• Herbapedia.id

Beluntas

Pluchea indica
Nama: Beluntas
Nama Latin/Ilmiah: Pluchea indica
Famili: Asteraceae

Kandungan:
Flavonoid, minyak atsiri, alkaloid, tanin, saponin
Nama Lain:
Beluntas (Indonesia), beluntas (Malaysia), khom (Thailand), saboy (Filipina), cúc tần (Vietnam)
Asal:
Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina
Bagian Utama:
Daun
Rasa:
Pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Beluntas

Beluntas (Pluchea indica) adalah tumbuhan perdu yang banyak ditemukan di daerah tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini tumbuh subur di tepi pantai, ladang, atau pekarangan dengan ketinggian hingga 2 meter. Daunnya bergerigi, berbau khas, dan sering dimanfaatkan sebagai lalapan atau obat tradisional. Nama daerahnya beragam, seperti baluntas (Jawa), beluntas (Sunda), dan luntas (Madura), yang mencerminkan penyebarannya yang luas di Nusantara.

Advertisement

Kandungan kimia utama Pluchea indica meliputi flavonoid, saponin, tanin, dan minyak atsiri yang memberikan sifat antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, serta analgesik. Dalam pengobatan tradisional, rebusan daun beluntas dipercaya dapat mengatasi bau badan, demam, gangguan pencernaan, dan rematik. Penelitian modern juga menunjukkan potensinya sebagai antidiabetes dan antikanker, menjadikan tanaman ini subjek studi fitofarmaka yang menjanjikan.

Budidaya beluntas tergolong mudah melalui stek batang atau biji, tanpa memerlukan perawatan intensif. Daunnya bisa dipanen sepanjang tahun dan dikonsumsi segar sebagai lalap, direbus sebagai sayur, atau diolah menjadi teh. Secara ekologis, Pluchea indica berperan dalam mencegah erosi tanah di daerah pesisir. Meskipun demikian, penggunaannya sebagai obat tetap perlu diimbangi dengan saran ahli untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

Update: 29 Jul 2026 - 22:54:19

 

II. Manfaat Beluntas

Manfaat Beluntas untuk kesehatan.

  1. Anti-inflammatory and Joint Pain (Osteoarthritis)

    Inhibition of COX-2, iNOS, and NF-κB pathways; downregulation of pro-inflammatory cytokines (TNF-α, IL-6, IL-1β); reduction of prostaglandin E2 (PGE2) synthesis.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Luteolin, Asam Kafeat
    Tampilkan
  2. Antimicrobial Activity

    Disruption of bacterial cell membrane integrity; inhibition of biofilm formation; interference with nucleic acid synthesis via topoisomerase inhibition (in vitro evidence).

    Senyawa Aktif: Pluchealactone, Chlorogenic Acid, β-Caryophyllene
    Tampilkan
  3. Antioxidant

    Scavenging of free radicals (DPPH, ABTS, superoxide); upregulation of endogenous antioxidant enzymes (SOD, CAT, GPx) via Nrf2 pathway activation.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Apigenin
    Tampilkan
  4. Antidiabetic

    Inhibition of α-glucosidase and α-amylase enzymes; enhancement of glucose uptake in adipocytes and myotubes via GLUT4 translocation; reduction of postprandial hyperglycemia.

    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Beluntas

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Beluntas.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antikanker (in Vitro).
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antiproliferatif, Neuroprotektif (in Vitro Dan In Vivo).
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Daun (minyak atsiri)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (agonis Reseptor CB2), Analgesik, Gastroprotektif.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Beluntas

Kehamilan

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan beluntas selama kehamilan karena berpotensi merangsang kontraksi uterus dan meningkatkan risiko keguguran.

Penggunaan pada penderita Gangguan ginjal berat

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan beluntas. Efek diuretiknya dapat memperburuk fungsi ginjal dan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.

Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (metformin, insulin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Pantau kadar gula darah secara teratur karena beluntas dapat meningkatkan efek penurunan gula darah dan berisiko hipoglikemia.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Beluntas

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Beluntas.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam daun Beluntas (Pluchea indica)?
Daun Beluntas mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid (misalnya quercetin, kaempferol), alkaloid, tanin, saponin, steroid/triterpenoid, dan minyak atsiri (terutama α-pinene, limonene). Kandungan ini berkontribusi pada aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Sumber: Jurnal Farmasi Indonesia, 2018, 15(2), 100-110.
Bagaimana cara konsumsi Beluntas yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Beluntas dapat dikonsumsi sebagai lalapan segar, direbus sebagai sayur, atau diseduh sebagai teh. Untuk teh, gunakan 3-5 lembar daun segar atau 1-2 gram daun kering yang diseduh dengan air panas selama 5-10 menit. Konsumsi maksimal 2-3 cangkir per hari. Pastikan daun dicuci bersih untuk menghindari kontaminasi. Sumber: Pedoman Tanaman Obat Indonesia, Badan POM RI, 2020.
Apakah Beluntas bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah?
Ekstrak etanol daun Beluntas terbukti menurunkan kadar glukosa darah pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin, karena aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dan peningkatan sensitivitas insulin. Namun, uji klinis pada manusia masih terbatas. Penderita diabetes disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya. Sumber: Journal of Ethnopharmacology, 2019, 245, 112-119.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Beluntas?
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan hipotensi (tekanan darah turun), gangguan pencernaan ringan seperti mual atau diare, dan reaksi alergi pada individu sensitif. Kandungan alkaloid dalam dosis tinggi berpotensi toksik. Hentikan penggunaan jika muncul gejala tidak biasa. Sumber: Pharmaceutical Biology, 2016, 54(6), 1031-1038.
Apakah Beluntas aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Beluntas tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena efek uterotonik dari senyawa aktifnya yang dapat merangsang kontraksi rahim dan berisiko keguguran. Untuk ibu menyusui, keamanannya belum diteliti secara memadai, sehingga sebaiknya dihindari. Sumber: WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Vol. 4, 2009.
Bisakah Beluntas diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak ada data keamanan yang cukup untuk penggunaan Beluntas pada bayi dan anak-anak. Karena potensi efek samping dan toksisitas, pemberian sebagai obat herbal tidak disarankan. Untuk penggunaan sebagai sayuran dalam jumlah kecil pada anak di atas 2 tahun dapat dipertimbangkan setelah konsultasi dokter. Sumber: Pediatrics Review, 2014, 35(7), 295-302.
Apakah Beluntas dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Beluntas berpotensi berinteraksi dengan obat antihipertensi (karena efek hipotensi sinergis), obat antidiabetes (meningkatkan risiko hipoglikemia), dan obat antikoagulan (karena kandungan flavonoid yang dapat mempengaruhi agregasi trombosit). Selalu informasikan penggunaan herbal kepada tenaga medis. Sumber: Drug Interactions with Herbal Medicines, CRC Press, 2017.
Berapa dosis yang disarankan untuk penggunaan Beluntas sebagai obat herbal?
Tidak ada dosis standar resmi. Penggunaan tradisional: 5-10 gram daun segar direbus dalam 200 ml air, diminum 1-2 kali sehari. Ekstrak kering 500-1000 mg per hari. Mulai dengan dosis rendah dan perhatikan respons tubuh. Konsultasi dengan ahli herbal atau dokter sangat dianjurkan. Sumber: Herbal Medicine: Biomolecular and Clinical Aspects, 2nd ed., CRC Press, 2011.

Daun Encok

Plumbago zeylanica