Advertisement
Curcuma aeruginosa, yang dikenal luas sebagai Temu Ireng atau Black Turmeric, merupakan tanaman herbal rimpang dari famili Zingiberaceae yang banyak tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ciri paling khasnya adalah rimpang bagian dalam yang berwarna biru kehitaman atau ungu gelap, berbeda dengan kunyit biasa yang berwarna jingga. Warna unik ini berasal dari kandungan pigmen kurkuminoid dan antosianin yang tinggi. Tanaman ini memiliki daun lebar dan bunga yang muncul dari batang semu, serta sering ditemukan di hutan tropis atau dibudidayakan di pekarangan sebagai tanaman obat tradisional.
Tumbuh subur di daerah tropis, biasanya ditemukan di hutan jati atau tempat yang agak teduh dengan tanah yang subur dan drainase baik. Tanaman ini banyak dibudidayakan di pekarangan rumah atau lahan pertanian karena manfaatnya sebagai tanaman obat. Karakteristik/ciri-ciri Temu Ireng (Curcuma aeruginosa):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Rimpang | Berwarna kebiruan atau hitam keunguan di bagian dalamnya, aromanya khas dan rasanya sangat pahit. |
| Batang | Tipe batang semu yang terbentuk dari pelepah daun yang saling membungkus, tingginya bisa mencapai 1-2 meter. |
| Daun | Berbentuk lanset lebar dengan warna hijau tua. Ciri khasnya adalah adanya guratan atau bercak warna ungu kecokelatan yang memanjang di sepanjang tulang daun bagian tengah. |
| Bunga | Muncul dari rimpang (bukan dari ujung batang), berbentuk tandan dengan kelopak bunga berwarna merah muda atau keputihan, dan biasanya tertutup oleh sisik-sisik bunga. |
| Akar | Sistem perakaran serabut yang tumbuh dari rimpang utama. |
7 Manfaat Temu Ireng untuk kesehatan.
Menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β) melalui senyawa labdane diterpen seperti (E)-labda-8(17),12-diene-15,16-dial.
Mengganggu integritas membran sel mikroba, menghambat pembentukan biofilm, dan memodulasi pompa efluks. Minyak atsiri dan kurkuminoid bekerja secara sinergis.
Menyapu radikal bebas (DPPH, ABTS), mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GSH).
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Temu Ireng.
Interaksi & Kontraindikasi Temu Ireng dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Temu ireng (Curcuma aeruginosa) adalah tanaman herbal yang secara tradisional sering digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti cacingan, penambah nafsu makan, dan pembersih darah setelah melahirkan. Meskipun berasal dari bahan alami, konsumsi temu ireng tetap memiliki potensi efek samping, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau tanpa pengawasan yang tepat. Beberapa efek samping yang umum dilaporkan terkait dengan sistem pencernaan, di antaranya adalah iritasi lambung, rasa mual, muntah, serta gangguan pencernaan ringan akibat kandungan minyak atsiri dan kurkuminoid yang bersifat aktif merangsang mukosa lambung.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Temu Ireng.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Temu Ireng.