Kapas

Cotton | Gossypium herbaceum
Nama
Kapas (Cotton)
Nama Latin/Ilmiah
Gossypium herbaceum
Bagian Digunakan
Biji
Rasa
Pahit
Nama Lain
Levant cotton (Inggris), algodón de Levante (Spanyol), cotonnier herbacé (Prancis), krautige Baumwolle (Jerman), algodoeiro-herbáceo (Portugal)
Asal
Afrika selatan, Asia barat daya
Kandungan Utama
Kandungan utama tumbuhan kapas: selulosa, hemiselulosa, lignin, pektin, lilin, protein, dan abu.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kapas

Kapas (Gossypium herbaceum) merupakan salah satu spesies kapas tertua yang telah dibudidayakan manusia, berasal dari kawasan Afrika Selatan dan Semenanjung Arab. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Malvaceae dan berbentuk perdu tahunan atau dua tahunan dengan tinggi sekitar satu hingga dua meter. Daunnya menjari dengan tiga hingga lima lobus, bunganya berwarna kuning dengan pusat keunguan, dan buahnya berbentuk kapsul yang ketika matang akan pecah untuk melepaskan biji yang diselimuti serat putih. Serat inilah yang menjadi komoditas utama kapas, terdiri dari selulosa hampir murni dan memiliki panjang sekitar 13–32 mm, menjadikannya bahan baku tekstil yang sangat berharga.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 22:50:31
 

II. Ciri-ciri Kapas

Kapas jenis ini suka banget sama cuaca panas dan kering. Mereka tumbuh optimal di daerah tropis atau subtropis dengan sinar matahari yang berlimpah dan tanah yang punya drainase baik biar akarnya nggak busuk. Karakteristik/ciri-ciri Kapas (Gossypium herbaceum):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tumbuh sebagai tanaman perdu atau semak yang bisa mencapai tinggi sekitar 1 hingga 2 meter.
Daun Daunnya berbentuk menjari dengan 3 sampai 7 cuping, permukaannya agak berbulu halus dan punya warna hijau yang khas.
Bunga Bunganya cukup cantik, warnanya kuning pucat dengan bagian tengah yang berwarna ungu gelap atau kemerahan.
Buah Buahnya berbentuk kapsul (sering disebut 'bol') yang kalau sudah matang bakal pecah dan mengeluarkan serat kapas putih yang lembut.
Akar Punya sistem perakaran tunggang yang cukup dalam, jadi tanaman ini lumayan tahan banting kalau ketemu masa kekeringan.
Serat Kapas Ini bagian paling ikoniknya, yaitu serat putih halus yang muncul dari biji saat buahnya pecah, berfungsi buat melindungi benih tanaman.

III. Manfaat Kapas

7 Manfaat Kapas untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan analgesik

    Gossypol menghambat fosfolipase A2 dan menurunkan sintesis prostaglandin; quercetin dan gossypetin menekan ekspresi COX-2 serta jalur NF-κB, sehingga mengurangi TNF-α, IL-6, dan PGE2. Efek analgesik terkait dengan penurunan mediator nyeri perifer.

    Senyawa Aktif: gossypol, Kuersetin, gossypetin
    Tampilkan
  2. Antimikroba

    Gossypol serta flavonoid seperti quercetin dan gossypetin merusak integritas membran sel mikroba, menghambat enzim kunci seperti DNA girase, serta mengganggu metabolisme energi bakteri dan jamur.

    Senyawa Aktif: gossypol, Kuersetin, gossypetin
    Tampilkan
  3. Antioksidan / perlindungan stres oksidatif

    Flavonoid dan polifenol dalam kapas menangkap radikal bebas, mengkhelat ion logam transisi, dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutathione peroksidase.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Rutin, gossypetin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Kapas

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kapas.

  1. Gossypol

    Golongan: Seskuiterpen dimer / polifenol aldehida
    Bagian Tanaman: Biji, akar (terutama kelenjar pigmen)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antifertilitas Pria; Antikanker Melalui Inhibisi Bcl-2/Bcl-xL Dan Induksi Apoptosis; Antibakteri; Antivirus.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun, bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antiproliferatif, Dan Pelindung Endotel Pembuluh Darah.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid glikosida
    Bagian Tanaman: Daun, bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Memperkuat Dinding Kapiler, Dan Penghambat Agregasi Trombosit.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Efek Samping Kapas

Kapas (Gossypium herbaceum), terutama bagian akar dan bijinya, dikenal mengandung senyawa aktif biologis seperti gosipol (gossypol). Senyawa ini dapat menimbulkan berbagai efek samping sistemik jika dikonsumsi dalam bentuk ekstrak herbal atau tanpa pengolahan yang tepat. Efek samping yang paling sering didokumentasikan dalam literatur medis berkaitan dengan sistem reproduksi, di mana konsumsi gosipol dapat menyebabkan gangguan kesuburan yang signifikan, termasuk penurunan jumlah sperma (oligospermia) hingga kemandulan permanen pada pria, serta gangguan siklus menstruasi dan ovulasi pada wanita.

Baca Semua Efek Samping

VI. FAQ Kapas

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kapas.

Apa kandungan fitokimia utama dan penggunaan tradisional dari Gossypium herbaceum?
Gossypium herbaceum mengandung senyawa polifenol gossypol, flavonoid, tanin, serta minyak biji yang kaya asam lemak. Secara tradisional, bagian akar dan daun digunakan untuk melancarkan persalinan, mengatasi demam, dan mempercepat penyembuhan luka. Namun, bukti ilmiah untuk efek tersebut sangat terbatas. Duke, J.A. (1992). Handbook of Phytochemical Constituents of GRAS Herbs and Other Economic Plants. CRC Press.
Apakah biji kapas (Gossypium herbaceum) aman dikonsumsi sebagai bahan herbal atau suplemen?
Tidak aman. Biji kapas mentah mengandung gossypol, pigmen polifenol yang bersifat toksik. Konsumsi dalam jumlah kecil sekalipun dapat menyebabkan gangguan pencernaan, sedangkan konsumsi kronis dapat menimbulkan hipokalemia, sesak napas, dan efek antifertilitas. Gadelha, I.C.N., et al. (2014). Gossypol toxicity from cottonseed products. The Scientific World Journal.
Apa efek samping potensial dari mengonsumsi teh atau ekstrak kapas?
Efek samping utamanya berasal dari gossypol: penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia), kerusakan ginjal, dan gangguan fungsi reproduksi seperti penurunan jumlah sperma pada pria dan gangguan siklus menstruasi pada wanita. Pada dosis tinggi, dapat menyebabkan kelumpuhan otot dan gagal jantung. Murray, M.T., & Pizzorno, J.E. (2012). Textbook of Natural Medicine. Elsevier.
Apakah Gossypium herbaceum aman digunakan pada bayi dan anak-anak?
Tidak. Tidak ada penelitian yang mendukung keamanan penggunaan kapas pada bayi atau anak-anak. Anak-anak lebih rentan terhadap toksisitas gossypol, yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu, penggunaan oral pada kelompok usia ini sangat tidak dianjurkan. American Academy of Pediatrics. (2011). Pediatric Herbal Medicine Use.
Apakah kapas aman dikonsumsi oleh ibu hamil atau menyusui?
Tidak aman. Gossypol diketahui memiliki efek antifertilitas dan dapat memengaruhi keseimbangan hormonal. Dampaknya pada janin dan bayi melalui ASI belum diteliti, sehingga risiko lebih besar daripada manfaatnya. Wanita hamil dan menyusui harus menghindari semua bentuk sediaan herbal dari Gossypium herbaceum. World Health Organization. (2002). WHO Monographs on Selected Medicinal Plants – Safety Guidelines.
Apakah minyak biji kapas yang dijual di pasaran aman untuk dikonsumsi?
Minyak biji kapas yang telah dimurnikan (refined) dan memenuhi standar pangan bebas dari gossypol dapat digunakan sebagai minyak goreng. Namun, minyak mentah atau ekstrak yang tidak dimurnikan tidak boleh dikonsumsi karena masih mengandung gossypol. Codex Alimentarius. (2019). Standard for Named Vegetable Oils (CXS 210-1999).
Apakah ada manfaat kesehatan dari Gossypium herbaceum yang didukung bukti ilmiah?
Gossypol, senyawa utama dari kapas, telah diteliti sebagai agen kontrasepsi pria serta antikanker dalam uji laboratorium dan klinis tahap awal. Namun, hasilnya belum cukup kuat dan efek toksiknya sangat signifikan, sehingga belum disetujui sebagai obat herbal atau suplemen. Coutinho, E.M. (2002). Gossypol: a contraceptive for men. Contraception, 65(4), 259-263.
Bagaimana cara penggunaan luar (topikal) yang aman untuk tanaman kapas?
Penggunaan luar seperti kompres daun atau akar sering ditemukan dalam pengobatan tradisional, tetapi dapat menyebabkan dermatitis kontak pada sebagian orang. Untuk luka terbuka tidak dianjurkan karena risiko infeksi. Jika ingin digunakan, lakukan tes pada area kecil kulit terlebih dahulu dan hentikan jika muncul iritasi. Benezra, C., & Ducombs, G. (1987). Contact dermatitis from plants. Clinics in Dermatology.

Widuri

Calotropis gigantea

Srikaya

Annona squamosa

Cari: