• Herbapedia.id

Antispasmodik

Antispasmodic

Info:

Aktivitas: Antispasmodik (Antispasmodic)
Kategori: Pencernaan & Kardiovaskular
Sub-Kategori: Relaksasi Otot Polos, Inhibisi Kalsium

Kategori Penyakit/Kondisi: Penyakit Pencernaan & Kardiovaskular

Brief:

Kemampuan senyawa untuk mengurangi atau mencegah kejang otot polos, terutama pada saluran pencernaan dan pembuluh darah.

Mekanisme:

Menghambat kanal kalsium pada otot polos, meningkatkan produksi NO (vasodilatasi), atau berinteraksi dengan reseptor muskarinik untuk mengurangi kontraksi otot.

Deskripsi:

Advertisement

Aktivitas antispasmodik adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk mengurangi atau mencegah kejang otot polos, terutama pada saluran pencernaan, pembuluh darah, dan saluran pernapasan. Kejang otot polos dapat menyebabkan berbagai kondisi seperti sakit perut, kram menstruasi, hipertensi, dan asma. Herbal seperti pepermin (mentol), kunyit (kurkumin), dan cengkeh (eugenol) telah terbukti memiliki aktivitas antispasmodik yang efektif.

Mekanisme antispasmodik pada herbal umumnya melibatkan penghambatan kanal kalsium pada otot polos, yang mengurangi kontraksi otot, atau peningkatan produksi NO (nitric oxide) yang menyebabkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah). Beberapa herbal juga bekerja dengan berinteraksi dengan reseptor muskarinik untuk mengurangi kontraksi otot polos saluran pencernaan. Mentol dari pepermin bekerja dengan efek pendinginan yang mengurangi sensitivitas saraf dan relaksasi otot polos. Dengan efek samping yang minimal dibandingkan obat antispasmodik sintetik, herbal antispasmodik menawarkan solusi alami untuk mengatasi berbagai kondisi yang melibatkan kejang otot.


Senyawa:


Advertisement


Herba:

Mentha piperita
Curcuma longa
Camellia sinensis
Syzygium aromaticum
Lavandula angustifolia

Sage

Salvia officinalis
Sage

Karminatif dan antispasmodik untuk gangguan pencernaan ringan

Senyawa terpenoid (1,8-cineole, camphor) merelaksasi otot polos saluran cerna dan mengurangi produksi gas melalui efek spasmolitik dan karminatif

Senyawa: 1,8-cineole, camphor, α-thujone

Tingkat Bukti: Tradisional

Rue

Ruta graveolens
Rue

Antispasmodik dan relaksan otot polos

Menghambat saluran kalsium tipe-L pada otot polos usus, mengurangi influks kalsium intraseluler, dan memblokir kontraksi yang diinduksi asetilkolin, histamin, atau barium klorida.

Senyawa: Rutin, Quercetin, Psoralen

Tingkat Bukti: Terbatas

White Peony Root / Bai Shao

Paeonia lactiflora

Antispasmodik pada Dismenore Primer

Paeoniflorin memblokir kanal kalsium tipe-L pada otot polos uterus, menurunkan konsentrasi kalsium intraseluler, dan menghambat kontraksi yang diinduksi PGF2α. Juga memodulasi sistem opioid endogen dan menekan produksi prostaglandin melalui inhibisi COX-2.

Senyawa: Paeoniflorin, Paeonol

Tingkat Bukti: Sedang

Thyme

Thymus vulgaris
Thyme

Antispasmodik pada Kram Menstruasi dan Gangguan Gastrointestinal

Minyak atsiri thyme (khususnya timol dan karvakrol) menghambat kontraksi otot polos melalui blokade kanal kalsium dan antagonisme reseptor muskarinik. Efek relaksasi pada miometrium dan usus halus. Juga menurunkan sintesis prostaglandin (inhibisi COX-2).

Senyawa: Timol, Karvakrol, Linalool

Tingkat Bukti: Sedang

Anise

Pimpinella anisum

Antispasmodik (Kram Perut, Nyeri Haid)

Anethole menghambat kontraksi otot polos melalui blokade kanal Ca²⁺ tipe-L dan modulasi reseptor muskarinik M3. Estragole dan fenchone mengaktivasi saluran K⁺ yang menyebabkan hiperpolarisasi membran sehingga relaksasi. Efek pada uterus juga dimediasi oleh penghambatan sintesis prostaglandin (PGF2α).

Senyawa: Anethole, Fenchone, Estragole

Tingkat Bukti: Sedang

Salad Burnet

Sanguisorba minor
Salad Burnet

Antispasmodik Saluran Cerna

Menghambat kontraksi otot polos usus melalui blokade kanal kalsium tipe-L dan antagonisme reseptor muskarinik M3. Tanin dan flavonoid menyebabkan relaksasi langsung pada otot polos, mengurangi hipermotilitas dan kram.

Senyawa: kuersetin, kaempferol, asam tanat

Tingkat Bukti: Tradisional


Antiemetik

Antiemetic

Analgesik

Analgesic