• Herbapedia.id

White Peony Root / Bai Shao

Paeonia lactiflora
Nama: White Peony Root / Bai Shao
Nama Latin/Ilmiah: Paeonia lactiflora
Famili: Paeoniaceae

Kandungan:
Paeoniflorin, albiflorin
Nama Lain:
Shakuyaku (Jepang), Jak-yak (Korea), Bạch thược (Vietnam), Pivoine blanche (Prancis), Peonía blanca (Spanyol)
Asal:
Cina, Mongolia, Rusia, Jepang, Korea
Bagian Utama:
Akar
Rasa:
Asam, pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang White Peony Root / Bai Shao

Akar Paeonia lactiflora, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Bai Shao, berasal dari tanaman peoni putih yang termasuk dalam famili Paeoniaceae. Tanaman herba menahun ini tumbuh liar di kawasan Asia Timur, terutama di Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Bagian yang digunakan secara medis adalah akar yang telah dikupas dan dikeringkan. Dalam sistem pengobatan Tionghoa, Bai Shao dikategorikan sebagai ramuan yang bersifat sedikit dingin, berasa asam dan pahit, serta masuk ke meridian hati dan limpa. Khasiat utamanya adalah menyehatkan darah, mengatur sirkulasi energi (qi), dan meredakan nyeri, terutama yang berkaitan dengan ketidakseimbangan fungsi hati dan darah.

Advertisement

Kandungan kimia utama dalam Bai Shao meliputi paeoniflorin, albiflorin, benzoylpaeniflorin, dan berbagai glikosida monoterpena. Paeoniflorin merupakan senyawa aktif yang paling banyak diteliti, memiliki efek antiinflamasi, analgesik, antispasmodik, dan imunomodulator. Senyawa ini bekerja dengan menghambat pelepasan mediator inflamasi seperti prostaglandin dan leukotrien, serta memodulasi aktivitas sel imun. Secara farmakologis, ekstrak Bai Shao juga menunjukkan aktivitas hepatoprotektif dan efek pelindung terhadap kerusakan oksidatif pada sel. Karena sifatnya yang menenangkan, akar peoni putih sering digunakan dalam ramuan untuk meredakan kram otot polos, khususnya pada organ pencernaan dan rahim.

Dalam praktik klinis, Bai Shao sering diresepkan dalam kombinasi dengan ramuan lain, misalnya dengan Akar Licorice (Gan Cao) untuk mengatasi nyeri perut dan kejang otot, atau dengan Akar Angelica Sinensis (Dang Gui) untuk memperkuat darah dan mengatasi gangguan menstruasi seperti dismenore dan siklus tidak teratur. Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaan Bai Shao tidak dianjurkan pada pasien dengan limpa yang lemah dan diare berat, atau pada wanita hamil tanpa pengawasan ahli herbal. Sebagai tanaman obat yang telah melewati uji waktu selama ribuan tahun, Paeonia lactiflora tetap menjadi komponen penting dalam formula tradisional maupun suplemen herbal modern yang mendukung kesehatan hati, darah, dan keseimbangan hormonal.

Update: 30 Jul 2026 - 17:08:14

 

II. Manfaat White Peony Root / Bai Shao

Manfaat White Peony Root / Bai Shao untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Paeoniflorin dan paeonol menghambat aktivasi NF-κB dan jalur MAPK, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Juga menghambat ekspresi COX-2 dan iNOS, serta mengurangi degradasi kartilago melalui inhibisi MMP-13 dan ADAMTS-5.

    Senyawa Aktif: Paeoniflorin, Paeonol, Albiflorin
    Tampilkan
  2. Antispasmodik pada Dismenore Primer

    Paeoniflorin memblokir kanal kalsium tipe-L pada otot polos uterus, menurunkan konsentrasi kalsium intraseluler, dan menghambat kontraksi yang diinduksi PGF2α. Juga memodulasi sistem opioid endogen dan menekan produksi prostaglandin melalui inhibisi COX-2.

    Senyawa Aktif: Paeoniflorin, Paeonol
    Tampilkan
  3. Hepatoprotektif pada Penyakit Hati Berlemak Non-alkohol (NAFLD)

    Paeoniflorin dan albiflorin meningkatkan aktivitas AMPK, menghambat lipogenesis de novo melalui downregulasi SREBP-1c dan FAS, serta mengurangi stres oksidatif melalui aktivasi Nrf2/HO-1. Juga menekan inflamasi melalui jalur TLR4/NF-κB.

    Senyawa Aktif: Paeoniflorin, Albiflorin, Paeonol
    Tampilkan
  4. Efek Antidepresan dan Anxiolytic

    Paeoniflorin dan paeonol memodulasi sumbu HPA (menurunkan kortisol), meningkatkan kadar BDNF dan serotonin di hipokampus, serta mengaktifkan jalur CREB/BDNF. Juga menghambat aktivasi mikroglia dan menurunkan sitokin pro-inflamasi di CNS.

    Senyawa Aktif: Paeoniflorin, Paeonol, Benzoylpaeoniflorin
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan White Peony Root / Bai Shao

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) White Peony Root / Bai Shao.

  1. Golongan: Monoterpenoid Glikosida
    Bagian Tanaman: Akar (Radix)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Analgesik, Imunomodulator, Hepatoprotektif, Antidepresan.
    Tampilkan
  2. Albiflorin

    Golongan: Monoterpenoid Glikosida
    Bagian Tanaman: Akar (Radix)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidepresan, Neuroprotektif, Antiinflamasi, Relaksan Otot Polos.
    Tampilkan
  3. Oksipaeoniflorin

    Golongan: Monoterpenoid Glikosida
    Bagian Tanaman: Akar (Radix)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antialergi, Antiinflamasi, Antiagregasi Platelet, Antimikroba.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi White Peony Root / Bai Shao

Warfarin dan antikoagulan lainnya (heparin, rivaroxaban, dabigatran)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan bersamaan tanpa pengawasan medis. Bai Shao memiliki efek antiplatelet yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Pantau INR secara ketat jika kombinasi tidak dapat dihindari.

Penggunaan bersamaan dengan Obat antiplatelet (aspirin, klopidogrel, NSAID)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Kombinasi dapat meningkatkan efek antiplatelet dan risiko perdarahan. Gunakan dengan hati-hati, terutama pada pasien dengan riwayat tukak lambung atau gangguan perdarahan.

Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, metformin, sulfonilurea)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Bai Shao dapat menurunkan kadar gula darah. Pantau glukosa darah secara teratur dan waspadai gejala hipoglikemia. Penyesuaian dosis obat mungkin diperlukan.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ White Peony Root / Bai Shao

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang White Peony Root / Bai Shao.

Apa saja senyawa fitokimia utama dalam Bai Shao (Paeonia lactiflora) dan bagaimana manfaatnya?
Bai Shao mengandung senyawa aktif utama seperti paeoniflorin, albiflorin, dan asam benzoate. Paeoniflorin memiliki efek anti-inflamasi, analgesik, dan imunomodulator. (Shahrajabian et al., 2020, "Pharmacological Properties of Paeonia lactiflora: A Review", Journal of Herbal Medicine) Albiflorin diketahui berkontribusi pada efek relaksasi otot polos dan perlindungan hati. (He et al., 2012, "Albiflorin attenuates lipopolysaccharide-induced inflammation in RAW264.7 macrophages", International Immunopharmacology)
Bagaimana dosis harian yang aman untuk konsumsi Bai Shao sebagai suplemen?
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, dosis umum Bai Shao rebusan kering adalah 6–12 gram per hari, dibagi dalam beberapa kali minum. Untuk suplemen ekstrak standar (biasanya 10–20% paeoniflorin), dosis 300–600 mg per hari sering digunakan. Namun, konsultasi dengan praktisi kesehatan diperlukan karena dosis tergantung kondisi individu. (Chen et al., 2019, "Dosage and Safety of Paeonia lactiflora: A Systematic Review", Chinese Journal of Integrative Medicine)
Apakah Bai Shao aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan Bai Shao selama kehamilan belum sepenuhnya diteliti secara klinis. Secara tradisional, digunakan dengan hati-hati karena potensi efek stimulasi uterus pada dosis tinggi. Ibu menyusui sebaiknya menghindari karena data ekskresi ke ASI tidak tersedia. (World Health Organization, 2009, "WHO Monographs on Selected Medicinal Plants - Vol. 4" ) Sangat disarankan konsultasi dengan dokter sebelum penggunaan.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Bai Shao?
Efek samping umumnya ringan dan jarang terjadi, meliputi gangguan pencernaan ringan (mual, diare) pada dosis tinggi. Pada individu sensitif, reaksi alergi seperti ruam kulit pernah dilaporkan. (Zhu et al., 2018, "Safety profile of Paeonia lactiflora: A systematic review of adverse effects", Journal of Ethnopharmacology) Overdosis dapat menyebabkan hepatotoksisitas, terutama jika digunakan bersamaan dengan obat lain.
Bagaimana cara mengonsumsi Bai Shao yang tepat untuk tujuan kesehatan umum?
Bai Shao bisa dikonsumsi dalam bentuk rebusan (decoction) dari akar kering, atau kapsul ekstrak standar. Untuk rebusan, rebus 6–12 gram akar kering dalam 500 ml air hingga tersisa 200 ml, minum hangat 1–2 kali sehari. Ekstrak kapsul diminum sesuai petunjuk produk. Disarankan diminum setelah makan untuk mengurangi iritasi lambung. (Cheng et al., 2021, "Standardized Paeonia lactiflora Extract: A Practical Guide", Journal of Dietary Supplements)
Apakah Bai Shao dapat berinteraksi dengan obat-obatan konvensional?
Ya, Bai Shao dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan (warfarin, aspirin) karena efek antiplatelet dan antikoagulan ringan dari paeoniflorin. Juga dapat berpotensi menurunkan tekanan darah sehingga perlu diwaspadai jika bersamaan dengan obat antihipertensi. (Wang et al., 2020, "Potential herb-drug interactions of Paeonia lactiflora: A review", Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine)
Apakah Bai Shao aman diberikan pada bayi dan anak-anak?
Keamanan Bai Shao pada bayi dan anak-anak belum diteliti secara memadai. Penggunaan tradisional mungkin diberikan pada anak di atas usia 2 tahun dengan dosis yang disesuaikan (misalnya 1/4 dosis dewasa), namun hanya di bawah pengawasan praktisi herbal berpengalaman karena risiko efek samping dan interaksi. (Kementerian Kesehatan RI, 2017, "Formularium Herbal Indonesia" ) Untuk bayi di bawah 1 tahun, tidak dianjurkan.
Apa manfaat Bai Shao untuk kesehatan umum berdasarkan bukti ilmiah?
Penelitian menunjukkan Bai Shao memiliki efek anti-inflamasi pada arthritis, perlindungan hati, relaksasi otot polos untuk nyeri haid (dismenore), serta efek neuroprotektif potensial. (Zhang et al., 2019, "Paeoniflorin: A promising natural compound for the treatment of inflammatory diseases", Frontiers in Pharmacology) Selain itu, beberapa uji klinis mendukung efektivitasnya dalam memperbaiki gejala sindrom pramenstruasi (PMS) dan nyeri perut. Namun, diperlukan lebih banyak uji klinis untuk konfirmasi.

Notoginseng / San Qi

Panax notoginseng

Coptis / Huang Lian

Coptis chinensis