Advertisement
Nasturtium, yang memiliki nama ilmiah Tropaeolum majus, adalah tanaman herba tahunan yang berasal dari wilayah Amerika Selatan, terutama daerah pegunungan Andes. Keunikan utama tanaman ini terletak pada seluruh bagiannya yang dapat dimakan, mulai dari daun, bunga, hingga biji mudanya. Bunga nasturtium hadir dalam spektrum warna cerah seperti oranye, merah, kuning, dan krem, dengan bentuk mahkota yang khas menyerupai terompet kecil. Daunnya berbentuk bundar seperti perisai dengan tepi bergelombang, dan permukaannya memiliki lapisan lilin tipis yang membuat air mudah mengalir. Tanaman ini tumbuh merambat atau menjalar dengan cepat, sering digunakan sebagai tanaman penutup tanah atau penghias tepi pot.
Advertisement
Dari segi rasa, nasturtium menawarkan sensasi pedas yang mirip dengan selada air atau wasabi, berkat kandungan senyawa glukosinolat yang diubah menjadi isothiocyanate saat daun atau bunga dikunyah. Komponen kimia ini memberikan efek antimikroba dan antioksidan alami. Daun muda terasa lebih lembut dengan sentuhan pedas ringan, sementara bunga memiliki rasa yang lebih manis di bagian pangkal kelopak. Biji segar yang masih hijau sering diasamkan dan digunakan sebagai alternatif caper. Kandungan vitamin C yang tinggi pada daun dan bunga membuat nasturtium populer sebagai suplemen herbal tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan meredakan infeksi saluran pernapasan.
Dalam dunia hortikultura, Tropaeolum majus sering ditanam sebagai tanaman pendamping karena kemampuannya menarik serangga penyerbuk dan mengusir hama tertentu seperti kutu daun melalui aroma daunnya yang khas. Tanaman ini sangat adaptif terhadap tanah miskin dan tidak memerlukan banyak pupuk, justru pemupukan berlebihan akan mengurangi produksi bunga. Nasturtium juga dikenal memiliki sifat alelopati ringan yang dapat menekan pertumbuhan gulma di sekitarnya. Untuk konsumsi, bagian bunga dan daun paling baik dipanen di pagi hari saat kadar air masih tinggi. Pengolahan minimal seperti ditambahkan mentah dalam salad, dijadikan hiasan pada sup, atau dicampur dalam mentega herbal akan mempertahankan cita rasa dan khasiat nutrisinya secara maksimal.
Manfaat Nasturtium (flower/leaf) untuk kesehatan.
Senyawa glukosinolat (terutama benzylglukosinolat) dihidrolisis menjadi isothiocyanate (benzyl isothiocyanate) yang merusak membran sel mikroba, menghambat sintesis protein dan DNA, serta menginduksi stres oksidatif. Minyak atsiri (terutama benzyl nitrile) bekerja dengan mengganggu integritas dinding sel.
Kandungan tinggi vitamin C, flavonoid (quercetin, kaempferol) dan asam fenolik yang menangkal radikal bebas, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE.
Isothiocyanate meningkatkan sekresi mukus cair di saluran pernapasan dan merangsang silia, sedangkan minyak atsiri bekerja sebagai bronkodilator ringan melalui relaksasi otot polos bronkus.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Nasturtium (flower/leaf).
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Nasturtium (flower/leaf).