Wedang Daun Katuk, Jahe, dan Serai

Wedang katuk-jahe-serai: minuman hangat kaya antioksidan untuk stamina, melancarkan pencernaan, dan mendukung ibu menyusui.

Deskripsi:

Minuman hangat yang memadukan daun katuk (Sauropus androgynus) dengan jahe dan serai, diadaptasi dari tradisi jamu Nusantara. Literatur fitokimia menyebutkan daun katuk kaya flavonoid, vitamin C, dan vitamin K, sedangkan jahe memberikan gingerol yang bersifat antioksidan.

Resep:

Bahan:
300 ml air
30 g daun katuk segar, pilih yang muda
15 g jahe, memarkan
2 batang serai, bagian putihnya dimemarkan
1 sdm air perasan lemon
1 sdt madu (opsional)

Manfaat:

Membantu menjaga daya tahan tubuh dan meredakan kembung berkat gingerol, saponin, dan polifenol. Secara tradisional, ramuan hangat ini juga dipakai untuk mendukung pemulihan stamina dan produksi ASI pada ibu menyusui.

Cara Membuat:

Langkah:
  1. Cuci bersih daun katuk, jahe, dan serai.
  2. Didihkan air, lalu masukkan jahe dan serai. Kecilkan api dan biarkan selama 5 menit.
  3. Masukkan daun katuk, tutup panci, lalu rebus dengan api kecil sekitar 8-10 menit.
  4. Matikan api dan biarkan hangat. Saring ke dalam gelas.
  5. Tambahkan air lemon dan madu setelah air rebusan tidak terlalu panas, lalu aduk rata.

Advertisement


Takaran/Porsi:

Minum 200–250 ml sekali sehari, 3–4 hari per minggu; jangan mengganti air minum harian.

Interaksi:

Daun katuk mengandung vitamin K yang dapat melawan efek warfarin; konsultasikan dengan dokter jika Anda rutin memakai pengencer darah.

Kontraindikasi:

Jangan mengonsumsi daun katuk mentah dalam bentuk jus pekat karena berisiko terhadap kesehatan paru-paru; hindari juga pada trimester pertama kehamilan tanpa anjuran tenaga kesehatan. Penderita batu ginjal oksalat dan penyakit ginjal kronis sebaiknya berkonsultasi dahulu.

Resep Herbal: #0505



Resep Herbal Lainnya

Cari: