Jukut Piyik

Chickweed | Stellaria media
Jukut Piyik
Nama
Jukut Piyik (Chickweed)
Nama Latin/Ilmiah
Stellaria media
Bagian Digunakan
Daun, Batang, dan Bunga
Rasa
Manis, netral

Nama Lain
Mouron des oiseaux (Prancis), Vogelmiere (Jerman), Pamplina (Spanyol), Centocchio (Italia), Våtarv (Swedia)
Asal
Eropa, Asia
Kandungan Utama
Saponin, flavonoid, kumarin, vitamin C

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Jukut Piyik

Stellaria media, yang dikenal luas sebagai chickweed atau rumput bintang, adalah tumbuhan herba tahunan dari famili Caryophyllaceae. Tanaman ini memiliki ciri khas batang yang ramping, lunak, dan sering kali merayap di permukaan tanah dengan ruas-ruas yang mudah berakar. Daunnya berbentuk bulat telur hingga lanset, berpasangan, dan berwarna hijau segar. Salah satu karakteristik yang paling mudah dikenali adalah garis rambut halus yang hanya tumbuh pada satu sisi batang di antara buku-buku, serta bunganya yang kecil berwarna putih dengan lima kelopak yang terbelah dalam sehingga tampak seperti sepuluh kelopak. Chickweed tumbuh dengan cepat di tanah yang lembap dan kaya nitrogen, sering dianggap sebagai gulma di kebun, ladang, dan area terbuka.

Baca Lebih Lanjut
Update: 10 Agu 2026 - 01:40:03
 

II. Ciri-ciri Jukut Piyik

Jukut piyik ini termasuk tanaman yang bandel banget. Dia suka tumbuh di tempat yang agak lembap, tanah yang subur, atau di sela-sela kebun dan pinggiran jalan. Gampang banget ditemuin di daerah dataran tinggi yang sejuk, tapi bisa juga adaptasi di tempat lain asal tanahnya nggak terlalu kering. Karakteristik/ciri-ciri Jukut Piyik (Stellaria media):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tumbuhan Tumbuhan herba merayap atau menjalar yang ukurannya relatif kecil.
Batang Batangnya lunak, berbentuk silinder, dan punya ciri khas unik yaitu ada satu baris bulu halus yang letaknya bergantian di setiap ruas batangnya.
Daun Daunnya berbentuk oval atau lonjong dengan ujung yang runcing. Daun yang ada di bawah punya tangkai, sedangkan yang di bagian atas biasanya nempel langsung di batang (duduk).
Bunga Bunganya mungil warna putih. Kelopak bunganya berjumlah lima, tapi karena belahannya dalam, sering dikira jumlahnya sepuluh.
Akar Sistem perakarannya serabut yang dangkal, bikin dia gampang dicabut tapi juga gampang buat menyebar lewat biji-bijinya yang banyak banget.

III. Manfaat Jukut Piyik

8 Manfaat Jukut Piyik untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi (Peradangan Kulit dan Sendi)

    Ekstrak Stellaria media menghambat produksi mediator pro-inflamasi seperti prostaglandin E2 (PGE2) dan sitokin TNF-α melalui penghambatan jalur COX-2 dan NF-κB. Senyawa triterpenoid saponin (stellariapgenin A) dan flavonoid (quercetin, luteolin) berkontribusi pada efek ini dengan menekan aktivasi MAPK dan mengurangi ekspresi iNOS.

    Senyawa Aktif: Stellariapgenin A, Kuersetin, Luteolin
    Tampilkan
  2. Antimikroba (Bakteri dan Jamur)

    Flavonoid (apigenin, luteolin) dan saponin dalam Stellaria media merusak integritas membran sel mikroba dengan mengikat ergosterol (pada jamur) atau mengganggu potensial membran bakteri, menyebabkan kebocoran ion dan kematian sel. Efek bakterisidal terhadap bakteri Gram-positif lebih kuat karena struktur dinding selnya yang lebih sederhana.

    Senyawa Aktif: Apigenin, Luteolin, Saponin triterpenoid (Stellariapgenin B)
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Kandungan polifenol (asam kafeat, asam klorogenat) dan flavonoid (quercetin, luteolin) menyumbang kapasitas pereduksi dan penangkapan radikal bebas. Senyawa ini mendonorkan elektron untuk menetralkan spesies oksigen reaktif (ROS) dan mengkhelat ion logam transisi (Fe2+, Cu2+), sehingga mencegah kerusakan oksidatif pada lipid dan DNA.

    Senyawa Aktif: Asam Kafeat, Kuersetin, Luteolin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Jukut Piyik

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jukut Piyik.

  1. Quercetin-3-O-β-D-glucopyranoside

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Herba (batang, daun, bunga)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat (penghambatan Radikal DPPH, ABTS); Antiinflamasi Dengan Menekan NF-κB Dan COX-2; Hepatoprotektif Pada Model Sel..
    Tampilkan
  2. Luteolin-7-O-β-D-glucopyranoside

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan batang)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (menghambat INOS, Produksi NO Pada Makrofag); Neuroprotektif Melalui Aktivasi Jalur Nrf2; Aktivitas Antimikroba Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Candida Albicans..
    Tampilkan
  3. Apigenin-7-O-β-D-glucopyranoside

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Herba (bunga dan daun)
    Aktivitas Farmakologis:
    Anksiolitik Melalui Modulasi Reseptor GABA_A; Antiinflamasi (menurunkan IL-6 Dan TNF-α); Aktivitas Antiproliferatif Pada Sel Kanker Payudara MCF-7..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Jukut Piyik

Interaksi & Kontraindikasi Jukut Piyik dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen kalium

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Pantau kadar kalium secara berkala karena efek diuretik ringan chickweed dapat meningkatkan ekskresi kalium, meskipun interaksi signifikan jarang terjadi.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (misal ACE inhibitor, ARB)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Efek aditif penurunan tekanan darah mungkin terjadi; disarankan monitoring tekanan darah secara rutin saat penggunaan bersamaan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat diuretik (misal furosemid, hidroklorotiazid)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan bersamaan karena risiko dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Jika tidak dapat dihindari, monitor fungsi ginjal dan elektrolit secara ketat.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Jukut Piyik

Jukut Piyik (Stellaria media), yang dikenal secara umum sebagai chickweed, umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai makanan atau teh herbal. Namun, penggunaan tanaman ini dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal, seperti mual, muntah, dan diare. Hal ini terutama disebabkan oleh kandungan saponin di dalamnya yang dapat mengiritasi saluran pencernaan jika terakumulasi dalam jumlah berlebihan di dalam tubuh.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Jukut Piyik

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Jukut Piyik.

  1. Tinjauan Komprehensif Stellaria media: Penggunaan Tradisional, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologi

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Stellaria media mengandung flavonoid, saponin, asam fenolat, dan polisakarida yang berperan dalam aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan hepatoprotektif. Namun, meta-analisis uji klinis pada manusia belum tersedia sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
    Tampilkan
  2. Studi Network Pharmacology dan Molecular Docking Stellaria media untuk Diabetes Melitus Tipe 2

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Flavonoid utama seperti apigenin dan luteolin berikatan dengan target PPARG, AKT1, dan AMPK melalui jalur PI3K-Akt dan sinyal insulin. Hasil ini menunjukkan potensi antidiabetes dari Stellaria media yang perlu divalidasi secara eksperimental.
    Tampilkan
  3. Efek Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Stellaria media terhadap Cedera Hati Akibat Karbon Tetraklorida pada Tikus

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Stellaria media dosis 400 mg/kg menurunkan kadar ALT dan AST secara signifikan serta mengurangi peroksidasi lipid dan memulihkan aktivitas superoksida dismutase. Efek hepatoprotektifnya sebanding dengan silymarin.
    Tampilkan

VIII. FAQ Jukut Piyik

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Jukut Piyik.

Apa itu Chickweed (Stellaria media) dan bagaimana cara menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari?
Chickweed adalah tanaman herbal yang sering tumbuh liar di daerah beriklim sedang. Daun dan batang mudanya dapat dikonsumsi segar sebagai sayuran dalam salad atau dimasak seperti bayam. Dalam pengobatan tradisional, chickweed digunakan secara topikal untuk meredakan iritasi kulit, ruam, dan eksim, serta secara oral sebagai teh untuk membantu batuk dan peradangan saluran pernapasan. (Sumber: Benzie, I.F.F., & Wachtel-Galor, S. (Eds.). (2011). Herbal Medicine: Biomolecular and Clinical Aspects. CRC Press)
Apakah aman mengonsumsi Chickweed sebagai makanan sehari-hari?
Konsumsi chickweed dalam jumlah wajar (misalnya segenggam daun segar per hari) umumnya dianggap aman karena kaya akan vitamin C, vitamin A, mineral seperti zat besi dan kalium. Namun, karena mengandung saponin dalam kadar rendah, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan iritasi lambung, mual, atau diare. Sebaiknya tidak dikonsumsi mentah dalam jumlah besar tanpa pencucian yang bersih untuk menghindari kontaminasi tanah. (Sumber: Gruenwald, J., Brendler, T., & Jaenicke, C. (2007). PDR for Herbal Medicines (4th ed.). Thomson Reuters)
Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Chickweed?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, meliputi gangguan pencernaan seperti mual, diare, dan kram perut jika dikonsumsi berlebihan. Penggunaan topikal dapat menyebabkan reaksi alergi berupa kemerahan atau gatal pada individu yang sensitif. Hindari penggunaan pada luka terbuka karena risiko iritasi. Tidak ada laporan efek samping serius pada dosis normal, namun data keamanan jangka panjang masih terbatas. (Sumber: Natural Medicines Comprehensive Database. (2023). Chickweed. Diperoleh dari https://naturalmedicines.therapeuticresearch.com)
Apakah Chickweed aman untuk bayi dan anak-anak?
Keamanan penggunaan chickweed pada bayi dan anak-anak belum diteliti secara klinis. Karena kandungan saponin dan senyawa bioaktif lainnya yang dapat mempengaruhi saluran cerna dan sistem hormon, penggunaannya tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 2 tahun tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Untuk anak yang lebih besar, penggunaan luar dalam jumlah kecil mungkin lebih aman, tetapi konsultasi dengan dokter anak tetap diperlukan. (Sumber: Gardiner, P., & Kemper, K.J. (2000). Pediatric Herbal Medicine. In: Micozzi, M.S. (Ed.), Fundamentals of Complementary and Alternative Medicine. Churchill Livingstone)
Apakah Chickweed aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan. Secara tradisional, chickweed digunakan sebagai emmenagog (perangsang menstruasi) sehingga dikhawatirkan dapat memicu kontraksi rahim dan meningkatkan risiko keguguran pada awal kehamilan. Pada ibu menyusui, belum ada data yang cukup mengenai ekskresi senyawa aktif ke dalam ASI. Oleh karena itu, wanita hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan chickweed baik secara oral maupun topikal. (Sumber: Schaefer, C., Peters, P., & Miller, R.K. (2015). Drugs During Pregnancy and Lactation (3rd ed.). Academic Press)
Apa manfaat kesehatan umum dari Chickweed yang didukung bukti ilmiah?
Ekstrak chickweed menunjukkan aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba dalam studi laboratorium. Kandungan flavonoid (seperti rutin dan quercetin) serta asam fenolat berperan dalam mengurangi peradangan dan melawan radikal bebas. Secara topikal, chickweed sering digunakan untuk meredakan eksim, psoriasis, dan gigitan serangga. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas dan diperlukan penelitian lebih lanjut. (Sumber: Al-Snafi, A.E. (2018). A review on chemical constituents and pharmacological effects of Stellaria media. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 10(8), 1-6)
Bagaimana cara mengolah Chickweed untuk obat tradisional yang aman?
Untuk konsumsi internal, cuci bersih 1–2 genggam daun dan batang muda segar, kemudian rebus dalam 200 ml air selama 5–10 menit. Saring dan minum sebagai teh hangat, maksimal 2 cangkir per hari. Untuk pemakaian luar, tumbuk daun segar hingga halus lalu oleskan sebagai pasta pada area kulit yang bermasalah, biarkan selama 15–20 menit lalu bilas. Hindari penggunaan pada luka terbuka. Jika menggunakan produk komersial, ikuti petunjuk pada label. (Sumber: Willcox, M.L., Cos, P., & Vlietinck, A.J. (2011). Traditional Herbal Medicine Research Methods. Wiley)

Nasturtium

Tropaeolum majus

Krokot

Portulaca oleracea

Cari: