Advertisement
Curcuma aeruginosa, yang dikenal luas sebagai Temu Ireng atau Black Turmeric, merupakan tanaman herbal rimpang dari famili Zingiberaceae yang banyak tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ciri paling khasnya adalah rimpang bagian dalam yang berwarna biru kehitaman atau ungu gelap, berbeda dengan kunyit biasa yang berwarna jingga. Warna unik ini berasal dari kandungan pigmen kurkuminoid dan antosianin yang tinggi. Tanaman ini memiliki daun lebar dan bunga yang muncul dari batang semu, serta sering ditemukan di hutan tropis atau dibudidayakan di pekarangan sebagai tanaman obat tradisional.
Advertisement
Secara fitokimia, Temu Ireng kaya akan senyawa bioaktif seperti kurkumin, desmetoksikurkumin, bisdesmetoksikurkumin, serta minyak atsiri yang mengandung kamfor, sineol, dan zingiberen. Kandungan antioksidan dan antiinflamasinya sangat tinggi, bahkan lebih kuat dibandingkan kunyit biasa pada beberapa penelitian. Rimpang ini juga mengandung senyawa aeruginol dan aerugidiol yang bersifat antimikroba dan antikanker. Dalam pengobatan tradisional Jawa dan Ayurveda, Temu Ireng digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, nyeri sendi, serta sebagai pembersih darah karena kemampuannya menstimulasi fungsi hati dan empedu.
Penelitian modern telah mengkonfirmasi potensi Curcuma aeruginosa sebagai agen neuroprotektif, hepatoprotektif, dan antidiabetes. Ekstraknya menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap enzim asetilkolinesterase, relevan untuk penyakit Alzheimer. Selain itu, studi in vitro dan in vivo juga membuktikan kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara dan serviks. Meskipun demikian, penggunaan dosis tinggi perlu hati-hati karena efek toksisitas pada hati. Saat ini, Temu Ireng mulai dikembangkan sebagai bahan baku suplemen, kosmetik, dan pewarna alami berkat stabilitas warna dan bioaktivitasnya yang unik.
Manfaat Black Turmeric / Temu Ireng untuk kesehatan.
Menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β) melalui senyawa labdane diterpen seperti (E)-labda-8(17),12-diene-15,16-dial.
Mengganggu integritas membran sel mikroba, menghambat pembentukan biofilm, dan memodulasi pompa efluks. Minyak atsiri dan kurkuminoid bekerja secara sinergis.
Menyapu radikal bebas (DPPH, ABTS), mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GSH).
Menghambat α-glukosidase dan α-amilase, meningkatkan sensitivitas insulin, serta efek anti-inflamasi.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Black Turmeric / Temu Ireng.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Black Turmeric / Temu Ireng.