St. John's Wort

St. John's Wort | Hypericum perforatum
St. John's Wort
Nama
St. John's Wort (St. John's Wort)
Nama Latin/Ilmiah
Hypericum perforatum
Bagian Digunakan
Daun, Bunga, dan Batang
Rasa
Pahit, sepat

Nama Lain
Johanniskraut (Germany), Hierba de San Juan (Spain), Millepertuis (France), Erba di San Giovanni (Italy)
Asal
Eropa, Asia Barat, Afrika Utara
Kandungan Utama
Hypericin, hyperforin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang St. John's Wort

St. John's Wort (Hypericum perforatum) adalah tanaman herbal tahunan yang berasal dari Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara, namun kini telah tersebar luas di berbagai belahan dunia. Ciri khasnya terlihat dari daunnya yang memiliki bintik-bintik transparan berisi minyak esensial, sehingga saat diremas akan mengeluarkan aroma khas. Bunganya yang berwarna kuning cerah mekar sekitar tanggal 24 Juni, yang bertepatan dengan hari raya Santo Yohanes Pembaptis (St. John's Day), sehingga tanaman ini dinamai demikian. Secara botanis, Hypericum perforatum termasuk dalam famili Hypericaceae dan dikenal memiliki kandungan senyawa aktif utama seperti hyperforin, hypericin, dan flavonoid yang bertanggung jawab atas efek terapeutiknya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 24 Agu 2026 - 18:41:27
 

II. Ciri-ciri St. John's Wort

Tanaman ini cukup tangguh dan sering ditemukan di padang rumput, tepi jalan, atau lahan terbengkalai. Suka tempat yang terpapar sinar matahari langsung dan bisa tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan drainasenya baik. Karakteristik/ciri-ciri St. John's Wort (Hypericum perforatum):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Tumbuh tegak, punya dua garis menonjol (bersayap) di sepanjang batangnya, dan warnanya berubah dari hijau ke kecokelatan seiring bertambahnya usia.
Daun Berbentuk oval atau lonjong, tersusun berpasangan. Ciri khas utamanya adalah bintik-bintik transparan kecil (seperti lubang jarum) yang bisa terlihat jelas kalau daunnya diangkat ke arah cahaya.
Bunga Berwarna kuning cerah dengan lima kelopak. Pinggiran kelopaknya sering ada bintik-bintik hitam kecil yang berisi minyak atsiri (hypericin).
Sistem Akar Memiliki akar rimpang (rizoma) yang menjalar di bawah tanah, membuatnya cukup mudah berkembang biak secara vegetatif.
Buah Berupa kapsul kering yang terbagi menjadi tiga bagian, berisi banyak biji kecil berwarna cokelat tua atau hitam.

III. Manfaat St. John's Wort

8 Manfaat St. John's Wort untuk kesehatan.

  1. Depresi Ringan hingga Sedang

    St. John's Wort menghambat reuptake serotonina, norepinefrin, dan dopamin; menghambat monoamine oksidase (MAO) A dan B; memodulasi reseptor GABA dan glutamat. Hiperforin meningkatkan efek antidepresan melalui aktivasi TRPC6 dan pelepasan neurotransmiter.

    Senyawa Aktif: Hiperforin, Hiperisin, Flavonoid (rutin, kuersetin)
    Tampilkan
  2. Gangguan Kecemasan Umum (GAD) dan Gejala Kecemasan

    Modulasi serotonergik dan GABAergik; hiperforin menghambat reuptake neurotransmiter; flavonoid berikatan dengan reseptor benzodiazepin pada kanal GABA-A.

    Senyawa Aktif: Hiperforin, Hiperisin, Amentoflavon
    Tampilkan
  3. Sindrom Pramenstruasi (PMS) dan Gangguan Disforik Pramenstruasi (PMDD)

    Peningkatan tonus serotonergik di sistem saraf pusat; hiperforin menstabilkan suasana hati; flavonoid mengurangi peradangan dan retensi cairan.

    Senyawa Aktif: Hiperforin, Flavonoid total, Hiperisin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan St. John's Wort

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) St. John's Wort.

  1. Hypericin

    Golongan: Naftodianthrone
    Bagian Tanaman: Bunga dan daun (bagian atas tanah)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidepresan (inhibisi MAO-A Dan MAO-B, Modulasi Reseptor GABA); Antivirus (aktivitas Terhadap Virus Berselubung); Fotosensitizer.
    Tampilkan
  2. Hyperforin

    Golongan: Floroglucinol
    Bagian Tanaman: Bunga dan pucuk daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidepresan (inhibisi Reuptake Serotonin, Dopamin, Noradrenalin); Antiinflamasi (inhibisi COX-2 Dan 5-LOX); Antibakteri (gram-positif).
    Tampilkan
  3. Pseudohypericin

    Golongan: Naftodianthrone
    Bagian Tanaman: Bunga dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidepresan (mekanisme Serupa Hypericin); Antivirus (aktivitas Retroviral In Vitro).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi St. John's Wort

Interaksi & Kontraindikasi St. John's Wort dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Fexofenadine

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    St. John's wort dapat menurunkan kadar fexofenadine melalui induksi P-glikoprotein. Pantau efektivitas obat alergi; jika gejala tidak terkontrol, pertimbangkan antihistamin alternatif atau hentikan St. John's wort.

  2. Omeprazole

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    St. John's wort dapat menginduksi CYP2C19 dan menurunkan kadar omeprazole. Pantau respons pengobatan gangguan asam lambung; jika kurang efektif, pertimbangkan alternatif lain atau penyesuaian dosis oleh dokter.

  3. Simvastatin

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    St. John's wort menurunkan paparan simvastatin sehingga efek penurun kolesterol berkurang. Pilih statin yang tidak dimetabolisme melalui CYP3A4 bila memungkinkan, dan monitor profil lipid.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+18)

VI. Efek Samping St. John's Wort

St. John's Wort (Hypericum perforatum) umumnya digunakan sebagai pengobatan herbal untuk depresi ringan hingga sedang. Meskipun berasal dari bahan alami, penggunaan tanaman ini dikaitkan dengan berbagai efek samping, mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan perhatian medis. Efek samping yang paling umum meliputi gangguan pencernaan seperti mual, diare, dan kram perut, serta gejala sistem saraf pusat seperti kelelahan, kegelisahan, pusing, dan sakit kepala. Beberapa pasien juga melaporkan mengalami mulut kering dan disfungsi seksual selama mengonsumsi suplemen ini.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis St. John's Wort

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari St. John's Wort.

  1. Efikasi dan Keamanan Ekstrak Hypericum perforatum pada Pasien Depresi Ringan-Sedang: Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Ekstrak Hypericum perforatum secara signifikan menurunkan skor Hamilton Depression Rating Scale dibandingkan plasebo. Efeknya sebanding dengan antidepresan golongan SSRI, dengan angka efek samping yang lebih rendah.
    Tampilkan
  2. Perbandingan Efektivitas Hypericum perforatum dengan Sertraline pada Depresi Ringan-Sedang: Uji Klinis Acak Buta Ganda

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Penurunan skor Montgomery–Åsberg Depression Rating Scale pada kelompok Hypericum perforatum tidak berbeda bermakna dengan kelompok sertraline setelah 8 minggu. Kelompok Hypericum menunjukkan lebih sedikit efek samping seperti mual dan insomnia dibandingkan sertraline.
    Tampilkan
  3. Tinjauan Sistematis St. John's Wort (Hypericum perforatum) untuk Depresi Mayor: Bukti Klinis Terbaru

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Bukti konsisten mendukung efektivitas Hypericum perforatum untuk depresi ringan-sedang, tetapi bukti untuk depresi berat masih terbatas. Tidak ada perbedaan efektivitas yang signifikan dibandingkan SSRI, dan tolerabilitasnya lebih baik.
    Tampilkan

VIII. FAQ St. John's Wort

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang St. John's Wort.

Apa itu St. John's Wort dan apa mekanisme kerjanya dalam terapi?
St. John's Wort (Hypericum perforatum) adalah tanaman herbal yang ekstraknya digunakan terutama untuk gangguan depresi ringan–sedang. Mekanisme kerjanya belum sepenuhnya dipahami, tetapi data laboratorium dan klinis menunjukkan komponen hiperisin dan hiperforin menghambat reuptake serotonin, norepinefrin, dan dopamin, sehingga meningkatkan kadar neurotransmiter di sinapsis. Referensi: Bennett DA, Jr., et al. Ann Pharmacother. 1998;32(11):1201–1208.
Bagaimana dosis dan cara konsumsi yang umum untuk orang dewasa?
Preparat distandarisasi yang banyak digunakan dalam uji klinis mengandung 0,3% hiperisin atau 2–5% hiperforin. Dosis dewasa untuk depresi ringan–sedang biasanya 300 mg tiga kali sehari (total sekitar 900 mg/hari), diminum dengan air, dan sebaiknya mengikuti petunjuk produk. Penggunaan umumnya dievaluasi dalam 4–8 minggu dan sebaiknya di bawah pengawasan profesional kesehatan. Referensi: Linde K, et al. Cochrane Database Syst Rev. 2008;(4):CD000448.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga efek terapi muncul?
Efek St. John's Wort tidak langsung muncul. Perbaikan gejala biasanya mulai terlihat setelah 2 sampai 4 minggu penggunaan teratur. Jika tidak ada perbaikan setelah 4–6 minggu, sebaiknya dilakukan evaluasi ulang oleh dokter. Referensi: National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH). St. John's Wort. Updated July 2020.
Apa efek samping utama dan seberapa serius efek tersebut?
Efek samping paling sering adalah mual, sakit perut, diare, pusing, cemas, lelah, mulut kering, dan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari (fotosensitivitas). Efek samping serius jarang terjadi, tetapi dapat berupa sindrom serotonin, terutama jika dikombinasikan dengan antidepresan golongan SSRI atau MAOI. Referensi: Linde K, et al. Cochrane Database Syst Rev. 2008;(4):CD000448; NCCIH. St. John's Wort. 2020.
Apakah St. John's Wort aman untuk ibu hamil?
Keamanannya pada kehamilan belum terbukti, sehingga tidak dianjurkan. Tinjauan terhadap data kehamilan menyimpulkan bahwa St. John's Wort sebaiknya dihindari selama kehamilan karena kurangnya data yang memadai dan adanya efek farmakologis yang berpotensi memengaruhi ibu dan janin. Referensi: Dugoua JJ, et al. Can J Clin Pharmacol. 2006;13(3):e268–e276.
Apakah St. John's Wort aman untuk ibu menyusui?
Karena belum ada bukti keamanan yang memadai, umumnya tidak dianjurkan untuk ibu menyusui. Beberapa laporan menunjukkan kemungkinan efek pada bayi seperti kolik dan kantuk, tetapi data masih terbatas. Jika digunakan, bayi harus dipantau dan sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Referensi: Dugoua JJ, et al. Can J Clin Pharmacol. 2006;13(3):e268–e276.
Apakah St. John's Wort boleh digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Belum ada uji klinis yang memadai mengenai keamanan dan efektivitas St. John's Wort pada bayi dan anak-anak. Oleh karena itu, penggunaannya pada populasi anak tidak dianjurkan tanpa pengawasan langsung dari tenaga medis. Referensi: National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH). St. John's Wort. Updated July 2020.
Interaksi obat apa saja yang perlu diwaspadai?
St. John's Wort menginduksi enzim CYP3A4, CYP2C19, CYP2C9, dan protein P-glikoprotein. Akibatnya, kadar obat tertentu dapat menurun, seperti siklosporin, takrolimus, warfarin, digoksin, kontrasepsi oral, obat antivirus HIV, dan beberapa obat kemoterapi. Ini dapat menyebabkan penolakan organ transplantasi, kehamilan yang tidak diinginkan, kegagalan terapi, atau risiko trombosis. St. John's Wort juga tidak boleh dikombinasikan dengan SSRI, MAOI, atau triptan karena risiko sindrom serotonin. Referensi: Di Carlo G, et al. Eur J Clin Pharmacol. 2001;57(8):563–574.
Apakah St. John's Wort bermanfaat untuk kondisi kesehatan lain selain depresi?
Beberapa penelitian mengeksplorasi penggunaannya untuk gangguan kecemasan, gejala menopause, nyeri neuropatik, gangguan somatoform, dan gangguan afektif musiman. Namun, buktinya masih terbatas dan hasilnya tidak konsisten. Bukti terkuat saat ini adalah untuk depresi ringan–sedang. Referensi: Linde K, et al. Cochrane Database Syst Rev. 2008;(4):CD000448; NCCIH. St. John's Wort. 2020.
Apakah St. John's Wort aman dikonsumsi dalam jangka panjang?
Sebagian besar uji klinis berlangsung 4–12 minggu; data keamanan untuk penggunaan lebih dari 12 minggu masih terbatas. Penggunaan jangka panjang sebaiknya dipantau oleh dokter, terutama karena risiko fotosensitivitas dan interaksi obat yang dapat muncul kemudian. Referensi: National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH). St. John's Wort. Updated July 2020.

Echinacea

Echinacea purpurea

Valerian

Valeriana officinalis

Cari: