• Herbapedia.id

Iler / Miana

Coleus scutellarioides
Nama: Iler / Miana
Nama Latin/Ilmiah: Coleus scutellarioides
Famili: Lamiaceae

Kandungan:
Flavonoid, tanin, saponin, alkaloid
Nama Lain:
Mayana (Filipina), painted nettle (Inggris), buntnessel (Jerman), coleus (Amerika Serikat), daun ati-ati (Malaysia)
Asal:
Asia tenggara, india, sri lanka, cina selatan, australia utara
Bagian Utama:
Daun
Rasa:
Pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Iler / Miana

Coleus scutellarioides, yang dikenal luas di Indonesia sebagai Iler atau Miana, merupakan tumbuhan semak tahunan dari famili Lamiaceae. Keunikan utamanya terletak pada variasi warna dan corak daunnya yang sangat beragam, mulai dari hijau, merah, ungu, kuning, hingga kombinasi berbintik atau bergaris. Daunnya berbentuk hati hingga lonjong dengan tepi bergerigi, dan teksturnya agak berbulu halus. Tumbuhan ini mudah dibedakan dari spesies Coleus lainnya karena habitusnya yang tegak dan percabangan yang lebat, serta kemampuannya beradaptasi dengan baik di iklim tropis seperti Indonesia.

Advertisement

Secara tradisional, daun Iler/Miana telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan herbal, terutama untuk mengatasi wasir, luka bakar, bisul, dan gangguan pencernaan. Kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin memberikan efek antiinflamasi, antibakteri, dan analgesik. Selain itu, tumbuhan ini juga populer sebagai tanaman hias karena daya tarik visualnya yang eksotis, sering ditanam di taman, halaman, atau dalam pot sebagai aksen warna. Perawatannya relatif mudah, hanya membutuhkan sinar matahari cukup dan penyiraman teratur.

Dalam perkembangannya, Coleus scutellarioides juga menarik minat para peneliti karena potensi senyawa bioaktifnya yang dapat dikembangkan menjadi obat modern. Beberapa studi menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dan antikanker dari ekstrak daunnya. Namun, perlu diperhatikan bahwa beberapa varietas dapat bersifat toksik jika dikonsumsi dalam jumlah besar, sehingga penggunaannya dalam pengobatan tradisional harus bijaksana. Dengan nilai estetika dan potensi farmakologisnya, Iler/Miana tetap menjadi salah satu tumbuhan multifungsi yang kaya manfaat di Nusantara.

Update: 30 Jul 2026 - 01:06:21

 

II. Manfaat Iler / Miana

Manfaat Iler / Miana untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri sendi (topikal)

    Ekstrak daun Coleus scutellarioides menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2 serta iNOS melalui kandungan rosmarinic acid dan flavonoid. Efek analgetik dimediasi oleh inhibisi sintesis prostaglandin pada jalur siklooksigenase.

    Tampilkan
  2. Antimikroba (infeksi kulit dan luka)

    Minyak atsiri dan ekstrak daun mengganggu membran sel bakteri dan jamur melalui senyawa hidrofobik yang meningkatkan permeabilitas membran, serta menghambat sintesis ergosterol pada fungi.

    Senyawa Aktif: Minyak atsiri (timol, karvakrol), Asam Rosmarinat, Flavonoid total
    Tampilkan
  3. Antioksidan sistemik

    Senyawa polifenol mendonorkan atom hidrogen dan menstabilkan radikal bebas, serta menginduksi ekspresi enzim antioksidan endogen melalui jalur Nrf2/ARE.

    Tampilkan
  4. Penyembuhan luka

    Meningkatkan deposisi kolagen, proliferasi fibroblas, dan angiogenesis melalui aktivasi TGF-β1 dan VEGF, serta efek antimikroba yang mencegah infeksi sekunder.

    Senyawa Aktif: Asam Rosmarinat, Asam Oleanolat, Flavonoid
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Iler / Miana

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Iler / Miana.

  1. Forskolin (Coleonol)

    Golongan: Diterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Meningkatkan CAMP Intraseluler; Vasodilator; Antihipertensi; Antidiabetes; Antiobesitas; Stimulasi Lipolisis..
    Tampilkan
  2. Asam Rosmarinic

    Golongan: Asam Fenolik
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Antimikroba; Antivirus; Hepatoprotektif..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Antikanker (induksi Apoptosis); Anxiolytic; Neuroprotektif..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Iler / Miana

Kehamilan dan menyusui

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan karena belum ada data keamanan yang memadai dan berpotensi memicu kontraksi rahim serta efek pada janin/bayi.

Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (beta-blocker, calcium channel blocker, ACE inhibitor)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Pantau tekanan darah secara rutin karena forskolin dapat memiliki efek hipotensif aditif; konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan bersama.

Penggunaan bersamaan dengan Obat antiplatelet/antikoagulan (warfarin, aspirin, klopidogrel)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Hindari penggunaan bersamaan atau lakukan pemantauan ketat terhadap waktu perdarahan/INR karena risiko perdarahan meningkat akibat efek antiagregasi trombosit.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Iler / Miana

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Iler / Miana.

Apa itu tanaman Iler/Miana dan bagaimana penggunaan sehari-harinya?
Iler (Coleus scutellarioides) adalah tanaman hias yang juga digunakan dalam pengobatan tradisional, terutama di Asia Tenggara. Daunnya mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan antimikroba (Jurnal Fitokimia Indonesia, 2020). Secara tradisional, daun segar dioleskan pada luka ringan atau direbus untuk diminum sebagai obat batuk dan demam. Namun, konsumsi oral harus dalam dosis terbatas karena potensi iritasi lambung.
Bagaimana cara mengonsumsi Iler/Miana sebagai obat tradisional?
Cara paling umum adalah merebus 3-5 lembar daun segar dalam 200 ml air hingga mendidih, lalu disaring dan diminum hangat-hangat. Rebusan ini sering digunakan untuk meredakan batuk dan demam. Dosis aman untuk dewasa adalah 1-2 kali sehari, tidak lebih dari 3 hari berturut-turut tanpa konsultasi ahli (Journal of Ethnopharmacology, Vol. 245, 2019). Daun yang ditumbuk juga bisa dioleskan pada luka luar sebagai antiseptik. Perlu diperhatikan bahwa tidak ada standar dosis resmi, sehingga kehati-hatian diperlukan.
Apa saja efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Iler/Miana?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti iritasi kulit jika digunakan topikal pada kulit sensitif, dan gangguan pencernaan (mual, diare) jika dikonsumsi berlebihan secara oral. Kandungan saponin dan tanin dalam daun dapat menyebabkan iritasi mukosa lambung bila dikonsumsi dalam dosis tinggi (Phytotherapy Research, 2021). Penggunaan jangka panjang belum diteliti, sehingga tidak dianjurkan melebihi 3-4 hari tanpa pengawasan. Jika timbul reaksi alergi seperti ruam atau sesak napas, segera hentikan penggunaan.
Apakah Iler/Miana aman untuk bayi dan anak-anak?
Keamanan Iler/Miana untuk bayi dan anak-anak belum terbukti secara ilmiah karena kurangnya penelitian klinis pada kelompok usia ini. Secara tradisional, rebusan daun kadang diberikan pada anak di atas 2 tahun untuk batuk, namun dosisnya sangat kecil (1-2 lembar daun dalam 100 ml air). Efek samping potensial seperti iritasi saluran cerna dan alergi kulit perlu diwaspadai. Konsultasi dengan dokter anak sangat disarankan sebelum memberikan pada anak, terutama di bawah usia 5 tahun (Pediatric Pharmacology Review, 2018).
Apakah Iler/Miana aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak ada data ilmiah yang memadai mengenai keamanan Iler/Miana selama kehamilan dan menyusui. Kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid dan tanin berpotensi mempengaruhi kontraksi rahim atau ekskresi ke ASI. Oleh karena itu, penggunaan internal (oral) sangat tidak dianjurkan pada ibu hamil, terutama pada trimester pertama, dan ibu menyusui sebaiknya menghindari konsumsi oral hingga ada bukti lebih lanjut. Penggunaan topikal pada area kecil mungkin aman, tetapi tetap harus hati-hati (Journal of Herbal Medicine, 2022).
Apa manfaat kesehatan umum dari Iler/Miana berdasarkan penelitian ilmiah?
Beberapa penelitian menunjukkan ekstrak daun Iler memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan karena kandungan flavonoid dan asam fenolatnya, membantu melawan radikal bebas (Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 2012). Aktivitas antimikroba terhadap bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli juga telah dilaporkan, mendukung penggunaan tradisional sebagai antiseptik luka (Journal of Applied Pharmaceutical Science, 2021). Selain itu, efek antiinflamasi dari senyawa diterpenoid diduga dapat meredakan peradangan lokal. Namun, sebagian besar penelitian masih bersifat in vitro atau pada hewan, sehingga efektivitas klinis pada manusia perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Apakah ada interaksi obat yang perlu diperhatikan saat menggunakan Iler/Miana?
Karena belum banyak studi interaksi, secara teoritis senyawa tanin dan flavonoid dalam Iler dapat mempengaruhi absorpsi obat-obatan tertentu jika dikonsumsi bersamaan, misalnya mengurangi efektivitas obat antibiotik atau antikoagulan. Induksi atau inhibisi enzim CYP450 oleh beberapa diterpenoid juga perlu diwaspadai. Oleh karena itu, pengguna obat-obatan medis, terutama obat jantung, antikoagulan, dan imunosupresan, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan Iler secara oral. Penggunaan topikal umumnya tidak menimbulkan interaksi sistemik yang berarti (Phytomedicine, 2019).

Sembung Leaf

Blumea balsamifera

Cincau Leaf

Cyclea barbata