Valerian

Valerian | Valeriana officinalis
Valerian
Nama
Valerian (Valerian)
Nama Latin/Ilmiah
Valeriana officinalis
Bagian Digunakan
Akar, Rimpang
Rasa
Pahit, pedas

Nama Lain
Baldrian (Germany), Valériane (France), Valeriana (Italy), Garden heliotrope (UK)
Asal
Eropa, Asia Barat
Kandungan Utama
Asam valerenat, valepotriat, dan minyak atsiri

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Valerian

Valerian, yang dikenal dengan nama ilmiah Valeriana officinalis, adalah tanaman herbal tahunan yang berasal dari daerah beriklim sedang di Eropa dan Asia, tetapi kini telah menyebar luas di berbagai belahan dunia termasuk Amerika Utara. Tanaman ini tumbuh subur di padang rumput lembap, tepi sungai, dan area terbuka dengan tanah yang kaya akan nutrisi. Ciri khasnya adalah batang tegak yang dapat mencapai tinggi hingga 1,5 meter, daun majemuk menyirip dengan tepi bergerigi, serta bunga-bunga kecil berwarna putih atau merah muda pucat yang tersusun dalam payungan di puncak batang. Aroma kuat dan khas dari akar Valerian—sering digambarkan seperti tanah basah atau kaus kaki kering—berasal dari senyawa volatil yang menjadi penanda utama tanaman ini.

Baca Lebih Lanjut
Update: 25 Agu 2026 - 00:43:13
 

II. Ciri-ciri Valerian

Tanaman ini suka banget sama tempat yang agak lembap, kaya nutrisi, dan punya drainase tanah yang baik. Biasanya banyak ditemukan di padang rumput, pinggiran hutan, atau area dekat sungai di wilayah beriklim sedang seperti Eropa dan sebagian Asia. Karakteristik/ciri-ciri Valerian (Valeriana officinalis):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Punya rimpang (rizoma) pendek yang tebal dengan banyak akar serabut kecil. Bagian inilah yang paling sering dipakai karena aromanya yang khas dan agak menyengat.
Batang Batangnya tegak, bisa tumbuh tinggi sekitar 1 sampai 1,5 meter, bentuknya silindris, dan bagian dalamnya berongga.
Daun Tipe daunnya menyirip ganjil. Daun di bagian bawah punya tangkai, sedangkan daun yang lebih tinggi di batang biasanya lebih kecil dan menempel langsung.
Bunga Bunganya kecil-kecil, mengumpul membentuk tandan besar di ujung batang. Warnanya variasi antara putih sampai merah muda pucat dan wanginya cukup harum.
Buah Buahnya termasuk jenis buah kering (akena) yang punya bentuk agak gepeng dan dilengkapi dengan bulu-bulu halus untuk membantu penyebaran lewat angin.

III. Manfaat Valerian

8 Manfaat Valerian untuk kesehatan.

  1. Insomnia (Gangguan Tidur)

    Asam valerenat dan valerenol berikatan dengan subunit β dari reseptor GABA-A, bekerja sebagai agonis parsial, meningkatkan afinitas GABA, dan memodulasi saluran klorida. Efek ini meningkatkan inhibisi neuronal di sistem saraf pusat, menurunkan latensi tidur, dan memperbaiki efisiensi tidur tanpa mengubah arsitektur tidur REM secara signifikan.

    Senyawa Aktif: Asam valerenat, Valerenol, Valerenil asetat
    Tampilkan
  2. Kecemasan Umum (Anxiety)

    Modulasi positif pada reseptor GABA-A, terutama subunit α1 dan α3, serta penghambatan reuptake GABA dan pengikatan pada reseptor 5-HT1A (serotonin). Efek ini menurunkan aktivitas amigdala dan sumbu HPA, menghasilkan efek ansiolitik yang tidak sedatif pada dosis rendah.

    Senyawa Aktif: Asam valerenat, Valerenol, γ-aminobutyric acid (GABA) (dalam konsentrasi kecil)
    Tampilkan
  3. Gangguan Tidur Akibat Menopause

    Mekanisme sentral melalui modulasi GABA-A dan regulasi termoregulasi hipotalamus (efek pada hot flashes). Senyawa valepotriat (valtrat) mungkin berkontribusi pada efek sedatif-ringan tanpa interaksi estrogenik langsung.

    Senyawa Aktif: Asam valerenat, Valtrat, Didrovaltrat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Valerian

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Valerian.

  1. Asam valerenat (Valerenic acid)

    Golongan: Seskuiterpenoid
    Bagian Tanaman: Rimpang dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Modulasi Reseptor GABA-A, Efek Sedatif Dan Ansiolitik; Meningkatkan Durasi Tidur Pada Model Hewan Dan Manusia (uji Klinis Terbatas)..
    Tampilkan
  2. Asam acetoxyvalerenat (Acetoxyvalerenic acid)

    Golongan: Seskuiterpenoid
    Bagian Tanaman: Rimpang dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Sedatif Dan Spasmolitik Melalui Interaksi Dengan Reseptor Serotonin 5-HT5A; Efek Sinergis Dengan Asam Valerenat..
    Tampilkan
  3. Valerenal

    Golongan: Seskuiterpenoid
    Bagian Tanaman: Rimpang dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Efek Sedatif Dan Ansiolitik; Meningkatkan Afinitas Terhadap Reseptor GABA-A; Juga Memiliki Aktivitas Antiinflamasi Ringan Secara In Vitro..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Valerian

Interaksi & Kontraindikasi Valerian dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kafein

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kafein dapat mengurangi efek sedasi/hipnotik valerian. Tidak berbahaya secara langsung, tetapi hindari kafein menjelang tidur agar khasiat valerian optimal. (Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database, 2023)

  2. Antihistamin sedatif (mis. difenhidramin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Dapat terjadi sedasi berlebih, pusing, dan gangguan koordinasi. Gunakan dengan hati-hati; konsultasikan dengan apoteker/dokter sebelum digunakan bersamaan. (Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database, 2023)

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat yang dimetabolisme CYP3A4 (mis. midazolam, simvastatin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Valerian berpotensi menghambat CYP3A4 sehingga kadar obat dapat meningkat dan memperbesar risiko efek samping. Pantau efek samping dan konsultasikan pada penggunaan rutin. (Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database, 2023)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+13)

VI. Efek Samping Valerian

Valerian (Valeriana officinalis) umumnya dianggap aman untuk kebanyakan orang dewasa bila digunakan dalam jangka pendek (hingga 6 minggu). Namun, beberapa pengguna dapat mengalami efek samping ringan seperti sakit kepala, pusing, masalah pencernaan (seperti mual atau kram perut), kegelisahan, dan mulut kering. Pada keesokan harinya, beberapa individu melaporkan rasa mengantuk atau 'efek mabuk' (hangover effect), terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau menjelang waktu bangun tidur. Hal ini dapat memengaruhi kewaspadaan mental, sehingga aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti mengendarai kendaraan harus dilakukan dengan hati-hati.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Valerian

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Valerian.

  1. Akar Valerian dalam Mengatasi Gangguan Tidur dan Gangguan Terkait: Telaah Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Valerian dapat memperbaiki kualitas tidur dan menurunkan waktu laten tidur dibandingkan plasebo. Namun, heterogenitas antar studi cukup tinggi sehingga masih diperlukan uji klinis berskala besar dan lebih terkontrol.
    Tampilkan
  2. Efek Valerian terhadap Kualitas Tidur dan Gejala Menopause: Telaah Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Valerian secara signifikan memperbaiki gangguan tidur dan menurunkan gejala menopause seperti hot flush. Meskipun demikian, jumlah studi dan kualitas metodologi masih terbatas.
    Tampilkan
  3. Efek Valeriana officinalis terhadap Kualitas Tidur dan Kecemasan pada Pasien Diabetes Tipe 2: Uji Klinis Acak

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Valerian secara signifikan meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan kecemasan pada pasien diabetes tipe 2 dibandingkan plasebo. Efek samping yang dilaporkan ringan dan tidak berbeda bermakna dengan plasebo.
    Tampilkan

VIII. FAQ Valerian

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Valerian.

Apa kandungan fitokimia utama akar valerian dan bagaimana mekanisme kerjanya?
Akar valerian mengandung valepotriat (iridoid), asam valerenat dan turunan seskuiterpena, valerianin (alkaloid), serta flavonoid. Asam valerenat meningkatkan transmisi GABA di sistem saraf pusat dengan memodulasi reseptor GABA-A, sehingga menimbulkan efek sedatif. Sumber: Phytomedicine, 2010.
Berapa dosis harian valerian yang dianjurkan untuk insomnia?
Untuk dewasa dengan insomnia, dosis yang umum adalah 300–600 mg ekstrak kering standar per hari, diberikan 30–120 menit sebelum tidur. Seduhan akar kering dapat dibuat dari 2–3 g akar per cangkir, diminum 1–3 kali sehari. Penggunaan sebaiknya tidak lebih dari 4 minggu tanpa evaluasi tenaga kesehatan. Sumber: European Medicines Agency, 2007.
Apakah valerian aman dikonsumsi setiap hari?
Penggunaan setiap hari tidak disarankan tanpa pengawasan karena bukti keamanan jangka panjang masih terbatas. Pola konsumsi yang umum adalah penggunaan 2–4 minggu kemudian jeda. Ada laporan yang sangat jarang tentang gangguan fungsi hati, sehingga pasien dengan penyakit hati perlu berhati-hati. Sumber: WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 1999.
Apa saja efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi valerian?
Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah mual, sakit kepala, pusing, mengantuk di pagi hari, dan gangguan pencernaan. Reaksi alergi jarang terjadi. Penggunaan dosis tinggi dapat menyebabkan nyeri perut dan tremor. Sumber: Natural Medicines Comprehensive Database.
Bolehkah valerian digunakan untuk anak-anak?
Tidak dianjurkan untuk anak di bawah 12 tahun karena belum ada data keamanan dan kemanjuran yang memadai. Pada remaja, penggunaan hanya boleh dilakukan atas pertimbangan dan pengawasan dokter. Sumber: European Medicines Agency, 2007.
Apakah valerian aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari valerian. Senyawa valepotriat bersifat sitotoksik dan berpotensi memengaruhi kontraksi rahim, sedangkan data keamanan pada ibu menyusui belum mencukupi. Sumber: European Medicines Agency; NCCIH.
Apakah valerian dapat berinteraksi dengan obat lain?
Valerian dapat meningkatkan efek sedasi bila digunakan bersama obat penekan susunan saraf pusat seperti benzodiazepin, opioid, antidepresan trisiklik, dan alkohol. Beberapa senyawanya juga dimetabolisme melalui enzim CYP3A4, sehingga berpotensi berinteraksi dengan obat lain yang menggunakan jalur tersebut. Sumber: Journal of Psychopharmacology, 2007.
Bagaimana cara konsumsi valerian yang tepat?
Cara konsumsi disesuaikan dengan sediaan: kapsul atau tablet ditelan utuh, ekstrak cair diteteskan sesuai dosis, sedangkan teh diseduh selama 10–15 menit. Gunakan produk terstandar yang mencantumkan kadar asam valerenat. Setelah mengonsumsi valerian, hindari mengemudi dan mengoperasikan mesin bila timbul kantuk. Sumber: British Herbal Compendium.

St. John's Wort

Hypericum perforatum

Milk Thistle

Silybum marianum

Cari: