• Herbapedia.id

Black Turmeric / Temu Ireng

Curcuma aeruginosa
Nama: Black Turmeric / Temu Ireng
Nama Latin/Ilmiah: Curcuma aeruginosa

Kandungan:
Kurkuminoid, minyak atsiri, flavonoid
Nama Lain:
Temu ireng (Indonesia), kha min dam (Thailand), temu hitam (Malaysia), nghệ đen (Vietnam), black turmeric (Inggris)
Asal:
Indonesia, Malaysia, Thailand
Bagian Utama:
Rimpang
Rasa:
Pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Black Turmeric / Temu Ireng

Curcuma aeruginosa, yang dikenal luas sebagai Temu Ireng atau Black Turmeric, merupakan tanaman herbal rimpang dari famili Zingiberaceae yang banyak tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ciri paling khasnya adalah rimpang bagian dalam yang berwarna biru kehitaman atau ungu gelap, berbeda dengan kunyit biasa yang berwarna jingga. Warna unik ini berasal dari kandungan pigmen kurkuminoid dan antosianin yang tinggi. Tanaman ini memiliki daun lebar dan bunga yang muncul dari batang semu, serta sering ditemukan di hutan tropis atau dibudidayakan di pekarangan sebagai tanaman obat tradisional.

Advertisement

Secara fitokimia, Temu Ireng kaya akan senyawa bioaktif seperti kurkumin, desmetoksikurkumin, bisdesmetoksikurkumin, serta minyak atsiri yang mengandung kamfor, sineol, dan zingiberen. Kandungan antioksidan dan antiinflamasinya sangat tinggi, bahkan lebih kuat dibandingkan kunyit biasa pada beberapa penelitian. Rimpang ini juga mengandung senyawa aeruginol dan aerugidiol yang bersifat antimikroba dan antikanker. Dalam pengobatan tradisional Jawa dan Ayurveda, Temu Ireng digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, nyeri sendi, serta sebagai pembersih darah karena kemampuannya menstimulasi fungsi hati dan empedu.

Penelitian modern telah mengkonfirmasi potensi Curcuma aeruginosa sebagai agen neuroprotektif, hepatoprotektif, dan antidiabetes. Ekstraknya menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap enzim asetilkolinesterase, relevan untuk penyakit Alzheimer. Selain itu, studi in vitro dan in vivo juga membuktikan kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara dan serviks. Meskipun demikian, penggunaan dosis tinggi perlu hati-hati karena efek toksisitas pada hati. Saat ini, Temu Ireng mulai dikembangkan sebagai bahan baku suplemen, kosmetik, dan pewarna alami berkat stabilitas warna dan bioaktivitasnya yang unik.

Update: 29 Jul 2026 - 17:24:16

 

II. Manfaat Black Turmeric / Temu Ireng

Manfaat Black Turmeric / Temu Ireng untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β) melalui senyawa labdane diterpen seperti (E)-labda-8(17),12-diene-15,16-dial.

    Senyawa Aktif: (E)-labda-8(17),12-diene-15,16-dial, Kurkumin, Germacrone
    Tampilkan
  2. Antimikroba spektrum luas

    Mengganggu integritas membran sel mikroba, menghambat pembentukan biofilm, dan memodulasi pompa efluks. Minyak atsiri dan kurkuminoid bekerja secara sinergis.

    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Menyapu radikal bebas (DPPH, ABTS), mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GSH).

    Senyawa Aktif: Kurkumin, Bisdemethoxycurcumin, flavonoid
    Tampilkan
  4. Antidiabetes

    Menghambat α-glukosidase dan α-amilase, meningkatkan sensitivitas insulin, serta efek anti-inflamasi.

    Senyawa Aktif: Kurkumin, labdane diterpen, Germacrone
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Black Turmeric / Temu Ireng

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Black Turmeric / Temu Ireng.

  1. Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antikanker, Antibakteri.
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Ekspektoran, Antiinflamasi, Antimikroba.
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik, Antipruritik, Stimulan Pernapasan.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Black Turmeric / Temu Ireng

Kehamilan dan Menyusui

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan. Kurkumin dan senyawa aktif dalam temu ireng dapat merangsang kontraksi rahim dan berpotensi menyebabkan keguguran. Tidak ada data keamanan pada ibu menyusui.

Antikoagulan (warfarin, aspirin, clopidogrel)

Tingkat Resiko: Sedang hingga Tinggi
Rekomendasi:
Pantau INR dan tanda perdarahan. Kurkumin dapat menghambat agregasi trombosit dan meningkatkan efek antikoagulan, risiko perdarahan meningkat.

Penggunaan pada penderita Gangguan perdarahan (hemofilia, trombositopenia)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan. Efek antiplatelet dan antikoagulan ringan dari kurkumin dapat memperburuk kondisi perdarahan.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Black Turmeric / Temu Ireng

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Black Turmeric / Temu Ireng.

Apa perbedaan utama antara Temu Ireng (Curcuma aeruginosa) dengan kunyit biasa (Curcuma longa) dalam kandungan fitokimia?
Temu Ireng mengandung kurkuminoid yang lebih rendah dibanding kunyit, tetapi kaya akan seskuiterpenoid seperti kurzerenon, kurkumanolid A dan B, serta minyak atsiri dengan komponen utama α-pinen, kamfor, dan borneol. Senyawa unik ini memberikan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba yang berbeda dari kunyit. Sirat et al., 2012; Phytochemistry Reviews
Bagaimana cara konsumsi Temu Ireng yang aman untuk penggunaan sehari-hari sebagai suplemen herbal?
Dosis umum adalah 1-3 gram rimpang kering per hari (setara 200-500 mg ekstrak). Bisa dikonsumsi sebagai rebusan (5-10 gram rimpang segar direbus dalam 200 ml air selama 10-15 menit, diminum 1-2 kali sehari) atau dalam bentuk kapsul ekstrak terstandar. Sebaiknya dikonsumsi bersama makanan untuk mengurangi iritasi lambung. Depkes RI, 2017; Pedoman Umum Tanaman Obat
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Temu Ireng dalam jangka panjang atau dosis tinggi?
Efek samping yang dilaporkan meliputi gangguan pencernaan ringan (mual, diare), iritasi mukosa lambung, dan reaksi alergi pada individu sensitif. Dosis sangat tinggi (di atas 10 gram/hari) dapat menyebabkan hepatotoksisitas ringan karena kandungan minyak atsiri dan kurkuminoid. Hentikan penggunaan jika muncul gejala alergi atau gangguan saluran cerna berat. Konsultasikan dengan dokter jika digunakan lebih dari 3 bulan berturut-turut. Ahmad et al., 2019; Journal of Ethnopharmacology
Apakah Temu Ireng aman untuk digunakan pada bayi dan anak-anak?
Penggunaan pada bayi di bawah 1 tahun tidak dianjurkan karena sistem metabolisme dan hati yang belum matang. Pada anak di atas 2 tahun, dosis harus dikurangi menjadi seperempat hingga setengah dosis dewasa (misal: 0,5-1 gram rimpang kering/hari), dan hanya untuk jangka pendek (maksimal 2 minggu) di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Tidak ada studi klinis yang memadai pada populasi anak, sehingga risiko iritasi lambung dan alergi tetap ada. WHO, 2009; Monograph on Selected Medicinal Plants
Bolehkah Temu Ireng dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan selama kehamilan, terutama trimester pertama, karena kandungan kurkuminoid dan minyak atsiri dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan keguguran. Pada ibu menyusui, data keamanan belum cukup; sebaiknya dihindari atau hanya digunakan dalam jumlah sangat kecil sebagai bumbu masakan (bukan dosis terapi). Selalu konsultasikan dengan dokter kandungan sebelum menggunakan. Ernst, 2002; British Journal of Clinical Pharmacology
Bagaimana Temu Ireng dapat membantu kesehatan umum, misalnya untuk mengatasi masalah pencernaan?
Secara tradisional dan ilmiah, Temu Ireng berkhasiat sebagai karminatif (peredam gas), antiinflamasi usus, dan stimulan nafsu makan. Senyawa seskuiterpenoidnya menghambat enzim asetilkolinesterase sehingga meningkatkan motilitas usus, sementara efek antibakterinya berguna untuk mengatasi infeksi saluran cerna ringan. Rebusan rimpang sering digunakan untuk mengatasi perut kembung, dispepsia, dan radang lambung. Pandey et al., 2015; Food and Chemical Toxicology
Apakah ada interaksi obat yang perlu diwaspadai saat mengonsumsi Temu Ireng bersamaan dengan obat-obatan modern?
Ya, Temu Ireng berpotensi berinteraksi dengan obat antikoagulan (warfarin, aspirin) karena efek antiplatelet dan antikoagulan ringannya. Juga dapat meningkatkan efek obat penurun gula darah (antidiabetes) dan tekanan darah (antihipertensi). Senyawa kurkuminoid menghambat enzim CYP3A4 dan CYP2C9 di hati, sehingga dapat mengubah metabolisme obat seperti statin, benzodiazepin, dan beberapa antidepresan. Jarak konsumsi minimal 2 jam dari obat-obatan tersebut. He et al., 2011; Drug Metabolism and Disposition

Fingerroot / Temu Kunci

Boesenbergia rotunda