Advertisement
Valerian, yang dikenal dengan nama ilmiah Valeriana officinalis, adalah tanaman herbal tahunan yang berasal dari daerah beriklim sedang di Eropa dan Asia, tetapi kini telah menyebar luas di berbagai belahan dunia termasuk Amerika Utara. Tanaman ini tumbuh subur di padang rumput lembap, tepi sungai, dan area terbuka dengan tanah yang kaya akan nutrisi. Ciri khasnya adalah batang tegak yang dapat mencapai tinggi hingga 1,5 meter, daun majemuk menyirip dengan tepi bergerigi, serta bunga-bunga kecil berwarna putih atau merah muda pucat yang tersusun dalam payungan di puncak batang. Aroma kuat dan khas dari akar Valerian—sering digambarkan seperti tanah basah atau kaus kaki kering—berasal dari senyawa volatil yang menjadi penanda utama tanaman ini.
Tanaman ini suka banget sama tempat yang agak lembap, kaya nutrisi, dan punya drainase tanah yang baik. Biasanya banyak ditemukan di padang rumput, pinggiran hutan, atau area dekat sungai di wilayah beriklim sedang seperti Eropa dan sebagian Asia. Karakteristik/ciri-ciri Valerian (Valeriana officinalis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Punya rimpang (rizoma) pendek yang tebal dengan banyak akar serabut kecil. Bagian inilah yang paling sering dipakai karena aromanya yang khas dan agak menyengat. |
| Batang | Batangnya tegak, bisa tumbuh tinggi sekitar 1 sampai 1,5 meter, bentuknya silindris, dan bagian dalamnya berongga. |
| Daun | Tipe daunnya menyirip ganjil. Daun di bagian bawah punya tangkai, sedangkan daun yang lebih tinggi di batang biasanya lebih kecil dan menempel langsung. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, mengumpul membentuk tandan besar di ujung batang. Warnanya variasi antara putih sampai merah muda pucat dan wanginya cukup harum. |
| Buah | Buahnya termasuk jenis buah kering (akena) yang punya bentuk agak gepeng dan dilengkapi dengan bulu-bulu halus untuk membantu penyebaran lewat angin. |
8 Manfaat Valerian untuk kesehatan.
Asam valerenat dan valerenol berikatan dengan subunit β dari reseptor GABA-A, bekerja sebagai agonis parsial, meningkatkan afinitas GABA, dan memodulasi saluran klorida. Efek ini meningkatkan inhibisi neuronal di sistem saraf pusat, menurunkan latensi tidur, dan memperbaiki efisiensi tidur tanpa mengubah arsitektur tidur REM secara signifikan.
Modulasi positif pada reseptor GABA-A, terutama subunit α1 dan α3, serta penghambatan reuptake GABA dan pengikatan pada reseptor 5-HT1A (serotonin). Efek ini menurunkan aktivitas amigdala dan sumbu HPA, menghasilkan efek ansiolitik yang tidak sedatif pada dosis rendah.
Mekanisme sentral melalui modulasi GABA-A dan regulasi termoregulasi hipotalamus (efek pada hot flashes). Senyawa valepotriat (valtrat) mungkin berkontribusi pada efek sedatif-ringan tanpa interaksi estrogenik langsung.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Valerian.
Interaksi & Kontraindikasi Valerian dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Valerian (Valeriana officinalis) umumnya dianggap aman untuk kebanyakan orang dewasa bila digunakan dalam jangka pendek (hingga 6 minggu). Namun, beberapa pengguna dapat mengalami efek samping ringan seperti sakit kepala, pusing, masalah pencernaan (seperti mual atau kram perut), kegelisahan, dan mulut kering. Pada keesokan harinya, beberapa individu melaporkan rasa mengantuk atau 'efek mabuk' (hangover effect), terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau menjelang waktu bangun tidur. Hal ini dapat memengaruhi kewaspadaan mental, sehingga aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti mengendarai kendaraan harus dilakukan dengan hati-hati.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Valerian.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Valerian.