Nasturtium

Nasturtium | Tropaeolum majus
Nasturtium
Nama
Nasturtium (Nasturtium)
Nama Latin/Ilmiah
Tropaeolum majus
Bagian Digunakan
Bunga, Daun
Rasa
Pedas, sedikit manis

Nama Lain
Indian cress (Inggris), Kapuzinerkresse (Jerman), Capucine (Perancis), Capuchina (Spanyol), Nasturzio (Italia)
Asal
Peru, Kolombia, Ekuador, Bolivia
Kandungan Utama
Glukosinolat, vitamin C, flavonoid, karotenoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Nasturtium

Nasturtium, yang memiliki nama ilmiah Tropaeolum majus, adalah tanaman herba tahunan yang berasal dari wilayah Amerika Selatan, terutama daerah pegunungan Andes. Keunikan utama tanaman ini terletak pada seluruh bagiannya yang dapat dimakan, mulai dari daun, bunga, hingga biji mudanya. Bunga nasturtium hadir dalam spektrum warna cerah seperti oranye, merah, kuning, dan krem, dengan bentuk mahkota yang khas menyerupai terompet kecil. Daunnya berbentuk bundar seperti perisai dengan tepi bergelombang, dan permukaannya memiliki lapisan lilin tipis yang membuat air mudah mengalir. Tanaman ini tumbuh merambat atau menjalar dengan cepat, sering digunakan sebagai tanaman penutup tanah atau penghias tepi pot.

Baca Lebih Lanjut
Update: 12 Agu 2026 - 05:40:10
 

II. Ciri-ciri Nasturtium

Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan dan suka banget sama tempat yang kena sinar matahari cukup. Biasanya tumbuh merambat di tanah atau memanjat kalau ada rambatan, serta cocok banget ditanam di iklim sejuk sampai sedang. Karakteristik/ciri-ciri Nasturtium (Tropaeolum majus):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tanaman merambat atau menjalar dengan batang yang lunak dan berair (sukulen).
Daun Bentuknya bulat kayak perisai atau payung, warnanya hijau segar dengan tangkai daun yang nempel di bagian tengah bawah daun (peltate).
Bunga Punya bunga yang mencolok dengan lima kelopak, seringkali punya 'taji' (spur) di bagian belakangnya. Warnanya cerah banget, mulai dari kuning, oranye, sampai merah.
Buah Tipe buahnya termasuk buah kendaga (schizocarp) yang bakal pecah jadi tiga bagian kalau sudah matang, masing-masing berisi satu biji besar.
Akar Sistem perakaran serabut yang nggak terlalu dalam, jadi gampang banget kalau mau dipindah-pindah atau ditanam di pot.

III. Manfaat Nasturtium

8 Manfaat Nasturtium untuk kesehatan.

  1. Antimikroba (bakteri dan jamur)

    Senyawa glukosinolat (terutama benzylglukosinolat) dihidrolisis menjadi isothiocyanate (benzyl isothiocyanate) yang merusak membran sel mikroba, menghambat sintesis protein dan DNA, serta menginduksi stres oksidatif. Minyak atsiri (terutama benzyl nitrile) bekerja dengan mengganggu integritas dinding sel.

    Senyawa Aktif: Benzyl isothiocyanate, Benzylglukosinolat, Benzyl nitrile
    Tampilkan
  2. Antioksidan

    Kandungan tinggi vitamin C, flavonoid (quercetin, kaempferol) dan asam fenolik yang menangkal radikal bebas, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE.

    Senyawa Aktif: Vitamin C (asam askorbat), Kuersetin, Kaempferol
    Tampilkan
  3. Ekspektoran dan pereda batuk

    Isothiocyanate meningkatkan sekresi mukus cair di saluran pernapasan dan merangsang silia, sedangkan minyak atsiri bekerja sebagai bronkodilator ringan melalui relaksasi otot polos bronkus.

    Senyawa Aktif: Benzyl isothiocyanate, Minyak atsiri (benzyl nitrile, linalool)
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Nasturtium

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Nasturtium.

  1. Glukotropaeolin

    Golongan: Glukosinolat
    Bagian Tanaman: Daun, bunga, biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Prekursor Benzil Isotiosianat; Aktivitas Antimikroba, Antikanker, Dan Antiinflamasi Melalui Jalur Apoptosis Dan Penghambatan NF-κB.
    Tampilkan
  2. Benzil isotiosianat (BITC)

    Golongan: Isotiosianat
    Bagian Tanaman: Daun, bunga, biji (setelah hidrolisis glukotropaeolin)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (induksi Apotosis Sel Kanker Prostat, Payudara, Kolon); Antibakteri Terhadap Salmonella, E. Coli, Staphylococcus Aureus; Antioksidan Melalui Aktivasi Nrf2.
    Tampilkan
  3. Quercetin-3-O-glukosida (Isoquercitrin)

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun, bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan (penangkal Radikal Bebas), Antiinflamasi (penghambatan COX-2), Dan Kardioprotektif.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Nasturtium

Interaksi & Kontraindikasi Nasturtium dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan antikoagulan (warfarin, heparin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kandungan vitamin K dalam nasturtium dapat mengurangi efektivitas antikoagulan. Pantau waktu protrombin secara teratur jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Konsultasikan dengan dokter.

  2. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Nasturtium dapat merangsang kontraksi rahim dan berpotensi menyebabkan keguguran. Hindari penggunaan selama kehamilan.

  3. Penggunaan pada penderita Gangguan tiroid (hipotiroidisme)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Glukosinolat dalam nasturtium bersifat goitrogenik dan dapat mengganggu fungsi tiroid jika dikonsumsi berlebihan. Konsumsi dalam jumlah wajar sebagai lalapan aman, namun suplemen dosis tinggi perlu dihindari pada penderita hipotiroidisme.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+3)

VI. Efek Samping Nasturtium

Nasturtium (Tropaeolum majus) adalah tanaman herbal yang dikenal karena kandungan senyawa bioaktifnya, terutama glukosinolat (seperti benzyl glucosinolate) yang menghasilkan minyak mustard (isothiocyanates). Meskipun sering digunakan dalam pengobatan tradisional dan kuliner, konsumsi tanaman ini dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan sejumlah efek samping. Efek samping yang paling umum berkaitan dengan iritasi pada saluran pencernaan. Kandungan minyak atsiri yang kuat dapat memicu rasa perih, mual, muntah, serta iritasi pada lambung, terutama pada individu yang memiliki sensitivitas lambung tinggi atau penderita tukak lambung (ulkus peptikum).

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Nasturtium

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Nasturtium.

Apa kandungan fitokimia utama dalam Nasturtium (*Tropaeolum majus*) dan apa manfaatnya?
Nasturtium kaya akan glukosinolat (terutama glukotropeolin) yang diubah menjadi benzil isothiocyanate (BITC) bersifat antimikroba dan antikanker (Fahey et al., 2001). Juga mengandung flavonoid (quercetin, kaempferol), vitamin C tinggi, dan karotenoid (USDA National Nutrient Database, 2020). Senyawa ini berperan sebagai antioksidan dan pendukung imunitas.
Bagaimana cara konsumsi Nasturtium sehari-hari yang aman dan dosis yang dianjurkan?
Bunga dan daun muda dapat dikonsumsi mentah dalam salad atau sebagai hiasan. Dosis aman untuk orang dewasa umumnya 10–20 gram segar per hari (sekitar 1-2 genggam kecil). Tidak ada dosis toksik yang dilaporkan pada makanan, namun hindari konsumsi berlebihan karena iritasi saluran cerna (EMA HMPC, 2014). Pemakaian dalam bentuk teh atau tincture harus mengikuti petunjuk produk.
Apakah Nasturtium memiliki efek antibakteri yang terbukti secara ilmiah?
Ya. Ekstrak Nasturtium menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa karena kandungan BITC dan flavonoid (Ivanova et al., 2020). Studi in vitro menunjukkan konsentrasi hambat minimum (MIC) 0,1–0,5 mg/mL. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas.
Apakah aman mengonsumsi Nasturtium selama kehamilan dan menyusui?
Keamanan belum ditetapkan secara memadai. Konsumsi dalam jumlah makanan (misal taburan salad) dianggap rendah risiko, namun dosis terapeutik tinggi tidak dianjurkan karena potensi efek iritatif dan kurangnya data kehamilan (EMA HMPC, 2014). Ibu menyusui juga disarankan menghindari penggunaan berlebihan tanpa konsultasi dokter (Gardner et al., 2016).
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Nasturtium?
Efek samping ringan meliputi iritasi mulut, sensasi terbakar, gangguan pencernaan, dan diare pada dosis tinggi. Karena BITC bersifat iritatif pada mukosa, penggunaan topikal dapat menyebabkan dermatitis kontak. Reaksi alergi jarang terjadi (WHO Monograph, 2009). Hindari konsumsi mentah dalam jumlah besar karena potensi toksisitas ginjal pada studi hewan (NTP, 2005).
Bagaimana penggunaan Nasturtium untuk anak-anak?
Belum ada studi klinis khusus pada anak. Dalam jumlah makanan (misal hiasan kue atau salad sedikit) dianggap aman untuk anak di atas 2 tahun, asalkan tidak ada alergi. Namun, pemberian sebagai obat herbal tidak dianjurkan tanpa pengawasan tenaga kesehatan karena potensi iritasi dan kurangnya data dosis (EMA HMPC, 2014). Hindari untuk bayi di bawah 1 tahun.
Apa manfaat kesehatan umum dari Nasturtium selain sebagai sumber vitamin?
Nasturtium mendukung sistem imun karena vitamin C tinggi, memiliki aktivitas antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif (López-Lázaro, 2009). Ekstraknya juga menunjukkan efek diuretik ringan, ekspektoran, dan antijamur (Bown, 1995). Dalam pengobatan tradisional, digunakan untuk infeksi saluran kemih dan pilek, namun bukti klinis masih perlu diperkuat.

Sesawi India

Brassica juncea

Jukut Piyik

Stellaria media

Cari: