Advertisement
St. John's Wort (Hypericum perforatum) adalah tanaman herbal tahunan yang berasal dari Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara, namun kini telah tersebar luas di berbagai belahan dunia. Ciri khasnya terlihat dari daunnya yang memiliki bintik-bintik transparan berisi minyak esensial, sehingga saat diremas akan mengeluarkan aroma khas. Bunganya yang berwarna kuning cerah mekar sekitar tanggal 24 Juni, yang bertepatan dengan hari raya Santo Yohanes Pembaptis (St. John's Day), sehingga tanaman ini dinamai demikian. Secara botanis, Hypericum perforatum termasuk dalam famili Hypericaceae dan dikenal memiliki kandungan senyawa aktif utama seperti hyperforin, hypericin, dan flavonoid yang bertanggung jawab atas efek terapeutiknya.
Tanaman ini cukup tangguh dan sering ditemukan di padang rumput, tepi jalan, atau lahan terbengkalai. Suka tempat yang terpapar sinar matahari langsung dan bisa tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan drainasenya baik. Karakteristik/ciri-ciri St. John's Wort (Hypericum perforatum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Tumbuh tegak, punya dua garis menonjol (bersayap) di sepanjang batangnya, dan warnanya berubah dari hijau ke kecokelatan seiring bertambahnya usia. |
| Daun | Berbentuk oval atau lonjong, tersusun berpasangan. Ciri khas utamanya adalah bintik-bintik transparan kecil (seperti lubang jarum) yang bisa terlihat jelas kalau daunnya diangkat ke arah cahaya. |
| Bunga | Berwarna kuning cerah dengan lima kelopak. Pinggiran kelopaknya sering ada bintik-bintik hitam kecil yang berisi minyak atsiri (hypericin). |
| Sistem Akar | Memiliki akar rimpang (rizoma) yang menjalar di bawah tanah, membuatnya cukup mudah berkembang biak secara vegetatif. |
| Buah | Berupa kapsul kering yang terbagi menjadi tiga bagian, berisi banyak biji kecil berwarna cokelat tua atau hitam. |
8 Manfaat St. John's Wort untuk kesehatan.
St. John's Wort menghambat reuptake serotonina, norepinefrin, dan dopamin; menghambat monoamine oksidase (MAO) A dan B; memodulasi reseptor GABA dan glutamat. Hiperforin meningkatkan efek antidepresan melalui aktivasi TRPC6 dan pelepasan neurotransmiter.
Modulasi serotonergik dan GABAergik; hiperforin menghambat reuptake neurotransmiter; flavonoid berikatan dengan reseptor benzodiazepin pada kanal GABA-A.
Peningkatan tonus serotonergik di sistem saraf pusat; hiperforin menstabilkan suasana hati; flavonoid mengurangi peradangan dan retensi cairan.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) St. John's Wort.
Interaksi & Kontraindikasi St. John's Wort dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
St. John's Wort (Hypericum perforatum) umumnya digunakan sebagai pengobatan herbal untuk depresi ringan hingga sedang. Meskipun berasal dari bahan alami, penggunaan tanaman ini dikaitkan dengan berbagai efek samping, mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan perhatian medis. Efek samping yang paling umum meliputi gangguan pencernaan seperti mual, diare, dan kram perut, serta gejala sistem saraf pusat seperti kelelahan, kegelisahan, pusing, dan sakit kepala. Beberapa pasien juga melaporkan mengalami mulut kering dan disfungsi seksual selama mengonsumsi suplemen ini.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari St. John's Wort.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang St. John's Wort.