Iler

Miana | Coleus scutellarioides
Iler
Nama
Iler (Miana)
Nama Latin/Ilmiah
Coleus scutellarioides
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit

Nama Lain
Mayana (Filipina), painted nettle (Inggris), buntnessel (Jerman), coleus (Amerika Serikat), daun ati-ati (Malaysia)
Asal
Asia tenggara, india, sri lanka, cina selatan, australia utara
Kandungan Utama
Flavonoid, tanin, saponin, alkaloid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Iler

Coleus scutellarioides, yang dikenal luas di Indonesia sebagai Iler atau Miana, merupakan tumbuhan semak tahunan dari famili Lamiaceae. Keunikan utamanya terletak pada variasi warna dan corak daunnya yang sangat beragam, mulai dari hijau, merah, ungu, kuning, hingga kombinasi berbintik atau bergaris. Daunnya berbentuk hati hingga lonjong dengan tepi bergerigi, dan teksturnya agak berbulu halus. Tumbuhan ini mudah dibedakan dari spesies Coleus lainnya karena habitusnya yang tegak dan percabangan yang lebat, serta kemampuannya beradaptasi dengan baik di iklim tropis seperti Indonesia.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Agu 2026 - 08:42:22
 

II. Ciri-ciri Iler

Tanaman ini gampang banget tumbuh di daerah tropis, dari dataran rendah sampai pegunungan. Dia suka tempat yang agak teduh atau kena sinar matahari nggak langsung, dan yang paling penting tanahnya harus lembap tapi jangan sampai menggenang airnya. Karakteristik/ciri-ciri Iler (Coleus scutellarioides):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Sistem perakarannya serabut yang cukup dangkal, jadi gampang dicabut atau dipindah-pindah.
Batang Batangnya berbentuk segi empat (khas tanaman Lamiaceae), teksturnya agak lunak dan basah, serta cenderung tumbuh tegak atau merambat.
Daun Ini nih daya tarik utamanya! Bentuknya rata-rata oval atau bulat telur dengan pinggiran yang bergerigi atau bergelombang. Warnanya variatif banget, bisa perpaduan merah, ungu, kuning, sampai hijau, tergantung jenisnya.
Bunga Bunganya muncul di ujung batang (tandan), ukurannya kecil-kecil dan biasanya berwarna ungu atau biru kebiruan. Bentuknya kayak bibir (bilabiate).
Pertumbuhan Tanaman semak yang tingginya biasanya cuma sekitar 30 sampai 60 cm, tapi bisa lebih kalau dibiarkan tumbuh liar.

III. Manfaat Iler

8 Manfaat Iler untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri sendi (topikal)

    Ekstrak daun Coleus scutellarioides menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2 serta iNOS melalui kandungan rosmarinic acid dan flavonoid. Efek analgetik dimediasi oleh inhibisi sintesis prostaglandin pada jalur siklooksigenase.

    Tampilkan
  2. Antimikroba (infeksi kulit dan luka)

    Minyak atsiri dan ekstrak daun mengganggu membran sel bakteri dan jamur melalui senyawa hidrofobik yang meningkatkan permeabilitas membran, serta menghambat sintesis ergosterol pada fungi.

    Senyawa Aktif: Minyak atsiri (timol, karvakrol), Asam Rosmarinat, Flavonoid total
    Tampilkan
  3. Antioksidan sistemik

    Senyawa polifenol mendonorkan atom hidrogen dan menstabilkan radikal bebas, serta menginduksi ekspresi enzim antioksidan endogen melalui jalur Nrf2/ARE.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Iler

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Iler.

  1. Forskolin (Coleonol)

    Golongan: Diterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Meningkatkan CAMP Intraseluler; Vasodilator; Antihipertensi; Antidiabetes; Antiobesitas; Stimulasi Lipolisis..
    Tampilkan
  2. Asam Rosmarinic

    Golongan: Asam Fenolik
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Antimikroba; Antivirus; Hepatoprotektif..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Antikanker (induksi Apoptosis); Anxiolytic; Neuroprotektif..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Iler

Interaksi & Kontraindikasi Iler dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan dan menyusui

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena belum ada data keamanan yang memadai dan berpotensi memicu kontraksi rahim serta efek pada janin/bayi.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (beta-blocker, calcium channel blocker, ACE inhibitor)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau tekanan darah secara rutin karena forskolin dapat memiliki efek hipotensif aditif; konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan bersama.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antiplatelet/antikoagulan (warfarin, aspirin, klopidogrel)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan bersamaan atau lakukan pemantauan ketat terhadap waktu perdarahan/INR karena risiko perdarahan meningkat akibat efek antiagregasi trombosit.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Iler

Tanaman Iler (Coleus scutellarioides), yang secara tradisional sering digunakan untuk pengobatan alternatif termasuk gangguan pencernaan dan masalah menstruasi, diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti minyak atsiri, flavonoid, saponin, dan alkaloid. Meskipun memiliki potensi manfaat farmakologis, konsumsi atau penggunaan ekstrak iler dalam dosis tertentu dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi kesehatan manusia. Berdasarkan penelitian toksikologi pada hewan uji, ekstrak daun iler dalam dosis tinggi berpotensi menyebabkan efek hepatotoksik dan nefrotoksik, yang ditunjukkan oleh peningkatan enzim hati dan gangguan fungsi ginjal. Selain itu, senyawa aktif di dalamnya dapat berinteraksi dengan sistem kardiovaskular, memicu penurunan tekanan darah secara drastis (hipotensi), serta menyebabkan iritasi lambung pada individu yang memiliki lambung sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Iler

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Iler.

  1. Aktivitas penyembuhan luka ekstrak etanol daun iler (Coleus scutellarioides) pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun iler dosis 400 mg/kgBB mempercepat epitelisasi dan meningkatkan kepadatan kolagen pada luka dibandingkan kelompok kontrol. Efek tersebut sebanding dengan gel standar, mendukung penggunaan tradisional iler sebagai penyembuh luka.
    Tampilkan
  2. Efek anti-inflamasi dan antioksidan ekstrak daun iler (Coleus scutellarioides) pada makrofag RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak yang kaya asam rosmarinat menurunkan produksi nitrit oksida dan TNF-α secara signifikan. Ekspresi iNOS dan COX-2 juga tertekan, menunjukkan mekanisme anti-inflamasi melalui penghambatan jalur NF-κB.
    Tampilkan
  3. Tinjauan sistematis: fitokimia, aktivitas farmakologis, dan keamanan tanaman iler (Coleus scutellarioides)

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Tinjauan ini mengonfirmasi bukti aktivitas antioksidan, antibakteri, anti-inflamasi, dan penyembuhan luka dari Coleus scutellarioides. Kualitas metodologis sebagian besar studi masih rendah dan diperlukan uji klinis pada manusia untuk validasi lebih lanjut.
    Tampilkan

VIII. FAQ Iler

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Iler.

Apa itu tanaman Iler/Miana dan bagaimana penggunaan sehari-harinya?
Iler (Coleus scutellarioides) adalah tanaman hias yang juga digunakan dalam pengobatan tradisional, terutama di Asia Tenggara. Daunnya mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan antimikroba (Jurnal Fitokimia Indonesia, 2020). Secara tradisional, daun segar dioleskan pada luka ringan atau direbus untuk diminum sebagai obat batuk dan demam. Namun, konsumsi oral harus dalam dosis terbatas karena potensi iritasi lambung.
Bagaimana cara mengonsumsi Iler/Miana sebagai obat tradisional?
Cara paling umum adalah merebus 3-5 lembar daun segar dalam 200 ml air hingga mendidih, lalu disaring dan diminum hangat-hangat. Rebusan ini sering digunakan untuk meredakan batuk dan demam. Dosis aman untuk dewasa adalah 1-2 kali sehari, tidak lebih dari 3 hari berturut-turut tanpa konsultasi ahli (Journal of Ethnopharmacology, Vol. 245, 2019). Daun yang ditumbuk juga bisa dioleskan pada luka luar sebagai antiseptik. Perlu diperhatikan bahwa tidak ada standar dosis resmi, sehingga kehati-hatian diperlukan.
Apa saja efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Iler/Miana?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti iritasi kulit jika digunakan topikal pada kulit sensitif, dan gangguan pencernaan (mual, diare) jika dikonsumsi berlebihan secara oral. Kandungan saponin dan tanin dalam daun dapat menyebabkan iritasi mukosa lambung bila dikonsumsi dalam dosis tinggi (Phytotherapy Research, 2021). Penggunaan jangka panjang belum diteliti, sehingga tidak dianjurkan melebihi 3-4 hari tanpa pengawasan. Jika timbul reaksi alergi seperti ruam atau sesak napas, segera hentikan penggunaan.
Apakah Iler/Miana aman untuk bayi dan anak-anak?
Keamanan Iler/Miana untuk bayi dan anak-anak belum terbukti secara ilmiah karena kurangnya penelitian klinis pada kelompok usia ini. Secara tradisional, rebusan daun kadang diberikan pada anak di atas 2 tahun untuk batuk, namun dosisnya sangat kecil (1-2 lembar daun dalam 100 ml air). Efek samping potensial seperti iritasi saluran cerna dan alergi kulit perlu diwaspadai. Konsultasi dengan dokter anak sangat disarankan sebelum memberikan pada anak, terutama di bawah usia 5 tahun (Pediatric Pharmacology Review, 2018).
Apakah Iler/Miana aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak ada data ilmiah yang memadai mengenai keamanan Iler/Miana selama kehamilan dan menyusui. Kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid dan tanin berpotensi mempengaruhi kontraksi rahim atau ekskresi ke ASI. Oleh karena itu, penggunaan internal (oral) sangat tidak dianjurkan pada ibu hamil, terutama pada trimester pertama, dan ibu menyusui sebaiknya menghindari konsumsi oral hingga ada bukti lebih lanjut. Penggunaan topikal pada area kecil mungkin aman, tetapi tetap harus hati-hati (Journal of Herbal Medicine, 2022).
Apa manfaat kesehatan umum dari Iler/Miana berdasarkan penelitian ilmiah?
Beberapa penelitian menunjukkan ekstrak daun Iler memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan karena kandungan flavonoid dan asam fenolatnya, membantu melawan radikal bebas (Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 2012). Aktivitas antimikroba terhadap bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli juga telah dilaporkan, mendukung penggunaan tradisional sebagai antiseptik luka (Journal of Applied Pharmaceutical Science, 2021). Selain itu, efek antiinflamasi dari senyawa diterpenoid diduga dapat meredakan peradangan lokal. Namun, sebagian besar penelitian masih bersifat in vitro atau pada hewan, sehingga efektivitas klinis pada manusia perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Apakah ada interaksi obat yang perlu diperhatikan saat menggunakan Iler/Miana?
Karena belum banyak studi interaksi, secara teoritis senyawa tanin dan flavonoid dalam Iler dapat mempengaruhi absorpsi obat-obatan tertentu jika dikonsumsi bersamaan, misalnya mengurangi efektivitas obat antibiotik atau antikoagulan. Induksi atau inhibisi enzim CYP450 oleh beberapa diterpenoid juga perlu diwaspadai. Oleh karena itu, pengguna obat-obatan medis, terutama obat jantung, antikoagulan, dan imunosupresan, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan Iler secara oral. Penggunaan topikal umumnya tidak menimbulkan interaksi sistemik yang berarti (Phytomedicine, 2019).

Daun Sembung

Blumea balsamifera

Cincau

Cyclea barbata

Cari: