| 300 g kentang, kukus lalu haluskan |
| 75 g Jukut Piyik segar, iris halus |
| 1 butir telur ayam, kocok lepas |
| 2 siung bawang putih, haluskan |
| 2 butir bawang merah, haluskan |
| 1/2 sdt garam |
| 1/4 sdt merica bubuk |
| 1/4 sdt pala bubuk |
| 2 sdm minyak untuk menumis |
| 3 sdm minyak untuk menggoreng |
Literatur herbal mencatat Jukut Piyik sebagai sayuran liar yang kaya vitamin C, zat besi, dan kalsium; kentang menyumbang energi dari pati kompleks. Telur menambah protein dan membantu merekatkan adonan, menjadikan perkedel ini pilihan lauk yang lebih bergizi daripada gorengan tepung biasa.
Advertisement
1 porsi = 2–3 perkedel (sekitar 150 g). Cukup 1 porsi per makan dengan frekuensi 2–3 kali seminggu.
Tidak ada interaksi obat besar, tetapi jika sedang memakai antikoagulan jangan mengubah jumlah sayuran hijau secara mendadak agar kadar vitamin K tetap stabil.
Tidak disarankan untuk alergi telur atau kentang; untuk anak di bawah 2 tahun, pastikan tekstur dihaluskan sesuai usia. Penderita gangguan ginjal perlu memperhatikan asupan kalium dari kentang.
Resep Herbal: #0239
Advertisement