Nama: Dialil Disulfida
Nama (en): Diallyl Disulfide
Formula: C6H10S2
Sumber: Allium sativum L. (Bawang Putih)
Klasifikasi: Organosulfur
Sub-Klasifikasi: Disulfide

Advertisement


Nama Lain:
Diallyl Disulfide, DADS, Bawang putih extract, Allium sativum
IUPAC: 3-(prop-2-en-1-yldisulfanyl)prop-1-ene
Molecular Weight: 146.2700
Mass: 146.0224

Apa itu Dialil Disulfida?

Dialil disulfida (DADS) adalah senyawa organosulfur dengan rumus molekul C₆H₁₀S₂ dan berat molekul 146,28 g/mol, yang secara kimiawi tergolong sebagai disulfida organik. Senyawa ini berbentuk cairan berwarna kuning hingga bening dengan bau bawang putih yang khas, dan memiliki titik didih pada rentang 180-195°C. DADS bersifat sangat lipofilik (nilai logP 3,26), praktis tidak larut dalam air, namun larut dalam pelarut organik. 

Senyawa ini terbentuk melalui dekomposisi allicin, yang dilepaskan ketika jaringan bawang putih (atau tanaman genus Allium lainnya) mengalami kerusakan seperti digerus atau dipotong. DADS merupakan salah satu komponen utama fraksi minyak atsiri bawang putih, bersama dengan dialil trisulfida dan senyawa organosulfur lainnya.

Aktivitas & Manfaat Farmakologi

Dialil disulfida menunjukkan spektrum aktivitas farmakologis yang luas, terutama sebagai agen antikanker. Penelitian terkini menunjukkan DADS mampu menekan proliferasi sel kanker, menghambat invasi dan metastasis, serta menginduksi apoptosis pada berbagai jenis kanker seperti leukemia, kanker payudara, kanker hati, dan kanker prostat. Efek anti-inflamasinya juga sangat signifikan, di mana DADS menekan produksi sitokin pro-inflamasi (IL-1β, IL-6) dan menurunkan ekspresi protein inflamasi seperti iNOS dan NF-κB, sekaligus mengaktifkan jalur antioksidan Nrf-2/HO-1 yang melindungi sel dari stres oksidatif. 

Dalam studi pada hewan, DADS terbukti memperbaiki resistensi insulin pada tikus obesitas dengan menurunkan akumulasi lemak hati dan menekan aktivitas JNK (c-Jun N-terminal kinase). DADS juga memiliki aktivitas antimikroba terhadap Candida albicans, H. pylori, dan Staphylococcus aureus, serta menunjukkan efek kardioprotektif melalui penurunan tekanan darah sistolik (5-8 mmHg) dan perbaikan profil lipid (penurunan LDL sekitar 10%) pada berbagai uji klinis.

Implementasi di TCM, Ayurveda, & Fitokimia Terapan

Dalam Ayurveda dan Pengobatan Tradisional Tionghoa (TCM), bawang putih (yang mengandung DADS sebagai komponen bioaktif) telah digunakan selama ribuan tahun sebagai agen antimikroba, kardioprotektif, dan stimulan pencernaan. Dalam Ayurveda, bawang putih (Lasuna) digunakan untuk membersihkan darah, meningkatkan pencernaan, dan menyeimbangkan dosha Vata dan Kapha, sementara dalam TCM, bawang putih digunakan untuk "menghangatkan lambung, menggerakkan Qi, dan mengeliminasi toksin". 

Dalam fitokimia terapan, DADS menunjukkan interaksi yang signifikan dengan enzim metabolisme obat. Senyawa ini merupakan inhibitor kuat CYP2A6 dengan nilai Ki 2,13 µM, yang berpotensi memengaruhi metabolisme obat-obatan yang bergantung pada enzim tersebut. DADS juga diketahui memodulasi berbagai enzim metabolisme fase I dan fase II di hati dan usus, meningkatkan aktivitas enzim seperti epoksida hidrolase, glutation S-transferase, dan UDP-glukuronil transferase, sementara menekan aktivitas enzim aktivasi karsinogen seperti CYP2E1. 

Peringatan penting: DADS memiliki toksisitas oral akut Kategori 3 dan dapat menyebabkan iritasi kulit serta mata. Dari sisi penggunaan klinis, DADS dari bawang putih segar (1-2 siung per hari) memberikan manfaat kesehatan, namun pasien yang menggunakan antikoagulan (warfarin, aspirin) perlu berhati-hati karena risiko efek pengencer darah yang meningkat.

---

Daftar Referensi

  1. EMBL-EBI. (2014). Diallyl disulfide (CHEBI:4488). ChEBI.
  2. Sigma-Aldrich. (n.d.). Diallyl disulfide analytical standard. Product Information.
  3. Zhou, Y.F., et al. (2025). Diallyl disulfide in oncotherapy: molecular mechanisms and therapeutic potentials. Apoptosis, 30(7-8), 1730-1750.
  4. Alveda. (2026). Diallyl Disulfide - Ayurvedic Perspectives. Ask-Ayurveda.
  5. Fujita, K., et al. (2001). Screening of organosulfur compounds as inhibitors of human CYP2A6. Drug Metabolism and Disposition, 29(7), 983-989.
  6. Iciek, M., & Włodek, L. (2007). Selective effects of diallyl disulfide in the liver and Ehrlich ascites tumor cells. ScienceDirect.
  7. ChemicalBook. (n.d.). Diallyl disulfide CAS 2179-57-9. ChemicalBook.
  8. Caring Sunshine. (n.d.). Ingredient: Diallyl disulfide (DADS). Caring Sunshine.
  9. ScienceDirect. (2025). Screening of Organosulfur Compounds as Inhibitors of Human CYP2A6. ScienceDirect.
  10. ScienceDirect. (2013). Diallyl disulfide attenuates airway inflammation via activation of the Nrf-2/HO-1 pathway. Food and Chemical Toxicology.
  11. TCI AMERICA. (n.d.). Diallyl Disulfide Product Information. Tokyo Chemical Industry.
  12. Tsuzuki, T., et al. (2024). Effects of diallyl disulfide administration on insulin resistance in high-fat diet-fed mice. Nutrition.
  13. Haber, D., et al. (1995). Differential effects of dietary diallyl sulfide and diallyl disulfide on rat intestinal and hepatic drug-metabolizing enzymes. Journal of Toxicology and Environmental Health, 44(4), 423-434.
  14. FlyBase. (2026). Chemical Report: diallyl disulfide. FlyBase.
  15. MilliporeSigma. (n.d.). Allyl disulfide technical grade Product Information. Sigma-Aldrich.

Alliin

Alliin

Diallyl Trisulfide

Diallyl Trisulfide

Resep Herbal

Cari: