Advertisement
Srikaya (Annona squamosa) merupakan tumbuhan buah tropis yang termasuk dalam famili Annonaceae, dikenal juga dengan sebutan buah nona atau sugar apple. Secara morfologi, pohonnya berukuran kecil hingga sedang dengan tinggi 3–8 meter, bercabang banyak, dan daunnya berbentuk bulat telur dengan permukaan bawah yang sedikit berbulu. Buahnya berbentuk bulat tidak beraturan dengan permukaan berbuku-buku seperti sisik, berwarna hijau keabu-abuan, dan berisi daging buah putih yang manis dengan biji hitam mengilap. Kulit buahnya tipis namun cukup kuat, dan saat matang, buah mudah terlepas dari tangkainya.
Srikaya suka banget tumbuh di daerah tropis dengan sinar matahari yang berlimpah. Tanaman ini cukup tangguh, tahan di tanah yang agak kering, dan biasanya ditemukan di dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Karakteristik/ciri-ciri Srikaya (Annona squamosa):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Pohon kecil atau perdu yang bisa tumbuh setinggi 3 sampai 6 meter dengan cabang yang cukup banyak. |
| Daun | Bentuknya memanjang dengan ujung meruncing, teksturnya agak tipis, dan kalau diremas aromanya khas sekali. |
| Bunga | Warnanya kuning kehijauan, munculnya sendiri-sendiri atau bergerombol, dan punya aroma yang lumayan wangi. |
| Buah | Bentuknya bulat atau agak mengerucut, kulitnya punya benjolan-benjolan khas seperti sisik yang bisa terlepas kalau sudah matang. |
| Daging Buah | Warnanya putih, teksturnya empuk dan lembut, rasanya manis segar, tapi banyak biji hitam yang tersebar di dalamnya. |
| Biji | Berbentuk lonjong atau bulat telur, warnanya cokelat gelap sampai hitam mengkilap, dan permukaannya keras. |
8 Manfaat Srikaya untuk kesehatan.
Fraksi flavonoid dan alkaloid aporfina menurunkan sintesis prostaglandin dan leukotrien melalui penghambatan COX-2 dan 5-lipoksigenase; menekan ekspresi TNF-α, IL-1β, IL-6, serta menghambat aktivasi NF-κB dengan mencegah fosforilasi/degradasi IκBα. Efek ini mengurangi edema, inflamasi, dan nyeri.
Polifenol pada daun/buah menangkap radikal bebas (ROS/RNS), mengkhelat logam transisi Fe²⁺/Cu²⁺, dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, glutathione peroksidase, dan heme oksigenase-1. Peroksidasi lipid (MDA) menurun.
Ekstrak daun menghambat α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat penyerapan glukosa usus; meningkatkan sekresi/sensitivitas insulin, mendorong translokasi GLUT4, meningkatkan glikogenesis, serta menurunkan enzim glukoneogenesis hati seperti G6Pase dan PEPCK.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Srikaya.
Buah srikaya (Annona squamosa) dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, namun bagian tanaman ini, terutama biji, akar, dan buah mentahnya, mengandung senyawa neurotoksin poten seperti annonacin dan squamocin yang termasuk dalam golongan acetogenin. Konsumsi atau paparan berlebih dari senyawa ini terbukti secara ilmiah dapat menimbulkan efek neurotoksik yang menyerupai gejala penyakit Parkinson, ditandai dengan degenerasi sel saraf dopaminergik. Selain itu, alkaloid yang terkandung dalam biji dan kulit batang srikaya dapat bersifat sangat toksik jika tertelan atau mengenai mata, berpotensi menyebabkan iritasi parah pada saluran pencernaan, mual, muntah, serta kerusakan pada organ hati dan ginjal pada dosis tinggi.