Temu Ireng

Black Turmeric | Curcuma aeruginosa
Temu Ireng
Nama
Temu Ireng (Black Turmeric)
Nama Latin/Ilmiah
Curcuma aeruginosa
Bagian Digunakan
Rimpang
Rasa
Pahit

Nama Lain
Temu ireng (Indonesia), kha min dam (Thailand), temu hitam (Malaysia), nghệ đen (Vietnam), black turmeric (Inggris)
Asal
Indonesia, Malaysia, Thailand
Kandungan Utama
Kurkuminoid, minyak atsiri, flavonoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Temu Ireng

Curcuma aeruginosa, yang dikenal luas sebagai Temu Ireng atau Black Turmeric, merupakan tanaman herbal rimpang dari famili Zingiberaceae yang banyak tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ciri paling khasnya adalah rimpang bagian dalam yang berwarna biru kehitaman atau ungu gelap, berbeda dengan kunyit biasa yang berwarna jingga. Warna unik ini berasal dari kandungan pigmen kurkuminoid dan antosianin yang tinggi. Tanaman ini memiliki daun lebar dan bunga yang muncul dari batang semu, serta sering ditemukan di hutan tropis atau dibudidayakan di pekarangan sebagai tanaman obat tradisional.

Baca Lebih Lanjut
Update: 14 Agu 2026 - 14:41:30
 

II. Ciri-ciri Temu Ireng

Tumbuh subur di daerah tropis, biasanya ditemukan di hutan jati atau tempat yang agak teduh dengan tanah yang subur dan drainase baik. Tanaman ini banyak dibudidayakan di pekarangan rumah atau lahan pertanian karena manfaatnya sebagai tanaman obat. Karakteristik/ciri-ciri Temu Ireng (Curcuma aeruginosa):

Bagian Ciri-Ciri
Rimpang Berwarna kebiruan atau hitam keunguan di bagian dalamnya, aromanya khas dan rasanya sangat pahit.
Batang Tipe batang semu yang terbentuk dari pelepah daun yang saling membungkus, tingginya bisa mencapai 1-2 meter.
Daun Berbentuk lanset lebar dengan warna hijau tua. Ciri khasnya adalah adanya guratan atau bercak warna ungu kecokelatan yang memanjang di sepanjang tulang daun bagian tengah.
Bunga Muncul dari rimpang (bukan dari ujung batang), berbentuk tandan dengan kelopak bunga berwarna merah muda atau keputihan, dan biasanya tertutup oleh sisik-sisik bunga.
Akar Sistem perakaran serabut yang tumbuh dari rimpang utama.

III. Manfaat Temu Ireng

7 Manfaat Temu Ireng untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β) melalui senyawa labdane diterpen seperti (E)-labda-8(17),12-diene-15,16-dial.

    Senyawa Aktif: (E)-labda-8(17),12-diene-15,16-dial, Kurkumin, Germacrone
    Tampilkan
  2. Antimikroba spektrum luas

    Mengganggu integritas membran sel mikroba, menghambat pembentukan biofilm, dan memodulasi pompa efluks. Minyak atsiri dan kurkuminoid bekerja secara sinergis.

    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Menyapu radikal bebas (DPPH, ABTS), mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GSH).

    Senyawa Aktif: Kurkumin, Bisdemethoxycurcumin, flavonoid
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Temu Ireng

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Temu Ireng.

  1. Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antikanker, Antibakteri.
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Ekspektoran, Antiinflamasi, Antimikroba.
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik, Antipruritik, Stimulan Pernapasan.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Temu Ireng

Interaksi & Kontraindikasi Temu Ireng dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan dan Menyusui

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan. Kurkumin dan senyawa aktif dalam temu ireng dapat merangsang kontraksi rahim dan berpotensi menyebabkan keguguran. Tidak ada data keamanan pada ibu menyusui.

  2. Antikoagulan (warfarin, aspirin, clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Sedang hingga Tinggi
    Rekomendasi:
    Pantau INR dan tanda perdarahan. Kurkumin dapat menghambat agregasi trombosit dan meningkatkan efek antikoagulan, risiko perdarahan meningkat.

  3. Penggunaan pada penderita Gangguan perdarahan (hemofilia, trombositopenia)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan. Efek antiplatelet dan antikoagulan ringan dari kurkumin dapat memperburuk kondisi perdarahan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Temu Ireng

Temu ireng (Curcuma aeruginosa) adalah tanaman herbal yang secara tradisional sering digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti cacingan, penambah nafsu makan, dan pembersih darah setelah melahirkan. Meskipun berasal dari bahan alami, konsumsi temu ireng tetap memiliki potensi efek samping, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau tanpa pengawasan yang tepat. Beberapa efek samping yang umum dilaporkan terkait dengan sistem pencernaan, di antaranya adalah iritasi lambung, rasa mual, muntah, serta gangguan pencernaan ringan akibat kandungan minyak atsiri dan kurkuminoid yang bersifat aktif merangsang mukosa lambung.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Temu Ireng

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Temu Ireng.

  1. Tinjauan sistematis aktivitas farmakologi dan fitokimia Curcuma aeruginosa

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Aktivitas antiinflamasi, antimikroba, dan sitotoksik merupakan yang paling banyak dilaporkan. Tidak ditemukan efek toksik berat pada dosis uji hewan.
    Tampilkan
  2. Efektivitas ekstrak rimpang temu ireng terhadap nyeri haid primer pada perempuan

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Skor nyeri VAS menurun lebih besar pada kelompok ekstrak dibanding plasebo setelah tiga siklus menstruasi. Frekuensi efek samping ringan tidak berbeda bermakna antar kelompok.
    Tampilkan
  3. Aktivitas antiinflamasi senyawa Curcuma aeruginosa pada makrofag yang diinduksi lipopolisakarida

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan sekresi TNF-α, IL-6, dan NO secara tergantung dosis. Penghambatan jalur NF-κB terlibat dalam efek antiinflamasi.
    Tampilkan

VIII. FAQ Temu Ireng

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Temu Ireng.

Apa perbedaan utama antara Temu Ireng (Curcuma aeruginosa) dengan kunyit biasa (Curcuma longa) dalam kandungan fitokimia?
Temu Ireng mengandung kurkuminoid yang lebih rendah dibanding kunyit, tetapi kaya akan seskuiterpenoid seperti kurzerenon, kurkumanolid A dan B, serta minyak atsiri dengan komponen utama α-pinen, kamfor, dan borneol. Senyawa unik ini memberikan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba yang berbeda dari kunyit. Sirat et al., 2012; Phytochemistry Reviews
Bagaimana cara konsumsi Temu Ireng yang aman untuk penggunaan sehari-hari sebagai suplemen herbal?
Dosis umum adalah 1-3 gram rimpang kering per hari (setara 200-500 mg ekstrak). Bisa dikonsumsi sebagai rebusan (5-10 gram rimpang segar direbus dalam 200 ml air selama 10-15 menit, diminum 1-2 kali sehari) atau dalam bentuk kapsul ekstrak terstandar. Sebaiknya dikonsumsi bersama makanan untuk mengurangi iritasi lambung. Depkes RI, 2017; Pedoman Umum Tanaman Obat
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Temu Ireng dalam jangka panjang atau dosis tinggi?
Efek samping yang dilaporkan meliputi gangguan pencernaan ringan (mual, diare), iritasi mukosa lambung, dan reaksi alergi pada individu sensitif. Dosis sangat tinggi (di atas 10 gram/hari) dapat menyebabkan hepatotoksisitas ringan karena kandungan minyak atsiri dan kurkuminoid. Hentikan penggunaan jika muncul gejala alergi atau gangguan saluran cerna berat. Konsultasikan dengan dokter jika digunakan lebih dari 3 bulan berturut-turut. Ahmad et al., 2019; Journal of Ethnopharmacology
Apakah Temu Ireng aman untuk digunakan pada bayi dan anak-anak?
Penggunaan pada bayi di bawah 1 tahun tidak dianjurkan karena sistem metabolisme dan hati yang belum matang. Pada anak di atas 2 tahun, dosis harus dikurangi menjadi seperempat hingga setengah dosis dewasa (misal: 0,5-1 gram rimpang kering/hari), dan hanya untuk jangka pendek (maksimal 2 minggu) di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Tidak ada studi klinis yang memadai pada populasi anak, sehingga risiko iritasi lambung dan alergi tetap ada. WHO, 2009; Monograph on Selected Medicinal Plants
Bolehkah Temu Ireng dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan selama kehamilan, terutama trimester pertama, karena kandungan kurkuminoid dan minyak atsiri dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan keguguran. Pada ibu menyusui, data keamanan belum cukup; sebaiknya dihindari atau hanya digunakan dalam jumlah sangat kecil sebagai bumbu masakan (bukan dosis terapi). Selalu konsultasikan dengan dokter kandungan sebelum menggunakan. Ernst, 2002; British Journal of Clinical Pharmacology
Bagaimana Temu Ireng dapat membantu kesehatan umum, misalnya untuk mengatasi masalah pencernaan?
Secara tradisional dan ilmiah, Temu Ireng berkhasiat sebagai karminatif (peredam gas), antiinflamasi usus, dan stimulan nafsu makan. Senyawa seskuiterpenoidnya menghambat enzim asetilkolinesterase sehingga meningkatkan motilitas usus, sementara efek antibakterinya berguna untuk mengatasi infeksi saluran cerna ringan. Rebusan rimpang sering digunakan untuk mengatasi perut kembung, dispepsia, dan radang lambung. Pandey et al., 2015; Food and Chemical Toxicology
Apakah ada interaksi obat yang perlu diwaspadai saat mengonsumsi Temu Ireng bersamaan dengan obat-obatan modern?
Ya, Temu Ireng berpotensi berinteraksi dengan obat antikoagulan (warfarin, aspirin) karena efek antiplatelet dan antikoagulan ringannya. Juga dapat meningkatkan efek obat penurun gula darah (antidiabetes) dan tekanan darah (antihipertensi). Senyawa kurkuminoid menghambat enzim CYP3A4 dan CYP2C9 di hati, sehingga dapat mengubah metabolisme obat seperti statin, benzodiazepin, dan beberapa antidepresan. Jarak konsumsi minimal 2 jam dari obat-obatan tersebut. He et al., 2011; Drug Metabolism and Disposition

Pepaya

Carica papaya

Temu Kunci

Boesenbergia rotunda

Cari: