Peterseli

Parsley | Petroselinum crispum
Peterseli
Peterseli
Botanical Illustration Parsley (Petroselinum crispum) Peterseli
Curly Parsley in Sunlit Garden Peterseli
Parsley Segar Peterseli

Peterseli
Botanical Illustration Parsley (Petroselinum crispum) Peterseli
Curly Parsley in Sunlit Garden Peterseli
Parsley Segar Peterseli
Nama
Peterseli (Parsley)
Nama Latin/Ilmiah
Petroselinum crispum
Famili
Bagian Digunakan
Daun, Batang
Rasa
Segar, pahit, & sedikit pedas

Nama Lain
Persil (France), prezzemolo (Italy), perejil (Spain), petersilie (Germany), maydanoz (Turkey)
Asal
Mediterranean region (Greece, Lebanon, Syria)
Kandungan Utama
Apiol, myristicin, apigenin, luteolin, vitamin C, vitamin K

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Peterseli

Peterseli (Petroselinum crispum) adalah tanaman herba dwimusim yang termasuk dalam famili Apiaceae, sama seperti wortel dan seledri. Tanaman ini berasal dari kawasan Mediterania dan telah dibudidayakan selama ribuan tahun, digunakan baik sebagai bumbu dapur maupun tanaman obat. Daunnya yang hijau cerah dan berkerut (pada varietas kriting) atau rata (pada varietas Italia) memiliki aroma segar yang khas, sementara akarnya yang berbentuk umbi pada beberapa varietas juga dapat dikonsumsi. Peterseli tumbuh optimal di iklim sejuk dengan tanah yang lembap dan kaya humus, serta sering ditanam sebagai tanaman tahunan meskipun secara alami bersifat dwimusim, karena daunnya paling empuk dan beraroma kuat pada tahun pertama pertumbuhan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 09 Agu 2026 - 20:20:03
 

II. Ciri-ciri Peterseli

Tumbuh paling oke di iklim sedang dengan tanah yang lembap dan subur. Suka tempat yang kena sinar matahari cukup, tapi kalau cuaca lagi panas banget, dia lebih seneng di tempat yang agak teduh. Karakteristik/ciri-ciri Peterseli (Petroselinum crispum):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Punya akar tunggang yang bentuknya mirip wortel kecil, warnanya putih kekuningan.
Batang Batangnya tegak, berongga, dan bisa bercabang-cabang. Tingginya rata-rata sekitar 30 sampai 60 cm.
Daun Ini nih ciri khasnya; daunnya bertekstur keriting atau rata (flat-leaf), warnanya hijau cerah, dan bentuknya menyirip (berbagi). Aromanya segar dan khas banget.
Bunga Bunganya kecil-kecil banget, warnanya kuning kehijauan, dan muncul bergerombol membentuk payung (umbel). Biasanya muncul kalau tanamannya sudah masuk masa berbunga.
Buah Dan Biji Buahnya kecil, kering, dan bentuknya lonjong. Di dalamnya ada biji yang ukurannya mini banget.

III. Manfaat Peterseli

8 Manfaat Peterseli untuk kesehatan.

  1. Diuretik dan Pencegahan Batu Ginjal (Urolitiasis)

    Senyawa apiol, myristicin, dan apiin meningkatkan filtrasi glomerulus dan ekskresi natrium serta air melalui inhibisi reabsorpsi di tubulus ginjal. Efek diuretik juga dikaitkan dengan peningkatan aliran darah ginjal dan penghambatan enzim karbonat anhidrase. Pada batu ginjal, flavonoid dalam parsley (luteolin, apigenin) menghambat agregasi kristal kalsium oksalat dan mengurangi inflamasi saluran kemih.

    Senyawa Aktif: Apiol, Myristicin, Apiin, Luteolin
    Tampilkan
  2. Antioksidan Sistemik

    Parsley kaya akan flavonoid (apigenin, luteolin), vitamin C, dan karotenoid. Senyawa-senyawa ini mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas seperti ROS dan RNS, serta mengaktivasi faktor transkripsi Nrf2 yang meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx).

    Senyawa Aktif: Apigenin, Luteolin, Asam askorbat (vitamin C), β-Karoten
    Tampilkan
  3. Antiinflamasi pada Artritis dan Nyeri Sendi

    Apigenin dan myristicin menghambat jalur NF-κB dan COX-2, menurunkan produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β). Juga menekan aktivitas lipooksigenase sehingga mengurangi leukotrien.

    Senyawa Aktif: Apigenin, Myristicin, Luteolin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Peterseli

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Peterseli.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Antikanker, Neuroprotektif.
    Tampilkan
  2. Golongan: Phenylpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun, biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antioksidan, Psikoaktif (dosis Tinggi), Hemolitik Ringan.
    Tampilkan
  3. Apiole

    Golongan: Phenylpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun, biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Diuretik, Emmenagogue, Relaksan Otot Polos.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Peterseli

Interaksi & Kontraindikasi Peterseli dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Alergi terhadap keluarga Apiaceae (seledri, wortel, adas)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hindari konsumsi parsley jika memiliki riwayat alergi terhadap tanaman sefamili. Reaksi alergi dapat berupa ruam, gatal, atau kesulitan bernapas.

  2. Penggunaan pada penderita Gangguan perdarahan (hemofilia) atau trombositopenia

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kandungan vitamin K dalam parsley dapat membantu pembekuan darah pada defisiensi, namun konsumsi berlebihan harus dihindari karena efek sebaliknya. Konsultasikan dengan dokter untuk dosis aman.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat diuretik (misal furosemid, hidroklorotiazid)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Parsley memiliki efek diuretik alami yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit (terutama kalium). Pantau kadar elektrolit dan asupan cairan secara teratur.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Peterseli

Peterseli (Petroselinum crispum) dalam jumlah kuliner umumnya aman, tetapi penggunaan dosis tinggi, biji, atau minyak esensialnya dapat menimbulkan efek samping yang serius. Senyawa apiol dan miristisin pada minyak peterseli diketahui dapat merangsang kontraksi otot polos uterus sehingga ekstrak atau biji dosis tinggi berisiko menyebabkan abortus dan gangguan reproduksi. Pada dosis toksik, apiol dilaporkan dapat menyebabkan methemoglobinemia, hemolisis, kerusakan hati dan ginjal, gejala neurologis seperti tremor, kejang, serta depresi sistem saraf pusat, dan gangguan kardiovaskular [1][2][5]. Selain itu, efek diuretik ekstrak peterseli dapat meningkatkan pembuangan air dan elektrolit; penggunaan bersamaan dengan diuretik lain dapat mengakibatkan hipokalemia atau ketidakseimbangan elektrolit, serta berpotensi memengaruhi kerja obat-obat yang sensitif terhadap kadar elektrolit [2][3]. Karena mengandung oksalat, konsumsi peterseli dalam jumlah sangat tinggi juga dapat meningkatkan risiko batu ginjal kalsium oksalat, terutama pada individu dengan hiperoksaluria atau gangguan ginjal [4].

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Peterseli

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Peterseli.

Apakah aman mengonsumsi parsley saat hamil?
Parsley dalam jumlah makanan normal (sebagai lalapan atau taburan) umumnya aman. Namun, konsumsi dalam dosis tinggi, seperti ekstrak pekat atau minyak esensial, tidak disarankan karena kandungan apiol dan myristicin yang dapat merangsang kontraksi rahim dan berpotensi menyebabkan keguguran. Brinker, F. (2018). Herb Contraindications and Drug Interactions (4th ed.).
Apa efek samping dari konsumsi parsley berlebihan?
Konsumsi parsley dalam jumlah sangat besar (misalnya >50 gram per hari) dapat menyebabkan anemia hemolitik, kerusakan ginjal dan hati, serta fotosensitifitas kulit karena senyawa furanocoumarin. Penggunaan jangka panjang dosis tinggi juga dapat mengganggu penyerapan zat besi. Gardner, Z., & McGuffin, M. (2013). American Herbal Products Association's Botanical Safety Handbook (2nd ed.).
Apakah bayi dan anak-anak boleh mengonsumsi parsley?
Bayi dan anak-anak dapat mengonsumsi parsley dalam jumlah kecil sebagai bagian dari makanan (misalnya dalam sup atau bubur) setelah usia 6 bulan. Namun, pemberian dalam bentuk teh pekat, jus konsentrat, atau suplemen tidak dianjurkan karena senyawa aktif seperti myristicin dapat bersifat neurotoksik pada dosis tinggi. World Health Organization. (2009). WHO Monographs on Selected Medicinal Plants (Vol. 4).
Apa kandungan nutrisi utama dalam parsley?
Parsley kaya akan vitamin K (lebih dari 500% AKG per 100 gram), vitamin C, vitamin A (dalam bentuk beta-karoten), serta folat dan zat besi. Selain itu, mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid (apigenin, luteolin), kumarin, dan minyak atsiri (apiol, myristicin). USDA National Nutrient Database for Standard Reference (Release 28).
Apakah parsley efektif sebagai diuretik alami?
Secara tradisional, parsley digunakan sebagai diuretik untuk meningkatkan produksi urin. Efek ini didukung oleh kandungan kalium dan senyawa furanocoumarin yang dapat meningkatkan filtrasi ginjal. Namun, bukti klinis masih terbatas dan penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan medis tidak dianjurkan karena risiko efek samping. Blumenthal, M., et al. (2000). Herbal Medicine: Expanded Commission E Monographs.
Apakah parsley berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Parsley dapat berinteraksi dengan antikoagulan (seperti warfarin) karena kandungan vitamin K yang tinggi dapat mengurangi efektivitas obat. Juga berpotensi meningkatkan efek diuretik dan obat hipertensi, serta mengganggu absorpsi zat besi bila dikonsumsi bersamaan. Natural Medicines Comprehensive Database. (2023). Parsley Monograph.
Bagaimana cara konsumsi parsley yang aman dan dianjurkan?
Konsumsi parsley sebagai lalapan segar, campuran salad, jus (1-2 genggam per hari), atau teh seduhan daun kering (1-2 gram) umumnya aman. Hindari konsumsi minyak esensial parsley secara oral tanpa pengawasan ahli. Dosis aman harian berkisar 1-5 gram daun segar atau 0,5-1 gram daun kering. European Medicines Agency. (2017). Community Herbal Monograph on Petroselinum crispum.

Peppermint

Mentha piperita

Ketumbar

Coriandrum sativum

Cari: