplazium esculentum

Kacang Panjang

Vigna unguiculata subsp. sesquipedalis

Cari: