• Herbapedia.id

Nasturtium (flower/leaf)

Tropaeolum majus
Nasturtium (flower/leaf)
Nama: Nasturtium (flower/leaf)
Nama Ilmiah: Tropaeolum majus
Famili: Tropaeolaceae

Kandungan:
Glukosinolat, vitamin C, flavonoid, karotenoid
Nama Lain:
Indian cress (Inggris), Kapuzinerkresse (Jerman), Capucine (Perancis), Capuchina (Spanyol), Nasturzio (Italia)
Asal:
Peru, Kolombia, Ekuador, Bolivia
Bagian Utama:
Bunga, Daun
Rasa:
Pedas, sedikit manis

Advertisement


I. Tentang Nasturtium (flower/leaf)

Nasturtium, yang memiliki nama ilmiah Tropaeolum majus, adalah tanaman herba tahunan yang berasal dari wilayah Amerika Selatan, terutama daerah pegunungan Andes. Keunikan utama tanaman ini terletak pada seluruh bagiannya yang dapat dimakan, mulai dari daun, bunga, hingga biji mudanya. Bunga nasturtium hadir dalam spektrum warna cerah seperti oranye, merah, kuning, dan krem, dengan bentuk mahkota yang khas menyerupai terompet kecil. Daunnya berbentuk bundar seperti perisai dengan tepi bergelombang, dan permukaannya memiliki lapisan lilin tipis yang membuat air mudah mengalir. Tanaman ini tumbuh merambat atau menjalar dengan cepat, sering digunakan sebagai tanaman penutup tanah atau penghias tepi pot.

Advertisement

Dari segi rasa, nasturtium menawarkan sensasi pedas yang mirip dengan selada air atau wasabi, berkat kandungan senyawa glukosinolat yang diubah menjadi isothiocyanate saat daun atau bunga dikunyah. Komponen kimia ini memberikan efek antimikroba dan antioksidan alami. Daun muda terasa lebih lembut dengan sentuhan pedas ringan, sementara bunga memiliki rasa yang lebih manis di bagian pangkal kelopak. Biji segar yang masih hijau sering diasamkan dan digunakan sebagai alternatif caper. Kandungan vitamin C yang tinggi pada daun dan bunga membuat nasturtium populer sebagai suplemen herbal tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan meredakan infeksi saluran pernapasan.

Dalam dunia hortikultura, Tropaeolum majus sering ditanam sebagai tanaman pendamping karena kemampuannya menarik serangga penyerbuk dan mengusir hama tertentu seperti kutu daun melalui aroma daunnya yang khas. Tanaman ini sangat adaptif terhadap tanah miskin dan tidak memerlukan banyak pupuk, justru pemupukan berlebihan akan mengurangi produksi bunga. Nasturtium juga dikenal memiliki sifat alelopati ringan yang dapat menekan pertumbuhan gulma di sekitarnya. Untuk konsumsi, bagian bunga dan daun paling baik dipanen di pagi hari saat kadar air masih tinggi. Pengolahan minimal seperti ditambahkan mentah dalam salad, dijadikan hiasan pada sup, atau dicampur dalam mentega herbal akan mempertahankan cita rasa dan khasiat nutrisinya secara maksimal.

Update: 28 Jul 2026 - 07:46:19

 

II. Manfaat Nasturtium (flower/leaf)

Manfaat Nasturtium (flower/leaf) untuk kesehatan.

  1. Antimikroba (bakteri dan jamur)

    Senyawa glukosinolat (terutama benzylglukosinolat) dihidrolisis menjadi isothiocyanate (benzyl isothiocyanate) yang merusak membran sel mikroba, menghambat sintesis protein dan DNA, serta menginduksi stres oksidatif. Minyak atsiri (terutama benzyl nitrile) bekerja dengan mengganggu integritas dinding sel.

    Senyawa Aktif: Benzyl isothiocyanate, Benzylglukosinolat, Benzyl nitrile
    Tampilkan
  2. Antioksidan

    Kandungan tinggi vitamin C, flavonoid (quercetin, kaempferol) dan asam fenolik yang menangkal radikal bebas, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE.

    Senyawa Aktif: Vitamin C (asam askorbat), Quercetin, Kaempferol
    Tampilkan
  3. Ekspektoran dan pereda batuk

    Isothiocyanate meningkatkan sekresi mukus cair di saluran pernapasan dan merangsang silia, sedangkan minyak atsiri bekerja sebagai bronkodilator ringan melalui relaksasi otot polos bronkus.

    Senyawa Aktif: Benzyl isothiocyanate, Minyak atsiri (benzyl nitrile, linalool)
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Nasturtium (flower/leaf)

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Nasturtium (flower/leaf).

  1. Glukotropaeolin

    Golongan: Glukosinolat
    Bagian Tanaman: Daun, Bunga, Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Prekursor Benzil Isotiosianat; Aktivitas Antimikroba, Antikanker, Dan Anti-inflamasi Melalui Jalur Apoptosis Dan Penghambatan NF-κB
    Tampilkan
  2. Benzil isotiosianat (BITC)

    Golongan: Isotiosianat
    Bagian Tanaman: Daun, Bunga, Biji (setelah Hidrolisis Glukotropaeolin)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (induksi Apotosis Sel Kanker Prostat, Payudara, Kolon); Antibakteri Terhadap Salmonella, E. Coli, Staphylococcus Aureus; Antioksidan Melalui Aktivasi Nrf2
    Tampilkan
  3. Quercetin-3-O-glukosida (Isoquercitrin)

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun, Bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan (penangkal Radikal Bebas), Anti-inflamasi (penghambatan COX-2), Dan Kardioprotektif
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Nasturtium (flower/leaf)

Penggunaan bersamaan dengan antikoagulan (warfarin, heparin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Kandungan vitamin K dalam nasturtium dapat mengurangi efektivitas antikoagulan. Pantau waktu protrombin secara teratur jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Konsultasikan dengan dokter.

Kehamilan

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Nasturtium dapat merangsang kontraksi rahim dan berpotensi menyebabkan keguguran. Hindari penggunaan selama kehamilan.

Gangguan tiroid (hipotiroidisme)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Glukosinolat dalam nasturtium bersifat goitrogenik dan dapat mengganggu fungsi tiroid jika dikonsumsi berlebihan. Konsumsi dalam jumlah wajar sebagai lalapan aman, namun suplemen dosis tinggi perlu dihindari pada penderita hipotiroidisme.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Nasturtium (flower/leaf)

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Nasturtium (flower/leaf).

Apa kandungan fitokimia utama dalam Nasturtium (*Tropaeolum majus*) dan apa manfaatnya?
Nasturtium kaya akan glukosinolat (terutama glukotropeolin) yang diubah menjadi benzil isothiocyanate (BITC) bersifat antimikroba dan antikanker (Fahey et al., 2001). Juga mengandung flavonoid (quercetin, kaempferol), vitamin C tinggi, dan karotenoid (USDA National Nutrient Database, 2020). Senyawa ini berperan sebagai antioksidan dan pendukung imunitas.
Bagaimana cara konsumsi Nasturtium sehari-hari yang aman dan dosis yang dianjurkan?
Bunga dan daun muda dapat dikonsumsi mentah dalam salad atau sebagai hiasan. Dosis aman untuk orang dewasa umumnya 10–20 gram segar per hari (sekitar 1-2 genggam kecil). Tidak ada dosis toksik yang dilaporkan pada makanan, namun hindari konsumsi berlebihan karena iritasi saluran cerna (EMA HMPC, 2014). Pemakaian dalam bentuk teh atau tincture harus mengikuti petunjuk produk.
Apakah Nasturtium memiliki efek antibakteri yang terbukti secara ilmiah?
Ya. Ekstrak Nasturtium menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa karena kandungan BITC dan flavonoid (Ivanova et al., 2020). Studi in vitro menunjukkan konsentrasi hambat minimum (MIC) 0,1–0,5 mg/mL. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas.
Apakah aman mengonsumsi Nasturtium selama kehamilan dan menyusui?
Keamanan belum ditetapkan secara memadai. Konsumsi dalam jumlah makanan (misal taburan salad) dianggap rendah risiko, namun dosis terapeutik tinggi tidak dianjurkan karena potensi efek iritatif dan kurangnya data kehamilan (EMA HMPC, 2014). Ibu menyusui juga disarankan menghindari penggunaan berlebihan tanpa konsultasi dokter (Gardner et al., 2016).
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Nasturtium?
Efek samping ringan meliputi iritasi mulut, sensasi terbakar, gangguan pencernaan, dan diare pada dosis tinggi. Karena BITC bersifat iritatif pada mukosa, penggunaan topikal dapat menyebabkan dermatitis kontak. Reaksi alergi jarang terjadi (WHO Monograph, 2009). Hindari konsumsi mentah dalam jumlah besar karena potensi toksisitas ginjal pada studi hewan (NTP, 2005).
Bagaimana penggunaan Nasturtium untuk anak-anak?
Belum ada studi klinis khusus pada anak. Dalam jumlah makanan (misal hiasan kue atau salad sedikit) dianggap aman untuk anak di atas 2 tahun, asalkan tidak ada alergi. Namun, pemberian sebagai obat herbal tidak dianjurkan tanpa pengawasan tenaga kesehatan karena potensi iritasi dan kurangnya data dosis (EMA HMPC, 2014). Hindari untuk bayi di bawah 1 tahun.
Apa manfaat kesehatan umum dari Nasturtium selain sebagai sumber vitamin?
Nasturtium mendukung sistem imun karena vitamin C tinggi, memiliki aktivitas antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif (López-Lázaro, 2009). Ekstraknya juga menunjukkan efek diuretik ringan, ekspektoran, dan antijamur (Bown, 1995). Dalam pengobatan tradisional, digunakan untuk infeksi saluran kemih dan pilek, namun bukti klinis masih perlu diperkuat.

Mustard Greens / Sesawi

Brassica juncea

Chickweed

Stellaria media