Advertisement
Daun katuk (Sauropus androgynus) merupakan tanaman perdu yang banyak ditemukan di Asia Tenggara dan dikenal sebagai sayuran hijau bergizi tinggi. Tanaman ini memiliki daun kecil berbentuk lonjong dengan warna hijau gelap, serta sering dikonsumsi sebagai lalapan atau bahan sayur bening. Di Indonesia, daun katuk juga populer sebagai sayuran pelancar ASI bagi ibu menyusui, karena kandungan senyawa yang dipercaya mampu merangsang produksi air susu ibu.
Tumbuh subur di daerah tropis dengan dataran rendah sampai menengah. Suka tempat yang lembap, tanah subur, dan bisa hidup di bawah sinar matahari langsung maupun tempat yang agak teduh. Karakteristik/ciri-ciri Katuk (Sauropus androgynus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Semak tegak atau perdu yang bisa tumbuh hingga 2-3 meter, batangnya berkayu dan banyak cabang. |
| Daun | Daun tunggal dengan susunan berselang-seling, bentuknya lonjong sampai bulat telur, ukurannya kecil, warna hijau gelap di bagian atas dan lebih muda di bawah. |
| Bunga | Bunga kecil berwarna merah gelap keunguan atau kuning kehijauan, muncul di ketiak daun, biasanya tersembunyi di bawah daun. |
| Buah | Buah berbentuk bulat, putih atau agak keputihan saat masih muda, dan berubah jadi agak kemerahan atau ungu saat matang. |
| Akar | Sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang batang perdu. |
8 Manfaat Katuk untuk kesehatan.
Stimulasi sekresi prolaktin melalui modulasi reseptor dopaminergik di kelenjar pituitari anterior serta aktivitas estrogenik dari senyawa fitosterol (β-sitosterol) dan flavonoid yang meningkatkan sintesis laktalbumin dan kasein.
Penghambatan siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), penekanan jalur NF-κB, serta penurunan sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-6 melalui aktivitas flavonoid dan polifenol.
Penangkapan radikal bebas (DPPH, ABTS, superoksida), peningkatan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE oleh polifenol.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Katuk.
Interaksi & Kontraindikasi Katuk dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Konsumsi daun katuk (Sauropus androgynus) dalam jumlah berlebihan atau dalam bentuk ekstrak mentah/jus segar telah dikaitkan dengan efek samping serius pada sistem pernapasan, terutama kondisi yang dikenal sebagai bronkiolitis obliterans. Kasus-kasus keracunan massal di Taiwan dan beberapa negara Asia lainnya menunjukkan bahwa konsumsi jus katuk untuk tujuan penurunan berat badan atau kesehatan dapat menyebabkan penurunan fungsi paru-paru yang bersifat obstruktif. Gejala klinis yang sering dilaporkan meliputi batuk kronis, sesak napas yang progresif, dan penurunan kapasitas vital paksa (FVC) yang kadangkala bersifat irreversibel meskipun konsumsi telah dihentikan.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Katuk.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Katuk.